Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
rencana licik


__ADS_3

ke esokan harinya Dylan dan Nova berangkat sekolah seperti biasa, Dylan memakai Earphone di lehernya hanya sebagai hiasan saja,


"kakak kalau ada yang mengeroyok kita bagaimana...?? ". tanya Nova dengan iseng tiba-tiba


Dylan menaikkan kedua alisnya,


"ada apa..? kamu merasakan hal yang aneh..? "


Nova mengangguk, sementara Riska dan Katrina mulai menebalkan telinga siap mendengarkan percakapan Dylan dan Nova karna hal itu menyangkut keselamatan Sikembar juga.


"kenapa bisa berpikir begitu..? ". tanya Dylan mulai serius masih terkesan datar


"sepertinya orang yang mencoba menghack data kakak bukan orang sembarangan,, berkali-kali nova buat komputer orang itu rusak parah tapi tetap mencoba dengan komputer yang lain.. kalau di hitung-hitung mungkin mereka sudah rugi besar hanya untuk mencari data kakak.. berarti orang ini bukan orang sembarangan dong kalau suka habisin uang...! ". jelas Nova panjang lebar


Dylan pun membenarkan,


"kamu tau siapa yang mencari tau data Kakak? "


Nova mengangguk.


"hanya peretas itu aja kak siapa yang nyuruh dia belum Nova ketahui.. mungkin memang orang ini sangat berhati-hati seperti tau sedang berhadapan dengan orang terkuat saja..! "


"biarkan saja.. mungkin ini salah satu musuh kakak...!". jawab Dylan dengan enteng lagi


Nova memutar bola matanya dengan jengah,


"ya.. ya.. kakak menang iyakan? tak peduli musuh padahal kakak masih kecil udah banyak musuh melebihi daddy saja".


dylan tersenyum miring,


Riska dan Katrina saling pandang seperti saling berbicara lewat udara, dan ajaibnya saling mengerti satu sama lain..l


ditempat lain Ginting sedang bersepakat dengan atasannya Faster Alexander.


"kau gila ya..? hanya menangkap seorang anak kecil kau harus mengeluarkan pasukan inti? apa kau fikir anak itu sekuat itu bisa melawan 50 orang anggota terbaik ku hah...?? ". maki Faster dengan marah


Jimmy mulai mendekat


"salam saya tuan..! saya merasa anak ini memang bukan anak biasa... saya melihat sendiri kekuatan fisiknya tuan ! dia bisa berlari seperti kuda, melompat tinggi, push up melebihi kemampuan kita.. saat mereka olahraga kedua anak tuan Pasha sangat mendominasi tuan..! "


"kau melihatnya sendiri..? " tanya Faster


"iya tuan..! kalau kita hanya melawan sekali saja saya rasa tidak bisa.. kita tidak bisa menganggap remeh dirinya juga tuan itu sebabnya saya menganjurkan untuk melakukan cara curang lalu kita mengujinya di tempat terpencil..!" jawab Jimmy dengan antusias


Ginting mengangguk membenarkan apa kata-kata Jimmy..


"saya juga merasa anak itu cukup tangguh tuan ! dia keturunan darah biru "


Faster mengelus-ngelus janggut putihnya dengan tampang sedang berpikir keras.


"tapi aku juga ingin menonton aksinya...! ". gumam-gumam Faster begitu serius


"lalu apa rencana kalian? " tanya Faster


"kita culik guru mereka tuan...! " jawab ginting cepat

__ADS_1


"kenapa bukan mereka? " tanya Jimmy


"mereka mungkin hanya anak kecil tapi bagaimanapun darah tuan muda Pasha mengalir di tubuh mereka, sudah pasti kedua anak tuan muda Melviano itu bukan anak yang bodoh". jawab Ginting serius


"baiklah.. lakukan rencanamu.. " kata Faster


Ginting menunduk hormat sebagai jawaban dirinya akan melakukan yang terbaik tak mengecewakan tuannya.


"dan kau...! " faster menunjuk Jimmy


"saya tuan". jawab Jimmy yang merasa di tunjuk


"kau aku percaya sebagai orang kepercayaan ku dan bekerja di bawah Ginting, bantu dia mengerjakan pekerjaannya.. "


"baik tuan..! saya akan lakukan yang terbaik


terimakasih atas kepercayaan anda ". sopan Jimmy menekuk lututnya menghormati atasannya itu.


Faster mengibas-ngibaskan tangannya, ia tersenyum sinis melihat kedepan..


"aku mau lihat dimana kehebatanmu anak kecil bagaimana bisa kau mengalahkan keponakan ku yang sejak kecil sudah aku latih dengan keringatku sendiri ". gumam Faster dengan seringai liciknya


ia mencengkram gelas kacanya sampai gelas itu pecah berkeping-keping, selama ini tak pernah ada yang bisa melawan keponakannya yang sangat licik Faster mengajarkannya cara licik mengecoh lawan bahkan Galang pun sempat beberapa kali terlepas dari kejaran Pasha, bisa dikatakan Galang buronan Pasha selama ini.


.


.


di sekolah Nolan dihebohkan pelaku penculikan wali kelas Nolan bu Alvionita, atau dipanggil akrab Bu Vio.


"saya juga bingung bagaimana cara mengatasinya ? kita nggak boleh menghubungi polisi, kita hanya bisa berharap ada keajaiban.. ". kata kepsek dengan putus asa


"bapak gila..? rekan kerja kita di culik apakah masih hidup atau udah enggak kita nggak ada yang tau masih mikir keajaiban heh? ". maki guru Ipa


"saya juga stres bu.. bagaimana bisa kalian menyalahkan saya..! ". bentak pak Kepsek begitu frustasi


"kita hubungi aja polisi.. " sambar guru yang lain


"setidaknya kita bisa mendapatkan sedikit jawaban dari semua kekacauan ini.. "


Di kelas Nova dan Dylan


anak-anak didik Vio menangis meraung-raung saat tau guru kesayangan mereka di culik, Dylan diam bersidakap dada menatap dingin bangku guru milik Vio.


"kakak..? " panggil Nova dengan khawatir


Dylan melirik ke adiknya sebentar lalu menarik nafas pelan, Nova menggiring kursinya dan mendekat ke sisi kakaknya..


"sepertinya ini jebakan untuk kita kak, apa kakak berpikir hal yang sama dengan Nova..? ". bisik Nova


"hmm... sepertinya begitu dek..!".jawab Dylan dengan tenang tak terbaca


"lalu kita harus bagaimana kak..? ". tanya Nova


"ayo kita temui guru". ajak Dylan

__ADS_1


Nova pun ikutan bangkit saat kakaknya berdiri, Nova memegang lengan kakaknya yang berjalan cepat ke ruangan guru.


Riska dan Katrina yang tadinya duduk di luar langsung bangkit mengikuti Nolan, karna itu sudah tugas mereka.


tak berapa lama kemudian Rere dan Nisa datang membawa nasi bungkus untuk makan siang mereka.


"ada apa ini..? " gumam Rere


"cepat kita susul Riska.. " ajak Nisa


mereka segera mengikuti Riska dan Katrina sambil menenteng nasi bungkus nya.


Dylan tiba di ruangan guru, seketika semua guru mendekati Dylan dan Nova yang sangat dikenal semua guru karna kejeniusan mereka.


"ada apa nak Nova..! Nak Dylan..? " tanya guru


semua guru memanggil Nolan dengan sebutan nak sebab peraturan si tuan kecil yang memerintahkan mereka semua tak memanggil tuan kecil saat berada di lingkungan sekolah.


"bagaimana keadaan bu Vio..? ". tanya Dylan


mereka saling pandang bingung tapi terpaksa menjawab, mana ada yang bisa melawan kedua bocah kembar itu apalagi mereka berdua adalah anak dari tuan muda Melviano yang kaya raya juga sangat digilai semua wanita di negara ini.


sebuah panggilan Vidio dari nomor asing pun memecah kediaman mereka sesaat.


"maaf...! issh.. nomor siapa sih ini..? ". kesal guru BK (Perempuan)


"angkat..! " perintah Dylan


"hah..? " cengo guru BK


"angkat aja bu mimi". pinta Nova berlari kecil ke arah Mimi


semua mata mengikuti Nova dan mulai berkumpul didepan layar hp guru BK.


"ooh... akhirnya kau angkat juga nona mimi.. ". suara mengejek dan menyeramkan dari sebrang


semua mata terbelalak melihat kondisi Vio yang acak-acakan, matanya memerah dan menangis tersendat-sendat.


"apa mau kalian..? ". tantang Nova begitu berani


terbelalak lebar lagi semua guru, bagaimana bisa Nova begitu berani menantang orang jahat pikir mereka bersamaan.


Dylan berjalan tenang ke arah Nova dan guru yang berkumpul pasti memberi jalan untuk tuan kecil nan terpandang itu.


"kau sangat manis anak tuan muda Melviano..! aku hanya mau kalian berdua datang menyelamatkan guru kesayangan kalian.. "


hanya melihat wajah Nova aja udah tau kalau Nova anak Pasha..


"ya Tuhan...!! ". pekik semua guru


Dylan menatap dingin orang disebrang sana, sementara yang ditatap lewat hp itu sudah keringat dingin walau wajah masih bisa menutupi rasa takutnya kini.


"anak ini benar-benar mirip tuan Pasha.. tatapannya lebih mengerikan..! ". batin penjahat itu dengan keringat yang bercucur di punggungnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2