
.
.
Pasha ada di ruangannya, kini tatapannya tajam dan dingin Ia mengecek CCTV yang dikirimkan oleh anak kembarnya..
"kau tidak akan lepas dariku berani sekali kau mencoba mencelakai wanitaku". kata dingin Pasha
Pasha menghubungi Panji dan menyuruhnya untuk mencari tau data wanita yang ada di cctv baru saja di kirimkannya ke komputer Panji..
"Baik tuan muda..! " jawab Panji
Pasha mematikan panggilan nya secara sepihak lalu dengan serius mata biru Pasha melihat layar komputernya
"siapa dalang dibalik ini semua..? " gumam Pasha
ia yakin tak pernah dekat dengan wanita manapun tapi siapa yang berani mencari masalah dengan wanitanya.. ? begitulah fikir Pasha
25 menit kemudian barulah pasha dapat kiriman baru dari Panji lalu membukanya..
"oh....! ternyata kau bagian dari pembunuh dari kolong putih..! berani sekali kau berkomplot menyakiti wanitaku..!! " Pasha akhirnya menemukan hal penting di tubuh wanita itu..
sebuah tato awan putih di pergelangan tangan wanita itu..
Pasha mengirim pesan singkat ke Ramzi untuk membumi hanguskan pembunuh dari kolong putih
dan menangkap 1 wanita yang ia butuhkan untuk mendapatkan dalang dibalik ini semua..
geng pembunuh dari kolong Putih ialah pembunuh bayaran yang selalu berhasil menargetkan lawannya mereka pembunuh dengan cara sadis seperti membuat targetnya lemah dan menyerah pada hidup lalu targetnya akan bunuh diri dengan sendiri nya ..
"salah kalian sendiri berani mencari masalah dengan ku.. jika saja wanita ku dan anak-anakku terluka walau sedikit saja, aku akan memotong tubuh kalian dan melemparnya ke laut lepas ". aura membunuh Pasha keluar begitu saja.
bahkan Pasha tak peduli kalau dirinya terluka saat insiden kebakaran itu, Pasha sudah biasa terluka tapi dalang dibalik itu semua harus mendapatkan hadiah yang stimpal..
Pasha memperhatikan lagi cctv yang dikirimkan Nova satu persatu supaya tak ada yang terlewatkan
"Ok... semua ini bisa aku simpulkan apa yang anak-anakku tebak memang benar mereka hanya kaki tangan dalang sebenarnya belum terlihat sepertinya orang ini sangat tau kekuasaanku tapi sayang kau belum tau aku seorang Ketua Mafia the Xylver.. tak ada yang selamat dari cengkramanku... "
Pasha mengepalkan tangannya sendiri hingga memutih,, ia tak mau kecolongan lagi.. pasha benar-benar nggak mau kehilangan orang terkasihnya
musuh-musuhnya berbagai saingan bisnis dan beberapa anggota Mafia sebelah yang iri dengan kejayaan the Xylver diluar sana, pastinya akan mengincar orang tersayangnya..
.
.
2 jam lamanya Pasha di ruangan khususnya barulah ia keluar dari tempatnya,
"Kaira...? " panggil Pasha
berkali-kali Pasha memanggil wanita nya itu tapi tak ada jawaban..
Pasha kembali ke kamarnya dan melebarkan matanya saat hidungnya mencium harum delima di lantai nya..
__ADS_1
hanya 1 pelayan yang bisa membuat lantainya sewangi ini yaitu Kaira sendiri dan juga semua kamarnya bersih tanpa ada setitik debu pun..
"Astagah... apa yang Kaira lakukan? apa dia baru saja mengerjakan pekerjaan rumah? Ya Tuhan,, Kaira berapa kali aku bilang kamu itu bukan pelayan.. ". geram Pasha..
Pasha terus saja mencari sosok Kaira tapi tak juga menemukannya dan juga kemana perginya semua pelayan mansion..
"tunggu..!!" perintah Pasha pada seorang Pelayan yang baru aja berlari melewatinya..
"ampun tuan muda..!! " ucap Pelayan itu merasa takut sebab tak menyadari ada Pasha di sampingnya..
"kemana wanitaku..? " tanya Pasha dengan dingin
"Nyonya Muda sedang menjemur pakaian Tuan muda..
tolong kami tuan muda, Nyonya bersikeras mengusir kami.. kami tidak bisa apa-apa ". jawab Pelayan itu gemetar ketakutan
Pasha menghela nafas berat,
Pasha berjalan cepat ke lantai tertinggi Mansionnya, banyak pelayan tengah bersimpuh pada Kaira yang malah sedang bersenandung bahagia menjemurkan Pakaian nya dan anak-anaknya..
"Kaira...? " panggil Pasha dengan serius..
Kaira tak mendengarnya malah asik dengan m nyanyiannya seperti nggak ada beban saja sementara para pelayan yang bersimpuh malah makin pucat pasi ketahuan tuan mudanya..
pasti pasha marah besar sebab Kaira mengerjakan tugas pelayan Mansion..
"Kaira..!! " panggil Pasha kali ini dengan wajah datar
"apa kalian mendengar seseorang memanggilku..?" tanya Kaira dibalik jemuran kainnya
Kaira mengangguk-angguk mengerti..
"tuan kemarilah..!! " perintah Kaira mengulurkan tangannya..
Pasha mengerutkan keningnya, kemarahannya hilang begitu saja saat tangan Kaira ter ulur untuknya, Pasha berjalan ke arah Kaira dan menyambut tangan Kaira, tangan Kaira menarik tangan Pasha untuk tiba dibalik kain-kain jemurannya..
"bantu Aku..! " perintah Kaira.
Pasha menjatuhkan rahangnya.. "apa..?? "
"ini lihat baju-baju mu..! cepatlah aku memberinya pewangi delima mu..! " Kaira memberikan ember cucian baju Pasha.
Pasha malah melongoh bodoh, niatnya mau memarahi Kaira kenapa dirinya malah dijadikan pembantunya Kaira
dengan nurutnya pun Pasha menjemur pakaiannya yang benar-benar wangi delima, sungguh Pasha begitu suka wangi delima..
"oh ya tuan Pasha aku akan memanggilmu seperti ity mulai sekarang "
"hem..? " sahut Pasha dengan fokus mengikuti cara Kaira menjemurkan pakaian..
"wewangianmu dikamar mandi udah habis apa kamu nggak beli lagi..? ". tanya Kaira dengan serius
"biar aku suruh pelayan yang belikan..! " jawab Pasha
__ADS_1
"biar aku aja yang beli" tunjuk tangan Kaira dengan senang
"lalu apa guna pelayan di mansion ini Kaira..? semua pekerjaan mereka kamu ambil apa kamu mau aku memecat mereka..? "
"jangan Tuan Muda..!! " jawab semua pelayan dengan kompak gemetar ketakutan
Kaira mengerjab-ngerjabkan matanya,
"ikut aku..! " ajak Pasha menarik tangan Kaira
"tapi pekerjaanku...? " tanya Kaira tergantung
"biar pelayan yang melanjutkannya." potong Pasha
Kaira tak bisa apa-apa saat Pasha menarik tangannya..
"kamu mau bawa aku kemana Pasha..? " tanya Kaira penasaran
Pasha malah diam masih fokus menarik tangan Kaira..
"tuan Pasha..?" panggil Kaira
Pasha masih diam dan membawa Kaira ke mobilnya Kaira tak memakai cadar bahkan baju gamis dan jilbabnya masih basah habis mencuci pakaian pakai mesin cuci dan menjemurnya, kaki Kaira masih memakai sendal berbulu kas rumahan..
"Pasha kamu bawa aku kemana..? " tanya Kaira dengan kesal..
"aku tidak tahan lagi..! " ucap Pasha malah tak nyambung
Kaira mengerutkan keningnya tanda tak mengerti maksud Pasha..
"sebenarnya apa maksud dia bilang nggak tahan sih..? kenapa main teka-teki denganku..? " batin Kaira penasaran
Kaira melihat arah lain saja karna tak tau mau bicara apa, Kaira terlonjak kaget saat Pasha menggenggam tangannya dengan mesra
"tuan muda Pasha..? " protes Kaira berusaha melepaskan lilitan tangan Pasha
Pasha masih terus menggenggam tangan Kaira, alhasil Kaira capek sendiri dan tak lagi memberontak..
Kaira menoleh kiri-kanan jalanan yang mereka tempuh..
"tuan Pasha kau mau bawa aku kemana..? " tanya Kaira sekali lagi
"aku ingin kamu menjadi milikku Kaira.". kata Pasha dengan serius
Kaira benar-benar tak mengerti kata-kata Pasha "maksudnya ?"
"kamu akan tau saat tiba nanti". jawab Pasha tak mau menjawab
Kaira menggaruk keningnya sendiri
saat Kaira tau wangi delima adalah kesukaannya hanya ada satu fikiran di kepala Pasha, wanita ini harus menjadi milikku begitulah fikir Pasha..
saat Nabila ada disisinya, ia hanya tau Pasha suka wewangian delima tapi tak pernah berfikir yang lainnya, Kaira wanita pertama yang mengenalnya mengenai wangi kesukaannya itu bahkan apapun mengenai dirinya harus dicampur dengan wangi delima..
__ADS_1
.
.