
Kini Kaira dan Pasha ada di kamarnya, sebelumnya Kaira ingin tidur bersama Nova atau Dylan tapi Pasha yang sangat berkuasa itu berhasil membujuk anak-anaknya supaya mommy mereka tidur dengannya dan karna sandiwara Pasha yang sangat hebat seperti seorang pria kesepian yang butuh teman..
"apa.. ?" bentak Kaira dengan tatapan tajamnya..
Pasha tersenyum, ia terus saja mendekati Kaira, Kaira tentu melangkah mundur mencari sesuatu untuk melindungi dirinya..
"jangan dekat-dekat...!! " perintah Kaira dengan ancaman kepalan tinju nya..
Pasha membuka jilbab Kaira, Kaira melototkan matanya dan dengan cepat Pasha melepaskan ikat rambut Kaira hingga rambutnya tergerai indah..
Pasha terpana melihat Kaira yang seperti sekarang,
saat Kaira jadi pelayannya, Pasha tidak pernah melihat Kaira menggerai rambut..
"Pasha kau..? " kesal Kaira tapi tak diteruskan karna terlalu kesal.
Kaira hendak menyanggul rambutnya tapi Pasha menahan kedua tangan Kaira hingga rambut Kaira kembali lepas.
"mau apa kamu Pasha..?? lepasin aku.. " Kaira berusaha melepaskan diri dari tangan Pasha,
"kau selalu saja cari masalah denganku Pasha, tidak bisa kah kau diam saja jangan menggangguku atau kau bisa mengerjakan sesuatu gitu..? kenapa kau suka sekali membuatku kesal..aku bukan lagi pelayanmu ..?? " geram Kaira
"entahlah aku suka melihat wajah menggemaskan mau ini Kaira". Senyum tampan Pasha meradu hidungnya dengan hidung Kaira
Kaira malah melototkan matanya, ia yang tak terima menaikkan kakinya lalu menendang aset Pasha
"aakkhm...!!" Pasha melompat-lompat satu kaki sambil memegang asetnya..
Kaira tersenyum puas..
"rasakan itu...! beraninya cari masalah denganku..!"
"apa yang kau lakukan kaira..? asetku ini idaman semua wanita.. ". protes Pasha masih melompat-lompat kesakitan
Kaira malah mencibir tak peduli kata-kata Pasha, Pasha tak habis fikir kenapa dirinya bisa jatuh cinta dengan wanita bar-bar seperti Kaira, lagian saat pertama kali Pasha bertemu Kaira, ibu dari anak-anaknya itu tak seberani ini..
.
.
"Kaira.. aku akan memberimu hukuman..!! " Ancam Pasha setelah merasa baikan
Kaira tertawa terpikal-pikal, ia segera berlari keluar dari kamar Pasha dan masuk ke dalam Lift..
"Kaira..? kamu nggak akan bisa lari dariku..! ". pasha mengejar Kaira sebisanya sebab bagian bawahnya masih sedikit berdenyut..
bagaimana bisa seorang Pasha kecolongan dengan Kaira. ? bahkan tak bisa berpikir jernih saat dirinya bersitatap dengan mata Kaira..
tawa Kaira benar-benar membuatnya Gemas, Pasha sudah tergila-gila pada sosok Kaira, Saat tubuhnya sakit karna pukulan atau tendangan Kaira malah membuat Pasha senang.. sudah 2 kali kening Pasha sakit karna ulah Kaira juga.. sekarang aset pentingnya yang bisa memberinya keturunan luar biasa seperti Nova dan Dylan malah di tendang Kaira..
Kaira masih tertawa terpikal-pikal di lantai dasar, ia mengabaikan keluarga besar Melviano yang tengah berkumpul dengan sikembar lebih tepatnya Kaira tidak sadar..
__ADS_1
trinnggg...!!
Pasha keluar dari Lift mengejar Kaira ia meloncat kaget lalu berlari menjauhi Pasha..
"aku akan memberimu pelajaran sayang..?? " gemas Pasha
Kaira tertawa begitu indahnya dimata Pasha, rambut Kaira yang berkibar sesekali melihatnya terlihat begitu sexy..
"ada apa ini..? " gumam Nyonya Mely tak mengerti
Dylan berpikir Pasha melukai mommynya tapi dilihat dari aksi orangtuanya itu bisa mereka tebak mommy mereka yang bertingkah..
Rani menggaruk kepalanya yang tak gatal, Ella melongoh saja melihat aksi kejar-kejaran Pasha dan Kaira seperti anak kecil saja..
"Kaira..? "
"ahahaha.. !!" Kaira terus saja tertawa
"aakkhmmm...! " kaget Kaira saat wajahnya hampir menubruk dada bidang Pasha, beruntung Pasha dengan sigap menangkap tubuh istrinya itu
Dylan dan Nova sampai berdiri di sofa mahal melviano karna panik tapi ikut lega melihat mommy mereka tak jadi jatuh..
sikembar berlari ke arah Kaira
"mommy..? " panggil Dylan
"daddy apain mommy. ?" tanya Nova berkacak pinggang.
Kaira dan Pasha tersadar dari situasi mereka seperti seorang maling yang ketangkap basah oleh warga begitulah ekspresi mereka berdua
Nova dan Dylan malah tak faham situasi kenapa semua orang tertawa
"mommy lelah sayang.. mommy tidur sama kalian ya..? " bujuk Kaira
Pasha tak terima hendak menyelah tapi tangan Kaira sudah membekap mulut Pasha hingga tawa semua orang makin menggelegar saja..
sikembar kompak mengangguk karna tak tau apa-apa masalah orang dewasa itu..
.
.
Pasha di kamarnya gelisah tidak Karuan,,
"baru aja 2 hari tidur satu kamar sekarang udah kesepian aja.. Kaira sayang..? kenapa kau menyiksaku begini..? apa kamu dendam padaku sayang? karna aku membuatmu hamil..? "
Pasha terus saja mendumel, ia memilih masuk keruang rahasianya mencari tau dalang dibalik ini semua..
"siapa wanita yang menginginkan posisi Kaira..? ". gumam Pasha begitu serius mengetuk-ngetuk keningnya sendiri.
Pasha menggeleng-geleng kepalanya.
__ADS_1
"Kaira...? kenapa kau selalu ada di otakku..? apa kau tidak bisa istirahat saja otak? kenapa kau selalu aktif..? aku sedang tak mau bertengkar kau tidurlah terlebih dahulu.. " omel Pasha
Pasha mengoceh sendiri tentang pikiran nya yang selalu menampilkan sosok wanita istimewa yang menguasai hatinya hanya karna bisa memberinya 2 malaikat kecil yang sangat ia impikan
Pasha sampai frustasi sendiri tak bisa fokus dengan keseriusannya, ia memilih mendatangi kamar Nova dimana ada 2 anaknya Pasha dan juga ibu dari anak-anaknya itu..
Pasha tersenyum manis..
"tidak ada yang bisa melukai kalian selagi kalian ada dalam lindunganku sayang..! akan ku pastikan dalang ini semua dapat ganjaran yang stimpal.. ". batin Pasha dengan tekatnya yang kuat sementara bibirnya tersenyum ke arah Kaira..
Pasha juga ikut berbaring di belakang Nova dan tangannya merangkul Dylan yang paling ujung
tanpa sadar Kaira malah merangkul lengan yang melewati pinggangnya itu..
Pasha tersenyum tulus .
"inikah yang namanya keluarga yang sesungguhnya...? Ya Allah?? inikah hadiahmu berkat penderitaanku selama ini..? engkau telah menuntun wanita istimewa padaku yang berlumur dosa ini tapi bodohnya hambamu ini tak mengerti apa-apa..? hingga aku harus membuang masa 7 tahun ku yang terlewatkan karna kebodohanku sendiri.. "
Pasha terus saja mengoceh dalam hati hingga dirinya terlelap begitu saja sambil memeluk keluarga kecilnya, 1 ranjang tidur berempat sungguh membahagiakan
.
.
Pagi harinya Mely hendak membangunkan sikembar,
alangkah terkejutnya Nyonya Mely melihat Pasha juga tidur di kamar Nova..
Mely segera mengeluarkan hpnya dan memotret satu keluarga menggemaskan itu, apalagi Nova yang tidur mengeteki kepala Daddynya, Kaira memeluk Pasha ditengah-tengah nya ada kaki Nova..
Dylan memeluk Kaira seperti bantal guling yang empuk saja..
"ya Tuhanku..!! menggemaskan sekali mereka..!" gumam Nyonya Mely begitu ketagihan memotret anak, menantu beserta cucu-cucunya..
Kaira mengerutkan Keningnya mendengar suara potret itu, Mely segera menyimpan ponselnya dan menata penampilannya seolah tak terjadi apa-apa..
Kaira perlahan membuka matanya dan mengusap dada bidang Pasha, ia tersadar tubuh yang sedang di sentuhnya bukan milik Nova atau Dylan,
mata Kaira terbuka lebar hingga bisa melihat Pasha yang tengah terlelap dengan kaki Nova mengalungi leher daddynya..
"Astagah..!! " Kaira terduduk dengan raut wajah kagetnya..
"aaakkkh...!! " pekik Kaira saat menoleh ke depan ada Mely yang tersenyum manis memperhatikan nya..
"mamah..?? " kesal Kaira
Mely tertegun mendengar panggilan Kaira yang berubah..
"kenapa mommy..? " tanya Dylan mengucek-ngucek matanya
Kaira mengelus kepala Dylan, putranya itu pun kembali tumbang di ranjangnya karna matanya masih ngantuk berat..
__ADS_1
.
.