
"kalau bawa kakak-kakak pengawal boleh nggak? kami nggak tau cara bawa mobil.. daripada lapor polisi iyakan? ". nego Nova dengan santainya
sementara semua guru sudah pucat pasi, Nova dan Dylan kelewat tenang tak seperti anak kecil seumuran mereka pada umumnya.
"silahkan..! asal jangan bawa pasukan mati guru kalian disini.. ". ancam penjahat itu menodongkan senjata apinya ke pelipis Vio
semua guru membekap mulut dengan tangan yang mulai dingin, mereka tak pernah melihat secara langsung adegan seperti ini,
biasanya kan adegan beginian cuma ada di TV tidak ada di dunia nyata yang sudah modern tak disangka akan melihat dengan mata kepala mereka sendiri kejadian itu.
"setetes darah bu Vio keluar dari tubuhnya akan aku balas satu kantong darah kalian..! ".ancam Dylan yang membuat semua guru merinding.
"aku akan patahkan tulang rusuk kalian telah berani membuat guruku begitu ketakutan.. pengecut...!! ". maki Nova dengan marah tak ada wajah ceria dan riangnya.
Nova kini berbanding terbalik dengan sebelumnya, biasanya Nova akan terlihat polos dan menggemaskan tapi kalau diusik sudah pasti jiwa iblis nya bangkit, berbeda dengan Dylan yang memang sudah berbaur dengan iblis itu sendiri.
(wkwkwk 😂😂😂)
semua guru berkedip-kedip seperti anak kecil melihat Dylan dan Nova yang dengan santainya berkata seperti itu tanpa berkedip malah dengan tatapan menakutkan dipandang mereka, sejenak mereka lupa kalau yang ada didekat mereka kini masih bocah
"baik-baik.. cepatlah kemari..! ". suara dari sebrang terdengar gemetar seperti takut mendengar ancaman Dylan dan Nova
Vio yang mendengar kata-kata Dylan dan Nova meneteskan air matanya, sungguh dirinya begitu ketakutan saat ini tapi lebih takut lagi kalau Dylan dan Nova sampai datang kemari bisa bahaya.
"jangan kemari nak.. disini banyak penjahat nanti kalau kalian terluka ibu akan lebih menderita nak.!". teriak Vio menggeleng-geleng kepalanya.
namun beberapa saat terdengar bunyi tembakan hingga Vio menjerit histeris senjata api ditodongkan di kepala Vio.
"datanglah anak kecil..! kalau kau memang berani aku yakin kau akan datang karna darah tuan Mafia terhebat mengalir di tubuhmu.. kalian tidak takut hal spele beginian bukan? ". jimmy berkata dengan senyum meremehkannya.
Dylan menatap datar saja wajah ketakutan Vio, Nova menoleh ke Dylan dengan raut wajah khawatirnya.
"kakak..? ". gumam Nova pelan
panggilan Vidio terputus sebelum panggilan terputus Jimmy sudah memberi tau alamat mereka pada Dylan dan Nova
hening..
Glek....!
semua guru yang mendengar percakapan mereka kompak meneguk saliva bersusah payah
"apa katanya Mafia? apa tuan muda Melviano seorang Mafia..? "
"apa maksudnya darah Mafia mengalir ditubuh mereka? "
"ya Tuhan..pantas saja kedua anak ini tidak takut dengan hal mengerikan tadi..! "
semua guru sibuk dengan pemikiran mereka, hingga mereka tak sadar Sikembar itu sudah keluar dari ruangan itu dan diikuti ke empat pengawalnya.
__ADS_1
"ada masalah tuan kecil..? ". tanya Riska
"kenapa lewat sini tuan kecil? nona kecil? ". tanya Nisa kebingungan
Dylan tak menjawab, tangan kecilnya terkepal geram walau jarang bicara dengan Vio tapi sosok ibu baginya di sekolah itu juga baik padanya, bahkan selalu memberi perhatian lebih pada mereka sebelum tau jati diri mereka sebenarnya.
"masalah serius..! ". tebak Rere
"apa bersangkutan dengan kehebohan guru wali kelas tuan kecil dan nona kecil diculik ? ". gumam Katrina
ketiga rekannya terbelalak lebar,
.
.
Dylan dan Nova serta keempat pengawalnya tiba di sebuah gedung tua di perumahan sunyi.
" disini alamatnya tuan kecil ?". ujar Riska
"tempatnya sunyi juga..! ". Katrina mengedarkan pandangannya
"bisa jadi banyak jebakan berhati-hatilah". peringatan Rere
"saya rasa mereka banyak tuan kecil.. nona kecil.!". seru Nisa serius
"kalian nggak perlu mengkhawatirkanku..! incaran mereka adalah aku.. tugas kalian jaga adikku dengan baik dan selamatkan guru kami.. setelah aman baru kalian kembali pada ku..!". kata Dylan dengan tenang melihat situasi juga.
"ayo kak..! kita cepat bertindak, yang penting bu guru baik-baik aja dulu..! ". sahut Nova menengahi.
"terserah kalian saja..! ". jawab Dylan dengan enteng
mereka berempat melakukan tugas mengawal sikembar seperti menjaga presiden saja, tatapan Dylan lurus kedepan dimana pintu masuk gedung itu berada.
"biar saya memastikan terlebih dahulu tuan kecil nona kecil..! ". selah Riska
Nova ingin cepat masuk tapi Dylan menahannya, "biarkan mereka melakukan tugas nya Dek..!"
"bu Vio..? ". tanya Nova khawatir
"kamu tenang aja dek..! yang mereka incar itu kakak jadi nggak akan terjadi apa-apa pada Bu Vio". dylan mengelus kepala Adiknya
Nova memeluk kakaknya dengan erat seolah tak memperbolehkan siapapun menyakiti kakaknya.
"kenapa kamu yang melindungi kakak? ayo lepas..!". perintah Dylan
Nova menggeleng-geleng kepalanya terus saja menempel pada kakaknya.
.
__ADS_1
"kenapa kau yang datang..? mana tuan kecil kalian?? ". tanya Jimmy menggema pada Riska dan Katrina
"apa mau kalian sebenarnya? kenapa kalian mengincar tuan kecil kami? ". tanya Riska dengan tatapan membunuhnya.
Jimmy tertawa terbahak-bahak, Ginting datang bertepuk tangan memuji keberanian kedua pengawal sikembar.
"kalian sangat berani ya..? apa kalian tak takut pulang jadi jasad heh..? ". ejek Ginting
Dylan menendang pintu dengan sebelah kakinya, hebatnya pintu itu langsung terbuka dan terbanting keras ke belakang hingga engsel pintunya rusak.
Glek...!
Ginting dan Jimmy merasa tertekan dengan aura Dylan yang tak wajar, bagaimana bisa kaki kecil itu menendang pintu hingga terbanting keras bahkan engselnya sampai rusak.
Bu Vio menangis terisak-isak di sudut ruangan, kedua anak didiknya datang disaat tak ada yang berani menyelamatkannya, haru bercampur takut dimatanya hingga tubuhnya gemetaran.
"dasar pengecut..! ". teriak Nova dengan marah
"kita lawan sesuai rencana..! ". Jimmy memberi perintah dengan nada gemetar ketakutan.
Riska dan Katrina sudah berdiri tegak didepan dylan dan Nova, Nisa, Rere disisi kiri dan kanan Dylan dan Nova.
"hajar....! ". perintah Ginting
10 orang pertama datang mendekati sikembar, pintu yang rusak tak bisa di tutup jadi di tutup dengan mobil orang-orang Jimmy supaya sikembar tidak bisa kabur.
"Hiyaaah...! ". ke empat pengawal Dylan dan Nova langsung menyerang mereka tanpa ampun.
"tuan..? semoga kalian nggak terlambat datang.! ". batin Riska masih fokus dengan pukulan, tendangannya.
Bruk.. brakh...
pukulan telak terus saja datang, walau ke empat pengawal Nolan bisa mengatasi 10 orang pertama tapi masih ada 40 orang anggota mafia lagi, melawan 10 orang pertama aja sudah menghabiskan seluruh tenaga mereka.
"kakak nggak apa-apa..? ". tanya Nova memegang perut Rere
Dylan masih tenang melihat sekelompok orang itu,
"ck... kalian main keroyokan rupanya..! hanya laki-laki pengecut yang berani mengeroyok wanita ! "
"apa yang kalian lakukan? cepat habisi anak kecil itu...! ". teriak Ginting
"tuan kecil". Rere memegang perutnya yang sakit
"sebaiknya kamu selamatkan guru tuan kecil, biar kami yang atasi ini". desak Nisa
Dylan berjalan tenang, saat Dylan berjalan saja sudah membuat siapapun merinding sebab langkah kaki Dylan tak terdengar oleh mereka.
di lantai atas ada Faster yang sedang menyaksikan kehebatan Dylan dengan mata kepalanya sendiri, bagaimanapun ia masih belum percaya Dylan bisa menangkap keponakannya hingga terbunuh ditangan Pasha.
__ADS_1
.
.