
"Pasha?? kenapa disini..? " tanya Kaira kaget melihat toko emas terbesar dikota ini yang baru saja populer di negara ini.
"ikut aku...! " pinta Pasha
Kaira menggeleng kepalanya, Pasha terpaksa keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil nya untuk Kaira
"ayo turun...! " perintah Pasha
"kenapa kau memaksaku..? aku malu dengan penampilanku yang begini.. " gerutu Kaira
Pasha menghela nafas panjang..
"aku akan memotong lidah mereka jika berani mengataimu.. "
Kaira melebarkan matanya.. "apa harus seserius itu..? "
"ayolah sayang.. nggak akan ada yang berani mencelamu jika ada aku didekatmu sayang. "
Kaira pun memberanikan diri keluar dari mobil Pasha,
beberapa orang yang penasaran melihat mobil Pasha terbelalak sempurna melihat Kaira.
"Pasha..?? aku lupa pakai cadar.. " kesal Kaira menutupi sebagian wajahnya dengan tangan putihnya..
Pasha tersenyum tipis dan menarik tangan Kaira masuk ke toko, Kaira terpaksa menutupi wajahnya dengan tangannya yang lain..
para pelayan toko emas menyambut Pasha dengan hormat..
"tunjukkan cincin pernikahan terbaik di toko kalian..!" perintah Pasha
"baik tuan...! " jawab para pelayan berhamburan mencari cincin pernikahan terbaik mereka..
salah satu pelayan memanggil managernya, tentu sang manager dengan senang hati mengeluarkan cincin pernikahan terbaik nya yang baru saja datang buatan Negara A..
Kaira membelalakkan matanya.. "Pasha Kau..? "
"sudah aku bilang Kaira aku tidak bisa menahannya lagi,, " kata Pasha dengan serius
"menahan apa maksudmu..? " Kaira spontan melindungi kedua aset berharganya..
Pasha tersenyum manis menarik tangan Kaira ke arah para pelayan yang sudah mengeluarkan berbagai cincin pernikahan nya
Kaira hendak lari tapi Pasha sudah mengunci tubuh Kaira dengan kuat hingga Kaira tak bisa hanya sekedar bergerak saja..
"Pasha aku belum siap.. " rengek Kaira
"apa kamu mau aku melewati batas Kaira? kenapa kamu selalu menolakku hm..? apa kurangnya aku? aku pria idaman semua wanita Kaira kenapa kamu enggak.. ?"
"Pasha ini terlalu cepat...! " kesal Kaira
sementara para pelayan mendengar perdebatan mereka hanya melototkan mata dengan mulut terbuka lebar bagaimana bisa Kaira menolak seorang Pasha..
"kamu mau aku bagaimana Kaira? kenapa kamu malu? padahal kita sudah punya anak jangan tolak aku lagi Kaira atau aku akan nekat.. "
Kaira menggeleng-geleng kepalanya dengan muka memerah karna Pasha begitu antengnya mengatakan hal itu didepan banyak pelayan yang kaget mendengar perkataan Pasha.
__ADS_1
"aku cium...? " ancam Pasha
Kaira mengatupkan bibirnya dengan tatapan Horrornya hingga Pasha terkekeh gemas jadi mencubit pipi Kaira..
"menikahlah denganku Kaira..!! aku bukan pria yang romantis jika aku jatuh cinta padamu maka aku akan menikahimu,, aku bukan pria yang pandai berkata manis bisakah kamu mengerti perasaanku dengan bukti lamaranku yang sederhana ini? "
"aku lihat di Youtube semua pria melamar wanita yang dicintainya dengan cara manis, awalnya aku ingin mengikuti cara mereka tapi jika aku fikir-fikir itu bukanlah diriku yang suka meniru cara orang lain.. !"
"apa kamu keberatan dengan lamaran tiba-tiba ku ini...? " tanya Pasha
Kaira menganga lebar dengan matanya mengerjab lucu, dengan polosnya Kaira mencubit tangannya sendiri..
"aahh.. sakit..? ini nggak mimpi..? " gumam Kaira tak percaya
siapa yang akan percaya seorang Pasha Melviano akan berkata jujur namun sangat manis didengar oleh para wanita, para pelayan saja meleleh mendengarnya apalagi Kaira yang pernah jatuh cinta pada Pasha?
Pasha mengerutkan keningnya dan menyentil gemas kening Kaira hingga wanita cantik itu meringis, Kaira yang tak terima menginjak kaki Pasha, Pasha hanya mengeratkan pegangan tangannya di pinggang Kaira..
"lepaskan aku..! akan aku cari " kesal Kaira
"iya cari cincinnya sayang..! setelah ini aku ingin menjemput anak-anak kita sekolah dan aku akan langsung belikan komputer yang Nova mau ". pinta Pasha mengelus kepala Kaira
"terserahmu Pasha..! percuma aku bilang tidak usah beli.. kamu bakal belikan juga untuk mereka". gerutu Kaira dengan bibir mengecil tapi matanya begitu serius melihat cincin pernikahannya..
"begini Nyonya ini cincin pernikahan terbaik kami..!". manager toko menunjukkan cincin pernikahan toko nya ke Kaira..
"hm...?? " gumam Kaira tampak berpikir
"kamu suka sayang? " tanya Pasha
"nggak..! " jawab Kaira ke Pasha
"yang ini bagaimana Sayang..? " tanya Pasha menunjuk cincin pernikahan mode sederhana
pasha jadi faham Kaira tidak suka yang terlalu berlebihan..
"nggak mau.. " tolak Kaira
"nyonya mau yang seperti apa Nyonya..? " tanya sang pelayan dengan sopan
"sederhana tapi cantik.. " jawab Kaira
manager toko pun dengan semangat berlari ke ruangan khususnya dan menunjukkannya ke Kaira,
"yang ini model terbaru Nyonya dibalik cincin ini bisa di ukir dengan nama sang kekasih .! " kata manager
Pasha malah nggak tertarik melihat cincin polos itu, Kaira mengerjabkan matanya
"boleh saya coba pak? " tanya Kaira sopan
"silahkan nyonya saya mohon jangan terlalu sopan dengan saya.. "
Kaira tersenyum saja lalu memakai cincin sederhana itu hingga senyumnya mengembang sempurna Kaira mengambil tangan Pasha dan memakaikannya sambil tersenyum manis..
Pasha diam saja disentuh Kaira malah memperhatikan senyum manis Kaira yang terlihat bahagia dengan cincin pernikahan sederhana ini..
__ADS_1
(kira-kira begitulah gambaran cincinnya)
"apa yang menarik dari cincin ini..? " tanya Pasha kebingungan
"lepaskan cincinnya biar aku tunjukkan" pinta Kaira
Pasha pun melepaskan cincin itu lalu memberikannya ke Kaira yang juga melepas cincinnya dan menyatukan kedua cincin itu hingga berbentuk Hati..
senyum Pasha melebar sempurna "aku suka..! "
Pasha pun melakukan transaksinya tapi Kaira malah sibuk mencari cincin kecil dan kalung emas cantik untuk buah hatinya..
"kamu mau kalung? " tanya Pasha
"bukan aku..! tapi Nova.. " jawab Kaira
Pasha mengangguk mengerti jadi menunggu Kaira mencari apa yang dia mau
setelah itu Pasha membawa Kaira ke KUA..
"cepat sekali..! " bentak Kaira
Pasha tak mengubrisnya dengan kekuasaan yang dia punya, akhirnya ia bisa menikahi Kaira dengan mas kawin satu set perhiasan emas 24 karat baru aja Pasha beli saat Kaira sibuk mencari perhiasan untuk putrinya.
Kaira yang dipaksa dibawa kemana-mana bisa apa..?
melawanpun tenaganya tetap kalah dengan Pasha yang kuat seperti batu hanya satu kelemahan pasha yaitu keningnya begitulah tebak Kaira..
"buang cincinmu itu..! " perintah Pasha
Kaira menggeleng kepalanya.
"kamu nggak tau bagaimana pengorbanan ku dan mantan suamiku dalam membesarkan Anak-anakmu jika kamu masih punya hati jangan paksa aku buang kenangan kami.. "
Pasha pun pasrah tak bisa apa-apa..
"tapi kamu sudah menjadi istriku Kaira apa kata orang jika kamu memiliki 2 cincin pernikahan? "
"aku akan menyimpannya..! ". Kaira pun melepaskan cincin pernikahannya dengan Mark lalu memasukkannya ke dalam kantong gamisnya..
para saksi yang ada di masjid tersenyum lebar melihat mereka, dibayar Pasha dengan harga mahal tentu mereka dengan cepat menyiapkan pernikahan darurat tuan muda nan kaya raya itu..
Pasha memakaikan cincin pernikahan mereka dengan tatapannya hanya tertuju pada Kaira seorang, mereka bertukar cincin hingga para saksi dan pak penghulu mengucap kan syukur dan mendoakan kebahagiaan pengantin baru itu..
"aku minta maaf harus menikahimu seperti ini.. aku janji akan membuat resepsi besar untuk pernikahan kita.. " ucap Pasha dengan senyum tampannya mengecup punggung tangan Kaira
Kaira tersenyum malu dilihat para saksi dengan canggung Kaira menyalami suaminya, ayah kandung dari anak-anaknya..
buku nikah mereka siap dalam waktu 30 menit..
zaman sekarang uang memang sangat bermanfaat
apapun harus dibayar dengan uang biar urusan cepat selesai..
__ADS_1
.
.