
Alex simanager Dylan hanya bisa memberi paketan hadiah ke Kaira dan Pasha, ia tak bisa datang karna banyak job kerja di negara E, bekerja dengan Dylan hanya sesekali aja kalau ada yang nantang si Raja cilik..
pernikahan Pasha dan Kaira akan di akhiri jam 12 malam tapi sebelum acara berakhir, Ella dan Rani meminta sang pengantin untuk berdansa.
"bolehkah kami memotret nona muda..? ". tanya salah satu wartawan menunjuk ke arah Rani
"kalau itu boleh ditanyakan sama tuan kecil dan nona kecil ya? " alih Rani bertanya ke sikembar.
"boleh tapi jangan terlalu mencolok.. kami akan menuntut kalian jika ada yang membuat berita mengada-ngada...! " ancam Nova dengan tatapan tajam tapi terlihat menggemaskan.
para wartawan meneguk saliva bersusah payah, akhirnya mereka mengangguk setuju, Dylan memerintahkan trio the xylver untuk mengeluarkan sebuah pernyataan para wartawan yang akan memotret orangtuanya.
dengan antusias mereka mengikuti persyaratan itu, sebagai gantinya Nova memberi sebuah nametag yang artinya wartawan itu sudah diakui melviano untuk meliput berita Pasha dan Kaira.
"mereka sangat hati-hati". gumam Rani berdecak kagum.
"bagaimana ? keponakanmu memuaskan bukan? kakak yang melatihnya". kata narsis Ella
Rani tertawa cekikikan.
"kok ketawa sih..? kakak sungguh-sungguh". gerutu Ella
Rani mengangguk-ngangguk berusaha menahan senyumnya, ternyata Ella juga punya sisi narsisnya.
"kapan pendaftaran wartawan ini selesai..? " tanya Ella berbisik
Rani mengangkat bahunya tak tau..
"pasti sampai semua wartawan yang ada di dalam pesta ini habis".
"kenapa mereka rela antri dan mengikuti persyaratan yang tak masuk diakal itu..? " tanya Ella penasaran
Rani memutar bola matanya dengan malas..
"masa kakak tidak tau sih? bisa meliput berita tentang kak Pasha itu Job yang besar bagi mereka, sudah pasti rela lah melakukan apa saja demi bisa meliput berita kakak".
Ella menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "iya juga..! "
"kenapa kamu belum menikah Rani..? ".tanya Ella mengalihkan topik pembicaraan
"Kakak kenapa..? " tanya balik Rani
"nggak nemu yang cocok". jawab ella
"sama kak..! aku juga belum nemu yang tulus mencintaiku apa adanya bukan karna statusku sebagai putri bungsu Melviano". jawab Rani dengan serius
Ella tersenyum mengelus kepala Rani.
sekarang para wartawan sibuk mengeluarkan kamera mereka untuk merekam keromantisan sepasang suami istri itu yang akan menggemparkan dunia.
Kaira memekik senang melihat anak-anak panti dan ibu riris datang walaupun sangat terlambat, padahal mereka sudah datang setelah sholat Isya,,
"ibu naik apa..? " tanya Kaira memeluk ibu riris dengan gemas
__ADS_1
"kami disewakan bus oleh nak Pasha nak kaira". jawab Ibu Riris
Kaira tersenyum kearah Pasha, Pasha pun membalasnya dengan senyuman tampannya.
"Ibu Riris mau bertemu ibu dan ayah kandung Kaira...?? "
"hah. ?" cengo Riris
Kaira tersenyum lebar merangkul Riris ke orangtuanya, anak-anak panti dibimbing oleh orang-orang the Xlyver untuk menikmati hidangan penutup padahal perut mereka sudah kenyang saat ini.
"bunda. .?" panggil Kaira bersemangat
sedangkan Pasha mengekori Kaira seperti anak ayam, Pasha tidak mau Kaira terjatuh karna itu sangat membahayakan anaknya tapi juga tidak bisa melarang kesenangan istrinya itu.
Arabela menoleh ke Kaira dengan dengan senyum hangatnya, Matt pun membawa Lexy mendekati Kaira, Matt dan Mely sudah tau Kaira dibesarkan oleh ibu panti bernama Riris walau tidak tau wajahnya tapi melihat cara Kaira bergelayut manja di lengan wanita paruh baya sudah menjelaskan wanita itu adalah Bu Riris.
"bunda.. kenalkan ini bu Riris yang menyayangi Kaira seperti anak sendiri". Kaira mengenalkan bu Riris
Riris menganga lebar melihat penampilan Arabela.
"sangat mirip dengan mu nak Kaira". gumam Riris melihat wajah Arabela
Arabela tersenyum hangat memeluk Riris yang sangat gugup, dari wibawa Arabela pasti Riris sudah tau wanita yang memeluknya bukan orang biasa.
"terimakasih atas kebaikan anda membesarkan anak saya bu". ucap Arabela menangkupkan tangannya
Riris memegang tangan Arabela dan menggeleng kepalanya..
"tidak usah berlebihan bundanya Kaira saya ikhlas merawat dan membesarkan nak Kaira, nak Kaira sangat pekerja keras untuk meraih gelar sarjana nya yang masih sangat muda dulu bundanya kaira".
Kaira mengenalkan ayahnya pada Bu Riris,
.
.
"sudah hampir tengah malam nak, ibu harus kembali takutnya anak-anak kesiangan besok".
Kaira dengan berat hati melepaskan nya, ia juga tidak boleh egois melarang bu Riris pulang.
Pasha memeluk Kaira yang tampak tak rela saat anak-anak panti izin pulang, walaupun Pasha memberikan sebuah amplop pada anak-anak panti tapi ia juga tidak bisa melarang anak-anak untuk pulang kan?
"jangan sedih ya sayang..? masih ada waktu buat ngundang mereka ke mansion". bujuk Pasha mengecup kening Kaira
"benar..? " tanya Kaira memelas
Pasha mengangguk meyakinkan, tak terasa waktunya sekarang Pasha dan Kaira di suruh berdansa
para pasangan suami istri baik tua maupun muda ikut andil dalam acara dansa itu, acara makin meriah saat lampu padam menunjukkan langit berbintang di atas mereka.
Kaira menganga lebar melihat langit-langit diatasnya, "Pasha ini...? "
Pasha mengecup pipi Kaira dengan mesra.
__ADS_1
"bukankah kamu bilang suka melihat mataku seperti laut berbintang...? "
Kaira terkejut mendengarnya..
"itu sebabnya sekarang langit berwarna biru dengan bintang bergerak-gerak seperti diatas kita itu...? " Kaira menunjuk ke atas.
Pasha mengangguk, "kamu suka sayang...? "
"aku sangat suka". jawab Kaira berbinar melihat bagaimana dunia fantasinya sekarang dilihat secara nyata
Mata Pasha yang biru seperti laut samudera belum lagi tatapan lembut Pasha seperti banyak bintang dimatanya saat menatapnya.
"beri aku hadiah..! aku menyiapkan ini untukmu sayang". bisik Pasha di telinga Kaira
para wartawan makin semangat memotret adegan romantis Pasha dan Kaira.
"mana boleh memberikan tubuhku padamu nanti anakmu dalam bahaya". peringatan Kaira
Pasha menghela nafas pasrah, Kaira mengabaikan Pasha malah sibuk melihat langit-langit nya kini.
beberapa orang mengabadikan keindahan itu, tak ada yang mengira kalau keindahan ini adalah bentuk cinta Pasha pada Kaira, mereka hanya mengira ini untuk memeriahkan penutup pesta malam ini.
"apa emang ada seperti ini Rani..? " tanya Ella
"kayaknya nggak ada deh...! " jawab Rani celingukan.
"itu ide daddy...! " sambar Dylan tersenyum tipis
Rani dan Ella syok mendengarnya lalu kompak melihat ke arah Pasha tak percaya bisa bersikap romantis.
Nova malah bertepuk tangan senang merasakan keromantisan di acara malam ini, yang dekat makin dekat, yang romantis makin romantis tapi Nova malah senang melihat mommy dan daddynya.
"kalian nggak boleh melihat mommy dan daddy kalian sayang...! " Rani segera menutup mata Nova
Ella juga menutup mata Dylan yang tak tersenyum, walaupun begitu ia tak bisa marah.
Kaira makin senang saat mode langit berbintang berubah seperti banyak bintang jatuh hingga Kaira mengulurkan tangannya seperti anak kecil yang bisa mendapatkan bintang jatuh itu.
Pasha ikut senang melihat kebahagiaan Kaira, ia merangkul pinggang Kaira supaya tidak keseleo karna melompat-lompat senang.
"apa yang kamu buat Pasha..? sana ambilkan aku bintangnya..! " kesal Kaira
Pasha mengulurkan tangannya di udara tiba-tiba kepalan tangannya mengeluarkan kalung penuh bintang di dalamnya, bentuknya seperti bintang tapi berlian asli berwarna biru yang dibuat khusus untuk Pasha menyelipkan tema bintang-bintang di kalung itu.
Kaira terperangah namun tersentuh dengan hadiah istimewa Pasha, "suamiku kenapa kamu sangat manis...? "
Kaira mencubit kedua pipi Pasha dengan gemas sambil meneteskan air mata harunya.
Pasha tersenyum mencium kening Kaira, "mau aku pasangkan sayang..? "
Kaira mengangguk-ngangguk semangat, ia membalikkan tubuhnya walau pakai jilbab tapi nanti bisa dilepas lagi saat mau tidur kan.. ? jilbab Kaira ditata semodis mungkin hingga terlihat makin manis dipandang mata, belum lagi gaun Kaira malam ini temanya bangsawan modern, sangat memikat siapapun yang melihatnya. maka nya Pasha tidak mau istrinya tersenyum menyapa rekan-rekannya terutama rekannya yang masih jomblo.
.
__ADS_1
.