Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
bermain


__ADS_3

Nova sudah menguji Riska dengan segala instingnya tanpa berkelahi dengan Riska sebab kata daddynya harus menjaga kedua tangannya jangan sampai lelah.


"Kakak...? " Nova mendekati kakaknya


"kamu memilihnya..? ". tanya Dylan menatap Riska yang tak bergeming..


"iya kak...! bisakah kakak menguji pertahanan beladirinya..? nova harus menjaga tangan Nova jangan lelah kata daddy ".


"dengan senang hati adikku..! " jawab Dylan mengusap kepala Nova


Nova menyeringai lebar,


"kak Riska lawan kakakku. jangan remehkan kakakku ya..? gunakan kemampuan terbaikmu seolah kakakku musuhmu ok...? "


"baik nona kecil..! " jawab Riska


Dylan kembali ke atas matras, Pasha dan Matt sudah ada disamping Nova


ke enam pengawal baru tampak berbinar ingin melihat kemampuan Dylan dengan Riska, Riska walaupun anak orang miskin dan tak punya koneksi apapun tapi ia bisa berhasil mencapai ke titik ini yang artinya dia juga punya kemampuan yang hebat diakui keenam pengawal baru itu.


Dylan berjalan tenang mendekati Riska, seperti air tenang mereka hanya saling tatap-tatapan dengan datar dan tak terbaca.


"sepertinya adikku sangat pandai memilih..! ".kata Dylan dengan senyum tipis diwajah imutnya


"terimakasih tuan kecil.. !" jawab Riska tanpa senyuman atau bangga dengan pujian itu


Dylan menyerang kaki Riska dengan sigap Riska mengangkat kakinya tanpa beringsut sedikitpun,


"bagus...! cukup diandalkan ". puji Dylan


Dylan menyerang Riska hingga mau tak mau Riska memang mengakui kehebatan Dylan dan mengerahkan kemampuan terbaiknya melindungi diri.. sebab tujuan penguji coba ini adalah mencari pengawal yang bisa melindungi diri sendiri bukan pandai bertinju karna ini bukan kompetisi dengan musuh tapi orang yang harus dia jaga nanti nya.


"hebatnya..! ".puji ke enam pengawal baru menatap perkelahian sengit itu tanpa berkedip.


Pasha tersenyum begitu bangga dengan kemampuan putranya itu, Ramzi dan Mars menjatuhkan rahangnya baru melihat sisi kecepatan tangan Dylan yang benar-benar tak tertebak.. banyak pukulan-pukulan tipuan dari tangan kecil Dylan hingga mata mereka membola melihat hal itu.


Matt dengan takjub melihat kehebatan Dylan, sementara Nova bertepuk tangan dengan semangat..


Bukkhh....


Riska terjatuh dengan pukulan terakhir Dylan, Riska dengan cepat bertumpu dengan lututnya menghormati kemampuan Dylan yang tak wajar.


Dylan mengulurkan tangannya dengan hati-hati Riska menyambutnya.


"kamu sangat pas menjadi pengawal pribadi adikku.!" puji Dylan


"terimakasih pujiannya tuan kecil, tapi kemampuan saya belum ada apa-apanya dengan tuan kecil..!"


"bagiku kemampuanmu cukup mengulur waktu sampai pertolongan daddyku tiba..! ". Kata dylan dengan wajahnya kembali datar


"bagaimana kak..? " tanya Nova bersemangat

__ADS_1


"boleh juga..! " jawab Dylan keluar dari matras meninggalkan Riska yang masih mematung dengan wajah tertunduk.


Pasha memeluk Dylan,


"daddy lepas.. Dylan malu..! " kata singkat Dylan membuat Pasha melepaskan pelukan bangga nya.


"dasar...!! " kekeh Pasha mengusap kepala Dylan


"bagaimana..? udah siap..? " tanya Mely yang tengah merangkul Kaira mereka baru kembali dari kantin.


"mommy...? "teriak Nova berlari kecil ke arah mommynya.


"apa udah siap..? " tanya Kaira memeluk Nova sambil melihat sekeliling tak ada lagi 100 pengawal yang berbaris tadinya.


"udah sayang..! " jawab Pasha dengan bangga


Nyonya Mely menyerahkan botol minuman yang dia beli untuk Nova dan Dylan, sementara Pasha dan Matt tidak.


"kok cepat sekali..? " tanya Kaira tak percaya


"kak Dylan mendapatkan 6 pengawal terbaik untuk menjaga mommy " oceh Nova dengan semangat.


Kaira beralih melihat ketujuh pengawal baru yang dipilih Dylan sedang berbincang serius dengan Ramzi dan Mars.


.


.


"Panji kemana nak..? " tanya Mely.


"begini mah Panji mengurus pekerjaan yang Kaira butuhkan " jawab Kaira takut-takut


Mely tersenyum lebar,


"kenapa kamu takut sayang? mama tidak marah kok.. baguslah kalau dia baik-baik aja, mama kira dia cuti karna sakit "


Kaira tersenyum malu, ia tak berani mengatakan apa hal penting itu dan Pasha terlihat tak mau membocorkan apa yang dilakukan istrinya sebab tau dari kepribadian istrinya yang belum sepenuhnya terbuka dengan keluarga Melviano..


"kita main..! " seru Nova bersemangat


"ayo...!" ajak Matt tak kalah bersemangat


Dylan hanya memutar matanya dengan coolnya,


benar-benar gengsi mengatakan kalau dirinya juga mau bermain.


.


.


kini keluarga Melviano tengah berkumpul di mol MattGroup.. bahkan Pasha mengosongkan lantai teratas khusus untuk anak-anaknya aja.. benar-benar tak bisa Kaira bantah kalau Pasha mau anak-anaknya puas bermain tanpa antrian

__ADS_1


"Daddy ayo kita naik roaller coaster...! " ajak Nova semangat


Pasha mengangguk setuju ia beralih ke Dylan dan mengulurkan tangannya, dengan ragu-ragu Dylan menyambutnya, Matt di buat kekeh dengan gengsinya dylan padahal udah tidak ada orang lain disini.


"mommy.. kami main dulu ya..? " izin Nova menarik tangan Matt


"iya sayang..! hati-hati ya..? mommy tunggu disini". Kaira mengelus kepala putri kecilnya..


Dylan tersenyum ke Kaira, Kaira mengecup tangan Dylan hingga siempunya tertawa lebar.


"Pasha aku....?". kata Kaira tergantung


"Aku akan menjaga mereka dengan papa .. percaya padaku..!" potong Pasha mengecup kening Kaira.


Dylan sudah biasa melihat hal itu begitu juga Nova, sebab setiap sarapan pagi pasti mereka sudah disuguhkan pemandangan dimana Pasha mencium punggung tangan dan kening Kaira didepan meja makan..


Kaira tersenyum manis..


"ayo sayang...! " ajak Mely


Matt, Pasha dan sikembar berjalan ke arah antrian tiket permainan tanpa menunggu langsung masuk sebab tempat ini hanya ada mereka saja


"kamu tau sayang..? " ujar Mely menatap dari kejauhan apa yang dilakukan suami, anak dan cucu-cucunya


Kaira beralih ke Mely.. "tau apa ma..? "


"mama pernah melihatmu sedang duduk disini melambai-lambai ke Dylan, Nova dan Ella saat itu"


Kaira tampak terkejut.. "benarkah mah? "


"iya sayang walaupun kamu menutupi wajah dylan dan nova tapi bola mata mereka bisa mama lihat.. saat mama melihat mata mereka hanya satu orang yang terfikir oleh mama yaitu Pasha.. "


Kaira tersenyum canggung..


"maafkan Kaira ma, udah buat mama jauh dari Dylan dan Nova sumpah Ma, Kaira tidak tau kalau pasha tidak punya keturunan, saat kaira pergi doa Kaira hanya mau Pasha bahagia dengan istrinya !"


"mama yang minta maaf sekaligus berterimakasih padamu sayang telah kembali ke kami dalam keadaan baik-baik aja.. mama juga tidak bisa mengulang waktu, mama hanya bisa memperbaiki masa lalu yang kacau karna ulah mama sendiri... ". kata Mely mengelus tangan Kaira dengan penuh kasih sayang.


Kaira tersenyum dengan mata berkaca-kaca ia memeluk Mely yang memberikannya kasih sayang seorang ibu.


"mama minta maaf sayang...! " ucap Mely


Kaira menggeleng kepalanya di pelukan Mely,


"Kaira tidak membenci mama ataupun yang lainnya Kaira mohon lupakan masa lalu ya..? "


Mely mengangguk-ngangguk haru, dan tawa mereka lepas seketika saat panggilan sikembar menyapa mommy dan Mely sedang naik roaller coaster.


Mely menghapus air matanya yang benar-benar menyukai situasi sekarang..


.

__ADS_1


.


__ADS_2