
Pasha sudah memakaikan Kaira baju dan tersenyum melihat tanda merah di leher Kaira, ia memakaikan Kaira jilbab sorong, Pasha tidak mau rambut indah istrinya dilihat pria lain selain dirinya.
Pasha menyelimuti istrinya mengecup keningnya dengan sayang, ia ingin mencari dokter untuk memeriksa kandungan istrinya.
Pasha menghentikan langkah kakinya saat hendak membuka pintu kamarnya, dengan tergesa-gesa pasha kembali ke cermin rias istrinya yang sempat ia lewati.
"ini..? ulah istriku..? " Pasha melihat jejak kepemilikan di dada bidangnya.
Pasha segera mencari baju kurung yang bisa menutupi lehernya.. tadi Pasha memakai kaus oblong dan dadanya terlihat sedikit, setelah berganti barulah Pasha keluar dari kamarnya dengan senyum menawannya.
"ternyata Kaira sangat hebat kalau berinisiatif duluan...! " batin Pasha terkekeh segera ia tersadar dengan menggeleng-geleng kepalanya.
"apa yang kau fikirkan Pasha..! kau lupa istrimu tengah hamil..? sekarang berdoa lah semoga anakmu baik-baik aja..! " Pasha bermonolog sendiri.
"dimana mama dan Papaku? " tanya Pasha to the point pada salah satu pelayan yang sedang mengeringkan lantai
"di.. dikamar nona muda tuan.. " jawab pelayan itu gugup
Pasha mengangguk lalu segera berlari kecil kekamar Rani,
"untung aja tuan nggak marah karna lantainya belum kering..! " gumam pelayan itu lega
segera ia mengeringkan lantainya takut Pasha marah.
"Mah... Pah...! " sapa Pasha mengetuk pintu kamar Rani yang terbuka lebar
semua mata melihat ke arahnya, Ella, Sikembar sudah berkumpul dikamar Rani.
"kalian pulanglah..! " usir Pasha ke pengawal wanita yang ia tugaskan menjaga Mely dan Matt
"baik tuan muda". jawab mereka serentak
keempat pengawal itu pun pamit undur diri karna tugasnya sudah selesai.
"apa benar yang di ceritakan oleh nova nak..? " tanya Mely ke Pasha
Pasha menghela nafas panjang..
"nanti aja dijelaskan ya mah! "
"dokter bisa tolong periksa istri saya..? apa anak kami baik-baik aja..? " Pasha beralih ke Haura
"baik tuan muda". jawab Haura patuh
"apa terjadi sesuatu dengan Kaira..? " tanya Mely, Matt dan Ella serentak
"Pasha cuma mau memastikan semua baik-baik aja mah.. pah". jawab Pasha
mereka pun mengerti dan akhirnya mengekori Haura dan Pasha tapi Pasha memerintahkan Ella untuk menjaga Rani sampai siuman, alhasil Ella hanya patuh sebab ia juga khawatir dengan Rani tapi penasaran kondisi Kaira.
"Kaira akan aman dengan kami nak..! " Matt berkata sambil mengusap kepala Ella
Ella tersenyum hangat lalu kembali ke ranjang Rani, sikembar mengikuti Pasha memegang tangan kiri dan kanan daddynya.
.
__ADS_1
.
Haura memeriksa Kaira dengan teliti dan semua hasilnya baik-baik aja.
"kandungan nyonya muda sangat kuat tuan muda.. jadi semua baik-baik aja tuan besar, nyonya. mungkin saat ini Nyonya muda kelelahan karna kurang tidur.. " ujar Haura
"benarkah dokter? coba periksa ulang..! istri saya tadi... " hampir saja Pasha keceplosan
semua mata melihat kearahnya termasuk sikembar yang berwajah polos.
"istri saya tadi terjun bebas dari ketinggian yang tak wajar dokter..! pasti terjadi sesuatu kan? coba periksa betul-betul dok.. " Alib Pasha berusaha menutupi apa yang terjadi di kamar mandinya tadi bersama sang istri
Haura tersenyum canggung..
"saya juga tidak tau kenapa hal ini bisa terjadi tuan muda... selama saya jadi dokter kandungan ngidamnya para wanita hamil itu hanya makan mangga, ngidam melakukan hubungan itu, mual makan nasi dan banyak lagi tapi ngidam nyonya muda saya baru tau... !"
Pasha membulatkan matanya mendengar kata dokter wanita hamil juga ada yang ngidam hubungan itu berarti tadi ngidam Kaira dong, ia tak bisa bertanya karna ada anak-anaknya di disini.
"anda harus bawa nyonya muda ke rumah sakit tuan muda.. kita periksa kondisi tubuh nyonya muda dengan alat-alat yang ada di rumah sakit..! " pinta dr. Ades.
"baiklah". jawab Pasha pasrah
"mommy tidur sangat cantik..! " gumam Dylan mengusap wajah mommynya yang bersih
"iya..! Nova mau bobo sama mommy deh". Nova langsung merebahkan tubuhnya disamping Kaira
Pasha pun menarik lengan Ades keluar kamarnya..
"kalau melakukan hal itu tidak berbahaya untuk kandungan istriku..? "
"saya sudah tau anda akan bertanya hal itu, pasti nyonya berinisiatif kan? "
"jangan bertanya balik .. jawab aja pertanyaanku.. " tatapan tajam Pasha
Ades menahan tawanya sekuat tenaga..
"itu tidak berbahaya jika permintaan anak itu sendiri, artinya dia ingin bertemu Ayahnya.. "
Pasha mengangguk-ngangguk seolah mengerti apa yang Ades katakan.
"jadi kalau tuan muda bertindak tidak boleh.. harus nyonya sendiri yang memintanya tapi kalau sudah trisemester kedua dan ketiga baru boleh tuan melakukannya malah dianjurkan...!"
Pasha mengangguk-ngangguk lagi hingga Ades tak tahan menahan tawanya, Pasha menatap tajam Ades.
"Maaf tuan muda.! saya hanya senang anda bisa hidup sebagai manusia normal.. "
"apa katamu? jadi maksudmu selama ini aku hidup tidak normal hah..? " tanya Pasha dengan tatapan membunuhnya.
Ades segera melarikan diri dari Pasha, Pasha ingin mengejarnya tapi ada beberapa pelayan membuatnya tak bisa bergerak bebas ia harus jaga image.
"apa kalian sudah selesai...? " tanya Pasha berdehem pelan dengan wajahnya kembali datar tak terbaca
"sudah tuan muda". jawab mereka serentak
"cek saja akun kalian.. aku beri kalian waktu seharian ini untuk bermain keluar tapi tepat jam 9 malam kalian harus kembali... kalau tidak aku akan pecat kalian". ancam Pasha
__ADS_1
"terimakasih tuan muda".
dengan senang hati mereka izin dari Pasha, Pasha mengibas-ngibaskan tangannya, mereka semua pergi dengan hati berbunga-bunga.
"mama dan papa antar dokter Haura dan Ades ke depan ya nak..! " ujar Mely
"iya mah..! " jawab Pasha
"kamu mau beli sesuatu nak..? " tanya Matt
Pasha tampak berpikir, "pewangi delima Pasha udah habis pah..! "
"masih aja nggak berubah". mely mengusap rahang Pasha
Pasha tersenyum, Mely dan Matt keluar mengantarkan dokter mereka sekalian pergi belanja.
Pasha masuk kekamarnya dan melihat istrinya tengah terlelap dengan anak-anaknya.
Pasha segera keluar mansion, ia pergi ke markas the Xylver disambut hangat oleh anggota the Xylver.
"apa kalian sudah menemukan wanita itu..? " tanya Pasha serius
"sudah tuan muda..! ada di ruang bawah tanah.. "
"kenapa kalian tidak memberi tauku..? " tanya Pasha tersentak
"maaf tuan muda..! kami sudah beritau tuan Ramzi tapi kata tuan Ramzi tuan sedang sibuk biarkan tuan sendiri yang datang ke markas..! "
Pasha menghembuskan nafasnya dengan kasar.. "baiklah... ayo kita kebawah...! "
mereka memberi jalan ke Pasha yang berjalan tenang ke ruangan bawah tanah, bau anyir tak membuatnya marah karna tempat itu memang khusus untuk penyiksaan orang yang menghianatinya. tapi sejak bersama Kaira Pasha tidak mau membunuh orang hanya akan menyerahkan hukuman itu pada adiknya yang sangat bisa membuat siapapun jerah.
tak seperti Pasha yang main bunuh walaupun telah merugikannya, baginya uang segitu tak seberapa penghianatan itu yang ia benci.
"anda sudah sadar nyonya Eli..? " ejek Pasha dengan senyum miring
Eli mendongak dengan wajahnya yang sudah basah di siram air terus-terusan oleh orang-orang Pasha.
"kau monster...! bagaimana Mely memiliki anak monster sepertimu hah...?? " teriak Eli dengan emosi
Pasha tertawa menggelegar..
"jadi kau berani menyerangku tanpa tau siapa aku nyonya Eli? bukankah kau saudara jauh mamaku ? "
"aku memang saudara jauh mamamu tapi aku nggak pernah tau kalau dia punya anak monster sepertimu...?? " maki Eli
"lalu anda apa nyonya..? kau yang memancingku mengeluarkan taring dan tandukku.. aku hanya memintamu merangkak dan meminta maaf pada istriku tapi kau memilih jalan sulit hingga seperti ini, jika saja kau tidak bersikeras kau tidak akan sesulit ini". cibir Pasha dengan santai
Eli menggeram marah, ia menjerit frustasi.
"jika kau tidak juga berubah aku akan memberimu ke hewan-hewan buas peliharaanku...! " ancam Pasha dengan santai
Eli makin histeris, ia benar-benar tidak tau kalau Pasha seorang pembunuh.. jika ia tau maka tak akan berani ia menyinggung Pasha dan Mely sebelumnya.
.
__ADS_1
.