
Kini Mely, Kaira dan kedua anak kembarnya berada di Mol MattGroup.. Kaira dan Mely dikawal 5 pengawal perempuan.. Riska dan Katrina hanya bertugas menjaga Nova dan Dylan.. dan 5 lainnya akan bekerja sesuai perintah Pasha.. sesuai perintah Pasha mereka ber7 melindungi keluarga terkasih Pasha..
"mommy...? " panggil Nova mendongak ke Kaira
"kenapa sayang...? " Kaira langsung menghentikan laju jalannya dan bertumpu pada lututnya menyamakan tinggi badannya dengan Nova
"nanti Nova boleh main kan..? ". tanya Nova hati-hati
"main apa..? " tanya Kaira yang tau permainan anak-anaknya itu hal-hal ekstrim..
"mandi bola". cengir Nova
"mandi bola..? permainan apa itu...? " beo Kaira tak mengerti
"ayo mommy...! Dylan tunjukin". Dylan menarik tangan Kaira
Mely hanya mampu tersenyum mengekori kemanapun cucu-cucunya pergi pengawal mereka pun juga mengikuti tanpa berkomentar lebih tepatnya tidak berani juga.
tibalah Kaira dan yang lainnya di sebuah permainan mandi bola yang sangat ramai.
"ini permainannya..? " tanya Kaira
"Umay..! Arla " perintah Mely pada pengawal pribadi Kaira
"siap menunggu perintah Nyonya !" balas Umay dan Arla
"kosongkan permainan ini.. katakan pada mereka penerus MattGroup ingin bermain sepuasnya..! " perintah Nyonya Mely ..
Kaira tercengang mendengar perintah Mely, "mah.. ?"
Nova dan Dylan saling pandang dengan raut wajah polos mereka tak mengerti kenapa Granma nya mengosongkan permainan ini.
Mely tersenyum ke arah Kaira.
"baik Nyonya". jawab kedua nya kompak langsung pamit undur diri menjalankan perintah Mely.
"mama cuma mau Nova dan Dylan main sepuasnya tanpa ada yang mengganggu mereka". jawab Mely dengan lembut..
"tapi nova bisa main sama mereka granma". selah Nova dengan rengutan khasnya.
"sayang...! kamu tau kan Granma sangat menyayangi kalian..? bagaimana jika ada yang berniat buruk sama kalian? granma tidak bisa melihat kalian terluka walau sedikit saja". kata Mely dengan nada semenyedihkan mungkin hingga Nova jadi merasa bersalah memeluk Mely.
__ADS_1
"maafkan Nova Granma..! Nova main sama kak Dylan aja ya..? granma jangan sedih ya..? ". bujuk Nova yang polos
Dylan hanya tersenyum tipis tanpa berkomentar ia tau granma nya melakukan apapun pasti demi kebaikan mereka, apalagi daddy mereka orang yang sangat berkuasa sudah pasti banyak musuh.
"terimakasih sayang...! mainlah.. Granma akan minta pertemuan teman-teman granma disini aja". ujar Mely menangkup pipi tembem Nova yang merasa bersalah
Seketika raut wajah Nova berbinar semangat, "terimakasih granma...! "
Kaira hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, terkadang ia bingung sendiri dengan sikap semua keluarga Melviano yang selalu memberi perintah suka-suka aja mentang-mentang berkuasa.
tak berselang lama permainan bola itu kosong, semua anak-anak pergi dari situ dengan raut wajah murung Kaira tak bisa apa-apa,,
"nggak.. nggak.. aku nggak boleh goyah.. anak-anakku bisa saja dalam bahaya kalau salah satu dari mereka ada yang berniat buruk pada anak-anakku...! cukup sudah semua pelajaran yang ku alami saat di resraurant Nolan Food.. !!".batin Kaira menggeleng-geleng kepalanya
Kaira berusaha menepis rasa kasihannya, benar apa yang dikatakan Matt sebelum mereka keluar dari mansion..
"nak.. kamu harus menuruti apapun yang dilakukan Mama mu ya..? kamu harus bisa menepis rasa kasihanmu.. jangan sampai kamu memberi belas kasihmu pada orang yang salah...! dunia kami nggak ada rasa belas kasih karna itu hanya membuat kami menyesal... " peringatan Matt sebelum mereka berangkat..
alhasil lantai permainan mandi Bola tutup karna sudah ada yang menyewa tempat itu Umay dan Arla kembali menjaga Kaira, yang lainnya berjaga melindungi Nova dan Dylan yang sedang bermain mandi bola.
mereka main berdua sudah seru, sesekali Dylan mengejar adiknya yang berlari kesana-kemari ditengah banyaknya bola di sekitar mereka..
"jangan terlalu keras sama adikmu sayang". teriak Kaira
"siap mommy...! " jawab Dylan
"kakak..!! Aaakh...! ahahaha... ampun.. kakak.. Nova geli.. aaakkkhk". Nova tertangkap dan digelitiki oleh kakaknya.
Kaira dan Mely tertawa lepas melihat perang adik kakak itu.
Nova berusaha melawan kakaknya dengan melemparinya bola dengan tawa ceria nya di sekolah mereka juga selalu bermain berdua tidak ada yang mau berteman dengan mereka karna terlalu berkuasa dan di segani sebab status Nova dan Dylan yang tak biasa..
"ayo sayang...! " ajak Mely
Kaira terharu melihat tawa Dylan yang sangat lepas seperti anak seumurannya biasanya Dylan bertingkah dewasa dan arogan sekarang Kaira hanya melihat Dylan yang berumur 7 tahun sesuai dengan tingkah anak seumuran nya.
"kenapa menangis sayang..? " tanya Mely khawatir..
"Kaira senang aja melihat tawa mereka mah, terutama Dylan". jawab Kaira menghapus air matanya.
Mely tersenyum..
"sayang...! Dylan anak yang cerdas dia anak laki-laki yang memiliki jiwa tanggung jawab besar dimasa depan .. karna kamu dan Nova perempuan tidak ada yang melindungi maka Dylan bertingkah seperti pelindung kalian...! dia tanpa sadar menjadi tulang punggung kalian. ..sekarang sudah ada Pasha yang melindungimu pasti dylan tau tanggung jawabnya adalah menjaga adiknya supaya senang walau tidak ada teman .! "
Kaira menangis memeluk Mely..
"kenapa dia tidak bertingkah seperti ini sejak dulu mah..? Kaira bisa kok membiayai mereka tapi mereka tidak mengizinkan Kaira bekerja..! Kaira juga tidak pernah memakai uang mereka untuk kesenangan Kaira".
__ADS_1
"itulah istimewa anak-anakmu sayang kamu berhasil membuat mereka memiliki rasa tanggung jawab yang begitu besar sejak kecil.. diluar sana anak seusia mereka sibuk belanja mainan dengan uang orangtua mereka tapi Nova dan Dylan malah mandiri membeli sesuatu dengan penghasilan mereka sendiri... mamah bangga padamu nak...! mama yakin Nova dan Dylan bisa memikul tanggung jawab meneruskan MattGroup kedepannya".
Kaira membenarkan apa yang Mely katakan tentang anaknya dimana anak lain heboh minta ini dan itu menghabiskan uang orangtua nya tapi Nova dan Dylan malah membeli sesuatu dengan penghasilannya sendiri Kaira tidak tau harus sedih atau senang dengan hal itu.
Kaira menghapus air mata haru nya Arla dan Umay memang mengakui kehebatan Kaira membesarkan Nova dan Dylan hingga bisa bersikap sopan pada orang yang lebih dewasa dari mereka bahkan meminta bantuan pun begitu sopan hingga semua anggota the Xylver sangat menghormati dan menyayangi kedua anak kembar itu padahal status mereka hanya di telapak kaki Nova dan Dylan.
"umay apa ada tisu..? " tanya Kaira
"ada Nyonya". Umay mengeluarkan tisu di balik jas kerja nya..
Kaira mengelap air mengalir di hidungnya Mely hanya bisa menahan tawa dengan tingkah menggemaskan Kaira.
Arla juga mengulum senyumnya, sungguh jika diizinkan mereka semua rela mengapdikan diri menjaga Kaira seumur hidup mereka.
"Nyonya mereka sudah datang...! " selah Anire pengawal mereka..
"siapkan semuanya..! kita akan berkumpul disini..! " perintah Mely
"baik Nyonya". jawab Anire (Rere).
.
.
7 pengawal wanita :
1. Riska
2. Katrina (Rina)
3. Umay
4. Arla
5. Anire ( Rere)
6. Nisa
7. Wati
.
.
dukung Author terus ya sayang-sayangkuh...
😘😘😚
__ADS_1
.