
"Astagah... kenapa Kaira bisa suka warna ini..? " gumam Pasha tak habis fikir
Pasha meletakkan map itu di sampingnya
Panji menahan senyumnya sekuat tenaga, ia tau Pasha tidak suka warna Pink karna menurutnya sangat menggelikan terlalu norak menurutnya..
"tuan muda akan mengalami bencana besar dengan warna pink itu.. aahhahaha....!! " batin Panji menertawai Pasha dalam hati..
dulu kalau ada karyawan Pasha yang menggunakan map Pink Pasha akan melempar map itu tanpa peduli isinya.. sekarang malah tak bisa apa-apa kalau udah Kaira yang suka warna merah muda itu..
"kenapa pekerjaan kalian bisa berkurang drastis..? bagaimana bisa anak-anakku yang menemukan dalangnya terlebih dahulu? apa kalian sudah nggak punya koneksi lagi..? "
"anak-anak tuan muda yang nggak normal..! " batin Panji menjerit..
"maaf tuan muda.. kami siang malam mencari pelakunya tanpa tidur, dan saya bisa pastikan kebenaran itu.. sampai sekarang kami tidak punya pasangan hidup karna terus melayani anda.. !"
"apa kau mau protes panji..? " tanya Pasha dengan wajah datar..
"maaf sebelumnya tuan muda.. saya hanya minta jangan ragukan pekerjaan kami..! tuan kecil dan nona kecil sangat hebat seperti detektif swasta.. bahkan seluruh karyawan anda yang ada di perusahaan ini belum bisa menandingi kejeniusan anak-anak tuan muda yang tidak normal..! "
Pasha tertawa kecil, hal itu malah membuat Panji merinding tapi di tutupi dengan wajah datarnya..
"selesaikan pekerjaan kalian baik-baik setelah itu aku akan beri kalian waktu libur 1 minggu penuh.. " kata Pasha berubah antusias
Panji mengerutkan keningnya lalu mengucapkan terimakasih.. walau penasaran ia hanya bisa pendam dalam hati.. ada angin muson dari mana bisa membuat seorang Pasha memberi jatah libur untuk orang kepercayaannya..
tapi dapat hadiah liburan tentu kebahagiaan bagi Panji.. buru-buru Panji pergi dari ruangan Pasha takut berubah fikiran..
Pasha senyam-senyum sendiri..
"anak-anakku memang sangat jenius dan hebat.. mereka akan menjadi seorang Raja dan seorang Ratu penguasa negara ini yang akan di segani banyak orang.."
Pasha segera menandatangani berkas-berkas penting perusahaannya..
.
.
.
setelah selesai Pasha membuka jas Kerjanya dan meletakkannya di bangku kebesarannya..
Pasha melangkahkan kakinya ke ruangan pribadinya
3 jam lamanya Kaira di dapur tak keluar atau sekedar menongolkan kepalanya sedikitpun, Pasha jadi penasaran apa yang dilakukan istri nya itu hingga lupa waktu..
"sayang...? " Pasha memanggil istrinya yang tengah sibuk menata kue-kue nya dengan lelehan coklat kesukaan Nova..
Kaira menoleh ke Pasha, Pasha melihat wajah Kaira yang belepotan coklat tawanya menggelegar seketika.
Kaira memicingkan matanya ke Pasha lalu kembali fokus dengan kuenya..
"aku jadi lama membuat kue-kue ini.. biasanya aku dibantu oleh Ella, dan anak-anak. sekarang harus buat sendiri" kata Kaira dengan acuh tak memperdulikan Pasha yang tengah tertawa lepas..
__ADS_1
Pasha memeluk Kaira dari belakang "kamu sangat lucu sayang...! "
"jangan peluk-peluk aku Pasha.. aku sedang serius buat selai coklatnya nanti tidak encer lagi..! " berontak Kaira
"aku hanya mau melihat..! " ujar Pasha dengan pelan menyandarkan dagunya di bahu Kaira matanya melihat kegiatan istrinya itu..
"mau coba..? " tanya Kaira menyodorkan salah satu kue buatannya..
Pasha membuka mulutnya, Kaira pun membalik tubuhnya lalu menyuapi Pasha,,
Pasha benar-benar suka dengan kue buatan Kaira yang sangat lembut dan melumerkan lidahnya
"apa ini kue yang Nova suka sayang..? " tanya Pasha dengan mata berbinar seperti anak kecil saja
Kaira tertawa cekikikan lalu mengusap bibir Pasha yang belepotan coklat..
"selera kalian bertiga sama..! bahkan sama-sama nggak suka brokoli.. " kekeh Kaira tak sadar Pasha tengah memperhatikannya padahal situasi mereka cukup intim..
"apa kue mu udah siap sayang..? " tanya Pasha
"udah..! " jawab Kaira menoleh ke samping dimana kuenya sudah siap dengan porsi yang cukup banyak.
"kebetulan semua perlengkapannya ada di sini jadi bisa buat kue coklat yang sempurna ". sambung Kaira lagi menoleh ke Pasha dan terbelalak saat dirinya sudah ada didepan Pasha hanya ada jarak 5 cm saja ..
"boleh aku menciummu sayang..? " tanya Pasha menatap bibir Kaira
Kaira menggigit bibir bawahnya, Pasha yang tak bisa menunggu pun langsung menyergap bibir Kaira yang sangatlah manis melebihi rasa coklatnya tadi
"aku tau kamu sangat menderita Pasha.. saat nona Putri menghianatimu hatiku lah yang sakit, aku ingin kamu bahagia dengan istrimu tapi Tuhan berkata lain dengan cara tidak memberimu keturunan..! " batin Kaira.
kaira jadi diam saja membiarkan Pasha mengambil madu dari bibirnya ia memejamkan matanya sambil meremas kemeja putih Pasha hingga kemeja putih Pasha belepotan coklat..
tapi Pasha malah terbuai dengan ciumannya sendiri apalagi Kaira tak menolak nya walaupun belum membalas ciumannya setidaknya ada perubahan bukan?
ciuman mereka terlepas saat Kaira kehabisan nafas,
"apa kau dendam padaku hah..? " kesal Kaira dengan pelototan tajamnya sambil ngos-ngosan.
Pasha menggeleng kepalanya lalu mengelap bibir Kaira yang basah dengan jemari nya..
"aku tidak bisa mengendalikan diriku sayang..
maafkan aku..! " Pasha berkata dengan lembut
Kaira hanya mendelik lalu melihat kemeja Pasha yang belepotan coklat..
"Oups. .! maaf..! " ucap Kaira angkat tangan melihat baju pasha
Pasha melihat bajunya sendiri dan tertawa pelan..
"aku maafkan sayang..! ayo kita mandi.. "
pipi Kaira memerah tapi matanya melotot Horror hal itu malah terlihat lucu oleh Pasha..
__ADS_1
"pergi...!!" usir Kaira mendorong tubuh Pasha keluar dari dapur nya.
Pasha tertawa terpikal-pikal, ia malah suka menggoda Kaira..
.
.
tepat siang harinya Kaira dan Pasha sudah ada di sekolah Dylan dan Nova..
"sayang..? kamu makin bersinar aja.. apa kamu hamil sayang..? " celutuk Mely
Kaira melebarkan matanya dan tersenyum kikuk
"kami belum melakukannya mah.. menantu mamah terlalu mahal.. " jawab Pasha tanpa malu
muka Kaira merah padam, ia menyingkut perut Pasha yang keras seperti batu..
Nyonya besar dan Tuan besar Melviano hanya saling pandang lalu tertawa cekikikan.
"kalau begitu mamah pulang ya..? kalian jaga cucu-cucu mamah Ok..? awas aja kalau sampai cucu mamah ada luka walau sedikit saja.. mamah akan menghukummu Pasha..! " ancam Nyonya Mely
Kaira tersenyum senang akan perlakuan Mely pada kedua malaikat kecilnya
"jaga diri baik-baik nak.. kamu tau kan bagaimana kelakuan sikembar kalau kamu terluka saja walau sedikit, jadi jangan bangunkan jiwa iblis mereka.. " peringatan Matt
"iya pa..! " jawab Kaira tersenyum malu..
Pasha hanya memutar bola matanya terlalu malas meladeni kata-kata Nyonya besar itu yang menganak tirikannya setelah darah dagingnya hadir dalam rupa menggemaskan versi Pasha..
Matt dan Mely pun pergi dari pekarangan sekolah Dylan dan Nova,
jam pulang anak sekolah pun tiba, Dylan dan Nova berjalan tenang di tengah anak-anak yang berlarian keluar dari pagar sekolah..
"mommy...? daddy..? " gumam Nova
Dylan menoleh ke arah tatapan Nova, senyum nya terbit begitu tipis, Nova melambai ceria..
banyak yang melihat Kaira bersama Pasha, jadi inilah wanita istimewa yang bisa mengandung benih tuan muda Pasha..
"hap....!! " Pasha menangkap tubuh Nova dan mengangkatnya tinggi di udara..
Nova tertawa kegirangan sebab hari ini kedua orangtuanya yang menjemput mereka..
Kaira mengelus kepala Dylan dengan sayangnya.. Dylan tersenyum lebar ke arah mommynya hingga Kaira mencubit gemas pipi Dylan yang tengah tersenyum manis dengan wajah imutnya itu..
"anak daddy yang sangat imut sejagat raya..! " puji Pasha memutar tubuh Nova hingga gadis kecil itu tertawa lepas mengayun-ngayun kakinya..
mereka seperti keluarga bahagia dengan situasi itu, banyak pasang mata yang melihatnya dengan berbagai macam ekspresi..
.
.
__ADS_1