
Kaira melihat arah jalan, ia selalu memperhatikan sisi jalan yang mana mereka lalui..
"kapan Ella dan Rani kembali? " tanya Kaira mengabaikan Pasha yang tengah curi-curi pandang menatapnya
"mereka ke luar negri menjalankan 1 proyek besar" jawab Pasha
"APA..? kok aku nggak tau". kaget Kaira tak percaya
"mereka kembali tengah malam,, Ella nggak sempat izin sama mu tapi dia berjanji akan membelikan oleh-oleh yang spesial untuk kalian ".
Kaira menghela nafas pasrah,Ella kalau bepergian memang selalu bilang akan kembali bawa oleh-oleh artinya Pasha tidak berbohong
"tunggu...!!" Kaira memukul-mukul lengan Pasha yang tengah menggenggam tangannya
Pasha tentu menghentikan kendaraannya
"Bukannya itu Elis..? " tunjuk Kaira ke seorang wanita yang tengah mengamuk menyebut nama Kaira
Pasha tersenyum tipis saja,
"masa sih...? " tanya Pasha pura-pura memperhatikan wanita itu benar Elis apa tidak
Kaira memicingkan matanya, tanpa pikir panjang Kaira keluar dari mobil Pasha
"ck....!! Sayang..! " Pasha berdecak kesal dan terpaksa dirinya juga keluar dari mobil sambil berlari kecil mengejar Kaira
"KAiRA Aku akan membunuhmu...! mati....!! ahaha... aku akan membunuhmu dan anak-anakmu sialan... tuan muda Pasha hanya milikku.... milikku.. mati kau.. kau....!! " Elis menjambak perempuan mana saja yang melewatinya
teriakan banyak orang memekikkan telinga
"bukannya itu model Elis ya..? kenapa dia bisa gila..? "
"ya ampun...! dia tergila-gila pada tuan muda Pasha".
"apa dia ingin merebut posisi wanita yang sempat Viral itu..? "
"apa begini sifatnya yang sebenarnya..? "
semua orang secara terang-terangan mencela Elis,
tapi Elis tidak sadar, ia benar-benar jadi Gila sepenuhnya, kewarasannya sudah hilang di ambil anak buah Pasha
Pasha menginginkan Elis jadi gila karna menurutnya kematian terlalu mudah buat Elis
"aku membakar rumahmu.. tapi kenapa kau malah makin dekat dengan tuan Pasha ku hah...?? ". teriak Elis menggila
"Hei.. wanita gila...!! lepaskan rambutku...! ". teriak wanita yang di tarik-tarik rambutnya oleh Elis
Wanita itu menjambak kuat rambut Elis hingga Elis terjatuh dan menggila menjambak rambut wanita yang terdekat dengannya
__ADS_1
banyak orang yang merekam kejadian itu, Karir Elis sudah hancur dan sekarang gila karna Pasha telah memiliki seorang pujaan hati bahkan dikabarkan telah memiliki keturunan
"apa..? jadi Elis dalang dari semua itu..? " gumam Kaira tak percaya.
Pasha menggenggam tangan Kaira, "jangan percaya wajah manis para artis dan aktor sayang..!! terkadang mereka tidak sebaik yang di beritakan"
Kaira mengangguk..
"aku memang tau tapi aku tidak nyangka elis tega melakukannya!! bukankah dia suka membantu orang-orang susah..? seharusnya dia punya hati nurani dong...! pria didunia ini tidak cuma Tuan Pasha Melviano aja".
Pasha tergelak mendengar omelan Kaira hingga semua mata beralih ke Pasha, mata semua orang membulat sempurna
"t.. tuan Pasha..? " kaget semua orang
wajah Pasha berubah dingin, Kaira melihat situasi yang merekamnya, Kaira bersembunyi di dada bidang Pasha menutupi wajahnya dengan kedua tangannya tapi tidak memeluk Pasha hanya sekedar mencari tempat untuk melindungi wajahnya jangan di rekam.
"itu Dia...!! Kaira mati kau...!! ". Elis dengan penampilan acak-acakannya berlari ke arah Kaira
Elis membawa sebuah pisau tumpul berkarat hendak menusuk Kaira dengan itu,
semua orang yang melihat itu menjerit ketakutan, Elis benar-benar sudah gila bagaimana bisa menyerang Kaira di depan Pasha.
Pasha menarik pinggang Kaira hingga Kaira berpindah tempat ke arah lain Kaira melebarkan matanya dengan kaget, ia tak sempat memekik sebab situasi begitu ramai merekam nya dengan Pasha.
"Mati....!! " teriak Elis menggila
"Tuan muda..! ". tundukan hormat beberapa bawahan Pasha dan Panji tiba menyapa Pasha dan Kaira hingga semua orang membeku.
"kalian terlambat..! jika terjadi sesuatu dengan Kaira aku bisa mati ditangan mamahku dan anak-anakku belum lagi papaku..? apa kamu tidak lihat dia gila..? kenapa dia bisa ada di jalan? kenapa nggak di rumah sakit jiwa..? ". Pasha mengomeli Panji dan bawahannya itu
"ampun tuan muda..!" ucap mereka semua serentak
Panji buru-buru memberi perintah pada rekannya untuk menangkap Elis
"maafkan saya Nyonya!! hukum saya karna lalai Nyonya muda.. " Panji berlutut di depan Kaira
Kaira terlonjak kaget dengan cepat ia membantu Panji berdiri tapi sudah keduluan Pasha, Kaira tersenyum kikuk
Pasha memeluk Kaira dipinggangnya begitu posesif
"kamu mau buat aku yang menghukum Panji? ".raut wajah cemburu Pasha
angin badai dari mana ini? tanpa sadar ada yang merekam adegan mereka siaran langsung, banyak yang menontonnya dan jadi viral detik itu juga, segala komentar memenuhi layar hp mereka
nama Kaira jadi trending topik dimana-mana belum lagi kecemburuan tuan muda yang dikenal dingin, angkuh +Arogan itu
"KAIRA....!! Mati kau...!! aku akan membunuhmu..! " teriak Elis menjadi-jadi.
Pasha menatap tajam bawahannya yang memegang Elis, mereka yang ditatap bergidik ngeri langsung menarik paksa Elis menjauh dari Pasha dan Kaira hingga memaksanya masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
.
"lepaskan aku Pasha..!! lagian dia wanita mu kan? kenapa kamu malah marah sama aku.? siapa suruh kamu dekat dengannya..! ". Protes Kaira berusaha melepaskan tangan Pasha
"ayo kita pergi sayang.! dan lagi dia bukan wanitaku". Ajak Pasha langsung menggendong Kaira ala brydal style
Kaira menggeliat seperti ulat bulu di gendongan Pasha..
"Pasha...! aku belum selesai bicara dengan Panji.. kenapa kau membawaku kabur...?? " teriak Kaira memukul-mukul dada bidang Pasha
Panji tersenyum saja melihat perlakuan Pasha
"sejak kapan tuan muda bisa bersikap seperti anak-anak yang tidak mau ibunya di rebut anak lain.. " batin Panji menahan senyumnya sekuat tenaga
semua orang masih bengong dengan situasi, Panji menatap tajam mereka semua yang merekam kejadian tadi.. bisa apa Panji saat ini, berita Pasha dan Kaira pasti sudah Viral sebab dari sekian orang yang merekam pasti banyak yang melakukan siaran langsung
"Bubar...!! " perintah Panji
dan semua orang berbalik ketujuan masing-masing seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, mereka berjalan seperti robot dengan wajah bodoh masing-masing
.
.
Kaira sudah jauh lebih tenang saat bertemu dengan bu Riris yang sudah dianggap ibu nya sendiri.
"dalam 2 minggu ini rumah anak-anak panti akan siap bu..! Kaira mohon ibu dan anak-anak bersabar ya..? "
"iya nak Kaira.. ibu baik-baik aja di tempat ini kok.. makasih atas segalanya ya nak..! " ucap Bu Riris begitu tulus mengelus pipi Kaira
Kaira tersenyum manis..
"kalau gitu Kaira harus pulang bu.. anak-anak Kaira sedang di rumah jadi harus diajak bermain biar tidak bosan..! "
"eeh.. iya nak.. lain kali bawa anak-anak Nak Kaira kemari ya..? "
Kaira terkekeh, "iya bu..! "
mereka berpelukan bersama lalu Pasha pun dengan kikuk izin pada ibu panti untuk pulang, Kaira menahan tawanya saja melihat seorang Pasha menjatuhkan sikap Arogannya pada seorang ibu panti, sungguh lucu tapi sangat menggemaskan..
Kening Kaira mengkerut mengingat kata-kata elis tadi
"bagaimana Elis bisa nggak waras ya..? apa sebenarnya yang terjadi..? apa ulah Pasha..?
tidak mungkin Pasha.. Pria monster ini pasti akan main bunuh bukan buat Gila ..! ". kaira berdebat dalam hati mengenai penyebab Elis jadi gila.
.
.
__ADS_1