Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
kejutan keluarga Melviano


__ADS_3

"mesum.. mesum.. mesum.. mesum....!! " jerit Kaira memukul dada Pasha seperti memukul gendang dengan kedua tangannya..


sementara Pasha masih asik dengan tawanya,


"aaakkkh....!! " Kaira makin menjerit saat tangan Pasha memegang bok*ngnya ..


Kaira sampai berdiri dari bathup itu hingga semua tubuh Kaira tercetak jelas oleh Pasha, Pasha meneguk salivanya bersusah payah memperhatikan lekukan tubuh Kaira yang sangat indah bukan karna tangan manusia (Bedah plastik) tapi murni ciptaan Tuhan yang maha Esa..


wajah Kaira makin merah seperti kepiting rebus, ia segera berlari mencari jubah mandi Pasha dan memakainya dengan cepat..


"kau Pasha...? aku.. Akkkh....!! ". jerit Kaira lagi melihat Pasha sudah ada dibelakangnya..


"kenapa di tutup..? tubuhmu makin bagus saja dari 7 tahun yang lalu.. bagaimana bisa..? ". tanya Pasha malah hendak melepas tali jubah Kaira tapi Kaira memukul-mukul tangan nakal Pasha


"kenapa Pasha bisa berubah jadi Pria mesum? bukannya dulu dia pria dingin seperti Es? sekarang malah jungkir balik.. " batin Kaira dengan tatapan tajamnya


Pasha mendekati Kaira tapi Kaira malah melangkah mundur sampai dindinglah yang membuatnya tak bisa lagi bergerak..


"kamu terlalu mempesona Kaira..! kenapa aku baru menyadarinya sekarang.? " .Kata Pasha mengelus pipi Kaira yang sangat lembut..


Kaira hendak lari tapi tangan Pasha sudah mengikat pinggangnya hingga merapat di tubuh Pasha yang tak pakai apa-apa, Kaira sampai geli sendiri menyentuh nya supaya tidak menempel dengan kedua asetnya..


tangan Pasha terus saja mengelus wajah Kaira sampai tiba di bibir Kaira yang merah seperti delima,


"bibir ini juga makin merah seperti delima..! " gumam Pasha memain-mainkan bibir Kaira yang sangat seksi dilihat dari dekat..


Kaira sampai mengatupkan bibirnya supaya Pasha tak menyentuh bibirnya..


"Dylan..? Nova..? tolongin mommy sayang". batin Kaira meminta pertolongan buah hatinya..


Pasha terus saja memainkan bibir Kaira yang sangat menarik perhatiannya, perlahan bibirnya mendekat ke bibir Kaira, Kaira makin merapatkan bibirnya sambil melihat arah lain tapi Pasha juga menahan dagu lancip Kaira untuk tak bergerak..


Kaira yang kehabisan akal segera meradukan keningnya dengan kening Pasha,


"Awwwh...!! " Pasha mengaduh kesakitan melangkah mundur dari Kaira.


Kaira mengambil kesempatan itu lari dari Pasha,


Pasha mengusap Keningnya lalu menertawai dirinya sendiri yang tak bisa menahan diri untuk tak menyentuh Kaira sebelum hati Kaira benar-benar jadi miliknya..


Kaira mengganti bajunya secepat kilat,


sementara Pasha mengangkat panggilan Panji


Kaira melihat Pasha yang terlihat serius telfonan entah dengan siapa menurutnya, ia segera keluar dari kamar Pasha,


"kau tidak juga menemukan dalangnya..? " tanya Pasha dengan dingin


"maaf tuan, wanita ini tidak juga mengatakan siapa pelakunya, dia hanya tau seorang wanita asing yang wajahnya pun tak dia ketahui...! " jawab Panji


Pasha memejamkan matanya dengan geram

__ADS_1


"cari wanita yang dia maksud... " perintah Pasha


"baik tuan muda " jawab Panji


Pasha mematikan panggilannya secara sepihak,


"sepertinya kau cukup teliti ya.? kita lihat sampai dimana kau bermain api denganku.. "


Pasha baru menyadari dikamar ini dirinya tak sendiri,


"Kaira..?? "


tapi yang dipanggil tak juga menjawab,, "apa dia kabur lagi..? "


Pasha menggeleng kepalanya dengan tingkah Kaira yang bar-bar dan suka kabur darinya.


Kaira yang tadinya mau membangunkan anak-anaknya ternyata sudah ada Matt dan Mely dikamar anak-anaknya, Kaira tersenyum mendengar gelak tawa anak-anaknya itu..


ia jadi merubah tujuan pergi ke dapur menyiapkan sarapan untuk keluarga barunya..


.


.


"kami sudah menikah Mah.. Pah..! " Seru Pasha tiba-tiba di meja makan


Matt yang sedang minum tersedak begitu kaget hingga dirinya terbatuk-batuk, Mely yang sedang memegang sendok menjatuhkannya dengan mulut menganga, Ella yang makan juga tersedak dan Rani dengan sigap memberikan minuman..


"cincin mommy berubah..? " tanya Nova dengan polos


semua mata melihat cincin dijari manis Kaira lalu beralih ke jari manis Pasha yang memakai cincin yang sama..


"mommy udah nggak sendirian lagi..? " tanya Dylan juga dengan ekspresi polosnya.


"sendirian maksudnya sayang..? " tanya Mely penasaran


"iya..kalau aunty kerja pasti mommy sendirian dirumah nggak punya teman, kata teman-teman kami Mommy kami nggak punya teman hidup.. ". jawab Dylan dengan raut wajah lucunya yang terlihat tak tau makna teman hidup..


"yee..... Mommy punya teman hidup.. " teriak Nova kegirangan


Mely terkekeh melihat kelucuan sikembar.


"bagaimana kamu bisa membuat Kaira mau menikah denganmu son..? ". tanya Matt


"Pasha paksa Pah.! " jawab Pasha dengan enteng


"itu bagus dong.. sekarang Kaira nggak bisa nolak perhiasan turun-temurun keluarga kita. " puji Mely dengan heboh


"pernikahan kak kaira dan kak pasha harus heboh Mah.. pah. " tepuk tangan senang Rani


Ella tersenyum saja melihat wajah malu Kaira sementara sikembar begitu senangnya karna mommy mereka tidak lagi sendiri sudah punya teman hidup..

__ADS_1


"iya... mama akan buat semegah mungkin.. " semangat Mely


"tapi jangan dalam waktu dekat ini mah..! " selah Pasha dengan serius


"kenapa..? " tanya Matt, Mely dan Rani kompak


"Kaira sedang dalam pengincaran musuh baru yang Pasha sendiri belum bisa menemukannya, sampai semuanya tenang dan aman barulah Pasha mau pesta pernikahan kami diadakan " jawab Pasha


mereka mengangguk-ngangguk mengerti..


"daddy terbaik...!! ". puji sikembar dengan kompak sambil menunjukkan 2 ibu jari mereka hingga semua yang ada dimeja makan tertawa terbahak-bahak


Ella jadi tau Pasha memiliki perasaan yang tulus dengan Kaira hingga menjaganya begitu baiknya, sementara Kaira mengerjab-ngerjabkan matanya ke Pasha..


"dan juga Pasha akan melakukan sumbangan besar ke panti asuhan Kaira dibesarkan merenovasi tempat itu menjadi layak jika Kaira hamil lagi anak Pasha...! "


wajah Kaira merah seperti tomat, yang lainnya tertawa cekikikan


"maksud daddy.? ha.. mil? apaan? " tanya Dylan tak mengerti


"hamil..? apa ya..? ". gumam Nova tampak berpikir dengan otak jeniusnya tapi malah tak ada jawaban..


"artinya kalian punya adek kecil...! " jawab Mely, rani dan Ella kompak


Matt tertawa melihat wajah Sikembar yang kompak mengerjab-ngerjab lucu..


"yeeee... berarti Nova punya adek baru..! ahahaha... Nova mau adek perempuan.. " senang Nova


"nggak...!! Kakak mau adek laki-laki.. " bantah Dylan


"nggak mau kan kakak udah punya adek sementara Nova belum punya adek.. kakak ngalah dong sama adek..!! " kesal Nova


Dylan menggeleng kepalanya..


"tenang sayang..! daddy akan beri kalian adek laki-laki juga adek perempuan untuk kalian berdua.." selah Pasha dengan santainya sementara Kaira melototkan matanya ke Pasha


"yeeee....!! " girang sikembar memutar-mutar sendoknya di udara seperti mengibarkan bendera saja..


Pasha mengedipkan matanya ke Kaira,


"kau mau mati ditanganku..? " desis Kaira


"aku akan membuatmu merasakan surga dunia sayang..!" bisik Pasha


mereka berdua asik dengan perdebatan mereka sementara yang lainnya malah tertawa terpikal-pikal karna tingkah lucu sikembar Melviano


para pelayan ikut senang merasakan kebahagiaan tuan mereka, baru kali ini mereka mendengar tawa satu keluarga hebat itu, sebelum ada Kaira dan anak kembarnya keluarga ini tak seharmonis yang dikatakan berita..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2