
"bagaimana ibu bisa bertemu Kaira..? " tanya Pasha to the point..
ibu riris pun menjawab walaupun masih tidak mengerti..
"saya bertemu nak Kaira saat saya hendak kembali pulang... nak Kaira ada di pinggir jalan sedang tertidur, bahkan surat peninggalan di jubah bayi hari itu masih saya simpan sampai sekarang nak Pasha..! "
"boleh saya mengambilnya bu.. ?" tanya Pasha penasaran
"tunggu sebentar nak..! "
pasha mengangguk sebagai tanda setuju sedangkan Bu Riris sudah berlari kecil ke suatu tempat yang ada di ruangannya, Riris kembali memberikannya ke Pasha..
"Jubah ini sangat indah nak Pasha...! saya sangat menyukainya hingga saya selalu menyimpannya..! "
"kenapa ibu tidak berikan sama Kaira setelah ia keluar dari Panti..? " tanya Pasha serius..
"saya tidak berani mengatakannya Nak Pasha..
apa yang bisa di lakukan hanya dengan memiliki jubah itu.. saya takut Nak Kaira memang sengaja ditinggal atau dibuang karna oleh keluarganya kalau saya katakan bagaimana jika Nak Kaira berada dalam bahaya..? "
Pasha membaca surat berwarna kuning di dalam jubah itu
"anak ini yatim piatu..! " begitulah isi suratnya..
Pasha meraba bentuk Ukiran tertera nama AsKaira
"sulaman tangan itu sangat indah! menurut saya orang yang membuat Jubah indah ini memang sangat menyayangi Nak Kaira..! "
"Askaira..! " gumam Pasha
"jika Nak pasha yang mencarikan keluarga nak Kaira ibu yakin nak Pasha bisa menjaga nak Kaira dari bahaya.. !"
Pasha tersenyum tipis..
"terimakasih telah memberikan saya Jubah ini bu saya berjanji akan menjaga istri saya dengan baik.!"
"sama-sama nak...! " balas Bu Riris tersenyum tulus..
"ini ada sedikit uang untuk biaya anak Panti bu..! " Pasha mengeluarkan 1 amplop coklat lumayan tebal untuk Riris..
"tidak usah Nak Pasha.. nak Kaira tadi juga sudah memberi kami uang bahkan akan membuatkan kami rumah baru yang lebih layak,, tidak usah ya nak Pasha..! " tolak bu riris dengan sopan
"saya tidak terima penolakan bu..! lagian uang tadi dari istri saya dan ini dari saya bu.. masalah rumah baru itu urusan istri saya bu ? mohon di terima ya bu? "
Bu Riris terpaksa menerima uang dari Pasha, Pasha pun pamit undur diri, di dalam mobil Pasha melihat dari kejauhan anak-anak panti begitu bahagia dengan permainan tradisionalnya sementara negara ini sudah banyak alat-alat modern nan canggih yang menjadi hal biasa dimiliki oleh anak-anak seusia mereka..
"Apa Kaira dulu seperti itu..? " gumam Pasha tersenyum melihat kehebohan anak-anak panti
__ADS_1
ponsel Pasha berdering dengan musik khas nya yang jarang dimiliki orang lain..
"hmm..? " sahut Pasha yang tau dari bawahannya
"Ketua Mafia yang satu ini harus kami apakan tuan muda..? " tanya Mars
"aakh... aku melupakan cecunguk itu.. biar aku yang menghukumnya..! " ujar Pasha dengan dingin.
"baik tuan muda..! " jawab Mars
Pasha mematikan panggilannya dan langsung melaju kendaraannya dengan kecepatan tinggi..
setibanya di Markas, Pasha di sambut oleh bawahannya dengan hormat..
"tuan muda...! " hormat Mars dan Ramzi
"hm...!! " Pasha hanya mendehem membalas sapaan Kedua tangan kanannya lalu menatap datar Galang yang di rantai kaki dan tangannya..
wajah Galang tidak tau lagi seperti apa bentuknya, kulit kecoklatannya sudah tak terlihat lagi hanya 1 warna yaitu merah..
"berani sekali kau mencari masalah denganku seorang diri, apa kau fikir anakku selemah itu..? " sinis Pasha
Galang tertawa hambar..
"ya... anggap saja aku sedang sial.. tapi aku pastikan pasukanku akan menyerangmu dengan cara terang-terangan atau dengan cara sembunyi-sembunyi.. membunuh atau melepaskanku adalah pilihanmu karna semua tetap sama.. "
Pasha mengulurkan tangannya meminta sebuah sesuatu pada bawahannya, Mars dengan sigap memberikan senjata nya..
Galang menatap benci Pasha.. sungguh iri, amarah, dendam dan kebenciannya menjadi satu.. matanya memerah sama seperti wajahnya yang berlumur darah saat ini..
"kau akan mati oleh anak buahku..! " amarah Galang menggebu-gebu berusaha melawan rantai yang mengikat tangan dan kakinya..
Pasha tak bergeming..
"hmmm.. aku rasa kau bukan manusia pertama yang mengatakan hal itu.. apa yang kau banggakan dari anak buahmu selain main tikus-tikusan dengan kami..? kalian hanya pengecut kecil yang berani melawan sang penguasa dunia Mafia sepertiku ...!"
"jika Pria tua itu datang aku yakin dia akan menjadi musuh terkuatmu...! aku akan menunggumu di alam lain.. " kata Galang dengan sombongnya..
Pasha menembak Galang tepat bagian jantungnya, Ramzi dan Mars hanya menatap datar saja,
"urus mayatnya dengan baik..! " perintah Pasha menyerahkan senjata nya ke Mars
Mars segera menyimpan senjatanya, Ramzi dan Mars langsung bergerak melepaskan rantai yang mengikat tubuh Galang..
Pasha memilih pergi ke Apartemennya dan membersihkan diri di tempat itu..
"tidak ada lagi kesedihan di Apartemen ini aku akan minta Kaira dan anak-anakku untuk menata Apartemen ini.. "
__ADS_1
Pasha tersenyum melihat Potret dirinya dan keluarga kecilnya yang tertidur berempat di ranjang, saat Pasha tengah bekerja di Perusahaannya Nyonya Mely mengirimkan potret itu hingga Pasha langsung mencetak foto itu dengan banyak, sekarang salah satu potret itu ada di Apartemen Pasha..
"sayang...? " Pasha beralih ke dindingnya yang sebelumnya nggak ada apa-apa kini ada potret cantik Kaira yang tak memakai cadar..
"aku akan menemukan keluargamu sayang..! aku akan buktikan pada dunia istriku sangat istimewa bukan hanya sekedar wanita biasa..! aku merasa darahmu bukan dari status wanita biasa sayang.. wajahmu yang semakin cantik mengeluarkan aura kepemimpinan yang kuat.. tapi aku tidak tau dari mana caraku harus memulai semua ini sayang..? "
Pasha melihat Jubah cantik dengan ukiran nama Kaira di meja sofanya..
"Jubah ini terbuat dari Kain sutra terbaik..! apa aku datangi tempat kain ini di produksi..? " gumam Pasha
Pasha tak lagi menangis di apartemennya, biasanya selalu menangis penuh penyesalan sekarang malah mengoceh masalah jati diri Kaira, Tuhan seperti memberinya kesempatan untuk menebus kesalahan masa lalunya..
.
.
Pasha sekarang ada di supermarket khusus jajanan, Pasha memasukkan semua jenis jajanan yang pernah anak-anaknya makan sambil belajar di kamarnya..
"hm. mm..? Kaira suka apa ya..? coklat? keju ? Barbaque. ? aduh... ambil ajalah semuanya..! " Pasha pada akhirnya mengambil semua satu jenis makanan berbagai varian rasa itu..
Pasha tak peduli semua wanita tengah berbinar menatapnya,Ia malah sibuk mengoceh sendiri dengan jajanan yang dia ambil..
di Kasir ada seorang wanita hamil besar tengah membayar belanjaan keperluan bayinya seorang diri.. Hati Pasha berdenyut nyeri mengingat Kaira pasti mengalami hal yang sama..
"ya Tuhan..! menyedihkan sekali wanita ini.. dan Kaira..? maafkan aku..! aku nggak ada disisimu saat kamu mengandung anak-anakku..! " batin Pasha berkaca-kaca
Pasha berusaha menetralkan dirinya lalu wajahnya kembali datar,
"Kok susunya makin mahal mbak? saya hanya bawa uang cukup harga beberapa minggu yang lalu..! ". tanya wanita hamil itu gugup karna semua biayanya sangat besar sementara saldonya udah nggak cukup..
"terus bagaimana kak..? semua sudah di totalkan " tanya kasir
"Biar aku yang bayar..! " seru Pasha mendorong trolynya ke Kasir
Kasir tampak gerogi dan mengangguk sopan..
"tuan..! terimakasih banyak..! terimakasih banyak..!!"
ucap wanita itu begitu lega.
"jaga anakmu baik-baik! " wajah datar Pasha tapi perkataan Pasha malah begitu menyenangkan hati wanita hamil itu
"terimakasih tuan..! anda sangat murah hati semoga anda selalu bahagia..! " doa tulus wanita itu..
ia merasa perkataan Pasha anaknya harus baik-baik saja supaya bisa lahir di dunia ini.. bahkan keluarganya tidak ada yang menginginkan anaknya itu malah ingin menggugurkan bayi tak berdosa itu..
Pasha hanya acuh sambil membawa belanjaannya yang penuh di semua jarinya..
__ADS_1
.
.