Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
mendoa kecil-kecilan


__ADS_3

Kaira tiba di mansionnya yang terlihat sepi..


"suamiku? ".kaira menoleh keatas


"kenapa sayang? ".Pasha mencium sayang kening Kaira


"kemana semua orang? ". tanya Kaira dengan manja


"mereka sedang sibuk! ". jawab Pasha singkat


Kaira memutar bola matanya dengan kesal


"aku tau makna sibuk itu suamiku tersayang tapi kemana semua orang ?"


Pasha tersenyum manis menghiasi wajah tampannya..


"panggil aku Husband sayang..! ". pinta Pasha tak nyambung


Kaira menjatuhkan rahangnya, Jika dirinya sedang baik-baik saja dan tak lagi menggendong Kaisha mungkin udah babak belur Pasha detik ini juga.


"kenapa Husband? ". tanya Kaira mendesis geram


"aku ingin kamu panggil Husband? Sayang? suamiku udah biasa! atau kamu punya rekomendasi panggilan yang lebih romantis sayang? aku akan memanggilmu istriku". pasha mengoceh sendiri


Kaira memijit pelipisnya sambil memejamkan mata


"suamiku sudah gila karna nggak diberi jatah harian.!!". batin Kaira dengan geram


Arla dan Katrina bertindak seolah patung berjalan tak berniat ikut campur akan pembicaraan majikannya.


setibanya di mansion Kaira melihat suasana mansion begitu indah ada balon-balon di langit-langit, yang menjadi pusat perhatian Kaira sebuah tulisan besar di lantai atas


"Selamat datang Keyzo Melviano dan Kaisha Melviano! doa tulus keluarga besar Melviano dan keluarga Bangsawan Ningrat yang terbaik untuk kalian..!"


Kaira melihat ke arah Pasha dengan raut wajah minta penjelasan


"yeeee...!! selamat datang Kaira..! dedek kembar selamat datang aunty sangat penasaran dengan kalian? ". heboh Ella yang tak sabar tiba-tiba menongolkan wajahnya hingga Ramzi berlari mengikuti Ella yang sedang hamil muda


"Ella..? ". bentak Kaira dengan alis menyatu kesalnya


Pasha mengambil alih Kaisha ditangan Kaira, Kaira memeluk Ella yang tertawa cekikikan


"maaf ya baru bisa datang sekarang! ". ucap Ella dengan gemas menoel-noel pipi gembung Kaira yang tengah merajuk


"selamat datang ke mansion ini lagi sayang? ". ucap semua orang serentak termasuk para pelayan tapi pelayan menyebut Nyonya muda.


Nova dan Dylan memakai topi kerucut ke atas dengan miring hingga terlihat menggemaskan,


"lihat bunda merajut topi cantik untuk sikembar kecil ". Arabela berlari kecil ke arah Kaisha dan Keyzo langsung memasangkannya di kepala sikembar kecil itu.


Kaira melihat semua orang dengan tatapan harunya.


"tante cantik ?". sapa anak-anak panti tempat Kaira dulu dibesarkan


dan kedatangan ibu panti juga makin membuat Kaira menangis kencang.

__ADS_1


Pasha di buat panik dengan tangisan Kaira, ia menyerahkan bayinya pada pengawal terdekatnya lalu bersimpuh didepan Kaira.


"sayang? hei... istriku? ada apa hm..? ". Pasha menangkup pipi Kaira dengan khawatir,


rani yang tau tertawa cekikikan dengan tingkah lucu Kaira. Ramzi bisa melihat betapa sayangnya Pasha pada Kaira, sosok wanita istimewa yang bisa mengandung benih berharga tuan nya.


"kamu buat aku menangis bahagia! hiks.. hiks... aku kaget dengan kejutanmu". isak Kaira


Pasha lega mendengarnya, sementara yang lainnya tertawa mendengar perkataan jujur Kaira, Pasha sangat mengistimewakan Kaira.


"kita merayakan kelahiran anak kita dengan mendoa syukuran bersama anak-anak panti aku fikir hal ini akan membuatmu bahagia".


"aku sangat bahagia". kata Kaira merentangkan tangannya ke Pasha


Pasha memeluk Kaira dan mengelus punggung Kaira dengan penuh kasih sayang Nova dan Dylan memeluk Pasha, alhasil Pasha ditengah-tengah pelukan keluarga kecilnya hal itu membuat semuanya tertawa lepas.


Arabela dan Mely segera mengambil alih cucu-cucu mereka ditangan Arla dan Katrina.


.


.


Kaira telah berganti baju, ia tertawa bahagia di kursi roda bersama Ella dan Rani beserta ibu panti.


Dylan dan Nova sedang bermain di box bayi Keyzo dan Kaisha.


"imut banget ya kak.. Nova senang punya adek kecil". girang Nova menoel-noel pipi baby Kaisha


"yah..! ". Dylan tersenyum tulus melihat Keyzo dan Kaisha bergantian.


"ustadnya sudah datang Nak Kaira..! "


Pasha dan Ramzi berangkulan bersama pribadi Pasha makin hangat saja dirasakan Ramzi, atasannya itu mudah tersenyum dan bermurah hati tak seperti dulu begitu kejam dan tak punya hati.


Nova berlari kecil ke arah anak-anak panti dan berteman baik dengan mereka, Dylan juga ikut bergabung walau tak banyak bicara, nova yang memang dasarnya ceria dan bawel mudah dekat dengan teman baru asalkan tulus.


"lihat kakak ipar, Nova dekat sekali dengan anak perempuan itu..! ". bisik Rani menunjuk Nova yang tengah berbincang semangat dengan seorang anak perempuan yang terlihat polos dan lugu.


Kaira tersenyum manis..


"biarkan saja anak kakak bermain dengan mereka! "


"apa nggak apa-apa kakak ipar? ". tanya Rani penasaran


"terkadang anak panti jauh lebih tulus dari pada anak orang kaya Rani..!". jelas Kaira dengan santai mengayuh kursi rodanya.


Acara mendoa sikembar Melviano berjalan lancar sekalian acara akikah ke empat anak Pasha sekaligus berupa uang tunai saja, supaya dibelikan hewannya lalu disembelih dan dagingnya dibagikan pada orang orang yang kurang mampu .


Kaira terharu dengan perubahan Pasha yang sudah tau perihal agama,


"tuan muda". bisik Ramzi


Pasha beralih ke Ramzi, "hmmm? "


"nyonya memanggil tuan muda". bisik Ramzi lagi

__ADS_1


Pasha menepuk pundak Ramzi lalu izin dengan ustad nya bersama Matt, Lexy.


perempuan bertugas menyiapkan makanan untuk anak-anak panti dan memberi mereka masing-masing amplop yang sudah di isi Mely dan Arabela


"kenapa sayang? kamu butuh sesuatu? ". tanya Pasha


"antar aku ke Bayi kita". rengek Kaira merentangkan tangannya sambil menggenggam dan membuka kepalan tangannya dengan lucu.


Pasha tertawa lebar hingga terlihatlah ketampanan Pasha yang makin mempesona,


"muaah..! ". Pasha mengecup kening Kaira lalu menggendong Kaira dengan hati-hati


Arla langsung sigap mengangkat kursi roda Kaira dan mengikuti langkah majikannya.


.


.


"nama kamu sarah ya? ". Gumam Nova dengan sumringah


"ayo ikut aku". nova menarik tangan Sarah


"No.. nova mau bawa aku kemana..? ". protes Sarah dengan tergagap


Dylan melirik sekilas adiknya lalu melirik Riska, Riska yang faham langsung mengikuti Nova masuk Lift.


para pelayan membantu anak-anak panti makan, mansion ini terasa ramai dan ribut saat ini tapi Mely dan Matt tak marah malah bahagia dengan keributan itu.


"aku masih tidak percaya kalau putraku yang dingin itu sendiri yang mengusulkan ide ini? kenapa aku nggak pernah terfikirkan? ya Tuhanku.. banyak sekali dosaku ". batin Mely merasa merendah tapi bibirnya tersenyum menunjukkan kebahagiaan nya lewat sorot matanya walau hatinya merasa sedih karna agamanya yang masih terbilang lemah.


.


Kaira menoel-noel pipi Keyzo yang sangat tenang dalam tidurnya.


"kita sangat ribut tapi mereka sama sekali nggak rewel". Pasha mengusap pelan kepala Kaisha


"sekarang enggak suamiku..! tapi percayalah saat mereka sudah bisa merangkak nanti kamu akan kerepotan mengatasi mereka". kekeh Kaira


"benarkah? ". tanya Pasha malah bersemangat


Pasha menatap penuh cinta Kaira yang bisa melahirkan 4 anak yang sangat menggemaskan, belum lagi Nova dan Dylan yang sangat cerdas yang IQ nya mungkin tak terhitung saking pintarnya.


"terimakasih atas hadiahmu sayang". ucap Kaira dengan tulus ke Pasha


Pasha dan kaira bersitatap lama Pasha mengumpat pelan sambil mengalihkan pandangannya,


"kamu menggodaku sayang". kesal Pasha dengan pipinya mulai merona lagi


Kaira tergelak melihat pipi Pasha


"dasar mesum..! entah apa yang ada di otak kotormu itu".


Pasha tak mengelak karna yang Kaira katakan memang benar, Pasha harus bisa menahan hasratnya saat ini dan untuk kedepannya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2