
.
.
Dylan dan Nova sedang main game di gedung khusus permainan yang dibuatkan Pasha khusus untuk mereka kalau lagi bosan.
"kakak kita main mobil-mobilan..! ". seru Nova dengan girang
Dylan tersenyum tentu mengikuti kemauan Nova,
"Kakak curang! ". teriak Nova tak terima
Dylan terkekeh mengusap kepala Nova.
"kakak mainnya santai dikit napa sih? ". kesal Nova mengerucutkan bibirnya
Dylan menggeleng-geleng kepalanya pertanda tak mau,
"isssh kakak...!" kesal Nova
alhasil Nova dan Dylan berlari kejar-kejaran,
"kakak..! ". teriak Nova mengepalkan tangannya dengan lucu di udara
bagaimana Nova mau menang kalau kakaknya yang sangat hebat dalam bermain game, nova terbilang hebat tapi dibanding kakaknya tentu saja kakaknya lebih baik dari apapun, kalau bagian IT barulah Nova yang tak ada duanya..
"tunggu dek..! ". Dylan mengangkat tangannya menatap ke arah kaca didepannya
"kenapa? kakak mau kabur? ". cecar Nova dengan garang
"lihat kesana"
"kenapa sih kak? ". nova menoleh ke arah tatapan kakaknya.
"eeh..? siapa itu kak? ". tanya Nova menatap serius kaca disampingnya
"Apa itu orang yang sama kak? ". sambungnya lagi
"sepertinya begitu dek". jawab Dylan dengan raut wajah datarnya
"ckk... kurang kerjaan kali ya?? ". decak pelan Nova
"sepertinya mengincar kakak deh..! ". tebak Nova
"apa mommy sama daddy lihat ya? ". gumam Dylan
Nova menggeleng kepalanya tak tau,
"kayaknya daddy tau kak! apa sih yang nggak daddy ketahui"
Dylan mengangguk pelan,
"ayo kita cepat bertindak sebelum mommy kembali daddy pasti sengaja bawa mommy keluar karna percaya sama kakak".
"ya udah ayo kak". ajak Nova semangat
Nova dan Dylan memanggil meminta supir Melviano mengantarkan mereka keluar mansion, matt dan mely yang tak tau apa-apa pun mengizinkan karna Dylan dan Nova terus memohon ada yang mau mereka beli, malah sebagai bentuk keyakinan mereka meminta uang untuk pertama kalinya pada Mely dan Matt.
dengan senang hati granma dan granfa nya memberikan uang tapi harus kembali dalam waktu 1 jam.
__ADS_1
Dylan dan Nova diantar Chiko keluar mansion dengan mobil pribadi melviano,
Marsy segera memerintahkan vovo untuk jalan mengikuti mobil itu.
"tuan kecil..? ". chiko seperti mau bicara
"aku tau om..! biarkan saja". jawab Dylan mengerti
Nova mengangguk dan Chiko akhirnya mengangguk, ia fokus dengan kemudinya.
Dylan dan Nova masuk dalam Alfamini dan beli koin untuk permainan game mereka, Nova belanja jajanan dan beli minuman yang sekiranya enak menurutnya.
"hahaha... mati kau hari ini bocah monster". teriak Marsy begitu percaya diri.
Rossa hanya diam disamping Marsy, ia tak tau bagaimana caranya biar Marsy menyerah melawan Nova dan Dylan saat sikembar itu lolos dari rencana licik mereka detik itu juga Rossa sadar kalau anak itu bukan anak sembarangan.
Marsy menghubungi rekan-rekannya dan akan melakukan penyerangan di tengah perjalanan pulang Nova dan Dylan nantinya.
Vovo hanya memperhatikan gerak-gerik Nova dan Dylan yang terbilang normal.
"kakak? kalau orang jahat tadi membawa teman-temannya gimana? ".tanya Nova berbisik pelan
"nggak masalah bagi kakak dek". jawab dylan dengan santai
"lihat ini". Dylan menunjukkan gemerincing lucu dengan gambar anak bayi kembar di gagang kecil nya..
"waah....lucu nya kak..! ". Nova langsung mengambilnya 2 untuknya juga Baby Kaisha nantinya.
"bagaimana temanmu? ". tanya Dylan
"oh.. itu dia nggak akan mau menerimanya kak, yang boneka itu aja susahnya minta ampun". jawab Nova dengan kesal
"itu karna dia bilang tulus mau berteman dengan nova kak..! bukan karna nova banyak uang dan banyak mainan katanya dia akan berusaha bisa masuk ke sekolah kita dengan jeri payahnya sendiri..! "
"anak yang mandiri". puji Dylan
"iya kak". jawab Nova membenarkan
"Nova juga tulus mau berteman dengannya karna dia emang tulus bukan karna ada maunya". sambungnya lagi
Dylan manggut-manggut, ia percaya Nova tak pernah salah memilih teman karna dirinya juga merasa teman baru Nova yang berasal dari anak panti itu emang terlihat tulus.
selesai belanja Nolan kembali ke mobil,
"om ini buat om..! ". nova mengeluarkan minuman gingseng mahal ke Chiko
Chiko membulatkan matanya
"nona ini terlalu mahal untuk saya nona"
"mahal apa nya sih om? tadi granma sama granfa ngasih uang 2 ikat.. cukup kok, kata kakak-kakak penjual itu minuman yang bagus ya cuma itu. !". Nova berkata dengan polos
"iyalah nona kecil... uang 2 ikat itu gaji saya 5 hari...!! bahkan saya nggak mau mengeluarkan uang untuk beli gingseng merah ini". batin Chiko dengan canggung
"minum aja om..! hargai pemberian Nova". selah Dylan seperti nada memerintah
glek..!
"ba.. baik tuan "
__ADS_1
Nova tersenyum lebar melihat Chiko meneguk minumannya sampai habis,
"jalan om..! ". perintah Nova dengan riang
Chiko menjalankan kendaraannya,
"kakak bukain". rengek Nova menyerahkan Qtela nya ke Dylan
sebenarnya Nova bisa saja membukanya tapi sudah biasa bagi Nova begitu manja pada Dylan dan Pasha.
ditengah perjalanan mereka memang dikepung oleh banyaknya orang berkisar 20 orang berwajah sangar dan mengerikan.
di tubuh mereka ada luka berbagai macam senjata,
dari luka cambuk, timah panas, kampak, pisau dan banyak lagi..l
"tuh kan kak..! pria tadi bawa teman". gerutu Nova
"tu.. tuan kecil mari kita mundur". Panik chiko hendak mundur tapi mobil Marsy sudah ada dibelakangnya menutup jalan
"tenang di dalam mobil om". perintah Dylan dengan tenang
"tapi.. tuan ke.. cil? ". selah Chiko tergagap takut
"tenang aja om kakak ataupun Nova nggak akan terluka". Nova berkata dengan enteng sambil mengunyah Qtela nya dengan ekspresi menggemaskannya..
Chiko tak tau harus berkata apa, bibirnya bungkam tak bisa berbicara atau hanya sekedar menjawab singkat 'Ya' saja tidak bisa.
Dylan keluar dari mobil dengan tangan kosong,
"ckk..benar anak kecil yang keluar..! kenapa aku merasa terhina disini telah mengumpulkan banyak teman hanya untuk membunuh bocah ini..! "
mereka semua tergelak menatap remeh Dylan, Dylan berjalan ke tepi jalan dan mengambil batu sebesar kepalan tangannya Dylan melempar-lemparnya di udara.
"jika kalian menganggapku sebagai anak kecil mari selesaikan semua ini dengan cara anak kecil pada umumnya..! ". seringai iblis Dylan
Dylan melempar batu itu dengan kekuatan penuh ke arah pria yang pertama kali menghinanya.
Duukh..
seketika pria yang terkena batu langsung jatuh pingsan dengan kening yang berdarah,
"kau..? ". teriak rekan-rekannya yang menolong rekan mereka dengan baik.
"itu cara yang dilakukan anak kecil.. ". jelas Dylan dengan enteng membalikkan kata-kata mereka semua yang menertawainya.
"kalian masih lemah..! apa kalian nggak tau kekuatan tanganku? hanya karna tubuhku yang masih kecil? tapi tenagaku jauh lebih kuat diantara kalian semua.. "
Nova memakan Qtela nya dengan tenang sambil bersiul pelan di dalam mobil menyemangati kakaknya, Nova tidak tau apa yang dikatakan kakaknya tapi bisa Nova tebak kakaknya tengah menjatuhkan mental lawannya.
"kurang ajar nih bocah..! lawan cepat"
mereka mengeluarkan senjata masing-masing yang hanya preman-preman saja yang memilikinya bukan mafia, biasanya anak sekecil Dylan seharusnya takut dengan senjata itu tapi tidak bagi Dylan malah terlihat tak takut, bahkan mainannya senjata api dan senapan bukan senjata seperti itu..l
.
.
.
__ADS_1