
Kaira jadi ditarik paksa oleh Ella bersamaan Sikembar di bawa oleh Panji, kekuatan sikembar seolah hilang begitu saja, bagaimanapun Nova dan Dylan masih anak-anak yang emosinya belum stabil...
satu kesedihan saja bisa membuat mereka down apalagi kehilangan,
"Ya Allah tolong selamatkan tuan Pasha...!! ". gumam Kaira bersungguh-sungguh..
Nova dan Dylan sampai di kasih oksigen karna mereka berdua sempat menghirup asap, walaupun hanya didepan pintu saja..
tak lama kemudian Mely dan Matt tiba di lokasi, mereka berhambur ke tempat penjagaan anggota the Xylver bisa Mereka tebak Kaira dan kedua cucunya ada disitu..
"Kaira..? sayang...? ". Nyonya Mely menggedor-gedor pintu mobil ambulance..
"iya Nyonya...? ". sahut Kaira hendak membukakan pintu tapi suster yang ada di samping Kaira yang berlari kecil sambil menunduk membukakan pintu buat Nyonya Mely.
"bagaimana keadaan kalian sayang...? ". tanya Mely berlari tergesa-gesa ke tempat Kaira setelah pintu dibuka
"Kaira baik-baik aja Nyonya tapi Pasha yang gila masuk ke kobaran api...!! ". sesegukan Kaira
Nyonya Mely mengangguk-ngangguk mengerti, ia memeluk Kaira...
"ini bukan salahmu sayang percayalah Kaira anak Mama yang satu itu sangat hebat, dia bisa melawan sijago merah.. "
"tapi itu hal gila Nyonya.. kenapa dia berani melakukan hal gila demi kami..?? ". tanya Kaira tak terima
"itu karna kalian adalah bagian dari hidupnya..!". jawab Mely tanpa ragu mengecup puncak kepala Kaira yang tertutup Jilbab..
Kaira menangis kuat..
"kenapa dia begitu Nyonya..? bukankah dia tidak mengharapkan kami hidup.? terutama anak-anakku
dia tidak mengharapkan anak-anakku ada di dunia ini Nyonya...! "
"kami manusia sayang! manusia yang berlumur dosa dan punya beribu penyesalan dan kamu adalah penyesalan terbesar bagi Pasha dan Keluarga Melviano ini sayang, Pasha yang dikatakan makhluk dewa juga manusia sayang... dia juga punya banyak kesalahan... ".bujuk Mely
sementara dokter dan suster yang mendengarnya hanya membelalakkan mata ke bawah, akhirnya faham situasinya
siapapun tau Pasha tidak memiliki keturunan tapi kenapa mereka tadi diperintahkan bergerak untuk menyelamatkan Nyonya muda Pasha, sungguh mereka bertanya-tanya dalam hati, hanya saja di pendam sebisanya sebab nyawa mereka taruhannya apalagi melihat wujud 2 anak kecil yang sangat mirip dengan Pasha..
"hiks.. hiks....!! ". isak tangis Kaira tak bisa apa-apa lagi..
ditempat lain Matt memeluk kedua cucu kesayangannya dengan erat..
"Granfa tuan Daddy masih didalam kenapa belum keluar juga...? hiks.. hiks.. !!". isak tangis Nova,
__ADS_1
"tuan Daddy belum keluar Granfa ayo kita masuk sama-sama...! ". pinta Dylan juga menangis di pelukan Matt
"Nova udah nggak punya daddy lagi cuma Tuan daddy satu-satunya kenapa tuan daddy juga nggak ada kayak daddy mark...? hiks.. hiks... kami nggak punya daddy lagi...! ". tangis Nova
Matt sampai berlinang air mata, padahal ia mantan mafia yang pernah ditakuti musuhnya bagaimana bisa ia menangis memeluk cucu-cucunya..
setelah melakukan pemeriksaan, sikembar dan Kaira beserta orangtua Pasha sedang melihat pintu masuk Pasha tadi, api belum juga padam sebab pemadam kebakaran cukup kesulitan memadamkan sijago merah..
Panji dan Ramzi beserta beberapa rekannya ada di depan pintu menjaga-jaga Pasha keluar,
"tuan Muda..? ". gumam Panji dan yang lainnya tersenyum tulus akhirnya Pasha terlihat juga olehnya..
Pasha keluar dari lahapan sijago merah membawa laptop Nova, bingkisan Kaira pemberian Mely yang tak juga di buka, serta Piala emas dan mendali emas milik Dylan...
Kaira terduduk lemas seketika,
"alhamdullahirrabbil alamiin...! "
"tuan Daddy...?? ". teriak sikembar hendak mengejar tapi Matt dan Mely menahan mereka..
Matt dan Mely juga ikut senang Pasha baik-baik saja hanya terlihat berantakan, baju putihnya bolong-bolong karna api sedangkan Jas kerjanya digunakan untuk melindungi barang-barang berharga milik Kaira dan sikembar..
"biar kami yang bawa tuan muda..! ". izin Ramzi
mereka pun tak lagi membantah hanya membantu Pasha berjalan, wajah pasha sudah hitam dibagian tertentu tapi sangat sexy dilihat siapapun..
"tuan..? ". Kaira bangkit dari duduknya yang tak elit..
Ella datang membawa satu botol air minum dan memberikannya ke Pasha, Panji yang menerimanya dan mengucapkan terimakasih pada Ella yang dibalas anggukan oleh Ella
"tuan daddy...? ". panggil Sikembar berkaca-kaca
Pasha tersenyum lembut lalu membukakan isi jasnya, betapa terkejutnya Dylan dan Nova dengan apa yang dibawa Pasha..
Dylan mengambil Piala emas dan mendali emasnya dengan mata yang memerah begitu sedih begitu juga Nova memeluk Laptopnya yang seharga 1 juta dolar,
Pasha memberikan bingkisan hadiah dari mely untuk Kaira yang tak juga dibuka
Mely sampai menghapus air matanya, Kenapa Kaira tak membuka hadiahnya..
"kenapa kau bisa berbuat gila hah? kau benar-benar pembunuh yang gila...! hiks.. hiks... aku hampir mati karna jantungan saat kau masuk ke dalam kobaran api itu...!! ". Kaira memukul-mukul dada bidang Pasha melampiaskan rasa khawatirnya tadi..
"kenapa kamu nggak juga buka hadiah dari mama hm...? ". tanya Pasha terkekeh pelan lalu memberikan bingkisan yang sedikit rusak itu ke Ramzi..
__ADS_1
Pasha memeluk Kaira lalu pingsan begitu saja karna terlalu banyak menghirup asap..
"Pasha...?? ". pekik Kaira tak bisa menahan keseimbangan tubuhnya.
"nak..? ". Matt dan Mely menjerit khawatir.
"tuan Daddy...!! ". Isak tangis sikembar sambil memeluk barang kesayangan mereka mendekati Pasha..
"tuan muda...??". Panji berusaha membenarkan posisi Pasha biar mudah digendong.
"siapkan ambulance cepat....!! ". teriak Ramzi menggema
para supir ambulance segera tunggang langgang memasuki mobil mereka dengan bunyi khas ambulance, sementara warga setempat tidak ada yang berani merekam kejadian karna banyaknya bawahan Pasha berjaga-jaga di depan mereka..
"cepat bawa tuan pasha...!! ". teriak Kaira
"baik Nyonya..! ". jawab panji
Matt membantu Pasha naik ke punggung Panji,
lalu Matt dan mely membawa Sikembar mengikuti mereka, Ella merangkul Kaira berusaha menenangkan sahabatnya itu..
para Pemadam sibuk dengan tugas mereka supaya api nggak membakar rumah lainnya, beruntung kabelnya sudah diputus oleh Panji saat baru datang tadi dengan peluru nya, jadi sijago merah hanya melahap rumah Kaira saja, atap rumah Kaira sudah habis dilahap api
beberapa menit Ambulance yang membawa keluarga Melviano pergi rumah Kaira akhirnya bisa dipadamkan, dinding rumah nya masih kokoh tapi udah tidak beratap..
setibanya di rumah sakit,
Ramzi sudah memerintahkan pekerja rumah sakit untuk mengosongkan satu jalanan untuk Pasha lewat, para dokter berbondong-bondong menyambut orang yang begitu berpengaruh itu..
"ada luka bakar di punggungnya dokter tolong selamatkan tuanku ...!! ". isak tangis Kaira begitu memelas pada 1 dokter yang kaira rasa cukup berpengaruh diantara semua dokter..
"ba. baik nyonya...! ". jawab dokter langsung tau Kaira adalah nyonya yang dimaksud Ramzi.
"tuan daddy...?? ". isak tangis Sikembar diatas brankar dimana Pasha berbaring pucat.
sementara yang lainnya membantu mendorong Brankar itu..
Nova terus saja menangis dan dylan juga beberapa kali menghapus noda hitam di wajah tampan Pasha bersamaan air matanya yang mengalir.
tuan besar dan Nyonya besar juga ikut mengikuti mereka sambil membawa barang-barang berharga milik sikembar, Ella merangkul Kaira supaya bisa tenang,
.
__ADS_1
.