Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
pupus harapan


__ADS_3

"tidak apa-apa nak...! ". jawab Mely membenarkan bajunya


"kenapa tante menor mendorong nenek itu..? ". tanya Nova berkacak pinggang.


"kenapa tante ini seperti ondel-ondel di lampu merah itu Aunty..? ". tanya Dylan penasaran


Ella menahan tawanya sekuat tenaga,,


"berani sekali kau mengejekku menor..? apa kau tidak tau ini fashion hah..? ". tanya wanita menor itu dengan marah ke Nova


Kaira memapah Mely lalu duduk ditempatnya tadi..


"ibu duduk disini dulu ya..? ". pinta Kaira mengelus punggung tangan Mely .


"apa kamu punya suami nak..? ". tanya Mely penasaran


Kaira tersenyum lembut saja, ia terlalu malas menjawab pertanyaan seperti itu, sudah tau alasan setiap wanita seumuran Mely menanyakan hal itu pada akhirnya akan di jodohkan dengan anaknya. itu sebabnya Kaira berdiri berbalik dari Mely dan mendekati wanita menor itu


"apa kau tidak diajarkan sopan santun hah..? ". tanya Kaira dengan kesal menuding wajah wanita menor itu..


"apa katamu..? aku mengusir wanita tua itu karna disini udah nggak ada tempat duduk lagi lihatlah baju yang dia pakai sangat murahan, kenapa dia berlagak makan di restaurant ini? aku juga mau makan! apa salah aku mengusirnya hah...? ". bentak wanita menor itu mendekati Kaira dan saling bersitatap tajam satu sama lain..


"nggak harus begitu cara ngusirnya tante ondel-ondel...! ". sahut Dylan dengan polos


karna dikatakan ondel-ondel semua orang yang melihat mereka lalu menertawakan wanita itu,,


"apa kalian tidak tau aku ini simpanan tuan muda pasha..!! ". sombong wanita itu mengaku-ngaku sebagai simpanan pemilik mol ini..


"oh ya..? ".tanya Ella mencibir.


"begitu ya..? disini ada cctv bukan? laporkan saja sikap asli SIMPANAN tuan muda terhormat itu, baru jadi simpanan bukan sebagai nyonya muda keluarga Melviano...! ". suara Kaira menggelegar.


orang-orang makin menertawai wanita itu dan mengejek nya baru jadi simpanan udah belagu, mereka berbisik-bisik wanita itu tak secantik model Elis yang digosipkan dekat dengan Pasha...


"berani nya kalian.. aku akan buat kalian menyesal."


geram wanita itu dengan muka memerah menahan amarah dan geramnya ke Kaira, sikembar, Mely dan Ella..


"nenek nggak apa-apa..? ". tanya Dylan membuka kacamatanya hingga bola mata biru lautnya terlihat jelas oleh Mely.


Nova juga mendekati Mely sambil membawa segelas air putih.

__ADS_1


"ahahaha.. maaf ya..? silahkan kembali ok..? ". Ella menenangkan orang-orang yang menonton mereka tadi..


Kaira tersenyum lembut melihat kebaikan hati anak-anaknya..


Mely melihat kedua anak itu dengan seksama,


"mata kalian sangat jernih seperti biru laut.. ". ucap Mely dengan tulus bukannya menjawab pertanyaan dylan.


"maaf ya bu? mata anak saya memang agak istimewa tapi mereka baik kok ". selah Kaira mengelus kepala anak-anaknya..


"tidak apa nak? bagaimana cara mu bisa mendidik mereka seperti ini? saya bahkan tidak bisa membesarkan anak saya dengan baik hingga jadi pria yang keras hati ". Mely memegang tangan Kaira dengan senyum lembutnya dibalik masker.


Mely mengerutkan keningnya saat merasakan tangan Kaira ada sesuatu,


"aah.. ini cincin pernikahan saya bu.".ucap Kaira yang mengerti kebingungan Mely.


Mely tersenyum miris, memang nasibnya yang malang tidak bisa mendapatkan menantu seperti Kaira..


"di minum nek..! tangan nova udah pegel nih..! ". protes Nova menggoyang-goyang kakinya hingga segelas air itu sedikit tumpah..


Mely tertawa untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun lamanya, bahkan ia lupa kapan dia terakhir tertawa


Dylan terkekeh pelan lalu mengambil tisu bersih lalu mengelap lengan Mely yang kotor


sekali lagi wanita itu tertawa lepas, ia mengelus wajah kedua anak kembar itu dan tersenyum dibalik maskernya..


"nenek berterimakasih pada kalian nak..? suatu saat nenek akan membayar kebaikan kalian.. ". ucap Mely memeluk kedua anak Kaira dengan sayang seperti seorang nenek ke cucunya..


nova dan dylan mematung di tempat merasakan pelukan Mely yang sangat hangat mengalirkan kasih sayang yang tiada tara.. bagi seorang anak kecil sangat tau membedakan mana yang tulus menyayangi mereka dan siapa yang tidak tulus.


"maaf ya bu..? anak saya sangat manja ". selah Kaira mengelus kepala kedua anaknya itu


Ella melanjutkan makannya sambil memperhatikan Mely yang terlihat tulus menyayangi anak-anak kaira itu..


"tidak apa nak..! saya permisi dulu karna saya tidak mau menunjukkan air mata saya pada orang baik seperti kalian.. ". izin Mely lalu segera berlari menjauhi Kaira dan yang lainnya..


Kaira hanya mampu tersenyum, ia juga pernah merasakan hal itu bagi orang lemah sepertinya wajar tak mau menunjukkan kelemahan nya pada orang lain karna tak mau di ejek lemah ..


"ayo kita pulang sayang? mommy udah kenyang..!". ajak Kaira


Nova dan Dylan kompak mengangguk..

__ADS_1


.


.


sementara Mely tiba di mansionnya dan berlari ke ruang sofanya..


"Mah..? mama kenapa..? ". tanya Matt khawatir melihat istrinya tengah menangis..


"aku bertemu dengan seorang Wanita yang sudah memiliki anak yang matanya seperti Pasha.. aku sangat menyukai mereka yang membelaku saat aku menyamar tadi.. tapi aku harus mengubur niatku saat tau dia memiliki suami? hiks.. hiks... aku suka sekali dengan anak-anaknya Pah.. "


Matt terkejut mendengar perkataan Istrinya yang terdengar aneh..


"coba jelaskan bagaimana ceritanya kamu bisa jatuh Cinta pada anak yang baru pertama kali kamu lihat hanya karna bola matanya seperti putramu". pinta Matt dengan serius..


betapa kagetnya Matt mendengar cerita istrinya, bahkan dirinya yang mendengar saja langsung suka dan penasaran apalagi Mely yang merasakan situasi itu..


"kenapa mama pa..? ". tanya Pasha menatap mama nya yang tengah menangis tak biasanya Pasha melihat mama nya menunjukkan air matanya di ruang tamu biasanya kan bersembunyi..


"mama mu bertemu anak kembar dan ibunya di mol kita.. biasalah mamamu suka menyamar jadi orang susah, dan saat anak-anak itu membela mamamu beginilah jadinya.. ". jawab Matt mengelus kepala Mely yang masih menangis begitu menyedihkan..


Pasha menghela nafas panjang


"kenapa nggak mama bawa kemari aja..? "


"mama nggak bisa karna wanita itu sudah punya suami.. ". jawab Mely dengan sedih.


"pasha tidak tau lagi mau ngomong apa..? akhir-akhir ini pasha juga disibukkan dengan kerjaan kantor karna Mars dan Ramzi nggak kerja.. "


"loh..? kenapa mereka..? ". tanya matt


"Ada seorang anak kecil yang sedang tanding di acara khusus ajang perkelahian.. beberapa orang disana bersaksi anak itu mirip dengan pasha, tapi saat pasha meminta anak itu untuk menunjukkan wajah nya mereka malah melawan Ramzi dan Mars sekarang berakhir di rumah sakit"


"apa..? ". pekik Matt dengan bola mata membelalak..


"huufft.. Papa mungkin nggak percaya tapi aku juga bertarung dengan kedua bocah itu pa mereka sangat kuat dan pasha akui jika mereka bersatu menghancurkan 1 Kian Mafia terkuat sekalipun bisa mereka imbangi.. "


"kalian bicaralah.. Mama nggak bisa berpikir jernih. ". selah Mely lalu beranjak dari tempat itu..


hatinya begitu hancur saat kedua anak yang berhasil mendapatkan hatinya sudah memiliki ayah.. bahkan bukan darah daging nya pun dengan senang hati Mely menjodohkan ibu dari anak-anak itu untuk putranya Pasha demi mendapatkan anak-anak Kaira yang hebat itu perilakunya.


"ceritakan bagaimana rincian nya..? papa penasaran ". pinta Matt penasaran tingkat tinggi apalagi anak itu dikatakan mirip dengan pasha

__ADS_1


.


.


__ADS_2