
"jadi bonekanya kasih aja ke Mommy dan Aunty Daddy..! ". seru Nova melepaskan pelukannya..
"iya.. terserah kamu sayang..! ". gemas Pasha mencubit kedua pipi Nova yang sangat menggemaskan.
"mommy Dylan lapar..? ". rengek Dylan tiba-tiba ada didepannya Kaira.
"iya sayang..! mau makan apa..? ". tanya Kaira mengusap pipi Dylan yang belepotan kue kering.
"nasi goreng seafood+sosis ". jawab Dylan semangat
"ya sudah bantuin mommy ya.? ". pinta Kaira
Dylan mengangguk lalu Kaira beralih ke Mely,,
"dapur mansion ini milikmu sayang..! lakukan apapun tidak perlu minta izin Mamah.. " ujar Mely
"Nova bantuin Mommy..! " seru Nova semangat '45
"aku juga..! " bisik Ella
"Rani juga deh pengen lihat kakak masak..! " cengir Rani
Pasha jadi penasaran, alhasil semua orang ada di meja dapur memperhatikan Kaira memasak dibantu oleh sikembar dan Ella..
Nova memegang pisau dapur.
"kenapa megang pisau sayang? " cemas Pasha berdiri dari duduknya..
Kaira menatap tajam Pasha hingga siempunya kembali duduk yang lainnya menatap Nova dengan ngeri bagaimana bisa seorang anak kecil berusia 7 tahun bisa memegang pisau..
Mulut mereka terbuka lebar saat Nova begitu lihainya memotong banyak sosis, dan Ella ada di westafel membersihkan udang besar nya.. Kaira memotong dan mengupasi bawang untuk bumbu nasi gorengnya.. sedangkan Dylan mengambil nasi dan meremas nasi itu dengan hati-hati..
Rani sampai berdecak kagum melihat kekompakan mereka, para pelayan tak ada gunanya jadi mereka mengerjakan hal lain tak mau jadi patung berdiri..
"semua udah tau tugas masing-masing ya..? " tanya Rani begitu antusias
"ya begitulah Rani kami memang sudah biasa..! " jawab Kaira seadanya..
Kaira menggiling semua bumbu-bumbu nya, Mely bertepuk tangah heboh melihat Nova begitu lihai memotong sosis seperti seorang Chef handal saja..
Pasha lupa mengatup rahangnya melihat aksi anak-anaknya beserta Kaira..
.
.
wangi masakan Kaira begitu menggiurkan satu keluarga Melviano..
Kaira sedang masak banyak, mereka begitu kompak meletakkan semua perlengkapan makan nya di dapur meja makan pelayan bahkan Mely dan Matt membantu pekerjaan yang seharusnya menjadi tugas pelayan tapi mereka tak malu malah terasa menyenangkan.. tempat makan mereka itu khusus untuk tempat makannya para pelayan mansion.
"silahkan dicoba Daddy..! " semangat Nova
Kaira menyiapkan makanan untuk Sikembar, dan melihat Pasha tampak tak bisa melakukan apapun Kaira membantunya dan memberikan sepiring nasi goreng seafood nya..
"terimakasih...! " ucap Pasha
Kaira tersenyum dan kembali duduk disamping Dylan, sementara yang lainnya sudah makan begitu rakus
Nyonya besar, tuan besar Melviano, Rani begitu lahap makannya.
Mata Pasha terbelalak merasakan makanan Kaira yang benar-benar melumerkan seleranya yang malas dan tidak selera makan, Sikembar makan dengan lahap begitu juga Ella.. makanan itu memang sangat enak tapi biasanya buat sarapan pagi mereka,
tapi Dylan malah minta sekarang..
__ADS_1
.
.
"enak sekali makanan aneh ini Kaira..! ". puji Pasha berdecak kagum melihat piringnya yang bersih tanpa ada satu biji nasi pun
Kaira tersenyum saja membersihkan piring-piringnya tapi Pasha menahan pergelangan tangan Kaira
"ikut aku..! " pinta Pasha serius langsung membawa Kaira pergi dari kerumunan mereka..
"masuk kamar sayang..! " pinta Mely ke cucu-cucunya
"iya.. besok kalian sekolah kan? jangan sampai kesiangan ya..? Granfa nggak kuat melihat kalian dihukum mommy kalian " sambung Matt
sikembar mengangguk patuh dan langsung berjalan tenang ke keluar dari dapur
"kakak tidur sama Rani ya..? " pinta Rani dengan manja
Ella tersenyum kikuk..
"besok jangan paksa lagi sayang? Ella pasti masih canggung dengan kita.." kekeh Mely
"iya Mah.. ayo kak..! " ajak Rani menggeret lengan Ella dengan semangat
.
.
sementara Kaira dibawa oleh Pasha ke kamarnya.
"ada apa..? " tanya Kaira heran juga waspada
Pasha menarik pinggang Kaira, Kaira membelalak saat Pasha memeluknya begitu mesra
"aku ingin memelukmu..! " ucap Pasha dengan nada lembut..
"tapi kau bukan siapa-siapa bagiku tuan Pasha..? kita bahkan belum menikah" gerutu Kaira berusaha melepaskan diri dari pelukan Pasha
"bukankah kamu selalu menolakku? lalu aku harus apa jika keinginanku memelukmu saja harus menunggu kita menikah.. " kata Pasha dengan tenang
Kaira terdiam, benar apa yang Pasha katakan kalau dirinya emang belum siap menjadi bagian dari hidup Pasha..
"pelukan bukan dosa yang besar kan? " tanya Pasha dengan polos
Kaira tersenyum di bahu Pasha..
"terkadang kamu seperti Dylan..! "
"tentu saja Dylan yang meniruku Kaira..!
dia anakku.. " jelas Pasha terkekeh pelan
Kaira mengerucutkan bibirnya dengan kesal
"dia anak-anakku..! "
"iya... mereka anak-anak kita..! Maafkan aku yang membuatmu menderita selama ini.. "
Kaira hanya diam tanpa membalas, ia bingung mau jawab apa sementara Pasha terus saja memeluknya seolah takut Kaira akan menghilang dari hadapannya..
.
.
__ADS_1
kelamaan dipeluk Pasha membuat Kaira mengantuk dan akhirnya terlelap di bahu Pasha, Pasha merasakan tubuh Kaira seperti mau tumbang..
"apa kamu tidur Kaira..? " bisik Pasha
benar saja Kaira tak menjawab, malah terdengar oleh Pasha Kaira mendengkur halus..
Pasha menggendong Kaira dengan hati-hati lalu membawanya ke ranjang kingsize nya, pasha membaringkan Kaira lalu menyelimutinya sampai leher Kaira supaya menghangat.
Pasha melepaskan cadar Kaira hingga Pasha bisa melihat paras Kaira..
"kamu jadi makin cantik Kaira jauh lebih cantik dari 7 tahun yang lalu.. tanpa sadar dulu aku memang tertarik padamu hanya saja aku belum menyadari rasa tertarikku saat itu.. aku suka kamu yang bekerja di kamarku...! " .batin Pasha mengelus pipi Kaira..
.
.
Ke esokan paginya Kaira tersentak bangun dari tidurnya, ia mengecek tubuhnya..
"syukurlah masih lengkap.. " lega Kaira
mata Kaira melihat posisinya akhirnya menyadari sedang tidur di ranjang Pasha..
"kemana dia..? ". gumam Kaira menelisik kamar Pasha yang luas ini lalu tatapannya terhenti di sofa
hati Kaira terasa sedikit sakit melihat Pasha tidur di sofa apalagi dibawah AC, walau rendah tapi bisa dikatakan dingin juga kalau tidak pakai selimut..
Kaira menarik selimut di kasur nya dan membawanya ke Pasha, Kaira menyelimuti Pasha saat Kaira hendak berbalik pasha menarik tangannya hingga Kaira terjatuh menimpa tubuh kekar Pasha..
mata Kaira melebar begitu lucu dilihat pasha ..
"ke.. kenapa..? apa kau terbangun karnaku.? maaf...! ak.. aku hanya mau menyelimutimu "
Pasha tersenyum begitu tampannya..
"aku suka..! "
Kaira berusaha untuk bangkit tapi pinggangnya di kunci oleh Pasha
"lepas kan aku..! " kesal Kaira
"kenapa kamu baik padaku Kaira? apa kamu mau aku tergila-gila padamu? aku sudah tergila-gila padamu! menikahlah denganku sebelum aku berbuat lebih.. "
"ap.. apa maksudmu berbuat lebih? kau akan membunuhku? " tanya Kaira
"kenapa kamu bisa berfikir begitu..? " tanya Pasha malah tak suka
"lalu apa..? " bingung Kaira
"mencium bibirmu yang menggoda ini !" jawab Pasha menyentuh bibir Kaira yang asli merah seperti delima
Kaira melototkan matanya.. "lepaskan aku...! "
"jadi kapan kamu mau menikah denganku Kaira..?
apa kamu mau aku melewati batas..? " tanya Pasha tak juga melepaskan Kaira
"jangan mengada-ngada tuan muda aku akan menggigitmu! " ancam Kaira serius..
Pasha terkekeh gemas..
.
.
__ADS_1