
.
.
Kini Kaira ada dikamarnya tengah tertidur pulas di pangkuan Pasha, Dylan dan Nova memeluk mommy mereka di perut Kaira sampai tertidur.
Pasha menatap datar didepannya..
"Ratu Arabela..? bagaimana bisa dia ada disini.? ada urusan apa Ratu kota A disini?? apa mereka menemukan titik terang keberadaan Kaira.? Jubah.? " batin Pasha mengetuk-ngetuk pelipisnya.
Kota A adalah Kota tertua negara indonesia yang masih kental dengan adatnya, masih sistem kerajaan tapi Modern, kuat akan militernya tapi masih menghormati negara sendiri yang memiliki Presiden sebagai pemimpin negara..
Kota itu adalah kebanggaan tersendiri milik negara indonesia, bahkan ada berita yang membicarakan Pasha akan menjadi Raja terhebat di Kota A jika menikah dengan tuan putri dari bangsawan Ningrat itu..
tapi tak ada berita yang membicarakan ratu Arabela memiliki seorang anak, bahkan Raja nya pun tak memiliki seorang selir atau istri tambahan.
Pasha jadi penasaran kenapa Ratu Arabela bisa mengatakan Kaira adalah anaknya.
"apa sebenarnya yang terjadi dengan masa lalumu sayang..? hingga kamu terdampar di panti asuhan...???" Pasha mengelus kepala Kaira.
cukup sulit bagi mereka bertiga menenangkan Kaira yang menangis sejak bertemu sosok yang mengaku sebagai ibunya itu.
Perlahan Pasha memindahkan Kepala Kaira, Pasha mencium sayang kening Kaira, Nova dan Dylan dengan pengertiannya Pasha menyelimuti keluarga kecilnya itu, bibirnya tersenyum begitu tulus dan bangga.
"aku akan menemukan siapa dirimu sayang..! Jika kamu memang bagian dari keluarga Ratu Arabela aku nggak akan membiarkan mu di rampas olehnya..! tapi untuk melepas rasa sakitmu aku akan mencari kebenarannya sayang...! ". gumam Pasha dengan pelan berharap Kaira tak mendengar perkataannya..
sekali lagi Pasha mencium kening Kaira, lalu pergi dari Kamarnya sambil membawa ponselnya.
Pasha pergi ke ruangan rahasianya, Matt dan Mely tidak tau perihal tadi sebab tak diberitau juga oleh Pasha.. apa jadinya kalau orangtua nya tau, hanya akan mencari masalah lebih baik diam saja sampai semuanya terungkap dengan sendirinya.
"halo dokter...? " sapa Pasha
"halo Tuan muda..! kami sudah mendapatkan hasil DNA nyonya muda Melviano, benar-benar mencengangkan tuan muda.. sel-sel yang ada didalam darah Nyonya muda sangatlah langka, bisa saya pastikan nyonya muda keturunan darah biru...! ".sahut dokter pribadi Melviano begitu heboh..
"kirimkan hasilnya padaku lewat e-mail...! ". perintah Pasha
"baik tuan muda...! " jawab dokter Ades dengan tergagap sebab keceplosan terlalu bersemangat.
Pasha mematikan panggilannya secara sepihak.
Pasha mengetuk-ngetuk meja.
"identitasmu benar-benar diluar pemikiranku sayang... aku benar-benar tidak tau bagaimana caraku mengatasi mereka jika merampasmu dariku.. bagaimanapun mereka golongan yang sangat di hormati di negara ini sendiri".
__ADS_1
Pasha mendengar berita kalau Raja kota A sangatlah kuat hingga bisa dikatakan sebagai saingan terkuat Pasha kalau mereka bermusuhan, hanya saja Pasha dan Bangsawan kota A tak pernah saling bersinggungan tak disangka Kaira bagian dari keluarga Ningrat itu..
tak berapa lama Pasha dapat pesan masuk, dengan cepat Pasha membukanya dan meneliti isinya, biar lebih puas pasha mengeprint hasil DNA Kaira.
"bagaimana Kaira bisa hidup jika kekurangan darah? ".gumam Pasha malah melenceng
ia benar-benar melihat langsung bukti penelitian Dokter Ades kalau darah Kaira memang tidak normal.
"pantas saja Kaira bisa hamil anakku..! ternyata dia putri dari Ratu Arabela dan Raja Lexy, aku harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, aku tidak boleh gegabah menunjukkan bukti pada mereka Kaira adalah anak mereka.. entah bahaya apa yang akan mengejar Kaira..."
Pasha kembali ke kamarnya dan melihat Kaira beserta anak-anaknya masih tertidur lelap, Pasha tertawa tanpa suara melihat kepala Nova yang sudah ada di bawah kaki Kaira..
Pasha membenarkan tidur putri kecilnya disamping Kaira, Nova langsung memeluk Kaira seperti bantal guling.
"aku merasa masih bermimpi memiliki keturunan.! siapapun kamu Kaira kamu hanya milikku, aku tidak akan biarkan mereka memaksamu mengikuti Adat istiadat mereka.. hidupmu tidak akan bahagia sayang jika berada di dalam lingkungan keluarga bangsawan".
Pasha tidur di sofa, tak berapa lama kemudian Dylan membuka matanya.
"Adat istiadat.? bangsawan..? apa itu..? ". batin Dylan penasaran
Dylan sangat sensitif terhadap bunyi atau suara apapun di sekitarnya, jadi saat Pasha berbicara, Dylan terbangun tentu ia mendengarnya dengan jelas hanya saja Dylan tidak mengerti apa yang Pasha katakan.
Dylan berusaha membangunkan adiknya, Nova menggeliat malah memunggungi kakaknya,
"Ap...?? hmm...? ". kesal Nova tapi dengan cepat mulut kecilnya dibekap oleh Dylan..
"kita cari tau siapa ibu-ibu tadi..! ". bisik Dylan
Nova mengucek matanya mendengar perkataan Dylan matanya langsung terbuka lebar, ia mengangguk pelan pertanda setuju, seperti seorang pencuri Nova dan Dylan mengendap-ngendap keluar dari kamar mommy dan daddynya..
.
.
Kini Dylan ada di kamar Nova, mereka mengunci kamarnya..
"ibu-ibu tadi memang mirip sama mommy kak.. tapi kenapa ibu-ibu itu berpakaian aneh kak..?" tanya Nova bingung
Nova memang baru pertama kali melihat seorang wanita memakai baju besar dan kembang seperti cinderela belum lagi perhiasan modern di kepala dan tubuh Arabela tadi.
"apa kamu pernah dengar negara K sistem kerajaan...?? " tanya Dylan
"iya kak.. memang Nova tau tapi ibu-ibu tadi ngomong bahasa indonesia kok.. kan negara kita menganut sistem republik.. "
__ADS_1
"kamu tidak dengar apa kata ibu itu kalau dia adalah Ratu Arabela keturunan asli raja terakhir negara kita. "
"nova malah bingung kak..! " keluh nova menggaruk kepalanya sendiri.
bagaimanapun Nova masih kecil dan senang bermain tidak bisa menghadapi masalah pelik keluarga, berbeda jika Nova menghantam data inti perusahaan besar, perihal menjadi detektif cilik Nova juga bisa
ebih baik begitu menurut Nova dari pada memikirkan hal seperti sekarang.
"lebih baik cari tau siapa Ratu Arabela kita akan memecahkan teka-teki hidup mommy..! ".saran Dylan
Nova mengangguk dengan cepat Nova membuka sandi sulit komputernya Nova mengotak-ngatik nama Ratu Arabela.
"kenapa mereka dikatakan tidak punya keturunan seperti daddy kak...? " tanya Nova dengan polos.
"entahlah dek.. kakak merasa mereka sengaja menyembunyikannya ". gumam Dylan
Dylan dan Nova terlonjak kaget mendengar suara langkah kaki
"cepat matikan..! " perintah Dylan
Nova dengan cepat mematikan komputernya, karna terlalu lama loadingnya, Nova mencabut kabelnya hingga komputer Nova langsung redup.
Dylan dan Nova segera berlari ke ranjang mereka dan menyelimuti tubuh mereka lalu memejamkan mata pura-pura tertidur.
Mely tersenyum lembut saat membuka pintu melihat cucu-cucunya terlelap.
"katamu mereka tidur dikamar Pasha..? tuh sikembar tidur disini.. " tunjuk Mely ke suaminya dengan nada berbisik kesal.
Matt kaget melihatnya,
"kok bisa..? tapi Pasha sendiri yang bilang...! "
"sudahlah..! biarkan mereka tidur, suaramu terlalu berisik, kunci pintunya lagi ".tatapan tajam Mely.
Matt dengan pasrah menutup pintu kamar Nova dan menguncinya seperti semula,
setelah memastikan cukup aman, Dylan dan Nova kembali duduk
"cari lagi kak..! ". nova berlari ke arah komputernya dan mencolokkan lagi kabel komputernya
Dylan pun sudah duduk disamping Nova demi mendapatkan data yang membuat mereka penasaran..
.
__ADS_1
.