
Kaira penasaran apa yang akan dikatakan Pasha, sebab Kaira hanya anak panti ia juga tidak mengerti kenapa hanya dirinya yang bisa mengandung anak Pasha.
"karna dia juga perempuan istimewa...!" jawab Pasha melihat ke arah Arabela dan Lexy
Arabela tersenyum ke arah Pasha..
"perempuan istimewa..? " gumam-gumam semua orang
masih banyak pertanyaan di benak semua tamu undangan tapi siapa yang berani bertanya lagi nanti perusahaan mereka atau usaha mereka akan hancur dalam hitungan menit jika menyinggung Kaira apalagi Pasha terlihat sangat menyayangi Kaira.
"mommy kami adalah putri bangsawan Kota A.!". seru Dylan dengan santai
Kaira melebarkan matanya..
"Kamu ngomong apa sayang...? " tanya Kaira ke Dylan berbisik menjauhi Mic nya.
"putri bangsawan kota A...? " beo semua orang dengan linglung.
"iya...mommy kami adalah putri bangsawan jadi mommy kami wanita istimewa, nenek...!!! ayo beritau mereka semua!". Nova menjawab sambil memanggil Arabela
Pasha menarik nafas lega, ia belum ada keberanian mengatakan siapa Kaira tapi saat Dylan dan Nova yang menjelaskan hatinya terasa lega.
Kaira yang terlihat bodoh disini, ia tidak tau apa-apa tentang siapa keluarga aslinya sebab Kaira hidup di panti sejak bayi.
Arabela dan Lexy berjalan dengan aura bangsawan mereka, bagai patung berdiri semua tamu undangan mata Kaira makin melebar sempurna melihat Arabela, jujur Kaira tidak bisa melupakan wanita yang mengaku sebagai ibunya.
"silahkan ibunda..! " Pasha menyerahkan Mic nya ke Arabela
Arabela mengucapkan terimakasih pada Pasha, lalu mulai menyapa tamu undangan, Lexy mendekati Kaira.
Kaira mematung ditempat, dengan gugup Kaira memberikan Mic nya Lexy memberanikan diri mengelus kepala Kaira, Kaira memejamkan matanya merasakan elusan itu seperti semua kerinduan Lexy tersalurkan pada Kaira hingga air matanya menetes begitu saja.
Rani dan Ella menganga lebar, orangtua Pasha hanya mampu tersenyum.
"kamu tumbuh dengan baik nak..! " ucap Lexy dengan berkaca-kaca
Arabela menceritakan bagaimana Kaira bisa hilang dari mereka, Lexy juga menceritakan kehidupan mereka setelah kehilangan putri mereka.
Nova memeluk Kaira sebisanya, Dylan juga memegang tangan Kaira supaya kuat menerima kebenaran ini, Pasha mendengarkan cerita Arabela secara langsung benar apa yang dikatakan Dylan dan Nova tidak ada seorang ibu yang mau membunuh anaknya sendiri..
"mommy kaget...? " tanya Dylan mendongak ke Kaira
Kaira menoleh ke Dylan..
"bagaimana kalian tau semua ini sayang? bahkan mommy tidak menyangka masih memiliki keluarga".
"yang berusaha memisahkan mommy dengan nenek Ratu itu adalah adik kandung nenek sendiri yang bernama Anabela, dia mengganti mommy dengan anak kucing, sekian tahun lamanya nenek berpura-pura sakit barulah nenek tau pelaku yang membuat mommy berpisah dengan nenek.. !"
Kaira meneteskan air matanya, selama ini ia mengira orangtuanya udah tidak ada tapi tak disangka orangtuanya masih hidup bahkan hidup dengan penderitaan setelah berpisah darinya.
"lalu kemana adik ratu nak..? " tanya Kaira
__ADS_1
"udah nggak ada mommy..! kejahatannya sudah terbongkar jadi di hukum mati". jawab Nova
Kaki Kaira melemas seketika beruntung Pasha cepat menangkap tubuh Kaira, ia tidak mau kandungan Kaira kenapa-napa.. Dylan dan Nova juga membantu Kaira dengan mendudukkan Kaira di kursi pengantin.
"kamu kenapa sayang...? " tanya Pasha khawatir
Kaira menggeleng kepalanya.. "kaki aku lemas aja..! "
"Nova bakal ambilin air ya mommy". izin Nova
"Dylan sayang..! jaga adikmu nak". pinta Kaira dengan serius
Dylan mengangguk lalu mengikuti adiknya, Nova memang bisa beladiri tapi tangan Nova tidak boleh terluka,, bagi seorang hacker tangan adalah segalanya.. itu sebabnya Pasha dan Kaira selalu meminta Dylan menjaga adiknya.
"apa kamu stress sayang? jangan stres ya..? aku nggak mau kamu dan anak kita kenapa-napa". Pasha mengusap tangan Kaira dengan khawatir sekaligus merasa bersalah
"kenapa kamu nggak bilang dari awal..? " tanya Kaira dengan serius.
"aku ingin memberitaumu tapi aku takut kamu akan pergi dariku... apalagi kamu sedang mengandung
aku makin takut memberi taumu...! kata dr. Ades dan dr. Haura kamu nggak boleh stres... !"
Kaira menarik nafas berat, ia juga tidak bisa menyalahkan Pasha yang takut kehilangan nya.
"aku tidak akan meninggalkanmu Pasha..! kamu tau sendiri kan aku mencintaimu..? aku memang tidak mengatakannya apa menurutmu aku akan pergi darimu walaupun aku tau siapa keluargaku..? "
Pasha berkaca-kaca dan beberapa kali mengatakan Maaf, alhasil Kaira tidak tega dan memberi Pasha sebuah pelukan.
darah biru mengalir di tubuh Kaira.
.
.
"apa bunda boleh memelukmu nak..? " tanya Arabela berkaca-kaca
Kaira perlahan mengangkat gaunnya dan mendekati Arabela dengan kikuk, jujur saat Arabela mengatakan dirinya adalah anaknya hanya satu keinginan Kaira, ingin wanita didepannya menjadi ibu kandungnya walaupun pakaiannya aneh tapi dipeluk Arabela saat itu sangat menggetarkan hatinya.
Arabela memeluk Kaira, Lexy mengusap air matanya. sekarang Lexy tak menginginkan apapun hanya satu hal yang ia mau, yaitu hidup di kota ini dengan putri serta cucu-cucunya.
"kakek..? " sapa Nova menarik baju Lexy
Lexy menoleh kebawah, ia segera berdiri dengan lututnya menyamakan tinggi badannya dengan Nova.
"coba panggil sekali lagi sayang...? " pinta Lexy
"kakek.. !" panggil Nova lagi dengan senyum lebarnya.
"sekarang Nova punya 2 kakek dan 2 nenek.. hanya saja satu manggil granma dan Granfa menurut nova sama aja sih". celoteh Nova
Dylan hanya menggeleng kepalanya dengan celotehan adiknya itu di manapun bibir mungil itu akan selalu berceloteh.
__ADS_1
Lexy tertawa dengan air matanya menetes ia memeluk Nova sekian tahun ia kehilangan putri nya sekarang saat bertemu Lexy bertemu dengan cucunya sungguh penantian yang tak sia-sia..
cukup lama acara lepas kerinduan mereka diatas panggung, sekarang acara telah dilanjutkan, tak ada lagi kesedihan itu.
Lexy berbincang dengan Matt bertemu rekan bisnis Matt, begitu juga Arabela bersama Mely..
"kamu senang sayang...? " tanya Pasha memegang tangan Kaira
Kaira beralih ke Pasha lalu menyandarkan kepalanya di bahu Pasha, Pasha yang melihat tingkah manja istrinya makin gemas hingga mengecup berkali-kali puncak kepala Kaira.
"makasih ya atas segalanya..! hatiku sangat senang karna masih memiliki orangtua".
"sejak kamu datang ke pesta malam itu dan bertemu dengan Nova dan Dylan sudah membuatku curiga kamu bukan wanita sembarangan sayang, itu sebabnya aku sangat menghormatimu..! ". ujar Pasha dengan lembut.
Kaira terkekeh mengingat malam itu..
"aku nggak nyangka pesta malam itu untuk menangkap kami...! dan bodohnya aku malah masuk dalam perangkapmu".
"pasti ada alasan kenapa kamu mau datang ke acara ku malam itu.. iyakan..? "
Kaira mengangguk membenarkan..
"aku ingin sekali membawa Nova dan Dylan ke acara besar..! biasanya nggak boleh bawa mereka, lagian saat itu aku yakin kamu tidak akan mengingatku apalagi aku pakai cadar..! "
"kami sudah tau kebenarannya maka nya membuat acara besar malam itu untuk menangkapmu sayang".
Kaira mendengus kesal..
"siapa suruh kamu membunuh temanku".
"Sudah aku bilang dia bukan temanmu sayang". ralat Pasha tak suka Kaira menyebut Nayna teman.
kaira hanya balas dengan senyuman manisnya, Pasha mana bisa marah kalau Kaira udah menunjukkan jurus andalannya itu.
"sebentar lagi akan ada acara temu dengan rekan-rekan bisnisku, ingat jangan tersenyum pada mereka!" peringatan Pasha
"kenapa aku nggak boleh senyum..? nanti dibilang sombong lagi.. "
"senyummu terlalu cantik.. yang ada rekan-rekan bisnisku jatuh cinta padamu..!! " jelas Pasha dengan posesifnya memeluk pinggang Kaira
Kaira tertawa melihat raut wajah Pasha yang sedang cemburu membayangkan rekan bisnis Pasha jatuh cinta padanya.
Trio the Xlyver tadinya syok saat tau siapa Kaira pantas saja Kaira bisa memiliki anak seperti Dylan dan Nova.. belum lagi Dylan yang sangat kuat ternyata darah Raja Kota A mengalir di tubuh Kaira hingga memiliki Anak kuat seperti Dylan.
sekarang Trio the Xylver berbincang hangat dengan tamu undangan Pasha dan Kaira.. sesekali mereka melihat ke arah Dylan dan Nova seolah menjaga tuan kecil dan nona kecil mereka.
ketujuh pengawal perempuan the Xylver menjaga Nova dan Dylan dengan penyamaran mereka,, mereka ditugaskan menjaga sikembar hal itu sebenarnya membuat Dylan tak nyaman, tapi bisa apa kalau Kaira udah memberi perintah..
.
.
__ADS_1