Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
mengintai (part.1)


__ADS_3

Hari, minggu, bulan berlalu begitu cepat tak terasa sekarang kandungan Kaira sudah genap 9 bulan,,


Kaira bahagia dengan perlakuan suaminya yang makin memanjakannya, tapi makin mesum juga,, saat dr. haura mengatakan trisemester 3 malah dianjurkan melakukan hubungan itu, Pasha makin menggila pada Kaira dengan alasan demi kelancaran melahirkan istrinya itu.


"iih... aku udah capek suamiku biarkan aku nonton ". rengut Kaira mendorong kesal tangan nakal suaminya itu.


Pasha tak menyerah terus saja tangannya menggerayangi tubuh si istri, hingga Kaira mengomel-ngomel kesal.


"kenapa aku harus memiliki suami yang sangat perhatian juga pengertian tapi sangat mesum tingkat ranah Dewa,, lihatlah tangan jahatnya ini.. ingin sekali aku masukkan tangan jahat ini ke panci panas... ". geram Kaira melirik kesal suaminya, sementara Pasha hanya menunjukkan deretan giginya yang putih tanpa merasa bersalah.


"suamiku. . aku mau nonton lepasin". kesal Kaira dengan nada naik 2 oktaf


Pasha bukannya marah malah makin menjadi-jadi.


"kamu ingat apa kata dokter haura sayang..? detik-detik melahirkan sangat dianjurkan melakukan hubungan itu...! ayo kita lakukan sayang...! "


"dasar mesum.. aku juga tau tapi tidak harus di lakukan setiap jam dong..! kenapa sekarang aku seperti bekerja melayanimu heh...? aku juga mau nonton tv... mending kamu sana cari uang ngapain di kamar muluk kayak perempuan aja..! sana pergi...! "


usir Kaira mendorong kesal tubuh Pasha, ia kembali fokus dengan TV nya tapi Pasha mendekat lagi dan lagi-lagi Kaira marah-marah


Pasha mulai merajuk dan memanyunkan bibirnya ke Kaira dengan tatapan lucunya seperti anak kecil yang kemauannya nggak tercapai aja.


Kaira melirik sekilas suaminya lalu menaikkan alisnya sebelah,


"lihat-lihat? apalagi maunya.? ya Tuhan.. suami mesum ini kenapa makin menggila..? bodo'lah aku mau nonton". Kaira akhirnya kembali ke layar TV


Pasha yang tak mendapatkan apa-apa berdecak sebal dan berdiri dari duduknya,


"mau kemana...? ". tanya Kaira sedikit berteriak


"main sabun... ". ketusnya.


"kenapa main sabun? bukannya kamu mandi pakai pewangi ya..? jangan habisi sabunku". bentak Kaira tak faham makna kata-kata Pasha


"aku akan belikan segudang untukmu". ketus Pasha lagi


"hei... kenapa main sabun sih? ". Kaira terpaksa mengekori suaminya


Pasha sepertinya serius mau main sabun, dan terbelalak melihat hal tak lazim itu.


"suamiku? apa yang kau lakukan?". teriak Kaira berjalan cepat ke arah Pasha dan menepis tangan Pasha hingga sabun nya terlempar jauh.


"kenapa main sabunnya kesitu...? ". kesal Kaira segera mencuci tangan Pasha ke westafel.


Kaira melihat bagian bawah Pasha yang menegang lalu mendongak ke Pasha yang tampak berkabut gairah, Kaira tercengang dengan tatapan lapar Pasha itu.


"bukannya udah 2 jam yang lalu? kenapa mau lagi sih...? kamu kenapa suamiku..? makin tambah parah aja penyakit mesum mu itu..! ". Kaira menangkup pipi Pasha


ada rasa tak tega melihat Pasha yang seperti itu,


"aku menginginkanmu sayang...! dari pada melampiaskan hasratku sama perempuan lain lebih baik main sabun". jelas Pasha dengan enteng namun suaranya berbeda tak seperti biasa.


"pasti nggak bagus main sabun sabun itu pasti berbahaya untuk begituan..! udah jelas sabun untuk kulit". ngomel Kaira


"mau apa enggak..? ". tanya Pasha


Kaira dan Pasha bersitatap dalam, ia menghela nafas panjang, hal itu membuat Pasha bahagia langsung mengangkat tubuh Kaira ke westafel

__ADS_1


perut buncit Kaira makin sexy dilihat Pasha itu sebabnya ia makin menggila, Kaira jadi pasrah tapi menikmati juga permainan suaminya makin hebat aja seperti seorang cassanova profesional aja.


.


.


"udah... turunkan aku..! ". pelotot horor kaira


Pasha terkekeh kegirangan menurunkan tubuh Kaira, ia mengekori Kaira seperti anak ayam saja, tapi ditatap horor oleh Kaira dan Pasha pun tak peduli.


"jangan macam-macam suamiku.. tadi udah cukup.. " desis Kaira dengan tajam


"sepertinya didalam bak mandi enak juga! ". seringai licik Pasha


Kaira melebarkan matanya,


"suamiku udah jangan... kau melecehkanku ya..? hei.. jangan... aku mau mandi... Kau... Pashaaa... aaah.... "


Pasha langsung melebarkan paha Kaira dan terjadilah hal itu lagi, Kaira yang tadinya marah-marah makin menggelincang tidak karuan dengan permainan Pasha.


.


.


"sudah... sudah..! aku bisa pingsan ". keluh Kaira terengah-engah


Pasha tersenyum lebar, ia begitu bahagia bisa melakukannya lagi dengan mode lain hingga Kaira terheran-heran dari mana suaminya itu belajar.


"aku makin memuaskanmu kan sayang". goda Pasha


Pasha tergelak keras.


"dasar mesum gila..! aku ingin sekali mencekiknya.. ". batin Kaira


entah sejak kapan Kaira jadi suka mendumel dalam hati karna tingkah suaminya itu.


.


.


Kaira sedang menunggu Mely memasak makanan ala luar negri di dapur.


"mah...! keliatannya enak kapan masaknya". rengek Kaira


Mely tergelak..


"sebentar ya sayang..! kamu duduk tenang aja dulu ya...? "


Kaira dengan patuh menunggu di meja makan pelayan,


"nanti bunda dan ayahmu bakal kemari sayang bawa makanan lagi untukmu...! ". kata Mely


"ia mah..! perut Kaira masih muat kok menampungnya". cengir Kaira dengan jujur


Mely terkekeh gemas, ia merasa Kaira dan sikembar memang gila makanan bukan gila harta atau perhiasan.


sementara Pasha di ruangannya sedang menatap datar layar komputernya.

__ADS_1


"apa maksud Nova ya..? ". gumam Pasha pelan


"kenapa ada seseorang yang berusaha membobol data Dylan? siapa lagi ini..? "


Pasha menatap semua riwayat si hacker yang terus-terusan mencoba segala cara, Pasha dan Nova jago di IT hanya saja Nova tidak wajar di usianya yang masih kecil itu.


"kau sangat berusaha keras ya? ayo kita lihat sampai dimana kegilaanmu".


Pasha memperhatikan nya saja, berkat perlindungan Nova si KO tak ada yang bisa membobol data penting kakaknya, Nova melindungi semua data-data keluarganya.


Pasha akui kehebatan Nova saat melindungi data Kaira yang dia sendiri tak bisa membobolnya.


di sekolah


Nova dan Dylan beraktifitas seperti biasa, sekarang mereka lagi jam olah raga, mereka dibagi 2 tim.. tim perempuan dan tim laki-laki.


"kenapa aku merasa ada yang mengawasi tuan kecil kita ya..? ". bisik Riska


"kau baru merasakannya sekarang? aku sudah jauh tau beberapa minggu yang lalu.! kan aku udah bilang samamu, kamu nya aja yang nggak percaya". gerutu Katrina juga berbisik


"iya maaf.. saat itu kan masih 1 orang mungkin nggak berbahaya, instingku selalu merasakan kalau yang mengintai kita itu banyak.. !"


Katrina mendengus sebal,


"kita lihat aja apa mau mereka..! "


"bahkan tuan kecil terlihat tenang dan santai, aku ingin mengabdi padanya sampai ia dewasa..! ". gumam Riska tak nyambung


Katrina memutar bola matanya dengan malas.


"siapa yang nggak mau bekerja dengan tuan kecil dan nona kecil heh?? aku juga mau kali.. mereka sangat rendah hati padahal kemampuan mereka jauh diatas kita".


"iyah... kok bisa ada anak sehebat itu ya..? ". kekeh Riska


"ya adalah..! itu mereka anak tuan muda dan nyonya muda kita". jawab Katrina


Riska mendengus, mereka sengaja memecah perhatian dengan berbincang-bincang seperti biasa, padahal sudah tau ada seseorang yang memperhatikan mereka.


sambil berdebat Riska mengetik pesan dan mengirimnya ke Mars.


"kenapa kau mengeluarkan hpmu..? ". tanya Katrina sedang berakting setelah Riska berhasil mengirim pesan


"aku mau memotret mereka..! ". bohong Riska


"hei. .tuan kecil tidak suka ada yang memosting fotonya di sekolah". kata Katrina lagi


"masa sih..? " tanya Riska


"ya iyalah..! simpan hpmu.. ". ketus Katrina


mereka pun kembali diam setelah cekcok mulut sebentar, memang sengaja berdebat, sempat mendengar suara langkah kaki sepatu pria mendekat cara jalannya yang didengar Katrina dan Riska tak seperti anak-anak sekolah dan guru yang ada di sekolah ini.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2