
"yeee... dek Kaisha cepat besar ya? kakak akan mengajakmu bermain". kata Nova dengan semangat
Rani mengusap kepala Nova yang sangat menggemaskan
semua orang sibuk menciumi bayi kembar Kaira yang tak juga terbangun tapi begitu tenang di perlakukan seperti itu seolah tak terasa.
Dylan mengintip Keyzo yang benar-benar mirip dirinya lagi,
Pasha sedang bersama Kaira.
"apa kamu memang udah menyiapkan nama-nama itu jauh hari sebelumnya suamiku? ". tanya Kaira
"aku menyiapkan nama itu saat kamu hadir dihidupku membawa kedua malaikat kecil kita sayang..!". melirik Nova dan Dylan
Kaira tersenyum haru..
"bagaimana bisa aku mendapatkan pria yang begitu hebat sepertimu suamiku..? "
Pasha menggeleng kepalanya, "kamu yang hadir di hidupku sayang..! "
Kaira memeluk Pasha dengan haru, entahlah.. hatinya begitu bahagia memiliki Pasha.
nama-nama anaknya memang tak memiliki makna khusus tapi tersirat namanya tentu begitu membahagiakan.
"jadi ini bedanya memiliki suami saat melahirkan! suami akan memberi nama yang singkat namun begitu sempurna di dengar ibu dari anak itu sendiri ..! ". batin Kaira merasa senang
Pasha mengelus kepala Kaira dengan sayang, Kaira memakai jilbab sorong saja, ada Mars dan panji disini Pasha tidak mau rambut indah istrinya di lihat pria lain.
"lihat Kaisha itu kakak Nova yang sangat imut sejagat raya..! ". Arabela menunjukkan wajah Kaisha ke Nova
Nova tertawa cekikikan menoel-noel pipi Kaisha. "dedek Kaisha juga imut nenek..! "
"kamu cemburu memiliki saingan sayang? ". goda Lexy
Nova menggeleng-geleng polos
"Nova malah senang kalau saingan Nova adalah dedek Kaisha..! "
Lexy tergelak begitu juga Arabela, Rani cekikikan sendiri.
"adek Kenzo..? ". Dylan menusuk-nusuk tubuh mungil yang terbungkus kain tebal itu
Mely tertawa cekikikan lalu bertanya, "mau coba gendong Dylan sayang? "
"apa boleh Granma? ", tanya Dylan malah bertanya polos
Mely dan Matt saling pandang lalu kompak tertawa,
"tentu saja boleh! ",kekeh Matt mengusap kepala Dylan
Dylan merentangkan tangan kecilnya, Mely mengajarkan Dylan cara menggendong adek bayinya dan berkat kepintaran Dylan tentu ia bisa belajar cepat.
Dylan menggendong Keyzo yang begitu tenang di gendongan Dylan
Matt mengusap lagi kepala Dylan yang sangat hangat padahal biasanya datar dan arogan.
"kenapa dia kecil sekali granma..? ",tanya Dylan dengan penasaran menatap wajah kecil menggemaskan itu
Mely tertawa keras begitu juga Matt bagaimana pun Dylan juga masih anak-anak
Dylan terdiam sesaat lalu menimang Keyzo dengan lihai padahal baru belajar dari Mely.
Kaira dan Pasha tengah bahagia melihat semua keluarganya begitu serius dengan anak-anaknya.
__ADS_1
.
.
semua keluarga Kaira dan Pasha pulang tinggallah Rani, Riska dan Katrina, Pasha .
"Sayang aku pulang ya? aku ingin menyiapkan kamar yang bagus untuk bayi-bayi kita.. !". Pasha suka meminta izin pada Kaira
Kaira tersenyum cerah, "bayi-bayi kita kamu jaga dengan baik kan? "
"mereka dijaga ketat oleh anggota the Xylver.. kamu tenang aja sayang! aku nggak mau terjadi sesuatu dengan bayi-bayi kita..! ". jawab Pasha meyakinkan
Kaira lega mendengarnya, "hati-hati dijalan suamiku..! "
"iya sayang! ", Pasha mengecup sayang punggung tangan Kaira
Rani tak canggung lagi melihat kemesraan itu, "kakak bawakan baju ganti Rani ya? "
"iya.. kamu jaga kakak iparmu ya? ", pinta Pasha menekan kepala Rani
Rani mengangguk-ngangguk
"kalian berdua jaga istriku dengan baik", Pasha beralih ke Katrina dan Riska
"baik tuan muda". jawab keduanya kompak
"makan siang nanti akan dibawa Arla dan Umay, jadi bertahanlah sampai mereka datang jangan tinggalkan istriku walau 1 menit.. ". ancam Pasha
"kami mengerti tuan ". jawab keduanya serentak
Rani duduk manis di ranjang Kaira..
"kakak ipar senang kan? merasa di cintai ya..? ". bisik Rani
Kaira tersenyum malu..
"iya.. kakak iparlah yang membuatnya seperti ibu-ibu rumah tangga tukang ngomel". gerutu Rani
Kaira tertawa cekikikan, Pasha kembali ke Kaira dan mencium kening, bibir Kaira
Kaira membulatkan matanya karna ada Rani, dan kedua pengawalnya melihatnya kaira hendak memukul Pasha tapi suaminya itu terlihat bahagia berlari meninggalkannya.
"Pasha...!! ". kesal Kaira
"jangan berteriak kak..! nanti jahitannya lepas lagi". peringatan Rani
Kaira diam seketika dengan muka merahnya.
"tapi kakakmu buat kakak malu tau". protes Kaira malah tak terima di omeli Rani
"kenapa malu sih kakak ipar ? lagian bukan hal pertama kali lagi bagi kami melihat kemesraan kakak ipar dengan kak Pasha..! ". gemas Rani
"sudahlah kamu buat kakak makin terpojok". kaira memutar wajahnya ke arah lain.
.
Pasha tiba di mansion langsung mendesain kamar luas didepan kamarnya dan Kaira.
"aku akan buat kamar ini seperti istana bagi anak-anakku! ". gumam Pasha dengan bangga
"tuan muda! ". panji dan mars datang membawa box bayi memiliki 2 ayunan nan indah.
"hmm... kalian bantu aku". perintah Pasha
__ADS_1
Mars dan panji tentu mengiyakan, mereka bekerja sama mendesain kamar Kenzo dan Kaisha.
"daddy..? ". Dylan didepan pintu dan Nova mengintip di samping Kakaknya.
"waah... kamar dedek cantik sekali". heboh Nova
Nova langsung masuk ke kamar Kaisha dan Kenzo
"mau Nova bantu daddy..? "
"tapi kalian akan berkeringat sayang..? ", tolak Pasha
"bisa mandi lagi daddy". sambar Dylan
Mars dan Panji saling pandang aja tanpa berniat ikut campur.
alhasil mereka mendesain kamar bayi itu begitu megah dan elegan, bahkan Pasha sendiri turun tangan
keringat bercucuran di tubuhnya pun tak peduli.
di rumah sakit..
Kaira makan buah di suapin Rani, Arla dan Umay duduk didekat Kaira Sedangkan Riska dan Katrina sedang makan siang di sofa.
"Arla..! ". rengek Kaira
"ada yang bisa saya bantu nyonya..? ". tawar Arla
"aku pengen makan kebab! ". pinta Kaira berbinar
"tapi...? ". selah Arla dengan ragu
"minta Kak Riska dan kak Katrina aja beli kakak ipar...!! sekalian mereka ganti pakaian biar wangi lagi ". rani melirik gemas kedua pengawal Kaira tadi yang terbatuk-batuk
"baiklah.. terserah aku pengen makan kebab, kalau ada Pasha pasti dilarang tapi aku pengen banget makan sekali aja". rengek Kaira dengan manja
Rani memutar bola matanya..
"kak Pasha emang posesif banget sama kakak ipar lagian makan kebab nggak akan buat kita sakit kok emang apa yang salah dengan kebab? "
Kaira manggut-manggut membenarkan kata-kata Rani yang sangat pas dengan isi pikirannya.
.
.
Kaira bisa makan kebab dengan senang, bahkan Arla dan Umay tersenyum lebar melihat betapa rakusnya Kaira makan..
"habis itu makan buburnya kakak ipar". perintah Rani
Kaira mengangguk-ngangguk dengan pipi nya yang super penuh itu.
setelah selesai makan kebab dan buburtak lama suster datang membawa kedua anak kembar Kaira yang menangis.
"nyonya baby kembarnya sedang lapar..! ". kata suster dengan takut-takut
"bawa kemari suster..! ". kaira merentangkan tangannya.
mata Rani mengikuti kemana baby kembar di bawa hingga tiba di pangkuan Kaira.
"kalian jaga di luar ya? jangan biarkan satu pun pria masuk kemari kalian tau kak Pasha sangat cemburuan? "
"baik nona". jawab Arla dan Umay kompak
__ADS_1
.
.