
"apa aku salah bicara..? " tanya Kaira mendongak ke Pasha
Pasha menggeleng kepalanya.
"Jika kamu bukan perempuan biasa apa kamu akan meninggalkanku sayang? demi pria lain..? "
Kaira mengerutkan keningnya. "kenapa kamu bertanya seperti itu Pasha..? "
"apa kamu nggak bisa jawab..? aku selalu mengatakan kalau aku mencintaimu sayang tapi aku belum pernah mendengarmu mengatakan hal itu padaku.. kamu benar nggak pernah mencintaiku..? " tanya Pasha dengan raut wajah yang terlihat menyedihkan..
Kaira menghela nafas panjang..
"aku fikir kamu pria yang sangat pintar Pasha, itu sebabnya anak-anakku sangat pintar tapi nyatanya kamu hanya pria bodoh..! "
"apa kamu bilang sayang ? kenapa kamu bilang aku bodoh? ". gemas Pasha mengeratkan pelukannya hingga Kaira tertawa di pelukan Pasha.
"dengarkan aku suamiku " pinta Kaira berusaha menjelaskan alasannya.
Pasha menyandarkan dagunya di bahu Kaira. "ayo jawab kenapa kamu nggak pernah bilang mencintaiku..? "
"Pasha kamu lihat bintang dilangit itu...? " Kaira menunjuk langit yang penuh bintang
Pasha mendongak..
"kenapa jadi bintang sayang? aku minta jawabanmu..! bukan disuruh melihat bintang.. "
Kaira menepuk jidatnya sendiri ia berusaha untuk sabar lalu berkata,
"mata biru mu menatapku sangat lembut Pasha, kamu tau apa yang membuatku senang..? "
Pasha mulai serius mendengar perkataan Kaira
"apa..? "
"mata biru mu seperti warna samudera, kamu menatapku dengan lembut itu sama seperti laut biru yang penuh bintang.. begitulah caraku menilai saat kamu menatapku.. !" jelas Kaira
Pasha menggaruk kepalanya yang tak gatal..
"apa maksudnya ? langit berbintang kan dilangit sayang..? bagaimana bisa ada di laut ?"
"Pasha...!! " kesal Kaira
"iya sayang..! coba jelaskan.. " cengir Pasha
"itu hanya perumpamaanku yang artinya aku senang melihatmu menatapku seperti itu.. cinta itu nggak harus diungkapkan dengan kata-kata Pasha.. aku menyerahkan tubuhku padamu itu artinya kamu sudah ada dihatiku! apa aku harus mengatakan cinta padamu..? menurutku kata cinta nggak akan mengenyangkan perutmu bukankah yang kamu mau tubuhku..? iya kan..?". desis Kaira dengan senyum manisnya tapi tatapannya terlihat kesal.
Pasha akhirnya mengerti ia langsung memeluk Kaira dengan sayang.
"aku minta maaf sayang..! aku memang bodoh kalau masalah hati.. ". ucap Pasha dengan senangnya seperti menang lotre berkali-kali.
Kaira tersenyum dipelukan Pasha..
"aku akan buktikan cintaku padamu Pasha dengan buah hati kita disini...! " Kaira mengambil tangan besar pasha dan meletakkannya diperut datarnya.
hati pasha terasa mau meledak dengan ribuan kupu-kupu saat ini, ia langsung menggendong Kaira dan membawanya ke ranjangnya, Kaira hanya berwajah datar sebab sudah tau apa yang akan terjadi padahal mereka baru aja melakukannya tadi sebelum melihat bintang dilangit.
ke esokan paginya..
Kaira terbangun terlebih dahulu hal pertama yang ia lihat adalah Pasha yang tengah terlelap dengan rambut terlihat acak-acakan.
__ADS_1
"suamiku benar-benar sangat tampan.. aku benar tidak menyangka akan kembali ke cinta pertamaku.. dan lucunya Pasha lah yang berjuang mendapatkan hatiku...! "
"entah kapan rasa cinta itu muncul Pasha.. aku merasa cinta itu hadir saat kamu rela mempertaruhkan nyawamu masuk dalam kobaran api itu..! tapi hatiku terlalu takut mengakuinya... itu sebabnya aku selalu melawan mu karna aku takut mencintaimu Pasha..! kamu terlalu berbahaya.. "
Kaira terus saja mengoceh dalam hati, ia masih menatap setiap inci wajah Pasha, wajah yang sangat ia kagumi saat Kaira menjadi pembantu di mansion ini.
tangan Kaira mulai meraba alis tebal pasha,hidung dan bibir merah Pasha, Kaira tersenyum lebar menatap wajah itu.
Pasha membuka matanya dan Kaira terbelalak seperti seorang pencuri yang ketangkap basah begitulah tingkah Kaira saat ini.
Pasha tersenyum gemas lalu mengecup kening Kaira.
"jam berapa sayang..? " tanya Pasha masih asik mengendus wangi rambut Kaira.
Kaira tersenyum malu dipelukan Pasha.
"jam setengah 4 "
"cepat sekali..? " tanya Pasha
kaira tersenyum..
"apa kamu mau kita beribadah bersama..? "
Pasha terdiam.
"ya udah kalau kamu nggak mau..! aku mandi dulu ya...? " izin Kaira hendak turun dari ranjangnya tapi Pasha menahan tangan Kaira
"kenapa..? " tanya Kaira
"apa aku pantas menyembahNya..? aku banyak dosa dengan membunuh orang, aku juga membuat istriku sebelumnya meninggal karna ulahku sendiri.. "
"apa kamu fikir aku perempuan mulia dan suci Pasha...? di dunia ini banyak macam dosa yang dilakukan manusia.. Allah mengampuni dosa apapun tapi 1 yang ia benci yaitu murtad..! jangan pernah berpaling dariNya..! "
"kita semua nggak berani mengharapkan surga Nya Pasha tapi kita hanya menyembahnya,, dosa apapun itu pasti akan ada balasan nantinya Pasha, tapi jangan mentang-mentang kita banyak dosa kita tidak mau menyembahnya, istilah gali lubang tutup lubang bukan? walau dosa lebih banyak setidaknya kita masih punya amalan lainnya..? iya kan? "
semua perkataan Kaira membuat hati Pasha terenyuh,
ia langsung memeluk Kaira.
"ayo kita beribadah..! aku sudah menghafal bacaan sholat.. aku janji akan berubah, tapi aku tidak akan diam jika keluarga kecilku dalam bahaya".
Kaira tersenyum..
apapun yang Pasha katakan sudah membuatnya senang, Kaira bisa merubah Pasha sedikit lebih baik walaupun dirinya sendiri belum cukup baik..
.
.
.
Pasha ada di perusahaannya dengan raut wajah terlihat lebih bercahaya, hati Pasha merasa tenang setelah menjalankan ibadah seperti yang diajarkan Kaira.
"tuan muda..? " sapa Mars dengan sopan
"ucapkan salam lain kali ya..? " perintah Pasha dengan serius.
"salam? " gumam Mars
__ADS_1
Pasha menjelaskannya, mars membulatkan matanya apa yang terjadi dengan boss mafia yang dikenal Kejam ini barusan mengajarinya tentang agama.?
"sudahlah, katakan apa yang mau kamu sampaikan? " tanya Pasha dengan malas.
"hmm.. itu ada yang mulia ratu Arabela dari Kota A ada di ruang tunggu..! " jawab Mars tergagap.
Pasha langsung berdiri dari duduknya, "ibunda ratu..? "
Mars tak mengerti mengangguk-ngangguk mengerti aja padahal tak tau apa-apa.
Pasha membenarkan baju formalnya dan dasinya.
saat tiba di ruang tunggu istimewa Pasha berdehem pelan menetralisir rasa gugupnya, baru kali ini Pasha merasakan gugup, biasanya bertemu Raja dari negara lain pun tak pernah segugup ini.
"apa karna ini menyangkut Kaira..? " tebak Pasha
Pasha mengetuk pintu terlebih dahulu barulah masuk ke ruangannya, Arabela berdiri dari duduknya dan tersenyum tulus.
"salam hormat saya ibunda". ucap Pasha menundukkan kepalanya dengan sopan ke Arabela
seumur hidup Pasha tidak pernah seperti ini tapi demi Kaira ia rela menurunkan ego nya.
"peluk bunda nak..? " Arabela merentangkan tangannya.
Pasha menatap mata Arabela yang terlihat berkaca-kaca, Pasha mendekati Arabela lalu wanita bangsawan itu memeluk Pasha dan menangis dipelukan Pasha.
"besok adalah hari resepsi pernikahan kalian, bunda sudah menangkap dalang yang menyebabkan perpisahan bunda dengan putri bunda.. bisa kami memberi tau siapa Kaira didepan semua tamu undangan kalian nantinya..? "
Pasha tersenyum tipis..
"bunda sudah menangkap wanita itu..? "
Arabela mengangguk-ngangguk pelan.
Pasha menghela nafas lega,
"bunda bergerak lebih cepat dari perkiraan Pasha.. "
Arabela tersenyum
"tentu saja..! bukti yang kamu berikan sudah sangat bisa menjatuhkannya...! ini semua berkatmu nak.. terimakasih banyak.. "
"bunda terlihat pucat..! apa bunda terlalu memaksakan diri..? " tanya Pasha dengan serius
Arabela menangkup pipinya sendiri.
"tunggulah di ruangan Pasha bunda.. Pasha akan bawa cucu-cucu bunda kemari". pinta Pasha sambil melihat jam tangannya..
DeG!!
.
.
.
perbaikan penulisan biar jangan banyak spasinya ya?, Fighting...!!
.
__ADS_1
.