Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
pesta (part. 3)


__ADS_3

Dylan tak menjawab, kedua bocah itu malah menatap tajam Pasha seperti musuhnya saja..


"Kaira? ". panggil Mely


Nova merentangkan tangannya saat Mely hendak mendekati Kaira.


"jangan dekati mommy ku! ". tegas Nova tak ada rasa takut di matanya


Nyonya Mely hendak mengelus kepala Nova tapi Nova menghindar hal itu membuat hati Mely sakit.


"kenapa kalian membenci kami? ". tanya Rani berjongkok didepan bocah kecil itu.


"maaf kak kami harus pergi jangan paksa kami untuk menunjukkan diri atau kalian akan terima akibatnya..!". ancam Nova tak main-main.


Pasha hendak membuka masker Dylan tapi dylan dengan cepat mengelak, perkelahian ayah dan anak di tonton banyak tamu undangan.. Nova hanya melindungi mommynya dengan merentangkan tangan sebagai tanda tak ada yang boleh mendekati mommy nya..


"luar biasa..! mereka sangat hebat beladiri". decak kagum Rani


semua orang melihat pertarungan sengit Pasha dan Dylan beberapa kali Pasha tampak kewalahan melawan Dylan yang tenaganya tak ada habisnya..


anggota the Xylver menganga tak percaya melihat boss mereka tampak kewalahan melawan anak kecil..


"apa yang kau lakukan..? ". bentak Nova menatap tajam pria berbadan besar yang hendak mendekati mommynya..


"kami hanya membantunya untuk dibawa kesuatu ruangan! ". jawab nya takut-takut


"tidak perlu !". tolak Nova dengan tatapan tajamnya..


"mereka benar-benar tidak takut seperti pasha saat kecil ". puji Matt dengan kagum sosok Nova dan Dylan yang sangat menjaga mommy nya..


"Kaira! ". Nyonya Mely bersimpuh begitu juga Matt menyusul melihat istrinya bersimpuh,


Kaira yang sedikit lebih baik baru menyadari situasi dan membalik tubuhnya..


"Astagfirullah ". pekik Kaira dengan wajah pucatnya melihat banyaknya orang menonton mereka dan melihat Mely dan Matt bersimpuh padanya..


Ella juga terkejut orang hebat seperti Matt dan Mely bisa merendahkan diri didepan Kaira..


"tidak ada gunanya kalian bersimpuh.. kami akan pergi..! ". ketus Nova


"kakak ayo kita pergi ". ajak Nova.


Dylan melakukan penyerangan terakhir dengan menendang perut Pasha hingga terlempar beberapa meter.. hal itu membuat semua orang kagum dengan kemampuan bocah kecil itu..

__ADS_1


Pasha dibantu panji,, "saya akan berusaha membuka maskernya tuan muda..! ". ucap panji hendak pergi dari pasha mendekati Dylan tapi pasha menahan lengannya..


"kau akan berakhir di rumah sakit sama seperti Mars dan Ramzi ". kata Pasha terbatuk-batuk.


Panji terkejut mendengarnya,, "jadi mereka lah pelakunya? "


Pasha mengangguk pelan.. betapa terkejutnya Panji, ia berusaha mengucek kedua bola matanya siapa tau salah lihat kalau didepannya bukan anak kecil tapi berapa kalipun mengucek kedua matanya hasilnya tetap sama hanya seorang anak kecil..


"ayo mommy! ". ajak dylan menarik lengan Kaira.


"kita pergi mommy,, Nova akan lawan mereka yang berani menghadang jalan kita ". sahut Nova begitu serius.


Kaira menatap Mely dan Matt yang tampak begitu menyedihkan,, lalu matanya bersitatap dengan rani yang berkaca-kaca penuh harap menatapnya..


"maaf nyonya saya sudah menikah dan anak-anak ini adalah milik saya, mereka bukan cucu kalian! ". ucap Kaira dengan serius


"kalau begitu kenapa kalian menutupi wajah kalian?". tanya Matt


"sudah kami bilang kan? wajah kami jelek ". sambar Dylan dengan tatapan membunuhnya.


Kaira mengelus kepala kedua anak nya,, "jangan begitu pada orangtua sayang...! "


"maaf mommy Dylan tidak akan berbuat hal yang sama lagi! ". patuh Dylan tapi masih menatap tajam kedua orangtua yang bersimpuh itu..


"maaf Nyonya anda mungkin bisa membeli apapun dengan uang yang anda miliki tapi jangan paksa kami menunjukkan diri.. ". pinta Kaira dengan wajah datarnya..


Mely menangis dengan wajah tertunduk..


"kenapa kak kaira meninggalkanku? ". tanya Rani berkaca-kaca..


Kaira merentangkan tangannya ke Rani, bagaimanapun Rani seperti adik kecil baginya. Rani langsung berlari memeluk Kaira dan menangis dipelukan pelayan yang ia sayangi itu..


"kakak jahat...! hiks.. hiks.. ". isak Rani menangis dipelukan Kaira


Ella hanya tersenyum kikuk di samping Kaira, bagaimana bisa Kaira begitu dekat dengan Rani..


"maafkan kakak Rani.. kakak tidak izin padamu kakak hanya pergi dari kehidupan kalian.. sungguh kakak tidak pernah mengutuk kakakmu kakak hanya berdoa dengan tulus semoga kakakmu bahagia dengan gadis pilihan Nyonya besar "


"maafkan mama Kaira.. ini salah mama.. jangan hukum kami dengan tidak mengizinkan kami bertemu dengan cucu kami ". selah Mely dengan memohon


Nova dan Dylan seperti bodyguard kecil nya Kaira yang menjaga nya supaya tidak didekati orang jahat itu.


"cucu? ahahahaha ". Kaira tertawa hambar lalu melepaskan pelukannya dari Rani..

__ADS_1


"mereka bukan cucu anda Nyonya saya terlalu rendah memiliki anak dari Keluarga Melviano, nyonya ". ucap Kaira dengan sinis.


Dylan dan Nova tersenyum tipis begitu bangga pada mommynya yang berani


"maafkan aku.. ini semua salahku ". ucap Pasha baru pertama kali ini dia meminta maaf pada seseorang.


situasi begitu tenang seperti hanya ada mereka saja di aula pesta itu, sementara tamu undangan lainnya hanya menonton saja.


"anda sudah membunuh saya dan anak saya tuan.. jadi jangan meminta maaf, jika anda bisa menghidupkan Nayna maka saya akan memaafkan anda.. ".ucap Kaira dengan sinis tanpa sadar mengatakan Kaira memang pernah hamil anak Pasha


Pasha memejamkan matanya, ia sudah tebak Kaira melihat dirinya membunuh Nayna, mana bisa pasha menghidupkan orang yang telah tiada..


"jadi itu alasanmu pergi dari kami Kaira? ". tanya Mely


"iya... dan satu lagi anak anda tidak pernah mengharapkan anak saya saat itu jadi jangan salahkan saya pergi dari kalian, saya tidak mau disebut wanita perebut suami orang, saya bisa membesarkan anak saya dengan suami saya yang baru bukankah anda menjodohkan anak anda dengan wanita yang sangat taat agama itu? apa salah saya pergi dari kalian? "


"semua air mata dan kesedihan saya tidak bisa kalian bayar hanya dengan permintaan maaf..! perjuangan saya membesarkan malaikat-malaikat kecil saya hanya saya dan sahabat saya saja yang tau.. !"


"ayo kita pergi sayang..! ". ajak Kaira menarik kedua tangan bocah kembarnya itu..


beberapa Pria berbadan besar menghadang Kaira yang hendak pergi dari lokasi pesta.


"maaf Nyonya Muda kami tidak mengizinkan anda keluar! ". ucap mereka dengan kepala tertunduk.


"biar kami yang urus mommy..! ". ucap Dylan melepaskan tangannya dari genggaman mommynya..


"hati-hati sayang ". ucap Kaira..


Mely dan Matt berdiri, lutut mereka terasa perih karna terlalu lama bersimpuh.


"jangan lukai anak-anakku..! ". perintah Pasha dengan tatapan tajamnya..


"jangan dengarkan dia.. jika kalian tidak melawan maka kalian akan mati ditangan kecil kami! ". ucap Nova dengan aura membunuhnya keluar begitu saja sambil meregangkan jemari kecilnya..


tentu mereka takut dengan ancaman Nova.. mereka semua tau Ramzi dan Mars masuk rumah sakit karna berlawanan dengan bocah kecil, dengar lagi oleh mereka saat panji mengatakan untuk berhati-hati pada 2 sosok iblis kecil itu..


"ayo maju! ". tantang Dylan dengan gerakan tenangnya..


Rani melebarkan matanya melihat keberanian anak Kaira itu,, dengan keberanian seperti itu siapa yang nggak akan percaya mereka berdua memang anak-anak Pasha..


.


.

__ADS_1


__ADS_2