
"bagaimana...? ". tanya Ginting
"hanya ada 2 pengawal perempuan itu aja tuan..! ". jawab di pengintai Nolan tadi.
"kau yakin mereka tidak sadar..? ". tanya Ginting memastikan
"iya tuan..! ". jawab pengintai tadi bernama Jimmy
"sudah 2 bulan kita mencari tau kelebihan sikecil itu tapi peretas kita nggak bisa mendapatkan data pribadinya apa saja perlombaan yang dia lalui sebenarnya monster macam apa yang melindungi datanya...! " gerutu Ginting
"apa mungkin bocah bernama Dylan itu berhubungan dekat dengan si peretas misterius tuan..?". sambar Jimmy mengutarakan isi pikirannya
"maksudmu dia kenal dengan KO? " tebak Ginting
"siapa lagi yang bisa melindunginya..! " jelas Jimmy
Ginting berpikir sejenak..
"nggak mungkin lah..! KO itu ada di negara E "
"tapi sang juara hacker hebat tahun lalu itu KO yang menyatakan dirinya WNI..! " balas Jimmy dengan enteng
Ginting dan Jimmy sudah teman lama tapi bedanya ginting lebih cepat dapat kepercayaan boss besarnya dibanding Jimmy yang masih bawahan.
"kau benar..! saat aku mencari tau piala kejuaraan Hacker tahun lalu hanya diantar ke perusahaan besar MattGroup...! " gumam-gumam Ginting membenarkan
"lalu apa lagi yang anda fikirkan tuan? sudah pasti mereka berkaitan ". kata Jimmy lagi
Ginting menjambak rambutnya dengan frustasi..
"pantas saja aku tidak bisa menghubungi KO itu malah dapat peringatan tidak boleh mencari tau"
"maksud tuan? " tanya Jimmy
"Hacker kita sudah berusaha melacak data bocah itu tapi malah dapat peringatan begitu lalu komputernya langsung rusak parah saat dibawa ke elektronik katanya semua nya sudah terbakar nggak akan berguna lagi tuh komputer...! gilak kali ya..? kok ada yang punya kemampuan IT diluar nalar begitu...? apa dia juga makan nasi? ". kesal ginting mengingat hari itu
" ya iyalah makan nasi,, masa makan batu tuan..."
(diam sesaat)
"dan sudah pasti itu si KO lah tuan .. anda tau apa kenapa dia disebut KO tuan? ". tanya Jimmy membuat Ginting penasaran
"apa..? " tanya Ginting
"nggak ada yang bisa melawannya.. kalau melawannya maka bersiaplah untuk kalah dan mati lawannya akan K O itu sebabnya tak ada yang bisa melawannya, ckck.. tuan anda benar-benar mencari bumerang dengan cara itu.. kenapa nggak coba cara lain aja..? "
"apa...? " pertanyaan ginting yang sama lagi.
"dari tadi apa-apa terus tuan? " protes Jimmy
"lalu aku harus bertanya apa? aku memang begitu karna nggak tau...! " jawab Ginting enteng.
"culik saja bocah itu,, uji dia dengan cara mengeroyoknya..! ". usul Jimmy
__ADS_1
"tapi dia sudah membunuh tuan Galang.. bisa jadi dia berbahaya..! ". dengan ragu ginting berkata
"ck... tuan.. mungkin saat itu tuan galang sedang sakit dan terlalu meremehkan bocah itu, kalau kita melawannya harus keroyok dong.. iya kan? gunakan power kekuatan inti kita kalau perlu...! "
"kau benar...! ayo kita kembali kita susun rencana" . perintah Ginting
Mars dan Panji tiba saat mobil Ginting pergi.
"apa itu pengintainya Mars..? ". tunjuk Panji pada mobil yang sudah hampir tak terlihat lagi.
"bisa jadi..! sialan.. kita terlambat.. ". maki Mars
"ayo kita periksa tuan kecil dan nona kecil". perintah Panji
Mars mengangguk setuju, mereka berdua hendak mengejar mobil itu tapi sepertinya mereka harus memastikan dulu keadaan didalam.
tak ada tanda bahaya dari pengawal Nova dan Dylan sebab Riska hanya mengirim pesan kalau mereka sedang di intai, hal itu membuat mereka panik dan langsung tancap gas kemari.
Pasha sedang tak ada diperusahaan, jadi tak perlu mengkhawatirkan si boss besar. jelang kelahiran anak-anaknya Pasha benar-benar fokus pada istrinya.
Ramzi juga sedang bersama istrinya di rumah baru mereka terletak di pemukiman elit, Ella sedang hamil muda mood Ella tidak bisa di tinggal oleh sang suami jadi tak bisa bekerja, demi anak dalam kandungan Ella, Ramzi izin libur selama trisemester pertama istrinya.
"Riska! Katrina". panggil Panji
Riska dan Katrina segera memutar tubuhnya dan menunduk sebagai tanda hormat pada atasan lalu kembali menegakkan punggung mereka.
"apa semua baik-baik aja..? ". tanya Mars
"kami baik tuan.. apa tertangkap tuan? ". tanya Katrina dibalas anggukan oleh Riska yang artinya ia juga bertanya hal yang sama
"jika diizinkan tuan..! saya rasa kami butuh rekan, saya pikir musuh kali ini cukup misterius.!". jawab Riska apa adanya
"ya sudah..! hari ini kami akan mengikuti kalian pulang". sambung Mars
"Paman...? ". teriak Nova berlari kecil begitu riang dan ceria ke arah Panji dan Mars
"nona kecil..! ". gumam Mars dan Panji kompak berjongkok
Riska dan Katrina menahan tawa melihat kedua tangan kanan Pasha nan angkuh itu juga bisa tunduk pada bocah menggemaskan seperti Nova
Nova yang dasarnya periang selalu bisa memberikan kehangatan pada orang terdekatnya, nova langsung memeluk kedua pamannya sekaligus hingga Panji dan Mars tergelak gemas.
"paman kenapa kemari? apa daddy yang utus..? ". tanya Nova penasaran dengan wajah imutnya itu.
"Hmmmff!" tawa tertahan Riska
"ya ampun imut sekali ". gumam Katrina dengan gemas
"kami datang sendiri nona kecil". jawab Panji
"benarkah? apa paman bawa juss..? " tanya Nova mengusap tenggorokannya yang terasa kering
Mars langsung mengeluarkan 2 jus dari saku jasnya ke Nova, ia tau kesukaan Nova dan Dylan.
__ADS_1
"yee.. makasih paman..! ini buat Nova dan ini buat kakak.. dadah paman Nova kembali ke mereka ya..? ". lambai ceria Nova
"iya nona kecil hati-hati nona kecil jangan sampai terjatuh". sambar Mars dan Panji sudah persis seperti Pasha mengomeli Nova
"siap Pak paman! ". hormat lucu Nova
Panji dan Mars tergelak.
Nova berlari kecil membawa jus untuknya juga untuk Dylan,
tawa Riska dan Katrina tak bisa di kondisikan,
"sudah diam kalian..! " peringatan Mars
"kalian sudah bosan hidup? ". sindir Panji
Glek...!!
Riska dan Katrina tak berani lagi tertawa ataupun tersenyum tapi muka mereka memerah yang pastinya menahan tawa itu sekuat tenaga.
"sial..! sangat sulit menahan tawa dari pada menahan lapar..! ". batin Riska
"tolong antar aku ke Benua Antartika biar aku bisa tertawa sepuasnya disana..! ". jerit Katrina
"sepertinya kau sangat menyayangi nona kecil Mars, apa kau lupa pernah terluka oleh sikecil menggemaskan itu..? ". ledek panji
"entahlah..! aku begitu mudah melupakan rasa sakit itu.. dia hanya bocah kecil nan menggemaskan
tuan muda sangat beruntung memiliki permata kecil seperti nona kecil...! ". ujar Mars serius menatap bangga sosok menggemaskan itu yang tengah menggoda kakaknya minum.
"iya..! aku beruntung bisa melayani mereka..!". sambung Panji membenarkan kata-kata Mars
Katrina dan Riska membeku seketika, ada sisi berbeda yang baru mereka lihat diwajah Panji dan Mars.
mereka berdua saling pandang dengan tatapan tak mengerti pada diri mereka sendiri.
"kakak..? ". si adik nakal terus saja menggarai kakaknya yang minum.
"dek.. kakak mau minum". peringatan Dylan
Nova tertawa cekikikan mengabaikan peringatan kakaknya, alhasil baju Dylan jadi basah.
"ahaha...! ". gelak tawa Nova dengan girangnya
Dylan yang geram mengejar si adik yang tengah tertawa keras, mereka seperti anak kecil pada umumnya, anak-anak lain malah berdecak iri dengan persaudaraan mereka yang tak ada persaingan satu sama lain.
anak-anak itu sibuk belajar giat demi mengalahkan saudara, kakak atau adik mereka supaya bisa dapat bagian harta dari keluarga mereka kelak,
di keluarga orang kaya yang bodoh di tindas dan tak dapat apa-apa .
berbeda dengan Dylan dan Nova yang hidup bebas tanpa ada persaingan diantara mereka,, dan juga Nova dan Dylan sama-sama mendapatkan nilai sempurna, siapa yang tidak akan iri anak-anak seusianya.
.
__ADS_1
.