Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
kaira cemburu ?


__ADS_3

"Nova, Dylan sayang...? " panggil Kaira dengan senyum manisnya


Nova dan Dylan menoleh ke Kaira lalu mendekati mommy mereka dengan cara berbeda, Nova berlari kecil mengangkat gaun malamnya sedangkan Dylan berjalan tenang dan santai.


"kalian mau kemana hem...? " tanya Kaira menangkup pipi Nova


2 bulan yang lalu Dylan dan Nova merayakan ulang tahun di Mansion Melviano hanya orang-orang terdekat saja sebab Dylan dan Nova banyak teman disekolah, sekarang usia anak kembar Kaira sudah genap 8 tahun.


"tadi Nova mau ke tempat kakek dan nenek mommy.! " jawab Nova yang langsung digendong Pasha di pahanya.


Kaira tersenyum lembut.. "kenapa lari-lari tadi..? "


"ingat jangan lari sayang..! kamu mau membuat kakek dan nenek malu? mereka keluarga darah biru..! " peringatan lembut Pasha


Riska dan Katrina selalu membuntuti sikembar dengan menulikan telinga, sementara Panji dan Mars mematung saja melihat kemesraan mereka.


"mommy..! " sapa Dylan


Kaira menangkup pipi Dylan dan meradu hidungnya dengan hidung Dylan, Dylan membalasnya dengan senyum tipisnya, hanya mommynya lah yang boleh menyentuh wajah imutnya.


Nova berceloteh dengan daddynya menceritakan kesenangannya berkeliling pesta hari ini, Kaira sedang bersama Dylan.


"apa kamu nggak kangen sama mommy sayang..?" tanya Kaira menoel-noel pipi Dylan


"mommy Dylan kangen tapi nggak bilang.. kan Dylan nggak mau mengatakannya karna Dylan udah besar..! daddy aja yang jadi bayi besar mommy...! "


Kaira terkekeh sementara Pasha mulai ikut-ikutan.


"ada apa? kenapa daddy disebut-sebut?" tanya Pasha tiba-tiba menyambar


"daddy bicara sama nova aja..! Nova belum selesai bicara".kesal Nova mengerucutkan bibir mungilnya.


Pasha tersenyum kikuk ke Putri kecilnya, "maaf sayang..! ayo lanjutkan.. "


senyum Nova merekah lagi, ia kembali melanjutkan curhatan hatinya.


Dylan menggeleng kepalanya melihat tingkah adik dan daddynya itu.


"kamu nggak mau seperti itu sama mommy sayang...?? " tanya Kaira menggoda


"nggak mau mommy..! sudahlah.. mommy istirahat aja ya..? Dylan mau menemui kakek dan nenek, granma granfa". Dylan mengecup punggung tangan Kaira lalu berlalu dari orangtuanya, Kaira terkekeh gemas.


Katrina mengikuti dylan dan Riska tetap diamditempat, ia menunggu Nova yang masih berceloteh dengan Pasha.


Kaira pun duduk di sisi suaminya kali ini lebih mepet demi melihat raut wajah menggemaskan putri kecilnya.


.


"hei...? kenapa cucu nenek ada disini..? kami menunggumu sayang..! " Arabela tiba-tiba datang mengambil alih Nova dari Pasha.


"heheh..! Nova kesenangan curhat sama daddy nenek..! " cengir Nova di gendongan Arabela.


"turunkan Nova bunda". pinta Kaira dengan senyum lebarnya


Arabela langsung menurunkan cucunya. "bunda bawa Nova ya..? "


"iya bunda..! hati-hati di keramaian ya bunda..!" sahut Kaira

__ADS_1


Pasha mengelus kepala Nova dengan sayangnya.


"iya.. iya..! bunda akan jaga permata kecil ini.! " Arabela mencubit gemas kedua pipi Nova


Nova menyeringai lebar,


.


.


"kenapa kalian nggak naik juga tadi hem..? " tanya Ella yang sudah duduk di sofa keluarga Melviano


kini Ella tidak dipanggung pengantin lagi melainkan di depan Kaira.


Ramzi, berkumpul dengan duo the Xylver, pasha harus bertemu dengan rekan kerjanya yang izin mau pulang ke negara tempat tinggal mereka, Pasha tidak bisa bawa Kaira sebab istrinya itu tengah hamil besar.


padahal masih 5 bulan tapi perutnya seperti 7 bulan saja, sebagai perlindungan Pasha ia mengutus Ella, Arla dan Umay menjaga istri tercintanya.


"biasalah si Raja bertingkah.. !" jawab Kaira dengan malas


Ella tertawa pelan "kali ini apa katanya..? "


"kamu itu sedang hamil sayang..! nggak boleh lelah, nggak boleh naik tangga, nggak boleh kesini, semua nggak boleh demi kandunganku.. padahal aku yang hamil baik-baik aja tuh nggak ada keluhan selain bau parfumnya..! dan juga anak usia 5 tahun pun tau aku sedang hamil.. kenapa dia selalu mengatakan hal yang sama.. ? buat aku kesal aja.. " dumel Kaira


Ella terkikik geli..


"tuan Pasha hanya menjagamu "


"tapi aku bosan lah ! percuma aja aku bisa mandi uang tapi nggak bebas, berjalan jauh pun nggak boleh " oceh Kaira dengan sebal


"tapi aku kagum dengan perlindungannya..! kamu beruntung memiliki tuan muda Pasha Kaira kamu harus akui itu...! " tegur Ella


Ella yang sedikit kesal pun hanya bisa mencubit pipi Kaira, "lalu kenapa tadi mendumel heh..? "


"hanya ingin " cengir Kaira


Ella menggeleng-geleng kepalanya, beberapa wanita dari kalangan atas dan menengah mencuri-curi pandang melihat Pasha.


"suamimu jadi pusat perhatian..! apa kamu nggak cemburu? " goda Ella


Kaira mengerutkan keningnya lalu melihat arah tatapan Ella, alisnya makin menaut.


"aku percaya pada suamiku..! " desis Kaira menekan garpu nya begitu kuat di piringnya hingga berdenting.


Ella tersenyum kaku ke arah tatapan orang-orang, sementara Pasha masih fokus dengan pembicaraannya.


"kamu percaya padanya tapi nada bicaramu kayak nggak dari hati..! " dumel Ella pelan


"kamu ngomong apa barusan..? " tanya Kaira dengan kesal


"aku bilang buah-buahan ini terlalu manis dan yang ini terlalu asam.. nggak ada yang biasa aja ya..? huuh.. aku rindu buah-buahan segar dari hutan.. " Alibi Ella


Kaira mendengus saja, ia tau Ella bicara sesuatu tadi hanya saja di alihkan.


Umay dan Arla berusaha menahan senyumnya melihat wajah masam Kaira yang tengah cemburu.


"ya ampun..! wanita itu sengaja melangkah mundur biar dekat dengan Tuan Pasha..! " kompor Ella begitu dramatis padahal hanya memancing saja.

__ADS_1


"siapa yang tidak akan tertarik padanya coba..? tuan Pasha walaupun sudah menikah dan memiliki 2 anak serta calon 2 anak lagi diperutmu tapi wajah tuan Pasha kian bersinar.! apalagi wangi tubuhnya woww... aku aja merinding tau". sambung Ella lagi


Kaira memunggungi Pasha tapi masih mengintip sedikit demi sedikit melihat tubuh suaminya.


"suamiku memang sangat tampan.. siapa yang bisa percaya kalau dia sudah menikah dan mempunyai anak dengan wajah yang seperti itu..? kenapa aku jadi Jeoles? seharusnya nggak kan? tapi kenapa juga aku peduli apa kata orang? Pasha suamiku..! " perang batin Kaira


otak kanannya ingin mendekati suaminya tapi dicegah si otak kiri, jadi Kaira bercekcok sendiri dalam hati.


Ella melihat wajah Kaira berubah-ubah hal itu membuat dirinya puas mengerjai sahabat nya yang masih gengsi itu.


"waahh...!! " decak kagum Ella


Kaira menoleh ke Ella lalu melihat arah tatapan Ella, Kaira membulatkan matanya melihat seorang artis papan atas tengah mencari perhatian suaminya.


"bahkan artis papan atas pun mencari cara untuk dapat dilirik oleh tuan Pasha..! " sambung Ella lagi


"aku percaya suamiku..! " kekeuh Kaira dengan tangan terkepal kuat


Ella memutar bola matanya.


"ya.. ya.. yah.. suamimu itu dapat dipercaya tapi godaan wanita itu banyak Kaira..! "


Kaira menoleh ke Ella mencari jawaban apa yang di ejek Ella tadi.


"maksudmu..? " tanya Kaira bingung


"sudah aku bilang cara menggoda wanita itu banyak dari segi tubuh, genit dan bisa memuaskan pria diatas ranjang..! hal itu adalah poin pentingnya.. " bisik Ella


Kaira mendecih pelan walau hatinya gelisah.


"kamu nggak menolak suamimu kan kalau melakukan hubungan itu..? " ledek Ella


"aku banyak juga menolak " jawab Kaira tampak berpikir


"dasar..! kalau dia mencari pelampiasan lain bagaimana..? " ejek Ella


Kaira melebarkan matanya, "masa sih..? "


"hei... suamimu itu pria normal, tubuhnya itu sangat bagus yang artinya sangat sexy.. biasanya pria sexy sangat suka wanita yang pandai memuaskan diatas ranjang..! " bisik Ella


"kenapa bicaramu vulg*r sekali..? " kesal Kaira


"aku bicara fakta kaira bukan opini publik". jawabnya santai


"hei... kakak-kakak iparku yang cantik.. lagi nyeritain apa..? " sambar Rani tiba-tiba ada diantara mereka.


Kaira dan Ella mengendus kompak, Rani mengerucutkan bibirnya sudah biasa dirinya begitu kepo akan sesuatu.


trio the xylver sudah seperti keluarga bagi mereka jadi wajar Rani menyebut Ella kakak ipar.


.


.


.


gemes deh cemburunya Kaira... haha..

__ADS_1


.


.


__ADS_2