Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
makan bersama


__ADS_3

"cepat tangkap...!! ". perintah Pasha menggelegar


para satpam berlari kocar-kacir ke arahnya dan langsung menunduk hormat pada Pasha,


"tangkap dan bawa dia ke ruangan gelap orang-orangku akan membawanya". titah Pasha lagi


"ba.. baik tuan ". jawab kedua penjaga keamanan langsung menangkap Savira yang sudah memucat.


"nggak.. itu bohong aku sama sekali nggak melukai babu itu.. bohong.. bohong. wanita hamil itu berbohong...! ". teriak savira membela diri


"babu..? ". kata sinis Pasha langsung semua orang bergetar ketakutan


"kalau kau pelac*r begitu? apa yang kau banggakan dengan tubuhmu yang sudah di cicipi semua laki-laki? babu lebih mulia dari pelac*r "


Jeduar...!!


jantung Savira berdebar kencang bukan karna cinta melainkan takut, semua yang ada di mol itu melihatnya dengan jijik.


"ck.. beraninya pelac*r mencela nyonya muda melviano!". sindir wanita berpakaian seksi melempar jus nya ke Savira


Savira terbelalak dan menatap tajam wanita itu.


"Apa...? PEL*C*R ??". tantang wanita itu tak kalah melotot


Savira berteriak memaki wanita itu dan ternyata banyak lagi menghinanya mengatakan hal yang sama, Savira tak bisa melawannya karna banyak orang.


tubuhnya sudah basah karna jus, air,kopi, es cream serta cacian makian tertuju padanya di sepanjang tubuhnya di tarik-tarik paksa oleh penjaga keamanan.


Kaira yang baru saja mencerna semuanya akhirnya mengerti, "Poppy..? "


Poppy tersenyum menatap Kaira dengan intens, ia sangat mengagumi Kaira yang bisa membuatnya mendapatkan cintanya.


"apa yang Savira lakukan tadi? ", tanya Kaira


"dia mau melempar pot bunga itu waktu kakak tepat berada di bawahnya tadi". jawab savira menunjuk pot bunga yang sudah hancur berkeping-keping


"sayang..! jangan kemana-mana! aku akan urus wanita itu ku mohon jangan pergi kemana-mana ya? aku akan kembali ". Pasha menangkup mesra pipi Kaira dan berkata dengan lembut


Kaira mengerjabkan matanya dan mengangguk-ngangguk patuh karna melihat tatapan serius Pasha


Pasha beralih ke Poppy dan Bastian.


"jaga istriku poppy..! aku akan urus wanita itu". perintah Pasha penuh penekanan


"baik tuan" jawab poppy patuh seperti pada atasan saja.


Bastian mengangguk mengerti, "jaga dirimu dengan baik"


Pasha tersenyum tipis, ia tau artinya jaga diri dengan baik yaitu jangan sampai tangan nya membunuh Savira, seolah memberi isyarat beri dia hukuman yang lebih menyakitkan dari kematian.


"terimakasih telah mengingatkanku! ". ucap Pasha menepuk pundak Bastian


Bastian tersenyum miring,


Pasha kembali ke Kaira dan mencium keningnya


"aku akan kembali sekitar 20 menit lagi! jangan membuatku tersesat mencarimu.. "

__ADS_1


Kaira tersenyum dan mengangguk pelan, "hati-hati.. "


Pasha berlari di tengah kerumunan, tapi hebatnya mereka semua memberi jalan saat Pasha berlari Kaira kembali menatap Poppy dengan senyum senangnya


"apa kakak lapar? ". tanya Poppy


"hmm... nanti aja sama suami kakak, kami sama-sama belum makan". tolak Kaira dengan tulus


Poppy terkekeh..


"bagaimana keadaanmu Bastian? ". tanya Kaira yang melihat bastian hanya diam jadi pendengar diantara mereka berdua.


"baik Kaira..! ". jawab Bastian dengan santai seperti pada kawan sendiri


Kaira tersenyum,


"kita cari tempat istirahat..! ". ujar Bastian menengahi pembicaraan istri dan temannya.


Kaira, Poppy dan Bastian duduk di tempat penjual cilok posisinya tepat di depan kejadian tadi alasannya supaya Pasha tak kesulitan mencarinya tadi..


"udah berapa bulan Poppy? ". tanya Kaira antusias


"udah mau masuk 9 bulan kak". jawab Poppy mengelus perutnya


"masih 8 bulan penuh ya? ".tebak Kaira


Poppy mengangguk-ngangguk malu, Kaira melihat perut Poppy.


"jadi begitu ya besarnya kalau bayinya cuma 1". gumam Kaira pelan masih bisa didengar Poppy dan Bastian


Poppy tertawa kecil " iya kak! aku hanya hamil 1 anak bukan kakak yang hamil langsung 2 anak"


"kan kakak baru melihatnya langsung".


"kalau boleh beritahu kami bagaimana caranya biar punya anak kembar? " tanya Bastian dengan serius


"hei.. tuan.. anda fikir anak kembar itu pake cara? yang ada ngikutin keturunan lah!! emang kamu ada?? kalau nggak ada jangan bertanya padaku". cetus Kaira dengan kesal


"aku kan hanya bertanya baik-baik kenapa kamu nyolot? ". tanya Bastian tak terima


"kamu yang mulai duluan ". tantang Kaira


"mana ada aku mulai duluan! aku hanya bertanya bagaimana caranya punya anak kembar". jelas Bastian


"itulah masalahmu..! bertanya padaku seolah aku bisa mengendalikan berapa bayi diperutku". desis Kaira dengan pelototan horrornya


Poppy tergelak mendengar perdebatan mereka, Kaira dan Bastian beralih ke Poppy.


"kalian berdua sama aja! ". celutuk Poppy


Kaira dan Bastian kompak menggeleng-geleng tak terima saling tunjuk menunjuk satu sama lain


"udah ah, kalau diteruskan pertengkaran kalian nggak akan ada habisnya". lerai Poppy


Kaira dan Bastian masih sempat saling bersitatap galak satu sama lain, mereka bercekcok mulut tanpa suara.


sedangkan Pasha menyuruh orang-orang the Xylver menjemput Savira

__ADS_1


"bawa dia ke markas dan hukum dia dengan hukuman seberat-beratnya tapi jangan sampai dia mati..! aku akan tunjukkan siapa tuan Pasha Melviano sebenarnya supaya dia tidak berani mencari masalah denganku lagi".


"baik tuan muda! ". jawab anggota the Xylver serentak


"aku akan membuatmu merasakan bagaimana jadi babu itu". seringai kejam Pasha


"aku nggak melakukan apapun tuan..! wanita hamil tadi berbohong.. " Savira berakting sehebat mungkin


tapi Pasha sama sekali tak tersentuh sedikitpun, ia malah berbalik meninggalkan Savira yang memekik berusaha menjelaskan dirinya tak bersalah.


Savira memberontak diseret-seret paksa oleh orang-orang Pasha.


Pasha tersenyum miring


"akhirnya masalah wanita itu selesai..! dan wanita tua itu akan aku beri pelajaran ". seringai Pasha


Pasha menghubungi salah satu preman di gang sempit itu, Pasha dengan mudah mendapatkannya karna dirinya seorang IT.


tapi sebelum menelfon Pasha mengirim foto wanita paruh baya incarannya ke para preman itu barulah menghubunginya.


"kalau masih mau selamat hancurkan rumah wanita itu dan pukul dia sampai tak berani tinggal di gubuk kecil itu lagi"


"ba.. baik tuan KW eh.. tuan pasha beneran". jawab preman dari ujung telfon dengan gagap sekaligus ketakutan.


Pasha mematikan panggilannya secara sepihak dan langsung melihat jam tangannya


"17 menit". gumamnya


Pasha langsung berjalan cepat menuju tempat dirinya menitipkan Kaira,


"hubby..? ". Kaira berdiri melambai tangan


Pasha melihat asal suara dan segera mendekati Kaira.. "kenapa disini? "


"nanti anda kesulitan mencari istri anda tuan". jawab Bastian


"karna anda sudah datang tuan mari kita makan siang bersama! aku mengajak istri anda tapi dia menolak dengan alasan anda juga belum makan, makan cilok tidak membuat perutku kenyang". ajak Poppy


Kaira memerah malu, sementara Bastian hanya memutar bola matanya dengan malas.


"kalian berdua sangat manis". puji Poppy dengan tulus


Pasha merangkul pinggang Kaira di iringi senyum bangga nya..


"kita makan bersama dengan mereka? ". tanya Pasha


Kaira mengangguk pelan,


mereka pun makan bersama layaknya sahabat jauh yang baru aja bertemu, makan dengan recok antara Kaira dan Poppy sedangkan Pasha dan Bastian sesekali bicara masalah perusahaan.


"kenapa nggak kamu ganti aja nama produk perusahaan kalian? aku geli menyebutnya". tanya Pasha


Kaira MZ


"tak semudah itu tuan! tidak bisa di ubah karna itu sudah sampai ke tahap internasional, lagian aku mencintai istriku dan istrimu hanya masalaluku".


Pasha mendengus

__ADS_1


.


.


__ADS_2