Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
kabur


__ADS_3

keesokan paginya satu mansion gempar kehilangan Kaira, Pasha marah besar pada semua yang ada di mansion hingga istrinya bisa menghilang.


Matt masih tenang mengecek CCTV, sementara Dylan dan Nova izin tidak sekolah karna khawatir mommy nya dimana ?


"apa jangan-jangan Kaira ngidam hal ekstrim ya..?? " tebak Ella dengan asal lalu menggeleng-geleng mustahil kepalanya.


"bisa jadi kak..! dimana kira-kira kakak ipar ngidamnya ya..? ". sambar Rani yang ingat cerita Ella saat Kaira mengandung sikembar apalagi sekarang anak dari pria yang sama .


"nggak nentu kadang di hutan, jurang pokoknya hal ekstrim lah..! " jawab Ella


"papah menemukannya...! " teriak Matt


Mely yang mondar-mandir seperti setrikaan pun segera berlari ke arah Matt, Pasha dan sikembar juga ikut melihat layar laptop Matt,


Rani dan Ella yang penasaran juga mengintip walau harus nyelip-nyelip demi melihat layar laptop.


"mommy memang sengaja mau kabur...! " seru Dylan yang sangat tau gerak-gerik mommynya.


"sepatunya ini adalah sepatu gunung.. bisa jadi dia masuk hutan...! cepat bergerak..! " ujar Ella memekik menunjuk sepatu Kaira


"ya Tuhan... Kaira menantuku kenapa nekat kabur sih sayang? kalau begini kan kami sangat khawatir..! " gumam Mely memijit kepalanya yang terasa berdenyut


Matt sekali lagi melihat CCTV di pintu gerbang ternyata Kaira membuat kedua penjaga gerbangnya tertidur lelap karna efek minuman yang Kaira berikan.


"Sayang...! " desis Pasha memegang tengkuknya yang terasa berat.


"pasti anak seperti Dylan dan Nova lagi di perut Kaira sampai nekat begitu.. biasanya kan bilang terlebih dahulu.. !" sambar Ella sudah akrab dengan keluarga Melviano..


"ayo kita cari mommy daddy...! " Dylan langsung berdiri menyibakkan lengan bajunya.


"cari sepatu gunung kalian ya..? kita mungkin akan bermain lumpur karna kemarin sore hujan dari sore sampai malam pasti hutan becek..! " pinta Rani


"baik aunty..! " jawab sikembar segera berlari ke dalam lift menuju kamar masing-masing.


Pasha segera menghubungi Ramzi, saat ini adalah hari libur bagi Mars dan Panji jadi hanya Ramzi yang bekerja, Pasha harus adil kan memberi jatah libur untuk tangan kanan setia nya.


Ramzi segera mengumpulkan anggota the Xylver untuk mencari nyonya muda mereka di dalam hutan, mereka percaya perkataan Ella sebab lebih dari siapapun Ella sangat mengenal Kaira.


Ella dan Rani juga bersiap-siap saat memasuki hutan, Ella membawa satu tas besar yang isinya tidak tau apa


"apa itu Ella..? apa kamu fikir kita akan menginap di dalam hutan? ". tanya Pasha melihat tas gunung di punggung Ella


"tak perlu tau". Ella mengibaskan tangannya

__ADS_1


.


semua berkumpul di hutan CC, berkat kehebatan tangan Nova mereka berhasil menemukan dimana terakhir keberadaan Kaira.


"itu jejak sepatu Kaira..! ayo ikuti...! " teriak Ella melihat jejak sepatu didepannya, tasnya dibawa oleh Ramzi.


Matt dan Mely di suruh tinggal di mansion aja dijaga ketat oleh para bawahan Pasha yang tersisa, 4 pengawal wanita menjaga tuan besar dan nyonya besar Melviano di mansion.. Umay, Arla dan Riska mengikuti Pasha ke hutan sebab mereka sangat akrab dengan hutan.


setibanya di persimpangan jalan banyak jejak kaki..


"berpencar...! sepertinya Kaira sangat senang disini sampai banyak jejak kakinya".


Nova dan Dylan selalu berdua sebab Dylan menjaga adiknya, Ramzi mengikuti kedua anak kembar itu sambil bawa tas Ella.


suara teriakan menggema di hutan memanggil satu nama yaitu Kaira.


Rani di buat gemas dengan tingkah Kaira yang kabur masuk hutan, apalagi melihat banyaknya jejak kaki sepatu Kaira disemua jalan, pasti kakak iparnya itu lari-lari seperti tarzan di hutan ini.


membayangkannya membuat Rani tersenyum, ia berdoa semoga kakak ipar dan anaknya baik-baik aja, dilihat dari CCTV nya tadi bisa Rani tebak kakak iparnya itu sangat senang bisa kabur dari sangkar emas Melviano.


"Kakak ipar kabur karna tau nggak bakal dikasih izin masuk hutan sendiri...! " batin Rani menahan senyumnya sekuat tenaga.


kakinya terasa lelah tapi tak membuatnya menyerah mencari sosok Kaira, ia penasaran apa yang membuat kakak iparnya kabur dari mansion semegah itu.


mereka sedang berada di jurang, Kaira yang sudah hitam-hitam karna lumpur menoleh kebawah.


"Ella...?? " sapa Kaira melambai-lambai dengan satu tangannya memegang batu besar tak takut dengan ketinggiannya kini.


"ya Tuhan...!! kenapa masih ngidam seperti ini..? " pekik Ella memijit pelipisnya yang terasa berat.


Ella hampir tumbang tapi Ramzi dengan cepat menangkapnya.


"nona tidak apa-apa..? " tanya Ramzi


kaki Ella melemas beruntung Ramzi segera membantu Ella dengan mengangkat tubuh Ella dan diletakkan di pohon lumayan besar yang tumbang seperti ditebang oleh penebang liar.


"jangan pedulikan aku tuan..! cepat tolong temanku yang gila itu..! cepat...!! aku bisa masuk rumah sakit jiwa...! ". teriak Ella menunjuk Kaira yang diatas tebing hal itu membuat Ramzi menoleh kearah tunjuk Ella dan menjatuhkan rahangnya melihat sosok mengerikan itu diatas tebing nan tingginya berpuluh-puluh meter.


"Astagah!!". Ramzi sampai terduduk di tanah basah tak peduli celananya kotor saking syoknya melihat Kaira diatas tebing.


"mommy...?? " Kaget Nova dan Dylan


sikembar segera berlari ke arah Kaira, tapi segera melangkah mundur melihat banyaknya komplotan serigala didepannya.

__ADS_1


"mommy tunggu Dylan akan mengusir serigala ini...!! " teriak Dylan


Kaira diatas menggeleng-geleng kepalanya.


suara serigala membuat semua orang teralihkan, mereka kompak berlari ke asal suara serigala..


"tuan kecil...? nona kecil..? " Ramzi hendak mengeluarkan pistolnya menembak hewan buas itu


"jangan...!! " teriak Ella


"kenapa..? nona kecil dan tuan kecil dalam bahaya..?? " geram Ramzi


"kalau tuan menembak satu dari serigala itu yang lainnya akan mengamuk, percayalah mereka bisa menjinakkannya...! " terang Ella dengan khawatir melihat ketinggian manjat Kaira


"bagaimana mungkin..? " Ramzi terlihat tak percaya


matanya membulat sempurna melihat Nova tengah tertawa cekikikan di jilatin oleh hewan buas itu, Dylan mengelus-ngelus kepala hewan-hewan itu.


"ternyata kalian yang melindungi mommy ku..?


terimakasih...! " ucap Dylan dengan senyum tulusnya.


"Dylan..? Nova...? " teriak Pasha panik melihat anak-anaknya dikerubungi hewan buas belum melihat Kaira diatas tebing.


"aaakkkh....! " teriak Rani


Pasha menoleh ke adiknya yang melihat ke atas, Pasha juga melihat arah tatapan Rani, matanya membola sempurna seperti akan keluar dari tempatnya melihat istrinya .


"Kairaaaaa....?? " teriak Pasha berlari ke arah sikembar yang dekat dengan Kaira..


"jangan... mereka daddyku..! ". bisik Nova yang mengerti melihat gerak-gerik waspada hewan-hewan itu menunjukkan taringnya.


"kalian pergilah..! mommy ku sudah aman..! " usir Dylan


Pasha tak peduli lagi banyaknya hewan buas didekatnya, saat ini yang ia khawatirkan adalah sosok istrinya yang tengah manjat dengan ketinggian yang tak wajar apalagi tak pakai pengaman.


"suamiku...?? hewan-hewan itu mengajakku bermain.. aku bosan bermain dengan mereka jadi aku manjat! ". oceh Kaira dengan bibir mengerucut diatas ketinggian itu.


sementara yang dibawah anggota The Xylver seperti mau pingsan aja melihat Kaira masih bisa mengomel di ketinggian tak wajar itu, belum lagi ketiga pengawal wanita yang lemas seketika melihat hal didepan dan diatas mereka..


.


.

__ADS_1


__ADS_2