
Pasha dan kedua orangtua nya ada di ruangan kerja Pasha..
"apa maksudmu nak...? " tanya Mely mengerjab-ngerjab tak percaya.
"iya mah... Pasha juga baru tau kebenarannya, menurut Pasha juga nggak mungkin tapi mama sama papa tau sendiri kan? Kaira bisa mengandung anak Pasha mah.. pah.. dia memiliki rahim istimewa yang banyak wanita diluar sana nggak ada..! "
Matt menganga lebar hingga lupa menutup rahangnya sendiri..
"Astagah...!! bagaimana bisa Kaira anak putri bangsawan...? " kata Mely dengan lemas
"apa menurutmu Kaira akan tetap memilih kita son..?? kamu selalu bersikap baik kan pada Kaira..??" tanya Matt serius..
"iya pah.. Pasha selalu mengistimewakannya sejak Pasha tau Kaira adalah wanita istimewa yang bisa mengandung keturunan Melviano..! " jawab Pasha
"bisa bahaya kita kalau berlawanan dengan bangsawan yang satu itu, mereka memiliki pasukan militer yang sangat besar...! " keluh Matt memijit pelipisnya sendiri.
"Kaira... mama nggak tau harus bangga atau sedih saat tau siapa Kaira sebenarnya". ujar Mely dengan lirih..
"jadi apa maksudmu merayakan resepsi besar pernikahan kalian..? " tanya Matt serius.
"Pasha ingin mengumumkan pada dunia Kaira adalah istri Pasha Melviano kami juga memiliki anak, dengan begitu nggak akan ada masalah saat identitas Kaira terbongkar setelah itu..! " jawab Pasha
"baiklah.. mamah setuju nak.. kita nggak boleh memprovokasi mereka tapi kita juga harus mempertahankan Kaira dan cucu-cucu mamah..!! sejak awal mereka hanya bagian dari Melviano
terserah darah Kaira itu warna apa..? Kaira tetap menantu mamah..! "
"apa kamu akan memberi tau Kaira nak..? " tanya Matt
"Pasha nggak punya keberanian mengatakannya Pah.. Kaira belum mencintai Pasha, bagaimana jika Kaira memilih keluarganya? membawa anak-anak Pasha..? pasha nggak bisa bayangin itu pah.. mah...! ". Pasha gelisah membayangkan Kaira akan pergi darinya.
"kamu tenang aja son.. papah akan berjuang digaris depan kalaupun kita harus perang besar...! papah rela mati demi cucu-cucu papah.. "
"mamah juga akan turun tangan..! selama ini kita memang tidak pernah bersinggungan dengan bangsawan yang satu itu tapi mamah nggak akan mengalah kalau mereka harus merebut Kaira dan Sikembar dari kita".
"Pasha takut Kaira memilih pergi pah... mah..! " lirih Pasha
Mely dan Matt tertegun mendengar perkataan Pasha, selama ini mereka tidak pernah melihat kelemahan Pasha tapi sekarang putra mereka menunjukkan air mata serta menunjukkan kelemahannya.
"kaira nggak akan pergi". tegas Matt percaya
"apa kalian sudah melakukan hubungan suami istri nak..? ". tanya Mely menangkup pipi Pasha dan menghapus air mata putranya yang selalu tegar itu..
Pasha mengangguk.
"Kalau begitu Kaira nggak akan pergi dari mu nak..! tapi keluarganya lah yang jadi permasalahannya". tutur Mely dengan serius.
"anakku benar-benar sudah terjerat cinta Kaira.. semoga Tuhan benar-benar menjodohkan kalian nak.. papa hanya bisa mendoakan..! dari sekian penderitaan yang kamu lalui.. baru kali ini papah melihatmu terlihat lemah dan tak berdaya..! " batin Matt tak percaya apa yang barusan terjadi.
"Pasha nggak akan melepaskan Kaira mah... Pah.. pasha akan selalu mempertahankannya sampai titik darah penghabisan !". tekat Pasha dengan tatapan iblisnya..
"iya nak.. mamah dukung apapun yang akan kamu perbuat..! mama percaya kamu akan melakukan yang terbaik demi mempertahankan keluargamu". Mely mengusap bahu putranya.
cukup lama mereka berbincang, Pasha kembali ke kamarnya dan melihat istrinya masih terlelap.
Pasha membersihkan diri lalu memakai pakaian yang nyaman, walau Kaira tidak sempat membersihkan diri, tubuh Kaira sangat wangi, wangi yang berhasil membuat Pasha terlena dan bergair*h.
"sayang...? " Pasha mengendus wangi tubuh Kaira.
__ADS_1
Kaira mendongakkan kepalanya sambil menarik nafas, Pasha jadi menciumi leher Kaira..
"uuggh... Pasha suamiku... aku ngantuk..! "
suara serak Kaira berusaha menjauhkan tubuh Pasha dari nya
Pasha tersenyum lembut, "kamu nggak mandi sayang...? "
Kaira merentangkan tangannya,
"apa maksudmu aku yang mandikan..? " tanya Pasha tersenyum licik.
Kaira berdehem malas.. Pasha tentu dengan senang hati menggendong Kaira ke kamar mandi, terjadilah apa yang seharusnya tak terjadi.. Kaira melakukan kesalahan besar membiarkan Pasha memandikannya.
"aku ingin membunuhmu Pasha..! " geram Kaira dengan wajah lelahnya.
Pasha terkekeh dan mengecup bibir Kaira.
.
.
ke esokan paginya Kaira membersihkan diri lalu memasak untuk keluarganya.
"bagaimana keadaanmu sayang...? " tanya Mely dengan lembut..
Kaira terkejut lalu tersenyum malu ke Mely.
"Kaira baik-baik aja mah ". jawab Kaira
"mommy...? " sapa Nova dengan ceria
Kaira tentu bersimpuh dan Nova memeluk manja mommynya.. Dylan mengecup tangan dan kening Kaira.. Mely juga di perlakukan hal yang sama hingga para pelayan di depan pintu begitu senang dengan kebahagiaan Keluarga Melviano sejak Kaira dan sikembar datang ke mansion.
"mommy nggak lihat berita..? " tanya Nova antusias..
"hmm..? " wajah linglung Kaira
"mamah sudah dikenal dunia sebagai nyonya muda melviano..! " jawab Dylan
Kaira melebarkan matanya.. "cepat sekali tersebarnya? bagaimana bisa? "
"apa sih yang nggak cepat kalau udah ada daddy mommy..? " senyum cerah Nova
Kaira tersenyum kikuk ia lupa siapa Pasha.
"daddy mana mah..? " tanya Nova celingak-celinguk..
Kaira tersenyum jahat, ia ingin balas dendam karna perlakuan Pasha tadi malam masih sempatnya menid*rinya dan lucunya di kamar mandi.
"kalian bangunkan daddy kalian..! hajar aja kalau nggak mau bangun.. " kompor meletup Kaira
Mely mengerutkan keningnya mendengar perkataan Kaira tapi melihat wajah kesal Kaira bisa Mely tebak anaknya itu pasti membuat Kaira marah.
"apa daddy melakukan sesuatu pada mommy..? " tanya Dylan dengan serius.
"iya sayang.. masa daddy kalian menimpa mommy tidur kan badan mommy jadi pegal pagi-pagi, udah tau badannya besar...! " gerutu Kaira
__ADS_1
"siap mommy". Nova berlari dengan pakaian sekolahnya
Dylan berbalik menyusul adiknya, ia juga akan menginjak perut daddynya karna berani membuat Mommynya pegal-pegal.
Sementara Mely yang faham maksud Kaira tertawa keras.
"mamah". rajuk Kaira
Mely pun angkat tangan pertanda dirinya tak akan menertawainya lagi
"mamah nggak tau sih punya suami mesum.. dia sangat mesum mah..! " gerutu Kaira keceplosan.
Kaira membelalakkan matanya saat para pelayan dan Mely tertawa karna nya, Kaira tersenyum malu dan segera menyembunyikan wajahnya di dalam kulkas
hingga para pelayan pun tak bisa lagi menahan tawanya.. toh Kaira sangat baik hati tidak akan menghukum mereka sebab Nyonya mereka memang sangat menggemaskan.
Nova dan Dylan tiba di kamar Daddy dan mommynya.
"Awas aja daddy..! " kesal Nova berjalan cepat menaiki kasur mewah Pasha.
Pasha masih tertidur dengan terlentang.. Dylan juga naik ke kasur Pasha dan menginjak perut daddynya, Nova menjambak kepala daddynya tapi masih pelan.
"daddy...!! " teriak sikembar.
Pasha terlonjak kaget tentu langsung membuka matanya..
"eeh... sayang..? kok disini ..aaakh.. perut daddy kok diinjak son? " linglung Pasha khas bangun tidur menggaruk kepalanya sendiri.
"mommy suruh kami menghajar daddy karna udah buat mommy kelelahan tadi malam..! mommy pegal-pegal daddy...! " omel Nova menarik hidung mancung Pasha dengan kuat hingga hidung Pasha memerah.
Pasha akhirnya menyadari Kaira sedang balas dendam padanya karna ulahnya tadi malam.
"daddy tadi malam sedang buat dedek baru untuk kalian..! " jelas Pasha dengan senyum tampannya.
Nova dan Dylan saling pandang tak mengerti.
"dedek baru harus buat mommy pegal-pegal ya..?" gumam Nova dengan polos..
Pasha menahan tawanya sekuat tenaga.
"daddy nggak bohong kan..? ". tanya Dylan memicing curiga..
Pasha menggeleng kepalanya, "daddy nggak bohong son..! "
"artinya Nova bakal punya adek? " tanya Nova dengan mata berbinar
"kita lihat 1 minggu kedepan ya..? daddy yakin mommy kalian akan mengandung dedek baru". jawab Pasha dengan enteng mengelus kepala putrinya.
"daddy yakin..? " tanya Dylan tak percaya.
"tentu son..! buat adek baru buat kalian tidak semudah buat kue..! jadi kalian harus bersabar ya..?? percayalah daddy sedang berusaha".
Nova menjerit senang, Dylan mengangguk percaya jadinya.
"kamu melupakan siapa lawanmu sayang..? " batin Pasha gemas sendiri dengan kelakuan Kaira yang mengadu pada anak-anaknya..
.
__ADS_1
.