Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
mencari pengawal baru (Part. 1)


__ADS_3

Kaira dibawa Pasha ke perusahaannya..


"Pasha kenapa bawa aku kemari..? Anak-anakku masih di mansion.. kamu kan udah janji bawa mereka bermain.. apa kamu mau ingkar janji..? "


"aku pantang melanggar janji sayang!! bagiku menepati janji itu sebuah keharusan " kata Pasha dengan senyum tipisnya mengusap pipi Kaira yang tak lagi memakai cadar


"terus gimana caraku menjemput Anak-anakku..?" tanya Kaira keheranan


"papa sama mama yang bawa anak kembar ku kemari, mereka juga mau ikut bermain dengan cucu-cucu mereka.. kamu tidak tau bagaimana posesifnya Mama dan papa ku pada Dylan dan Nova sayang..? "


Kaira terdiam, ia mengerjab-ngerjabkan matanya yang artinya dia mengiyakan kata-kata Pasha benar adanya..


"ayo masuk..! " ajak Pasha


Kaira mendengus pasrah, dengan kesal ia melepas seatbeltnya dan keluar dari mobil pasha sambil membanting pintu dengan kasar yang artinya kaira nggak terima keadaannya harus masuk ke perusahaan Pasha..


Pasha terkekeh melihat hal itu, ia segera keluar dan mengejar istrinya yang tengah merajuk itu


"kamu marah sayang...? " goda Pasha


"siapa bilang.? " tantang Kaira berkacak pinggang dengan mata melotot tak terimanya.


"aku yang bilang! " jawab Pasha menunjuk wajahnya sendiri


Kaira yang tadinya mau marah malah berubah drastis bibirnya berkedut menahan tawa, tak tahan ia pun tertawa terbahak-bahak melihat wajah polos Pasha persis seperti Dylan bedanya ini versi dewasa nya.


"uhh...!! lucunya bayi besarku yang satu ini...! ". Kaira mencubit kedua pipi Pasha dengan tawa gemasnya,


Pasha tersenyum manja seperti bocah kecil yang sedang mau disayang-sayangnya, tangannya merangkul pinggang Kaira dengan mesra.


Kaira masih asik mencubit pipi Pasha lalu mulai tersadar dari sesuatu, Kaira beralih ke Kiri dan kanan baru sadar karyawan Pasha tengah tertawa begitu iri dengan situasinya kini


Kaira berdehem pelan lalu berbalik dari Pasha


"sayang..? kok berhenti? loh kenapa berbalik? " protes pasha mengejar Kaira


Kaira melangkah lebih cepat tingkahnya seperti orang terciduk tengah berbuat hal memalukan dengan Pasha di depan karyawan Pasha hingga wajahnya merah seperti kepiting rebus.


sepeninggal Kaira dan Pasha, bangsal bawah berteriak heboh dengan kecantikan Kaira yang selama ini tertutup cadar, sekarang Kaira tak lagi bercadar alias wajahnya terekspos sempurna


.


.


Pasha membawa Kaira di ruangan khusus yang bisa dikatakan luas bahkan sangat luas menurut Kaira, banyak matras, senjata api, panah dan hal lainnya


"tempat apa ini..? " tanya Kaira penasaran..


"ini tempat penguji coba pengawal baru untuk mu dan Anak-anak kita..! " jawab Pasha


Ia enggan mengatakan ruangan itu adalah tempat pelatihannya kalau lagi suntuk di perusahaannya sendiri, bisa dibilang pengobat stresnya


"lalu dimana mereka semua..? " tanya Kaira kebingungan


"sebentar lagi Mars akan membawanya kemari..!" jawab Pasha menarik tangan Kaira membawanya di tempat latihan tembakan.


"kamu bisa memainkannya sayang..? " tanya Pasha menunjuk gambar orang-orangan yang jaraknya beberapa puluh meter dari posisi mereka sekarang..


"ini ruangan tertutup Pasha.. kemana larinya peluru ini nantinya..? " tanya Kaira tak nyambung


"kamu jangan khawatirkan itu sayang, dinding sana di desain khusus untuk.... "


"Stop...! jangan di teruskan aku tau ". potong Kaira memain-mainkan senjatanya


Kaira bertanya. "nomor berapa..? "


"nomor 3, bisa..? " jawab Pasha bertanya dengan lembut sambil mengelus kepala Kaira

__ADS_1


Kaira mengangguk, Pasha memperhatikan bola mata Kaira yang ia yakini ada kilauan emas saat Kaira sedang Fokus..


Pasha melebarkan matanya melihat Kilauan emas mata Kaira yang sebelah memicing melihat targetnya.


"aku harus mencari tau golongan darah kaira..!" batin Pasha seperti dapat petunjuk


Dor....!!


Kaira tersenyum puas, tembakannya tidak meleset


Pasha tersadar lalu tersenyum lembut mengelus pipi Kaira yang tengah tersenyum menatapnya


"tuan muda...! Nyonya muda ".sapa Mars, Ramzi menunduk hormat


"salam hormat kami Nyonya muda.. tuan muda..!". salam hormat 100 peserta wanita yang melamar posisi bodyguard Kaira dan anak-anak Pasha


Kaira berbalik, Pasha mengambil alih senjata yang dipegang Kaira dan meletakkannya seperti semula, Kaira tersenyum ramah membalas sapaan mereka.


"mommy...? daddy...? ". teriak Nova dengan girang


Kaki kecil Nova berlari dengan raut wajah cerianya ke arah mommy dan daddynya, Dylan berjalan santai dan tenang persis seperti Pasha.


100 calon pengawal baru melihat Kaira dan sikembar terbelalak, belum lagi senyum pasha yang terlampau tampan.


Kaira berjongkok memeluk putri kecilnya dan menciuminya dengan gemas, Pasha langsung menggendong Nova dan menciuminya dengan sayang.


Nova tertawa cekikikan, Kaira tersenyum cerah melihat raut wajah Nova yang sangat bahagia di pelukan daddynya.. Nova benar-benar lengket dengan Pasha sebab daddynya itu sangat memanjakannya dan selalu menuruti apapun kemauannya, Kaira tak bisa apa-apa kalau Pasha udah bersikeras memenuhi permintaan anaknya itu.


"mommy...? " Dylan mengecup tangan mommynya


Pasha beralih ke dylan yang meniru kebiasaannya mencium punggung tangan Kaira,


"tidak mau di cium son? " goda Pasha


Dylan menatap ke arah banyaknya orang disini, gengsinya terlalu tinggi kalau di cium didepan banyak orang..


"Dylan benar-benar duplikatmu Pasha..! " kekeh Nyonya Mely mengelus kepala Dylan


Matt tersenyum kearah Kaira dan yang lainnya


"apa kamu sudah makan sayang..? " tanya Nyonya Mely mengusap pipi Kaira.


Nova dan Dylan sudah ada di tempat memanah,mereka malah bermain-main dengan alat-alat pelatihan pasha yang tidak seharusnya anak seusia mereka memegang alat-alat berbahaya itu.


"belum mah..! bisa antarkan Kaira makan ma? ". Pasha yang menyahut


"ayo sayang..! " Ajak Mely merangkul menantu berharganya


Kaira tersenyum kikuk ia melihat kearah anak-anaknya yang tengah ribut dengan permainan mereka


"papa akan jaga cucu-cucu kesayangan papa, mereka sudah makan siang tadi di mansion.. isi perutmu Kaira..! jangan membangunkan jiwa iblis anak-anakmu..! " Matt berkata


Kaira tersenyum malu lalu mengikuti Mely yang tertawa padanya, tak ada yang berbicara di tempat itu selain Keluarga Melviano saja.


Ramzi dan Mars malah sibuk memperhatikan sikembar yang tampak ribut dengan permainan manusia dewasa itu


100 calon pengawal malah mematung dengan tatapan tak percayanya, Kaira sosok yang di irikan semua wanita yang ada di negri ini karna bisa melahirkan anak kembar versi Pasha


saat mereka melihat Dylan dan Nova, tanpa penjelasan mereka langsung mengerti kedua bocah kembar itu anak-anak Pasha dari wajah sikembar sudah menjawab pertanyaan semua yang melihatnya.


"sayang..? udah mainnya..? " .tanya Pasha mengibas-ngibaskan tangannya


Dylan dan Nova meninggalkan mainan mereka lalu mendekati Pasha, Nova berlari kecil dan Dylan berjalan santai


"ada apa daddy..? " tanya Nova dengan polos


"mommy mana Granfa..? " tanya Dylan mendongak ke Matt

__ADS_1


Matt membungkukkan badannya dan menjawab


"mommy mu belum makan siang jadi granma menemani mommy mu makan cucuku..! "


Dylan mengangguk mengerti


"daddy mau kalian cari 4 pengawal terbaik untuk menjaga mommy kalian 2 dan kalian satu persatu..!". Pasha berkata dengan senyum tampannya mengusap pipi tembem Nova..


100 calon pengawal baru segera merapikan pakaian mereka, tidak tau cara mereka di pilih Nova dan Dylan,


"Daddy percaya kami kan..? " tanya Dylan menyambar begitu antusias


Pasha terkekeh, ia mengelus kepala Dylan.


"kamu Boss nya Son..! pilih yang mana aja menurutmu yang terbaik.. " kata Pasha


"Yes daddy...! ".Dylan beryes ria tapi segera ia menetralkan wajahnya jadi datar dan tenang,


Nova hanya mendengus melihat kesenangan kakaknya, Pasha tau Dylan sangat suka hal berbaur adu kekuatan, berbeda dengan Nova yang gila akan komputer canggih.


beberapa hari lagi Nova akan ikut lomba hacker terbaik, tapi tampaknya Nova tenang-tenang aja padahal yang ingin ikut perlombaan itu malah mati-matian melatih kemampuan diri supaya bagus saat pertandingan hacker berlangsung.


Mars dan Ramzi segera mendekat ke arah Dylan dan berdiri di belakang Dylan seperti memperlakukan Pasha sebagai atasan mereka.


"cucuku yang sangat hebat..! ". gumam Matt berjalan ke arah bangku terdekatnya menyaksikan bagaimana cucu-cucunya mengeleminasi 96 calon pengawal wanita itu dengan pengalaman mereka yang pastinya luar biasa masing-masing dari para calon pengawal baru itu ..


.


.


Hai Readers ku Tercinta kesayangan Author sejagat raya .(😂😂😂)


Author selalu baca komen kalian kok..


kritik dan saran yang baik author terima dengan senang hati,


karna kami sebagai Author dapat pemberitahuan ada pesan masuk..


jadi kalau komentar readers semua ada yang Like artinya author membacanya..


heheh...


dukung Author terus ya..?


supaya author semangat update setiap hari..


Oh Ya..?


sayang-sayangku semua..


Author setiap hari update cuma sekali jam 6 pagi langsung 3 bab,


siangnya nggak ada ataupun sorenya karna author bekerja di dunia nyata .


jadi malam menghalu nya buat 3 bab sekaligus buat besok paginya..


harap maklum ya sayang-sayangku semua..


Terimakasih..


Love You All..


😘😘😚😚


.


.

__ADS_1


__ADS_2