
"Daddy....?? " Nova merentangkan tangannya dan berlari kearah Pasha.
Para pelayan sudah tau tugas mereka, Pasha menggendong putri kecilnya dan menciumi gemas wajah Nova
"gemesin banget sih sayang.. nungguin daddy ya? ". goda Pasha
"iya dong.. Nova mau jajanannya... kamar Nova udah nggak ada jajanan lagi". Nova berceloteh dengan bibir mungilnya.
Pasha dengan setia mendengarkan celotehan putrinya itu, ia memberi aba-aba pada Pelayan untuk membawa plastik berisi jajanannya ke kamar Nova.
tanpa ba bi bu Pelayan itu langsung berlalu membawa plastik belanjaan untuk Nova, ia akan menyusunnya dikamar Nova yang punya lemari pendingin dan lemari khusus berisi jajanannya.
"daddy beli apa aja sih..?? ". tanya Nova antusias mengintip isi plastik yang dibeli Pasha.
"Daddy beli susu buat calon dedek bayi kita sayang " jawab Pasha mengelus kepala Nova
Nova bertepuk tangan..
"ayo daddy..! Nova bantuin".
Pasha membaca takar air dan cara membuat susu itu untuk Kaira, Nova dengan semangat membantu daddynya tapi Pasha tak izinkan putri kecilnya memegang termos berisi air panas.
"daddy..! itu apa..? " tanya Nova melihat bungkusan lumayan besar di dekat westafel.
"oh.. itu kepiting sayang.. mommy mu yang minta.. " jawab Pasha
"daddy beli kepitingnya berapa..? "
tanya Nova berlari ke arah westafel dan membuka isinya.
"waah...?? " mata berbinar Nova
"kamu juga suka kepiting sayang...? " tanya Pasha
"iya daddy...! cuma di negara E kepiting sangat mahal karna harus beli dari luar negara". gerutu Nova mengingat dulu ia pernah mau kepiting tapi tidak ada yang jual.
"terus dari mana kamu bisa ngerasain kepiting sayang?". tanya Pasha dengan hati yang teriris membayangkan apa yang mau dimakan anaknya tidak dapat.
sementara Pasha bisa makan apa saja tapi hatinya kosong, mereka menderita dengan cara yang berbeda, padahal Nova tidak semenderita itu tidak dapat makan kepiting hanya kecewa saja.
"Nova dan kakak merasakannya saat aunty Ella sekali kabur dan kembali membawa kepiting dari negara ini...! aunty Ella kalau udah marah main kabur dari rumah daddy...! kasihan mommy nyariin". bisik Nova
"kenapa aunty Ella kabur...? " tanya Pasha
"biasalah daddy,, aunty Ella marah besar saat tau kami pernah membunuh pria yang bekerja di perusahaan tempat aunty bekerja..! padahal kami membunuhnya karna sangat jahat pada aunty daddy". jawab Nova sambil mengibaskan tangannya
mereka terlalu asik dengan dunia mereka, tak menyadari Kaira tengah berkaca-kaca melihat Pasha membuatkannya susu.
"Pasha..? "
__ADS_1
Nova dan Pasha menoleh ke asal suara, Nova melihat kearah Ella dan Mely seolah memberi isyarat tinggalkan Kaira dengan Pasha, Nova gadis kecil yang sangat pintar ia langsung izin pada mommy dan daddynya mau kekamar.
Nova langsung di peluk sama Matt dan dibawa menjauh dari dapur supaya tidak melihat adegan mesra Pasha dan Kaira.
"kenapa Kak Ella..? " tanya Rani penasaran
"Kakak nggak nyangka aja Kaira akan menikah dengan orang terkaya di kota ini". jawab Ella dengan jujur.
Rani tersenyum lebar lalu merangkul Ella masuk ke kamarnya sambil bercerita masa lalu mereka mengenai Kaira.
"kenapa sayang...? ada yang sakit..?" tanya Pasha menangkup pipi Kaira dengan lembut.
Kaira menggeleng kepalanya lalu memeluk Pasha dengan erat..
"aku senang aja dengan perlakuanmu".
Pasha mengulum senyum manisnya sambil membalas pelukan sang istri.
"jangan terlalu erat memelukku sayang..! nanti calon anak kita sesak nafas". Pasha mengelus kepala Kaira
Kaira pun melonggarkan pelukannya, wangi tubuh Pasha begitu memabukkannya, Kaira sebelumnya suka wangi tubuh Pasha yang sangat harum seperti delima dan saat mengandung pun suka.
"jangan pakai parfum ya..? " pinta Kaira tak nyambung
Pasha mengerutkan keningnya.
"aku memang nggak pakai parfum sayang, tapi saat acara resepsi kita nanti ya harus pakai parfum.. "
Pasha langsung melepaskan pelukannya dan memegang bahu Kaira
"parfum yang mana dibuang sayang?". tanya Pasha dengan serius.
"semua parfummu.. " jawab Kaira tanpa beban
Pasha terbelalak.
Kaira memainkan jari telunjuknya di dada Pasha..
"aku suka dengan wangi tubuhmu yang alami suamiku, jangan pakai parfum..! nanti aku mual-mual "
Pasha memijit pelipisnya, harga parfum pasha dibandrol sangat mahal khusus buatan dari negara P.. bagaimana bisa dibuang karna bau nya? kalau Pasha tidak suka wanginya tidak bakal dibeli kan?
"kamu marah...? " tanya Kaira dengan serius
Pasha dengan cepat menggeleng kepalanya, Kaira tersenyum manis, ia mencium bibir Pasha kalau begitu mana bisa Pasha marah, mereka berciuman di dapur begitu mesra.
"sekarang minum susu nya ya..? ". pinta Pasha dengan lembut mengecup punggung tangan Kaira.
Pasha mengangkat tubuh Kaira duduk di atas meja, lalu memberikan segelas susu untuk Kaira, Kaira mengayun kakinya dengan senyum lebarnya betapa beruntungnya Kaira memiliki suami yang sangat perhatian seperti Pasha.
__ADS_1
Kaira meneguk hampir habis susu itu dengan mata terpejam,
"kenapa sayang..? nggak enak..? ". tanya Pasha mengendus sisa susu Kaira yang tidak habis total..
"nggak mau lagi..! kamu aja yang terusin". tolak Kaira memegang perut datarnya.
Pasha menjatuhkan rahangnya, Kaira menutup rahang Pasha yang terbuka lalu berkata
"kamu adalah ayah dari anakku Pasha.. jadi kalau kamu minum atas permintaanku pasti pertanda baik untukku dan anak kita..! ayo minum... "
dengan bodohnya Pasha meneguk sisanya, Kaira tertawa senang mengelus perut datarnya dan perut kotak-kotak Pasha.
Pasha bisa apa kalau istrinya bahagia melihatnya meminum susu itu, Jika ketiga trio the xylver melihat ini pasti akan menertawai Pasha habis-habisan, beruntung hanya Kaira aja yang melihatnya.
"udah kan? ayo istirahat nanti jam 9 harus pergi ke hotel MattGroup untuk acara pernikahan kita.. ". Pasha menggendong Kaira yang tampak senang digendong suaminya itu.
Dylan dikamarnya sibuk membaca buku barunya, dan Nova dikamarnya ditemani Mely dan Matt.. mereka bertiga nonton film kartun sambil makan jajanan yang dibeli Pasha.
.
.
jam 9 Pasha membawa istri dan anak-anaknya ke jalan C dimana gedung hotel mewah MattGroup berada..
di tengah jalan mereka dihadang oleh beberapa kelompok pembunuh bayaran.
"Pasha...? " Kaira memegang tangan Pasha melihat kearah anak-anaknya.
Pasha yang mengerti maksud Kaira mengangguk sekali..
"Nova bisa jaga diri daddy...! "
"Dylan bahkan bisa menjaga Daddy, mommy dan Nova bersamaan".
Pasha tentu tau apa yang dikatakan anak-anaknya benar adanya.
"Daddy tau kalian bisa jaga diri sayang... tapi ingat mereka sekelompok pembunuh bayaran.. topeng itu sebagai simbol mereka.. "
Pasha meminta anak-anak dan istrinya untuk tidak keluar..
Pasha keluar dari mobilnya, Kaira dengan cepat mengunci mobilnya dari dalam.
"hati-hati suamiku...! " gumam Kaira dengan pelan
Dylan dan Nova jadi menonton dari dalam mobil.
"siapa lagi ya kak..? musuh kakak, mommy atau daddy...? " tanya Nova
Kaira tak mendengar pembicaraan anak-anaknya hanya fokus melihat Pasha tengah melawan 10 pembunuh bayaran yang sangat gesit bermain pisau.
__ADS_1
.
.