
di Mansion setelah makan bersama keluarga besar Kaira, kini Kaira tengah merengek ke suaminya minta diantarkan ke rumah Ella
"sayang, kamu sedang hamil tua..! lihatlah perutmu yang mau meledak itu.. kenapa nggak bisa duduk manis di ranjang hmm? tidur terlentang aja di ranjang sayang.. ". omel Pasha
"kamu yang enak lah.. ". ketus Kaira memanyunkan bibirnya dengan lucu
Pasha menarik nafas panjang..
"sayang...? perutmu sudah sangat besar.. jadi diam didalam rumah aja ya..? ". bujuk Pasha dengan lembut
Kaira mengabaikannya dengan mata berkaca-kaca.
"biar aku kabur aja nanti..! "
"apa kamu bilang sayang? ". tanya Pasha tak suka
"saat aku hamil sikembar aku nggak bisa bersantai suamiku.. Kakiku terasa sakit dan pegal kalau nggak dibawa jalan kesana-kemari.! kamu suruh aku diam diranjang mana bisa aku lakukan... hiks.. hiks.. aku rindu sama Ella yang selalu membiarkanku melakukan apa saja asal tak membahayakanku.. hiks.. hiks... Ella... kemarilah... "
Pasha pun jadi ikutan sedih mendengar isak tangis istrinya, Pasha mendekati Kaira dan menangkup pipi Kaira
"jangan menangis sayang..! hatiku sakit sekali melihat mata merahmu ini". lirih Pasha mengusap air mata Kaira
Kaira langsung ancang-ancang mau menangis seperti anak kecil tapi Pasha langsung memeluknya dan mencium sayang puncak kepala Kaira.
"maafkan aku sayang..! ya udah ayo kita bersiap-siap sayang aku akan mengantarmu ke sana...! ". ujar Pasha mengelus punggung Kaira
Kaira langsung melepaskan pelukannya dari Pasha, matanya yang memerah menatap lucu ke Pasha, "nggak Prank kan? "
Pasha tersenyum..
"aku nggak bisa melihatmu menangis sayang..! nanti si Bastian gila itu merebutmu dariku".
Kaira tertawa dengan mata berkaca-kacanya, Pasha membantu Kaira berdiri dan memapahnya ke ruang ganti.
Pasha harus mengalah untuk istri sensitifnya itu, padahal Pasha hanya ingin Kaira istirahat tapi anaknya di kandungan Kaira malah tak bisa diam selalu saja membuat mommynya bergerak kesana-kemari tak bisa berdiam diri atau menahan diri padahal perutnya sudah begitu besar.
.
"udah sayang..? ". Pasha mengusap pipi Kaira dengan lembut dan penuh kasih sayang
Kaira mengangguk lalu memeluk manja suaminya yang sangat menyayanginya bahkan tidak bisa melihatnya menangis sungguh Kaira merasa beruntung memiliki Pasha,, padahal dulu Kaira begitu takut pada Pasha yang dengan mudahnya membunuh orang tanpa berkedip.
.
.
"kalian mau kemana..? ". tanya Matt yang sedang membaca koran langsung menutup korannya
Mely yang sedang serius melihat majalah perancis pun juga bertanya hal yang sama.
"biasa mah.. Kaira minta diantarkan ke rumah Ella..! ". jawab Pasha mengelus kepala Kaira yang nyengir malu
Mely menepuk jidatnya sendiri menantunya ini memang unik bin ajaib.
"kenapa harus jalan-jalan sih sayang? kamu lagi hamil besar...! ". Mely menangkup pipi Kaira berusaha membujuk menantu emasnya itu.
__ADS_1
"mah..! ". rengek Kaira dengan ekspresi memelasnya yang lucu.
Matt tergelak melihat itu..
"kamu sangat lucu nak.. pantas saja Pasha tidak tahan dengan pesonamu.. kamu bisa membuat seorang Pasha tergila-gila dengan tingkahmu yang unik ini...! "
Kaira senyam-senyum merangkul manja lengan Pasha yang tergelak mengakui perkataan Matt
"ingat nak..! jaga kandunganmu". peringatan Mely
Kaira pun diantar kedepan, Kaira menjatuhkan rahangnya melihat helikopter turun di halaman Mansion Melviano
"suamiku apa maksudnya..? ". tanya Kaira berteriak
"biar nggak kena macet lalu lintas sayang, ayo naik.. ". Ajak Pasha enteng
Kaira memijit pelipisnya seketika dengan kegilaan suaminya, jarak rumahnya kini ke rumah Ella tak jauh hanya memakan waktu 20 menit tapi kalau kena macet bisa 1 jam, beginilah kalau sang raja menjaga ratu nya.
Matt mendukung kendaraan Pasha membawa Kaira naik helikopter, Mely pun lega melihat hal itu hanya Kaira yang berwajah pias dan canggung.
"ya Tuhan..! suamiku selain mesum tingkat ranah dewa juga posesif tingkat dewa..? hanya ke rumah Ella naik helikopter? mau taruh dimukaku..? ". jerit kaira dalam hati menatap nanar baling-baling helikopter itu.
"kenapa sayang? ayo naik..! ". ajak Pasha berbisik cukup kuat di telinga Kaira
Kaira tak bisa berbicara, ia terpaksa naik di helikopter itu dan duduk lesu jika naik mobil bisa berhenti kesana-kemari beli makanan atau minuman tapi kalau naik helikopter mana boleh berhenti sembarang tempat.
Pasha memasangkan Earphone ke telinga Kaira yang tengah menatap datar Pasha yang mencubit pipi Kaira.
"maafkan aku sayang..! ini demi keselamatan anak kita..! aku nggak mau ada bahaya nantinya
.
.
Kaira melihat kebawah saat Helikopter sedang mengudara di tengah kemacetan.
Pasha menggenggam tangan Kaira dengan posesif, tatapannya lurus kedepan sesekali melihat ke arah Kaira yang sangat menggemaskan.
tingkah Kaira seperti seekor burung yang terkurung dalam sangkar, Kaira seolah ingin terbang tinggi saat ini.
"maafkan aku sayang!! aku takut terjadi sesuatu..! ". ucap Pasha menciumi punggung tangan Kaira
Kaira beralih ke Pasha lalu memeluk suaminya dengan lemas, pasha mencium sayang puncak kepala Kaira.
"bertahanlah sampai anak kita lahir ya..? aku takut terjadi sesuatu nantinya..! ". bujuk Pasha
Kaira mengangguk saja.
"anak kita bagaimana..? "
"tadi Panji bilang akan mengantar Nova dan Dylan ke mansion...! ". jawab Pasha
Kaira mengangguk, "pasti mereka senang kalau dibawa ke rumah Ella..! "
"kita bawa mereka..! " jawab pasha enteng
__ADS_1
Kaira menjatuhkan rahangnya, saat Pasha langsung berteriak meminta pilot mereka ke sekolah Nova dan Dylan helikopter mendarat sempurna di halaman sekolah Nova dan Dylan.
suara Helikopter membuat anak-anak sekolah berhamburan keluar kelas.
Nova yang sangat tau itu helikopter MattGroup pun segera menarik kakaknya berlari ke halaman upacara mereka.
para guru dan kepsek langsung memberi hormat dadakan ke Pasha dan Kaira, Panji, Mars, kedua pengawal Nova dan Dylan juga ikut memberi hormat.
Kaira yang malu saat ini dengan kegilaan suaminya yang bawa helikopter hanya dikota ini saja padahal tidak keluar kota.
"daddy...? ". nova berlari riang dengan tawa menggemaskannya.
Pasha langsung menggendong tubuh putri kecilnya memutarnya di udara, rambut Nova berkibar karna baling-baling helikopter.
"ada apa lagi ini mommy...? ". tanya Dylan mendongak ke Kaira
Kaira menggeleng kepalanya memeluk Dylan dari samping, tidak bisa dari depan karna perutnya.
"mommy minta antar ke rumah Onty Ella tapi biar jangan kena macet daddy mu menggunakan helikopter.! ". jawab Kaira mendengus sebal ke Pasha yang tengah mencium sana-sini wajah Nova yang imut.
Dylan mengangguk setuju dengan kegilaan daddynya.
"hei.. kenapa kamu sangat setuju ide gila daddymu sayang..? ". tanya Kaira dengan kesal menatap Dylan yang malah mengerti alasan Pasha
"perut mommy udah besar..! kata dokter, mommy udah dekat dengan kelahiran kan nggak lucu ditengah kemacetan mommy kesakitan dedeknya mau keluar! ". jelas Dylan dengan jujur
DEG...!
Kaira beralih ke Pasha,
"jadi itu alasannya..? ya Tuhan..! kenapa otakku jadi sempit kayak otak udang, aku malah mengira suamiku sedang memamerkan kekayaannya dan sekaligus takut ada yang menghadang kami dijalan ..! ". batin Kaira dengan raut wajah merasa bersalah..l
"bubar..! ". perintah Mars
semua guru dan Kepsek segera membubarkan diri sesekali mengintip keharmonisan keluarga kecil Pasha, betapa manisnya keluarga itu..
Kaira bicara sebentar dengan Mars, Panji dan kedua pengawal sikembar.
"kita kemana daddy... ?". tanya Nova melingkarkan tangan kecilnya di leher Pasha
"kita ke rumah aunty Ella!". jawab Pasha
Pasha mendekati Kaira, Nova mencium pipi Kaira dibalas senyuman manis Kaira.
"horeee...! ayo ketemu aunty. !" riang Nova
Pasha menaikkan Nova terlebih dahulu ke dalam helikopter barulah ia kembali menuntun istrinya naik juga, sedangkan Dylan jalan begitu santai tak perlu di tuntun ia bisa masuk sendiri naik helikopter daddynya.
Tas Dylan dan Nova di bawa oleh Riska dan Katrina naik mobil mereka kembali ke Mansion, Two the Xylver pun berputar haluan kembali ke perusahaan, sebab sikembar bersama Pasha dan Kaira sudah pasti aman kalau udah bersama sang bos Mafia
.
.
.
__ADS_1