Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
token penting


__ADS_3

Lexy mengusap kepala Dylan dengan gemas, ia mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya.


"ayo berbaliklah cucu laki-laki kakek...! " pinta Lexy


Dylan berbalik sambil memegang tangan mommynya, saat ini Dylan hanya seorang bocah yang malu-malu.


Mely dan Matt terbelalak melihat benda yang diberi oleh Lexy.


"Ayah tapi Dylan masih kecil...! " sergah Pasha sepertinya tau benda apa itu.


"tidakk apa Pasha,, Ayah mau memberikannya pada Dylan, kamu tidak tau ini adalah beban hidup ayah, memberikannya pada keturunan laki-laki dikeluarga Ayah adalah hal yang dianggap biasa.. hanya ini satu-satunya cara supaya Ayah bisa turun tahta".


Kaira dibuat bingung apa arti benda berbentuk lambang kerajaan khusus itu pada Dylan.


"Ayah apa maksudnya..? " tanya Kaira berusaha menolak pemberian Lexy


melihat wajah kaget semua orang Kaira bisa menebak benda itu bukan benda sembarangan.


"kamu mau cucuku...? " tanya Lexy dengan bas baritonnya terdengar memelas.


tangan kecil Dylan terulur menerima benda token emas lambang kerajaan modern Kota A, Dylan tidak tau apa itu tapi dirinya merasa tertarik menginginkan benda itu.


"sayang...? " selah semua orang kompak.


"Son..? " Pasha juga tampak tak mau anaknya menerima benda itu.


Nova melihat raut wajah orang-orang terdekatnya,


"ada apa dengan benda itu ya..? nanti nova cari tau deh...! " batin Nova penasaran melihat benda yang dipegang oleh Lexy


Arabela menatap sendu suaminya, ia tak menyangka suaminya begitu nekat ingin mundur dari posisinya sekarang, benda itu adalah hal yang sangat berharga bagi bangsawan modern Kota A.


Dylan pun mendapatkan benda itu, seketika beban di pundak Lexy terangkat begitu saja saat benda itu telah berpindah ke Dylan.


Dylan melihat benda itu dengan seksama, Pasha memijit pelipisnya yang terasa pening.


"Pasha apa benda itu berbahaya..? " tanya Kaira penasaran melihat raut wajah semua orang memucat.


dylan mengembangkan senyum tampannya, entah kenapa jantungnya berdegup kencang seperti mendapatkan sebuah tantangan yang akan ia hadapi kedepannya.


"aku akan jelaskan di kamar nanti sayang...! " bisik Pasha


Pasha bisa melihat senyum Dylan seperti mendapatkan hadiah yang sangat setara dengan kemauannya, ia tau anaknya yang satu itu emang tidak normal.


"bagaimana jika tes DNA terlebih dahulu tuan Lexy?? " tanya Matt berusaha membuat Lexy ragu

__ADS_1


"nggak perlu.. melihat senyumnya tadi aku sudah tau dia memang memiliki darah bangsawan kami". jawab Lexy dengan senyum nya yang sangat lega


"terimakasih kakek.. Dylan merasa ini sangat menakjubkan, Dylan akan jaga pemberian kakek dengan baik.. " ucap Dylan dengan hati-hati menyimpan benda itu.


"peluk kakek nak..! " Lexy melebarkan tangannya.


Dylan melompat memeluk Dylan hampir saja Lexy terjungkal kebelakang tapi Pasha bisa menahannya.. ia menjatuhkan rahangnya melihat putra kecilnya sangat bahagia mendapatkan benda itu.


Kaira melihat mely yang khawatir, ia melihat Rani dan Ella saling pegangan tangan seperti memikirkan beban berat saja.


Nova tidak tau apa arti benda pemberian Lexy tapi bisa membuat kakaknya senang pasti hal yang menakjubkan, ia juga ikut senang sambil bertepuk tangan meriah di samping Kaira.


"lihatlah... dia memang cucu laki-lakiku yang suka tantangan tuan Matt...! " kekeh Lexy dengan bangga


Arabela mengusap kepala Dylan yang benar memiliki keberanian yang tak sesuai dengan umurnya, mungkin darah bangsawan dan darah mafia Pasha mengalir menjadi satu di tubuh bocah 7 tahun itu.


"terimakasih kakek...! " ucap Dylan dengan senang


"kenapa keponakanku nggak wajar..? aku nggak tau harus bangga atau menangis dengan hal itu kak". sungut Rani memeluk Ella dengan erat


"kalau bukan kerja di negara kita sebelumnya mana kakak tau apa arti benda berharga di negara kita selama ini kakak hanya melihat di foto aja, itu pun ID nya tidak sembarangan bisa masuk". bisik Ella


Kaira makin dibuat penasaran benda apa itu, kenapa anaknya bisa sebahagia itu..? ia ingat Dylan sangat suka hal-hal mengerikan tapi apa yang bisa Dylan dapatkan dengan memiliki benda itu. Kaira akan bertanya pada suaminya nanti,


sampai didepan gedung hotel,, keluarga Melviano mengantarkan Lexy dan Arabela pulang.. beberapa prajurit militer yang menjaga Lexy dan Arabela dengan mobil lain sudah ada didalam mobil yang lain.


.


.


kini Kaira dan Pasha ada dikamarnya.


"suamiku bisa kamu beritau apa kegunaan benda yang diberi Ayah tadi..? " tanya Kaira serius


Pasha menarik nafas berat lalu menepuk pahanya, Kaira segera duduk dipangkuan Pasha dan melingkarkan tangannya di leher Pasha


"dengan memegang token bangsawan itu Dylan memegang kendali atas 6000 prajurit dan 200 Jendral besar maupun jendral kecil yang siap berperang kapanpun kerajaan butuhkan". jawab Pasha dengan lirih


Kaira membelalakkan matanya..


"jadi Anakku akan memimpin perang..? " pekik Kaira tak percaya


"aku juga tidak tau sayang.. tapi aku rasa mereka akan meninggalkan kota A yang artinya membebaskan para prajurit mereka, aku yakin 6200 prajurit militer akan setia pada pemilik token itu, pasti Dylan akan menjadi raja mereka walaupun nggak ada berperang tapi aku yakin 6200 prajurit itu akan datang menemui Dylan demi melatih mereka seperti Raja dari segala Jendral besar...! "


Kaira menganga lebar dengan mata melotot tak percaya..

__ADS_1


"bagaimana bisa Ayah memberi tanggung jawab sebesar itu pada anakku Pasha..? Dylan masih senang bermain, aku tidak mau tau anakku harus sekolah tinggi mendapatkan pekerjaan yang layak.. jangan menjadi boss besar dari komplotan perang atau bunuh membunuh.. ya ampun Pasha .....apa-apaan itu bagaimana masa kecil anakku ? "


"kamu nggak lihat Dylan senang menerima nya sayang...? kamu harus mengerti anak kita memang nggak normal..! " keluh Pasha juga frustasi


"kenapa Ayah memberi pada Dylan yang masih kecil..? apa Ayah nggak punya penerus lain dikerajaannya..? kenapa harus Dylan..? " cecar kaira mencengkram leher suaminya.


Pasha meringis merasakan cengkraman Kaira yang sangat kuat.


"eeh... maaf suamiku..! " ucap Kaira segera bangkit dari pangkuan suaminya.


Kaira tak tau harus bagaimana lagi saat ini..


"pantas saja Dylan sangat senang mendapatkan benda itu.. kamu sih Pasha..? kenapa aku harus mengandung anakmu? kalau kamu pria biasa kan aku nggak akan mendapatkan anak terlalu hebat seperti Dylan".


"kamu menyalahkanku sayang? darah biru Ayah dan bunda mengalir didarahmu hingga anak kita begitu, itu bukan salahku.. salahmu juga sayang, kalau kamu gadis biasa dylan nggak akan dapat token itu hingga kita jadi stres seperti ini...! "


mereka jadi berdebat sengit masalah darah mafia Pasha dan darah biru Kaira, saling menyalahkan satu sama lain karna putra kecil mereka yang tak normal seperti anak seusianya.


lelah berdebat Kaira tumbang juga dilengan Pasha tidur memeluk suaminya seperti melupakan hal tadi, padahal baru beberapa menit yang lalu mereka berdebat sengit dengan tatapan tajam Kaira seperti mau mencabik-cabik suaminya.


Pasha gemas sendiri dengan tingkah istrinya..


"aku yang waras dan istriku yang hamil harusnya aku mengalah... kenapa aku malah melawan istriku..? ya Tuhanku..? ".batin Pasha mengutuki dirinya sendiri yang malah menantang berdebat dengan istri nya.


Pasha lupa kalau istrinya tengah mengandung, mereka ribut karna Dylan yang tak normal..


sementara Nova dikamarnya menganga lebar melihat pentingnya token emas lambang kerajaan yang diberikan Lexy pada Dylan.


"Pantas aja Kak Dylan sangat menyukai benda itu..! " gumam Nova segera menutup mulutnya..


tangan mungil Nova sangat mudah mendapatkan berita mengenai token itu, Nova memasuki kamar kakaknya dan melihat kakaknya tengah memegang token itu ditangannya begitu erat.


"kakak sangat suka benda itu..! " gumam Nova ikut senang melihat senyum kakaknya yang mengembang padahal sudah tertidur.


Nova naik keranjang kakaknya dan ikut terlelap di samping kakaknya.


"kita tanggung bersama kak...! Nova janji akan membantu kakak dengan cara Nova sendiri..! ".batin Nova ikut memegang token itu lalu masuk kedunia mimpinya.


benda penting itu bersinar emas sebentar saat disentuh oleh kedua tangan mungil Dylan dan Nova lalu redup seperti sedia kala.


sikembar tak menyadarinya.. mereka telah terlelap karna kelelahan seharian ikut andil dalam pesta pernikahan mommy dan daddynya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2