
"kok aku lagi? ". protes kaira walau ada rasa takut di hatinya.
"dia balas dendam padaku sayang bisa jadi dia juga berusaha menyakitiku dengan cara murahannya membuatku membencimu". jawab Pasha seperti tau watak wanita kalau mendendam.
"apa? dia akan membuatmu membenciku? ". tanya Kaira serius
Pasha mengangguk
"ckk... kenapa aku selalu ber urusan dengan model heh..? kamu sih terlalu tampan". gerutu Kaira mencairkan rasa takutnya
Pasha memeluk Kaira lebih erat
"aku tidak pernah berpikiran akan menjalin kasih dengan seorang model sayang! jadi percayalah padaku".
"kenapa? bukankah tubuh mereka sangat indah seperti gitar spanyol? "
Pasha mengerutkan keningnya
"tubuhmu juga seperti gitar spanyol"
Kaira terdiam sesaat lalu tertawa pelan, "tubuhku? "
"iya..! ". dengan lihai Pasha menyentuh semua tubuh Kaira karna memang tubuh Kaira miliknya
Kaira membulatkan matanya dengan tangan Pasha sudah kemana-mana
"Hubby kamu? ". protes Kaira tapi bisikan Pasha membuatnya tak lagi berani melanjutkan kata-katanya.
"bagiku gitar spanyol terindahku adalah dirimu sayang..! aku tidak pernah segila ini sebelumnya dengan perempuan manapun"
"tapi kamu pasti melakukannya dengan alm. Nabila kan? ". tanya Kaira pelan
"aku hanya ingin memiliki keturunan dan aku menyayanginya sebagai sahabat baikku, hatiku belum sembuh dari penghianatan wanita jal*ng itu sayang..! jadi aku hanya bisa mengatakan kalau aku menyayanginya di saat detik-detik kematiannya permintaan terakhirnya ingin mendengar dari mulutku sendiri kalau aku mencintainya".
Kaira terdiam mendengarkan curahan hati Pasha
"kenapa dia meninggal? "
"keluarga wanita yang kamu anggap teman itu membunuhnya". jawab Pasha
"wanita yang aku anggap teman? Nayna?? ". tebak Kaira
"siapa lagi? musuh berkedok teman". ujar Pasha
Kaira mengangguk percaya jadinya.
"aku nggak nyangka kalau Nayna memanfaatkan diriku untuk mendapatkanmu saat itu semua pelayan yang mendaftar bekerja di mansion mu memang orang kaya semua, mereka bekerja untuk bisa melihatmu"
"termasuk dirimu? ". tanya Pasha
kaira mengangguk
"oh ya? dimana kita bertemu? ". tanya Pasha
"sudah aku tebak kalau kamu benar-benar tidak mengingatku.. dasar pria jahat". rajuk Kaira tiba-tiba meninggalkan Pasha yang mematung..
"sayang.. aku minta maaf... sayang". Pasha berusaha membujuk Kaira
Kaira tak mengubrisnya malah masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya dengan keras hingga Pasha makin merasa bersalah
"otak jenius.. otak jenius coba keluarkan ingatan dimana pertama kali aku melihat Kaira..! ". gumam Pasha mondar-mandir memegang keningnya.
Pasha berdecak pelan tak mengingat dimana hari pertemuannya dengan Kaira I a benar-benar tidak ingat apapun.
Pasha keluar kamarnya, ia berjalan ke ruangan kerjanya dengan tergesa-gesa lalu menghubungi Ramzi,
"iya saya tuan ". sahut Ramzi
__ADS_1
"dimana aku dan Kaira bertemu pertama kali? ". tanya Pasha to the point
Ramzi mengerutkan keningnya, "di mansion"
"ckk.. bukan itu.. sebelum itu". desak Pasha
"saya tidak tau tuan". jawab Ramzi jujur
"kenapa bisa nggak tau? ". marahnya
"saya memang merasa tidak asing dengannya saat bertemu di mansion tapi saya tidak ingat dimana anda dan nyonya bertemu pertama kali bukankah seharusnya anda yang mengingatnya tuan?? ". tanya Ramzi
"sialan kamu Ramzi kalau aku ingat aku tidak akan bertanya padamu". marah Pasha
"iya juga ya". guman Ramzi membenarkan
"coba ingat lagi dimana pertemuan pertama kami? ". desak Pasha
Ramzi menggaruk kepalanya yang tak gatal, "dimana ya? "
"iya.. coba-coba ingat? ". desak Pasha malah memaksa Ramzi mengingat pertemuannya dengan Kaira
Kaira sedang marah hingga masuk kamar mandi apalagi menutup pintu dengan sedikit kasar tak seperti biasa
"kenapa sayang? ". tanya Ella tiba-tiba
Pasha langsung menemukan ide brilian
"berikan pada istrimu! "
Ramzi menyerahkan ponselnya ke Ella yang sudah di loudspeker olehnya supaya dirinya bisa mendengar
pembicaraan istri dan boss nya
Ella melihat layar hp suaminya tertera nama
"suami sahabat istriku? maksudnya apa sayang? "
tanya Ella pelan menutup ponselnya biar tidak di dengar oleh sipenelfon.
"tuan pasha! ".jawab Ramzi dengan gerakan bibirnya
Ella membulatkan matanya langsung berdehem pelan.
"iya tuan Pasha ". sahut Ella
"apa Kaira pernah cerita kapan aku dan dia pertama kali bertemu? ". tanya Pasha serius
Ella menaikkan alisnya sebelah lalu menatap Ramzi yang juga penasaran kapan pertemuan Kaira dan Pasha, senyumnya merekah sempurna seperti dapat santapan baru.
"anda bertengkar dengannya tuan? ". goda Ella.
"jangan mengalihkan pembicaraan aku tau kalau kamu mengetahuinya cepat beri tau aku kapan kami bertemu? ". paksa Pasha
Ella tertawa terbahak-bahak memegang perutnya yang sudah membuncit.
"apa bayaranku? ". tanya Ella sudah bicara dengan teman biasa
"apa yang kamu mau? ". tanya Pasha serius
Ella tertawa puas, ia tau Pasha akan memberikan apapun untuk Ella buka mulut.
"aku mau apa ya? ". gumam Ella tampak berpikir
"ck.. cepat katakan !! permintaanmu nanti aja". desak Pasha
Ella tertawa kecil, "tidak mau!! "
__ADS_1
Pasha memegang kepalanya yang berdenyut sedangkan Ramzi tertawa tanpa suara karna keisengan istrinya.
"cepat katakan! ". desis Pasha terdengar kesal
"aku mau anda buatkan Vila di puncak sebelah Vila kaira! ". pinta Ella semangat '45
"Okeh..! sekarang cepat katakan"
Ella berdecak wow akan jawaban Pasha yang tanpa berpikir panjang.
Ramzi terbelalak mendengar permintaan istrinya tapi ia tak menyangka istrinya bisa begitu cerdas meminta hal itu pada Pasha.
"tak kalah mewah..! ". nego Ella
"iya.. cepat katakan". desak Pasha
"nggak jadi ah". Ella hendak mematikan panggilannya tapi Pasha berteriak kesal
"anda pasti membuat Kaira kesal kan tuan? bagaimana bisa anda melupakan moment dimana Kaira jatuh cinta pada anda..?". ledek Ella
"katakan cepat apa maumu lagi? "
perintah Pasha yang tau harga mahalnya ingatan itu..
Ramzi berdecak tak percaya, segitu pentingnya jawaban Ella bagi Pasha.
"belikan aku helikopter". jawab Ella
"Ok". jawab Pasha cepat tanpa berpikir panjang
"anda tak takut bangkrut tuan? ". ejek Ella
"sekalipun kamu minta buatkan hotel aku akan buatkan tanpa berpikir uangku sangat banyak..! aku sama sekali tidak ingat kapan pertemuan pertamaku dengannya tolonglah aku Ella.! ". pinta Pasha terdengar tulus
Ella tak tega mendengarnya.
"baiklah ! tapi anda harus buatkan Vila dan belikan helikopter tuan? "
"aku akan berikan helikopternya setelah Vila mu siap ! aku pria sejati selalu menepati janji". tegas Pasha
Ella menarik nafas pelan lalu menghembusnya perlahan,lucunya Pasha juga melakukan hal yang sama saking tak sabarnya pengen tau kapan pertama kali dirinya dan Kaira bertemu.
Ella tau betapa tulusnya cinta Pasha ke Kaira, Ella menceritakan semuanya tanpa tertinggal sedikitpun bahkan semua kata-kata Kaira pun di beritaukan ke Pasha, hingga perasaan Pasha campur aduk antara marah, menyesal, sedih, bahagia dan pada akhirnya kembali menyesal dan menyesal.
"sudah kan? anda merekamnya dengan baik tuan? ". tanya Ella
"hmm.. terimakasih aku akan membuatkanmu Vila dan memberimu helikopter..! ". jawab Pasha dengan lirih
"helikopternya di cansel aja tuan aku maunya Vila nya aja..! ". ralat Ella
"nggak bisa di ralat". kata Pasha lalu mematikan panggilannya secara sepihak.
Ella pun tak lagi bicara hanya tersenyum saja.
"ternyata nyonya yang jatuh cinta duluan ya? ". gumam Ramzi pelan
Ella mengangguk..
"walaupun dia tau saat itu tuan Pasha mencintai Putri".
Ramzi mengangguk pelan, Ella menarik nafas berat dapat Vila dan helikopter seharusnya senang kan? tapi mereka malah sibuk bercerita masa lalu kaira yang sangat menyukai Pasha.
.
.
.
__ADS_1