Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
liburan (part. 2)


__ADS_3

.


.


didalam pesawat Nova tertidur di pelukan Pasha, dan Dylan tertidur pulas di paha Kaira dengan earphone di telinganya Dylan.


Kaira mengelus kepala putra nya dan Pasha menepuk nepuk sayang punggung Nova,


Mely dan Matt melihat ke arah Pasha yang tampak bahagia dengan situasi nya itu.


Kaira menoleh ke Pasha..


"Pasha...? " bisik Kaira


Pasha melihat ke arah Kaira, Kaira merasa tidak enak melihat putri kecilnya tidur dipelukan Pasha sudah 2 jam lamanya..


"kamu nggak lelah..? rebahin aja Nova disini..! " pinta Kaira menepuk pahanya.


Pasha melihat Dylan yang tidur di paha Kaira,


"mereka berdua udah biasa tidur di pangkuanku". jawab Kaira yang mengerti keraguan Pasha..


Pasha tersenyum lembut malah mengelus pipi Kaira.. "aku merasa ini masih mimpi Kaira.! "


Kaira memutar bola matanya jengah setiap kali Pasha berbicara mengenai mimpi.


tak berapa lama kemudian Kaira juga mulai sempoyongan sebab perjalanan mereka cukup jauh, Pasha bisa aja memindahkan Nova dan dylan di kamar khusus pesawat pribadinya tapi berhubung kedua anaknya sangatlah jenius dan peka terhadap apapun membuatnya enggan bergerak.


tangan Pasha menjangkau pipi Kaira dari samping dan meletakkannya di bahunya.


"Kalian benar-benar kebahagiaanku malaikat-malaikatku.. !" batin Pasha tersenyum lembut melihat keluarga kecilnya..


mereka terlihat manis dengan situasi seperti itu, perjalanan mereka begitu lama, hampir 1 hari satu malam.. Pasha berusaha menahan rasa kantuknya pada akhirnya Pasha juga ikut tertidur bersandar di kepala Kaira..


Mely menguap lebar,


"masih lama kah..? " Mely melihat jam tangannya lalu beralih ke Pasha senyumnya merekah sempurna


"mama senang kamu bahagia nak..!" batin Mely memperhatikan betapa menggemaskannya Pasha dan keluarga kecilnya tertidur..


.


.


setelah menempuh perjalanan jauh kini mereka tiba di Bandara negara Z..


Pasha merangkul Kaira, sisi lainnya menggenggam tangan Nova tangan lain Kaira di pegang erat oleh Dylan.. disamping mereka masing-masing ada Matt dan Mely..


ke 7 pengawal mereka ada di belakang membawa koper tuan mereka..


"waah.. indah sekali daddy.. !!" girang Nova meloncat-loncat di sekitar pelabuhan.


Dylan jangan ditanya, ia hanya menatap berbinar sekelilingnya tapi tak menunjukkan rasa bahagia nya..


"ayo kita masuk kapal sayang..!!" ajak Pasha mengulurkan tangannya..

__ADS_1


Nova merentangkan tangan kecilnya dan Pasha terkekeh ia mencium kening putrinya terlebih dahulu baru menggendongnya.


Kaira tersenyum melihat betapa dekatnya Nova dengan Pasha.


"ayo sayang...! " ajak Mely merangkul bahu Kaira..


Kaira mengangguk menarik tangan kecil putranya, Dylan mengekori Kaira tapi matanya menjelajahi sekeliling..


"ini negara Z Mommy..? " tanya Dylan mendongak ke Kaira.


Kaira mengelus kepala Dylan, "iya sayang..! ayo masuk.. cuacanya sangat dingin, mommy bakal siapkan air hangat untuk kalian mandi ya..? "


"biar mama yang siapkan sayang.. kamu juga butuh istirahat..! mama akan tidur bersama sikembar.. kamu urus Pasha ya..?dia nggak tahan cuaca dingin...!! " selah Mely.


Kaira beralih ke Dylan sebab Putranya itu juga tidak kuat dingin, "tapi Dylan juga nggak kuat dingin Mah..! "


"Papa bisa mengurusnya nak.. kamu urus Pasha ya..? " sambung Matt


Dylan tersenyum ke arah mommynya..


"Dylan bisa sama granfa mommy.. mommy urusin aja bayi besar mommy..! "


Matt dan Mely tergelak mendengar perkataan Dylan mereka kompak mencubit pipi Dylan yang berwajah datar..


Kaira malu sendiri saat putranya mengejek Pasha bayi besar..


"kenapa kamu bisa berpikir begitu cucuku..? " tanya Mely dengan gemas.


"daddy bertingkah seperti bayi saat bersama mommy ...!" jawab Dylan dengan santai melewati mereka semua.


"pergi ke kamar mu urus Pasha ya nak..! nggak mungkin kami ataupun pengawal nya yang mengurusnya.. kamu tau sendiri kan? dia nggak bisa mandiri seperti anak-anakmu...! " Kata Matt mengelus kepala Kaira lalu berlari mengejar Dylan dan Mely.


Kaira tersenyum canggung melihat pelayan kapal yang senyam-senyum melihatnya,


"apa mereka mengerti bahasa kami..? kenapa mereka seperti tau apa yang kami bicarakan..?" batin Kaira dengan gugup ia melarikan diri dari tempat itu.


.


.


Pasha sedang berdiri melihat pemandangan Kapal, tangannya saling merapat dan sesekali Pasha menghembusnya supaya bisa menghangatkan diri..


"Pasha..? " panggil Kaira


Pasha menoleh, Kaira tertegun melihat hidung Pasha yang merah


"Pasha kau..? " Kaira berlari ke arah Pasha dan menangkup rahangnya.


"ya Tuhan dingin sekali..! ayo masuk Pasha..! " pekik Kaira dengan khawatir.


Pasha tersenyum melihat wajah cantik Kaira yang khawatir.


setibanya di kamar Kaira memesan minuman hangat jahe dengan pelayan yang lewat.. Kaira menggunakan bahasa Inggris tapi jawaban pelayan itu membuat Kaira tercengang.


"baik Nyonya...! " jawab pelayan itu menunduk hormat lalu segera melaksanakan tugas yang diberi Kaira.

__ADS_1


Kaira yang melongoh dan tersadar segera masuk kekamar nya.. Pasha di selimuti seperti kepompong oleh Kaira..


"sampai kapan aku harus begini sayang...? " tanya Pasha menyembulkan kepalanya


Kaira berjalan ke arah Pasha dan memasukkan kembali kepala Pasha.


"udah aku bilang kamu harus menghangatkan diri terlebih dahulu Pasha..! sebentar lagi minuman hangatmu datang.. setelah itu aku akan siapkan air hangat untuk kamu mandi..! "


Pasha pun pasrah di dalam selimut kepompongnya,


memang hangat, hanya saja Kaira tidak peka kehangatan yang dia mau adalah pelukan Kaira.


Pasha mengintip lewat ekor matanya apa yang Kaira lakukan,


setelah cukup lama akhirnya Pasha boleh keluar dari selimut tebal nya..


"kalau nggak kuat dingin kenapa nekat datang kemari..? apa kamu mau mati membeku..? " omel Kaira


"bukankah Dylan juga nggak kuat dingin sepertiku sayang..? demi adiknya dia mau ikut andil..! "


Kaira menghela nafas panjang..


"tapi Dylan sangat pintar dia langsung memakai jaket hangat nggak sampai hidungnya merah sepertimu..! "


Pasha terkekeh..


"aku akan menagih hutangmu sayang..! "


Kaira membeku mendengar kata hutang yang dimaksud Pasha, jantungnya berdebar kencang saat Pasha menghembus telinganya hingga bulu kuduknya berdiri.


Kaira bersitatap dengan Pasha memastikan debaran jantungnya Cinta atau hanya gugup karna Pasha meminta hak nya.


"aku janji tidak akan melakukannya diwaktu gelap". serius Pasha


Kaira tersenyum canggung, "aku akan siapkan kamu air hangat Pasha..! "


Pasha tertawa kecil melihat Kaira berjalan tak sabar ke kamar mandi nya.. Wajah Pasha berubah datar dan dingin, ia mengeluarkan ponselnya lalu membaca pesan yang di kirim oleh Mars.


"tuan muda... saat tuan kecil dan nona kecil datang ke perusahaan, mereka dihadang komplotan anak buahnya Galang.. saya rasa mereka belum menyerah balas dendam..!"


"bagaimana bisa..? bukankah kalian sudah membumi hanguskan markas mereka..? ". balas Pasha dengan aura membunuhnya.


tatapannya merah menyala, ia tak menyangka anak-anaknya dalam bahaya saat itu..


"sepertinya ada mata-mata di tempat kami tuan muda.. saya sedang mengurusnya.. !" balas Mars


Pasha mengepalkan tangannya.. "Bunuh penghianat itu...! "


Mars tentu membalasnya dengan tegas, ia tau tuan muda nya ini benci penghianat.


"berani sekali kalian mendekati orang terkasihku dan menghianatiku..? hah..! tidak akan aku biarkan kalian menyentuh orang tersayangku walau hanya 1 helai rambut saja..! " gumam Pasha dengan senyum menakutkannya..


.


.

__ADS_1


__ADS_2