
puas bermain dan berfoto bersama, mereka semua berangkat ke hotel penginapan Rani dan Ella.
"Ella...?? " teriak Kaira
Ella menoleh betapa terkejutnya dirinya melihat Kaira.
"Kaira..? " gumam Ella mengucek-ngucek matanya.
Kaira tertawa cekikikan sambil berlari memasuki kamar penginapan mewah Rani dan Ella.
"Kaira...? ini benar-benar kamu...? " Pekik Ella mengusap pipi Kaira yang terasa nyata
"Aunty...?? " sapa sikembar berlari ke arah Ella
Rani keluar dari kamar mandi selesai buang air kecil.
"mama..?? kakak..? kakak ipar..? kembar? papah kalian disini..? " gumam-gumam Rani berjalan ke arah orangtua nya
"mama sangat merindukanmu sayang..! " Mely memeluk anak bungsu nya yang sudah mandiri akhir-akhir ini
Matt juga memeluk Rani, Pasha hanya bersidekap dada melihat adegan kangen-kangenan itu
"Rani juga kangen..! " rengek manja Rani memeluk mama nya dan papanya sekaligus.
"hei.. kembar...? " sapa Rani mendekati Nova dan Dylan.
sikembar tersenyum ramah..
"masih ingat aunty kan..? "
Dylan dan Nova mengangguk tanda masih mengenal nya..
"kita bahkan belum begitu dekat karna tugas Aunty disini..! " sungut Rani dengan lesu
"setidaknya kita cukup dekat Rani..! " Kaira merentangkan tangannya ke Rani
Rani tertawa lalu melompat memeluk Kaira, pribadi Rani emang ceria sama seperti Nova.. kebanyakan anak perempuan dalam keluarga Melviano memiliki sifat periang, ceria dan manja..
"aku juga mau...! " Ella tak mau kalah ia memeluk Rani dan Kaira sekaligus.
Nova pun ikutan memeluk mereka bertiga dengan tangan kecilnya hingga semua orang tertawa lepas melihat hal itu.
"ayo kita duduk..! " ajak Rani semangat.
saking senangnya lupa menyuruh mereka semua duduk.
"bagaimana kakak ipar istimewa udah hamil lagi?". tanya Rani menggoda
Kaira tersenyum malu sambil menutupi wajahnya yang merah, Pasha mengelus kepala Kaira..
"ya ampun.. kakak bisa juga ya jadi pria romantis dan hangat.. Rani sampai merinding nih...! ". rani malah ngeri melihat kakaknya bisa bersikap hangat pada Kaira
Pasha hanya tersenyum tanpa menjawab, ia juga tidak bisa menilai perubahan dirinya, Pasha hanya mengikuti perasaannya aja.
Ella tersenyum senang melihat Kaira yang terlihat sedikit berisi pasti Pasha membuat sahabat baiknya itu bahagia dan melihat sikembar juga makin tembem dan menggemaskan.
"aunty makin cantik ya..? " puji Nova dengan polos.
__ADS_1
Ella tersenyum canggung menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"disini penampilan sangat dinilai jadi wajar Aunty kalian harus tampil cantik..! ". jawab Rani menoel-noel pipi Nova
Nova tersenyum cerah hingga Rani gemas melihat Nova benar-benar mirip dengan kakaknya.
"makin tembem aja cantik dan tampannya Melviano ya ..! ". seru Rani dengan senyum lebarnya melihat kedua anak kembar itu.
"iya aunty kami makin gendut karna di mansion banyak makanan enak apalagi mommy selalu menyuruh kami makan, granma juga, makin gemuk deh..! " sungut Nova menekan-nekan pipinya yang tembem
Rani tertawa cekikikan.. "tapi imut kok. !"
Dylan dengan malu-malu menekan kedua pipinya sendiri yang memang berbeda dari sebelumnya, semua orang malah menertawai raut wajah polos sikembar, Nova mengerucutkan bibir mungilnya..
"bagaimana keadaanmu sayang..? " tanya Kaira menangkup pipi Ella
"baik dong..! aku sangat bahagia bekerja Kaira setidaknya aku nggak stres karna kelakuan kalian...! " kata Ella keceplosan lalu dengan cepat menutup mulutnya.
Ella emang suka ceplas-ceplos pada Kaira dan sikembar tapi sekarang berbeda ada Keluarga Melviano disini.
Kaira tertawa cekikikan,, "maaf ya..? karna kami selalu membuatmu repot..!"
Ella tersenyum sambil menggeleng-geleng kepalanya, "tapi aku sedikit terhibur..! "
"aku jadi tidak sabar melihatmu hamil lagi anak tuan Pasha Kaira.. aku ingin melihat tuan muda Pasha l menderita mengatasimu!" kata Ella kembali blak-blakan.
yang lainnya menertawai Pasha..
"apa kau punya dendam padaku..? ". tanya Pasha dengan alis keduanya terangkat melihat ke arah Ella
Pasha tersenyum tipis saja melihat arah lain, Kaira dengan cepat menutup mulut Ella yang tersirat penuh rasa kesal itu.
sedangkan Matt dan Mely hanya tertawa, Rani malah mendukung doa Ella.
"aku dukung kakak ipar hamil biar buat rambut kak Pasha rontok dengan segala permintaan aneh bin Ekstrim Kakak ipar... ahahaha". ejek Rani dengan senangnya..
Nova dan Dylan saling pandang tak mengerti, otak jenius mereka tak bisa mengerti arah pembicaraan mereka semua hanya ada wajah linglung sikembar tapi terlihat menggemaskan dan imut.
.
.
1 minggu liburan mereka berjalan lancar.. kini mereka kembali ke negara kelahiran dengan raut wajah bahagia, hanya Dylan yang masih bisa menjaga image nya.
Pasha menggenggam tangan putri kesayangannya yang sejak tadi terlihat begitu senang.
"negara Z memang aman tapi disini..? ". Pasha menggeleng kepalanya menjauhi fikiran buruknya.
Rani dan Ella masih ada pekerjaan di negara Z jadi akan kembali beberapa hari lagi.
"kamu mau kemana suamiku? " tanya Kaira kebingungan
"aku ada urusan sayang..! aku akan kembali padamu,
istirahatlah istriku.. " jawab Pasha mengecup punggung tangan Kaira dan keningnya.
Pasha mencium wajah putri kecilnya dan bertos tangan dengan Dylan yang sangat arogan di usia kecilnya, terlalu gengsi di cium oleh orangtuanya.
__ADS_1
"hati-hati daddy..! " lambaian ceria Nova dan senyum Dylan
Pasha tertawa melihatnya lalu beralih ke Kaira yang tampak khawatir padanya.
"aku akan kembali sayang...! ".Pasha mengelus pipi Kaira
setelah mengatakan itu Pasha berlari memasuki mobilnya.
"semoga tidak masalah besar...! " batin Kaira
di perusahaan hanya ada Panji dan Mars, Ramzi diberi libur 1 minggu penuh, Pasha bisa kewalahan jika semua orang kepercayaannya libur bekerja.
"bagaimana..? kalian sudah menghabisi siapa yang berani melukai anak-anakku..? ". tanya Pasha dengan raut wajah dinginnya tak ada kehangatan itu lagi kalau masalah seperti itu.
"kami sudah mendapatkan sebagian besar tuan, tapi mereka sudah berpencar di mana-mana.. mohon beri kami kesempatan untuk mencari mereka yang tersisa tuan..! ". jawab Mars
"baiklah.. aku mau kau atasi satu masalah itu setelah selesai, kau bisa liburan bersama Panji..! "
"terimakasih tuan muda". jawab Mars dengan senyum tipisnya..
"apa bangunan pantinya sudah selesai Panji..? " tanya Pasha.
"sudah selesai tuan muda.. hanya tinggal mengisi perabotan rumah saja..! ". jawab Panji
"selesaikan tugasmu lalu bantu Mars menyelesaikan tugasnya setelah selesai aku akan mempercepat waktu libur kalian..! "
"baik tuan muda".
"keluar lah..! ". usir Pasha
Panji dan Mars keluar dari ruangan Pasha dan bekerja sama menyelesaikan tugas mereka supaya bisa liburan seperti Ramzi..
hanya membahas itu saja Pasha kembali ke mansionnya mengabaikan dokumen-dokumen menumpuk di meja nya.
"Suamiku ? " Kaira langsung berlari kecil mendekati Pasha
"kamu bukannya istirahat sayang? kenapa malah menungguku..? ". tanya Pasha memegang kedua bahu Kaira
"aku tidak bisa tenang jadi menunggumu.. ada masalah apa..? " tanya Kaira khawatir.
Pasha tersenyum..
"pembangunan pantimu sayang, Panji bilang sudah selesai dan bertanya apa perabotnya juga diisi..? "
"masa sih..? kan bisa lewat telfon". Kaira memicingkan kedua matanya tak percaya Pasha.
"benar sayang...! dan aku juga harus menandatangani dokumen penting...! hanya itu aja kok ". jawab Pasha dengan nada selembut sutra supaya Kaira percaya.
"benar..? " tanya Kaira masih ragu
Pasha mengangguk lalu memeluk Kaira dengan mesra.
"benar sayang.. aku bicara jujur..! ngomong-ngomong aku suka sekali panggilanmu sayang". gemas Pasha
.
.
__ADS_1