
"tuan kecil...!! " lirih ke empat pengawal nya kompak
"kalian sudah sedikit berguna..! selamatkan guruku". perintah Dylan melirik sekilas
Dylan membuka kancing Jas sekolah nya, membuka kancing di tangannya,
"Kakak Nova juga ikut...! " seru Nova tapi Riska segera menahannya.
"Nona kecil bertahanlah sebentar saja! bantu kami bagaimana cara bisa membebaskan guru nona kecil..! ". pinta Riska memelas
Nova menoleh ke semua pengawalnya, ia menarik nafas panjang alhasil Nova harus membantu pengawalnya terlebih dahulu.
Dylan menjentikkan satu jari telunjuknya..
"ayo kemari.! bukankah kalian menggunakan cara murahan ini untuk mengujiku". tantang Dylan merendahkan mereka semua
20 Orang kedua mulai berdatangan dengan tangan terkepal, Dylan tak juga beringsut dari posisinya sekarang tatapannya masih tenang bak air tenang yang menghanyutkan.
"apa dia memang sehebat yang di bicarakan? ". gumam Ginting
"firasat saya nggak enak tuan.. saya merasa kita akan kalah". gelisah Jimmy dengan waspada
"mereka pasukan inti kita, jadi jangan berpikir aneh". kata tajam Ginting
"kenapa anak ini masih terlihat tenang? ". gumam Faster tak percaya
Bu Vio membulatkan matanya seperti mau keluar dari tempatnya melihat Dylan menantang penjahat ini semua saking syoknya ia tak bisa berteriak, tubuhnya kaku seperti mati rasa.
Dylan tersenyum miring sedikit mendongak ke mereka semua.
"bahkan menatap kami aja kau harus mendongak anak kecil..! tapi kau berani menantang kami? ". kata mengejek para penjahat itu
"kalian hanya besar badan..! ". sindir Dylan singkat
"apa maksudmu..? ". tanya yang lain dengan geram
"maksudku? kalian tak punya otak sepertiku..!". jelas Dylan mengetuk-ngetuk pelipisnya dengan senyum meremehkan lawannya.
"kurang ajar kau..! cari mati anak ini.. !". geram pria lain langsung menghadiahi satu pukulan ke Dylan tapi Dylan menangkisnya hingga terdengar suara patah tulang.
Kretakk..!
"aaaaaaaahhhhh. !". jerit Pria itu
Dylan tersenyum sinis lalu menendang dengan santai tubuh pria itu mengenai 3 orang dibelakangnya, tersisa 16 orang yang masih kuat tapi mata mereka melotot tak percaya ke arah jemari kecil Dylan.
"kenapa? takut..? mau mundur? kalian sudah terlambat". kata Dylan dengan seringai iblisnya langsung bergerak cepat menendang, meninju 16 orang yang tersisa hanya hitungan detik mereka semua tersungkur yang pasti ada kerusakan parah di persendian tulang mereka.
Dylan menghembus tangannya lalu menginjak tangan Pria yang mengejeknya tadi.
"aaah.. am.. pun tuan.. ampun....! ". jerit pilu pria itu
tanpa mereka sadari Mars dan Panji telah bergerak cepat mengepung gedung itu, berbeda dengan Nova dan ke empat pengawalnya sedang menyusun rencana untuk menyelamatkan Vio.
Nova tiba di depan ginting dan Jimmy..
__ADS_1
"hai Om..? ". sapa Nova dengan ramah
Jimmy dan Ginting terperanjat kaget karna tak mendengar suara langkah kaki Nova, mereka sedang sibuk memperhatikan aksi perkelahian Dylan yang jauh dari perkiraan mereka.
30 orang rekan terbaik mereka sudah menggelepar kesakitan, bedanya 10 orang yang pertama hanya babak belur aja diwajah dan tubuh mereka, berbeda yang melawan Dylan tadi, gedung itu sekarang penuh dengan raungan pilu pria berbadan besar itu.
"ma.. mau apa kamu bocah kecil..? ". tanya Jimmy waspada
Ginting juga waspada, bagi mereka seseorang yang bisa mengecoh mereka adalah orang yang berbahaya tak peduli dengan tampang imut dan polos Nova.
"aku om..? mau ngapain ya..? ". gumam Nova tampak berpikir dengan raut menggemaskannya.
"mau ini... Hiya... ". seringai girang Nova langsung menendang tulang kering kedua pria berbadan besar itu.
"aaah...! ". mereka berdua melompat-lompat kesakitan dengan satu kaki.
Nova tertawa cekikikan dan keempat pengawal Dylan dan Nova berhasil menyelamatkan Bu Vio yang menjadi sandera musuh.
20 pria berbadan besar lainnya pada sibuk melawan Dylan lagi, total 50 anggota mafia terbaik Faster sudah hampir semua kalah ditangan kecil Dylan
"kakak ...si imut se jagat raya datang...! ". ceria Nova berlari dan masuk ketengah kepungan pria berbadan besar itu.
"nona kecil...! ". teriak ke empat pengawalnya.
Dylan menepuk jidatnya sendiri dengan tingkah adiknya yang sangat menggemaskan di situasi menegangkan ini.
"hai.. om. om.. kenalkan nama aku Nova si imut Melviano... hahaha.. kenapa wajah kalian jelek sekali...?? ". kata Nova dengan wajah polosnya tanpa berdosa
"bocah perempuan ini mengantar nyawa..! ". tawa meremehkan pria di samping Nova
Syok!
"hahaha...! maaf om..! tawa om jelek sekali nggak ada imutnya". nova berkata dengan santainya
Glek...!
salah lagi mereka menilai Nova.
"ayo yang merasa jelek kemari..!". tantang Nova
"jaga tanganmu dek..! ". peringatan Dylan
"siap kak..! ". senyum menggemaskan Nova yang berjanji menjaga kedua tangan berharganya.
saat Vio sudah berhasil di bawa keluar, anggota the xylver masuk sekitar 50 Orang dan yang lainnya mengepung diluar disetiap pintu menodongkan senjata api.
"Nona kecil..! tuan kecil...! ". teriak Panji dan Mars kompak
mereka sudah dengar tadi dari Riska kalau Nova dan Dylan dikepung..! Ginting dan Jimmy mudah di jatuhkan oleh anggota the xylver padahal Nova hanya menendang tulang kering mereka sudah lemah.
Faster di atas sampai bangkit karna syok, ia terlalu meremehkan musuh kecil itu.
"kalian urus yang diatas..! ini mainan kami". peringatan Dylan sambil melirik tajam ke atas dimana ada Faster yang sejak tadi mengawasi mereka.
Panji dan Mars mendongak langsung mengangkat tangannya lalu segera anggota the xylver bergerak ke atas mengepung Faster, panji meneriaki tuan dan nona nya untuk berhati-hati.. sementara dirinya dan Mars akan mendapatkan Faster, mereka mengenal Faster yang memiliki hubungan darah dengan Galang.
__ADS_1
Nova dan Dylan berkelahi melawan 20 orang yang tersisa.
"wajah jelek..! ". kesal Nova
"jelek..! " bentaknya lagi.
kecepatan tangan dan kelincahan tubuh mereka berdua sangat pantas diberi penghargaan.
Nolan berhasil menjatuhkan lawan terakhir mereka.
"huuh.. mereka sama sekali nggak bertenaga kak memang hanya badan mereka aja yang besar..! ". gerutu Nova
Dylan mengelus kepala Nova..
"kamu semakin hebat menguasai ilmu beladiri yang kakak ajari terakhir "
Nova tersenyum menggemaskan..
"sudah pasti kak..! Nova emang anak menggemaskan dan sangat cerdas..! "
Dylan tersenyum dan terlihat sangat manis dan tampan diwajahnya yang biasa datar dan arogan Nova udah biasa melihat senyuman kakaknya.
"kakak hebat seperti biasa bisa menjatuhkan satu kampung..! hehehe.. ". cengir Nova melihat banyaknya manusia yang tergeletak.
"eeeh...! " nova mendongak
"ayo kita lihat dek..! tetap dibelakang kakak". peringatan Dylan
nova mengangguk patuh dan mengekori kakaknya, tangan mereka bertautan mesra padahal hanya kakak adik.
"berhenti melawan tuan Faster..! anda sudah tua tidak akan bisa melawan kami..! ". peringatan Panji
Faster tertawa menakutkan.
"ternyata bocah itu benar-benar menjebak kami ya..? kalian menangkap semua anak buahku..? aku nggak akan melepaskan kalian jika aku bebas kali ini...! "
Faster akan menggunakan cara licik, ia melangkah mundur saat di pintu di lantai atasnya kini ia akan meloncat untuk menyelamatkan diri.
"dasar Aki tua yang bodoh..! ". umpat Mars
Faster meloncat tapi tubuhnya sudah bersimbah darah sebelum sampai di tanah, anggota the xylver yang mengepung gedung langsung menembak musuhnya yang mereka tebak kabur.
Nova ingin melihat tapi Dylan menutup mata adiknya yang masih polos.
"kakak Nova udah biasa melihat begituan.. Nova mau lihat !". rengek Nova dengan memelas
"ayo kita lihat bu Vio..! ". alih Dylan
dengan bibir mengerucut menggemaskan Nova terpaksa mengekori kakaknya padahal ingin melihat Faster tadi.
"urus jasadnya...! ". perintah Mars
"baik tuan".
.
__ADS_1
.