
seperti biasa setelah melakukan hal ekstrim Pasha membawa Kaira ke rumah sakit dan hasilnya tetap sama, istri dan anak dalam kandungannya baik-baik aja.
Pasha sampai di buat heran dengan semua itu, ia khawatir dengan Kaira tapi anaknya di dalam perut Kaira membuatnya sakit kepala.
beberapa hari ini Pasha bahkan bekerja di mansion, tugas Ramzi lah yang akan mengantarkan berkas-berkas penting perusahaan ke mansion..
"bagaimana keadaanmu sayang...? " tanya Pasha
Kaira yang sedang di balkon menoleh, semilir angin membuatnya terlihat sangat memukau, rambut Kaira yang sudah sangat panjang, bergelombang terlihat indah.
"aku baik-baik aja..! " jawab Kaira sambil tersenyum lalu kembali melihat bintang di langit.
Kaira memainkan kalung pemberian suaminya..
"apa kamu marah sayang...? " tanya Pasha duduk manis di samping Kaira
Kaira menggeleng kepalanya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Pasha. .
"aku tau permintaan aku sangat aneh, tapi aku nggak bisa mencegah keinginanku..! " keluh Kaira mengelus perut datarnya.
Pasha mengecup puncak kepala Kaira, "aku akan menjagamu sayang..! "
"aku ingin mengandung dengan cara yang normal seperti ngidam mangga, makanan dan lainnya.. aku juga nggak mau ngidam aneh..! aku yakin nggak akan ada yang percaya kalau semua yang aku lakukan adalah kemauan anakku..! " curhat Kaira
Pasha tersenyum lembut merangkul bahu Kaira, Kaira memejamkan matanya di dada bidang Pasha.
"aku percaya sayang..! mereka yang diluar sana ngidam biasa karna anak mereka normal.. !" ujar Pasha
"jadi maksudmu anak-anakku nggak normal..? " sambar Kaira
Pasha gelagapan lalu menggeleng-geleng kaku kepalanya, Kaira menarik nafas dalam-dalam.
"2 kali aku mengandung dan anak dari pria yang sama.. bagaimana bisa anakku nggak normal..?
daddy nya aja nggak normal " gerutu Kaira menatap suaminya dari ujung rambut ke ujung kaki.
Pasha mengulum senyum manisnya.
"tampannya boleh lah, mata birunya juga boleh di tiru tapi kalau kelakuannya jangan..! " celoteh Kaira seolah bisa mengatur gen anaknya sendiri.
"aku mau anakku mirip denganku..! " Kaira mengelus-ngelus perutnya.
"Nova dan Dylan mirip denganmu sayang! " seru Pasha
"jangan mengejekku Pasha.. semua orang di negara E bilang nggak ada 1 kemiripan ku dengan anak-anakku semua gen mu menang di anak-anakku.. mata birunya, kejeniusannya.. ck... nggak ada yang mirip denganku, padahal mereka anakku...! "
"juga anakku sayang..! " kekeh Pasha mengusap pipi Kaira dengan sayang..
Kaira mendengus kesal, "anakku...! "
"anakku juga...! " goda Pasha
"mereka anakku bukan anakmu..! " kekeuh Kaira dengan pelototan tajamnya.
Pasha menggaruk kepalanya yang tak gatal..
__ADS_1
"mode apa lagi ini..? " batin Pasha
dengan sabar Pasha berkata..
"kalau bukan aku yang membuatnya dari mana datangnya anak-anak kita sayang..?"
pipi Kaira memerah seperti tomat saja mendengar perkataan Pasha, ia yang gemas mengusap pipi Kaira yang panas itu.. Kaira sangat menggemaskan jika seperti itu.
.
"hiks.. hiks.. kau mencuri peraw*n ku.. kau jahat... hiks.. hiks.. aku mau peraw*n lagi.. " isak tangis Kaira tiba-tiba
Pasha di buat panik 7 keliling, ia berusaha membujuk istrinya tapi yang membuat Pasha tak percaya adalah Kaira ingin kembali jadi gadis, siapa yang bisa mengubahnya..?
Kaira terus saja menangis hingga Pasha frustasi sendiri..
"sayang.. apa kamu mau membunuh Nova dan Dylan..? " tanya Pasha yang sudah buntu
tangis Kaira terhenti seketika, ia sesegukan menatap Pasha, pria nan tampan itu mengusap air mata Kaira.
"Kalau kamu kembali jadi gadis apa kamu mau mencampakkan Nova dan Dylan karna mereka adalah malaikat-malaikat kecil kita, iya kan? " tutur Pasha dengan lembut
"nggak mau". Kaira menggeleng-geleng kepalanya
"apanya nggak mau sayang..? " tanya Pasha dengan penuh kesabaran
"aku nggak mau kembali jadi gadis... aku juga nggak mau membuang anak-anakku, enak aja suruh buang ! aku membesarkannya dengan penuh cinta kau tau itu".
Pasha lega mendengarnya, beruntung istrinya tak minta kembali jadi gadis, siapa yang bisa mengubahnya mungkin hanya dokter luar negri tapi gunanya untuk apa? Kaira kan istrinya, buat apa malu mengakui diri kalau udah tidak gadis.. toh yang merampas darah peraw*n istrinya adalah diri Pasha sendiri.
"keras ya..? bisa di pukul pake batu nggak? "
Pasha menjatuhkan rahangnya, "mau mencobanya..? "
"nggak..! " nyengir Kuda Kaira
Pasha memasukkan tangannya ke dalam perut kaira dan mengelus-ngelus pusat istrinya hingga Kaira merasa tubuhnya tersengat listrik.
Kaira menatap Pasha dengan sendu dan Pasha bernafsu, ia memang menahan hasratnya demi anak dalam kandungan Kaira, tapi saat ini Pasha juga terpancing dengan cara belaian tangan Kaira di perutnya.
Pasha menggendong istrinya masuk ke kamar dan melakukan hubungan itu dengan hati-hati,
.
.
tengah malam Kaira terbangun terlebih dahulu, anak di perut Kaira sangat kuat bahkan pasha melakukannya 3 kali tadi tapi sekarang Kaira baik-baik aja kalau perempuan lain mungkin sudah pendarahan,
Kaira membangunkan suaminya,
"Pasha...? suamiku...? bangun...! " rengek Kaira
Pasha perlahan membuka matanya dengan mata menyipit melihat ke arah Kaira.
"kenapa sayang...? " tanya Pasha dengan suara serak.
__ADS_1
"aku mau makan bubur ayam". pinta Kaira
Pasha mengucek-ngucek matanya ia melihat jam dinding menunjukkan pukul 01.17 malam.
"jam segini..? " tanya Pasha
Kaira mengangguk-ngangguk, Pasha menggendong istrinya dan membawanya ke kamar mandi, Pasha tersenyum puas menatap tubuh istrinya.
"apa perutmu terasa keram sayang..? " tanya Pasha
Kaira menggeleng kepalanya.
"sepertinya anak mu sangat kuat, tadi malam kamu sangat buas...! "
"tapi kamu yang lebih buas sayang. " ralat Pasha dengan gemas
Kaira memalingkan wajahnya enggan menatap Pasha wanita mana yang tidak akan menggila dengan kejantanan Pasha.
.
Pasha memasakkan bubur untuk istrinya, setelah puas makan pasha membawa beberapa buah ke kamarnya sambil merangkul Kaira.
Pasha hendak tidur lagi tapi Kaira mencegahnya, "apa lagi sayang..? kan udah makan..! "
"kupaskan kulit jeruk nya.! " rengek Kaira
Pasha beralih menatap tangan Kaira yang tampak normal.
"apa nggak bisa kupas sendiri sayang..? "
"nggak mau..! aku maunya di kupasin olehmu". jawab Kaira cepat
Pasha menggaruk tengkuknya sendiri.
"mau bukain apa enggak..? " tanya Kaira memaksa
Pasha pun mengambil jeruk ditangan Kaira dan dengan sabar membukanya, akhir-akhir ini Pasha jarang tidur yang cukup.
"udah...? boleh aku tidur..? " tanya Pasha
"nggak boleh". tolak Kaira
"aku sangat mengantuk sayang". ujar Pasha dengan memelas.
"nggak ada alasan, kalau kamu tertidur aku bakal kabur..! " ancam Kaira
Pasha tak berkutik lagi saat ini, ia ingin memborgol Kaira tapi pergelangan tangan Kaira tampak memerah mana tega Pasha memborgolnya lagi.
alhasil Pasha menemani istrinya sampai pagi, sudah ada kantung di mata Pasha,
"sepertinya anakku balas dendam karna tadi malam aku melakukan hubungan itu sampai 3 kali..! ". batin Pasha mengusap matanya yang terasa berat.
Pasha bisa merasakan anak yang dikandung Kaira sekarang tengah balas dendam padanya, "spesies apa lagi ini? apa semacam penjinak bom..???atau anakku...? Astagah masih di dalam perut aja udah berani balas dendam". gerutu Pasha membatin
.
__ADS_1
.