
Reza menatap langit-langit kamarnya,
"sayang? ". panggil Reza pelan
"hmm? ". sahut Rani yang belum tidur
"kenapa kamu mau menikah denganku? ". tanya Reza penasaran
Rani memeluk Reza dengan erat, "bukankah kamu menginginkanku? "
"eh.. i. iya.. tapi kenapa aku? dari sekian banyak pria yang mengejarmu kenapa aku? aku merasa belum ada apa-apanya di banding semua pria yang mengejarmu! ".
Rani tersenyum
"apa kamu mau melepaskanku kalau ada pria yang berusaha merebutku darimu? "
"aku nggak mau". jawab Reza cepat
"itu yang aku suka darimu", jelas Rani mendongak menyandarkan dagunya di dada bidang Reza
"aku mencintaimu karna kamu adalah pria terbaik dari mereka semua..!". sambungnya lagi.
"aku nggak peduli kamu pria sederhana Bebz.. aku hanya mau kamu selalu mencintaiku apapun keadaanku.. cintamu tulus itulah yang aku mau.. Uang? aku bisa minta sama mamah atau kakak karna mereka masih menyayangiku tapi aku masih menghargaimu suamiku... uang yang kamu berikan padaku hanya 10 juta tapi itu sudah membuatku bahagia menerima penghasilanmu padahal uangku juga masih banyak tapi aku malah senang memakai uangmu.. aku juga tau kamu nggak pernah mengambil sepeserpun... "
"ATM yang kamu berikan padaku tabunganmu selama ini kan? karna ingin memberiku hadiah yang sangat istimewa iya kan? "
Reza terbungkam seketika
"aku nggak akan melepaskanmu".
Rani terkekeh
"jadi jangan pernah berpaling dariku..! ", rani mengetuk-ngetuk hidung mancung Reza
Reza mengangguk-ngangguk sebagai jawaban.
"kenapa takut sih? bukankah aku sudah hamil anakmu? kapan kamu berinisiatif sendiri? aku tau kamu belum percaya diri tapi percayalah aku nggak pernah menilaimu serendah itu.. ". Rani memeluk Reza lagi dengan erat
"terimakasih", Reza mencium puncak kepala Rani
Rani mendongak karna itu pertama kalinya Reza duluan yang menciumnya biasanya kan Rani duluan yang nyosor baru Reza yang membalas.
mereka bersitatap lama, "boleh aku...? ". tanya Reza tergantung
"tentu saja boleh! tapi pelan-pelan ya? ". potong Rani semangat
Reza tersenyum hal itu memang terlihat manis di mata Rani, mereka bercinta dengan penuh kelembutan, akhirnya malam sesungguhnya terjadi dimana Reza yang memulainya.
Rani tau Reza belum percaya diri memiliki Rani walaupun tau sosok pujaannya sudah menjadi miliknya seutuhnya dimalam pertamanya Ranilah yang melakukannya saking malu dan tak percaya dirinya Reza.
"aku mencintaimu dewiku..! aku akan bekerja keras untuk membesarkan anak kita dengan penghasilanku yang cukup ". batin Reza berjanji dengan tulus.
.
.
ke esokan harinya..
pagi ini langit terlihat gelap, matahari belum menunjukkan sinarnya, tapi hati semua orang yang ada di mansion itu bahagia tak seperti langit yang gelap..
__ADS_1
Kaira melihat Keyzo dan Kaisha masih tertidur pulas tak juga terbangun sedikitpun.
Kaira kembali ke kamarnya seperti biasa Pasha menunggunya dibalik pintu..
"kamu ngagetin aku terus sayang ". Kaira terkejut saat Pasha tiba-tiba memeluknya dengan begitu mesra
Pasha mengecup sayang pelipis Kaira..
"aku terlalu malas berangkat kerja ", keluhnya manja
Kaira terkekeh..
"kalau begitu istirahat saja biarkan Mars dan Panji berbulan madu dengan Riska, Rere ".
"apa aku boss yang tak peka sayang? ". tanya Pasha
Kaira mengangguk..
"Kasihan Rere dan Riska sayang..! mereka juga mau suami mereka ada kan? lagian Ella juga bahagia dengan Ramzi..! apa kamu nggak mau bawahan setiamu bahagia? "
"tentu saja..! mereka abdi setiaku yang selalu saja berusaha membuatku bahagia walaupun aku gila bekerja sebelum bertemu denganmu *Nova dan dylan* tapi mereka selalu ada bersamaku"
"kalau begitu biarkan mereka berlibur, sama seperti mereka yang ingin kamu bahagia kamu harus tunjukkan kalau kamu juga ingin mereka bahagia dengan memberikan toleransi bersama istri mereka sadarlah suamiku mereka bukan milikmu tapi milik istrinya dan kamu milikku". ujar Kaira dengan serius
Pasha tersenyum
"baiklah aku akan menyuruh kantor ku istirahat terlebih dahulu.. !"
"hah..? maksudnya apa Hubby? ". tanya Kaira kebingungan
"aku akan menutup kantorku beberapa hari biar semua dapat liburan". jawab Pasha
Kaira terdiam sesaat, "kamu nggak memecat mereka kan? "
"cukup berkuasa untuk melakukan kegilaan itu". cetus Kaira
Pasha tak marah malah tertawa lagi, Kaira memang sering berkata pedas tapi itulah pesona Kaira terkadang Kaira terlihat bijak dan pengertian padanya.
"oh ya Hubby..? ", kaira teringat akan sesuatu
"apa? ". tanya Pasha memeluk Kaira lebih erat lagi
"kamu ingat Savira? ". tanya Kaira
"hmmm? siapa itu? ". tanya nya balik karna Pasha merasa emang nggak kenal
Kaira memutar bola matanya dengan malas
"itu loh mantan model top di tahun XXXX"
"oh. .. kenapa dia? apa dia menyerangmu? ". tanya Pasha
"bukan.. aku merasa pernah melihatnya saat kita main di waterboom hari itu". jawab Kaira
"oh ya? lalu bagaimana menurutmu tatapannya? ". tanya Pasha mulai serius
"dia seperti marah! apa kamu nggak pernah berhubungan dengannya? "
"aku tidak pernah berhubungan dengannya selain urusan kerjaan dan hari dimana dia mau menjebakku tapi aku tidak terjebak tapi akulah yang menjebaknya ". jawab Pasha
__ADS_1
"dengan cara tidur bersama pria tua gila wanita itu? ". tebak Kaira penasaran
"hmm! "
"tapi aku melihat berita pria itu meninggal dunia di kamarnya sendiri dengan bagian bawahnya terpotong..! apa itu perbuatan istrinya? ". tanya Kaira
"hmm.. itu pasti"
"lalu kenapa polisi nggak menangkapnya? ". tanya Kaira lagi
"nggak ada yang tau istri yang mana membunuhnya kamu tau sendiri kan? istrinya banyak tersangka nya terlalu banyak terlebih lagi terjadi di kamar pria itu sendiri". Pasha
Kaira manggut-manggut..
"kamu harus minta Katrina dan Nisa menjaga anak-anak kita..! aku yakin Savira akan balas dendam". sambar kaira tiba-tiba
"kenapa kamu bisa berpikir seperti itu sayang? "
tanya Pasha
"aku pernah jadi Pelayan di mansion mu sayang wanita itu sangat jahat bahkan sengaja mengerjai kami habis-habisan aku ingat jelas perlakuannya padaku dia lebih membenciku karna aku saat itu pelayan pribadimu".
"kenapa aku tidak tau? ", tanya Pasha
"karna saat itu kamu belum mencintaiku PUAS?? ". tekan Kaira
Pasha tertawa canggung, "maaf sayang"
"kenapa minta maaf? aku tau kalau kamu nggak akan melirikku karna saat itu aku memang nggak menarik"
"kamu menarik sayang..! saat kamu jadi pelayanku aku sangat suka kerjamu,, itu sebabnya aku marah besar kalau ada pelayan lain yang membersihkan kamarku". bisik Pasha
"bagaimana penampilanku saat itu? ". tanya Kaira ingin tau pendapat Pasha saat melihatnya jadi pelayan waktu itu.
"kamu tau kenapa aku marah melihatmu menyanggul tinggi rambutmu? "
"nggak tau... katakan apa alasanmu? ". tanya Kaira antusias
"karna anak rambutmu yang membuat darahku mendesir aneh". Pasha menyentuh leher belakang Kaira yang banyak anak rambutnya
"jadi kamu sudah berpikiran mesum padaku saat itu...?? "
"hmmm.. iya juga". Pasha malah membenarkan
"sudah cukup..! jangan menyentuh leherku Hubby geli tau". protes Kaira
"baiklah aku akan minta Katrina dan Nisa menjagamu!". seru Pasha
"bukan aku tapi Dylan dan Nova". ralat kaira
"oh ya? berarti aku salah dengar.."
Kaira mendengus
"anak kita akan baik-baik aja sayang jika kamu bilang Savira sangat jahat padamu saat itu aku yakin dia mengincarmu"
DeG!!
.
__ADS_1
.
.