
Pasha dengan polos menggeleng kepalanya..
"kami sibuk keluar negri berobat supaya bisa memiliki anak..! " jawab Pasha dengan jujur
Kaira jadi merasa bersalah melihat Pasha yang seperti ini..
"apa segitu nya kamu menginginkan anak? aku lihat di media kamu menghabiskan uang triliunan untuk membeli dan melakukan apapun supaya bisa mendapatkan keturunan"
"iya sayang...! aku sangat menginginkan seorang keturunan tapi kamu bisa memberikan 2 anak untukku... aku sangat berterimakasih telah bertemu dengan wanita istimewa ku...! terlebih lagi kamu membesarkan anak-anak kita dengan baik.." jawab Pasha menoel hidung Kaira
"aku hanya wanita biasa..! aku juga tidak tau kenapa bisa hamil anakmu kenapa benihmu dibilang begitu berharga..? "
Pasha tersenyum dan hal itu terlihat sangat indah dimata Kaira, tapi masih bisa Kaira tutupi dengan raut wajah penasarannya..
"dokter yang melakukan penelitian sayang..! mereka bilang pasti ada satu wanita istimewa juga yang ditakdirkan untukku bisa mengandung anakku di rahim berharganya juga.. " jawab Pasha mengelus pipi Kaira yang sangat lembut
"jadi ada benih berharga ada rahim berharga juga..?" tanya Polos Kaira hingga Pasha gemas sendiri dan meradu hidung mancungnya dengan hidung Kaira..
"iya sayang...! " gemas Pasha
Kaira mendorong dada bidang Pasha untuk menjauh darinya.
"jangan cari kesempatan didalam kesempitan tuan muda Pasha...! "
Pasha tertawa hingga bahunya bergetar, Kaira yang melihat tawa tampan Pasha tapi sangat menjengkelkan baginya pun pergi saja dari situ dengan muka memberengut khasnya
Pasha menutup brankasnya lalu berlari menyusul istri nya yang sangat menggemaskan itu,
.
"kemari sayang..! " pinta Pasha menepuk lengannya yang terbentang..
Kaira mendelik lalu memunggungi Pasha,
"masih merajuk sayang..? " tanya Pasha menahan senyumnya..
"siapa juga yang merajuk..! " kilah Kaira
Pasha memeluk Kaira dari belakang hingga Kaira terlonjak kaget..
"Pasha Kau..! " Kaira berusaha melepaskan diri dari pelukan Pasha
"aku tidak bisa tidur jika tidak memelukmu sayang.! "
jelas Pasha
"jangan membodohiku Pasha..! aku tidak percaya omong kosongmu..! " kesal kaira
"aku sungguh-sungguh sayang...! " senyum manis Pasha di bahu Kaira
Kaira yang lelah memberontak pun diam saja lagi tanpa bergerak..
"dasar pemaksa..! baiklah tuan muda Pasha yang suka bicara omong kosong..! anggap saja kamu benar.. " ejek Kaira
Pasha mencium sisi wajah kaira hingga Kaira geli sendiri dengan perlakuan Pasha yang sangat mesum pikirnya..
__ADS_1
tengah malam mereka sudah tertidur lelap, sementara Ramzi dan kedua rekannya juga baru pulang jam segitu.
"apa kau yakin pria itu sudah mati di penjara bawah tanah..? " tanya Ramzi
"kenapa tidak dibuang kelaut lepas saja? " timpal Mars
"dia Ketua Mafia yang terkenal sangat licik, dunia kita babak belur itu hal biasa,, tapi aku tidak percaya pria itu sudah mati hanya karna pukulan kita! jadi biarkan tuan muda yang membunuhnya. !" jelas Panji
"tuan kecil Dylan sangat menakjubkan pasti tulang rusuk si galang sialan itu sudah patah jadi 2 !!" kekeh Mars
"apa kalian lupa rasa sakit itu..? " ledek Panji
Mars dan Ramzi pucat pasi dan menggeleng-geleng kepalanya tanda tidak mau merasakan rasa sakit itu lagi..
"begitulah jadinya jika benih berharga tuan muda kita berhasil terlahir dari wanita istimewa ! benar-benar sangat hebat... " gumam Ramzi memuji Nova dan Dylan yang sangat hebat di usia nya yang masih kecil..
"yah..! dan Nyonya muda juga sangat istimewa bisa memberikan keturunan untuk tuan muda kita.. " sahut Mars mengangguk membenarkan
"jangan bergosip lagi.! " titah Panji
Mars dan Ramzi diam saja tanpa membantah, yah.. kalau mereka udah bertiga di dalam mobil sudah dipastikan heboh dengan gosip mereka padahal Mars dan Ramzi pria tapi suka bergosip tentang kehebatan Dylan dan Nova.
.
.
ke esokan paginya...!
Pasha ada dikantornya mengamati laporan yang Panji dapatkan..
"nggak.. nggak.. sepertinya aku harus menemui ibu panti itu..."
Pasha yang tadinya sibuk mengoceh pun kini membulatkan tekat mendatangi Panti asuhan tempat Kaira di besarkan..
"tuan muda...! " sapa Panji menunduk hormat di depan pintu dimana Kaira masih ada di dalam bersama ibu Panti..
awalnya Panji terkejut ada Pasha tapi dimana ada Kaira sudah wajar ada Pasha, wanita istimewa yang bisa mengandung anak tuan mudanya itu..
"hmmm apa ada masalah Panji..? " tanya Pasha
"tidak ada tuan muda..! Nyonya hanya mau bertemu ibu Panti untuk membicarakan perihal perpindahan anak-anak panti yang sudah disiapkan Nyonya pagi ini.. " jawab Panji.
"bagus Panji.! aku ada urusan dengan ibu Panti kamu jaga istriku dengan baik..! " pinta Pasha menepuk pundak Panji
Panji mengangguk tegas yang artinya dia akan melakukan apapun untuk menjaga Kaira..
Pasha masuk ke dalam menemui Kaira..
"Tuan muda..! " pekik kaget ibu Panti berdiri dari duduknya dengan kepala tertunduk
siapa yang tidak mengenal Pasha hanya sekali melirik saja semua orang tau Pasha, apalagi Pasha sangat tampan bagi seorang penguasa.
Kaira memutar kepalanya dan kaget melihat Pasha disini..
"kenapa kamu kesini Pasha..? kamu mengintili ku..? " tanya kesal Kaira
__ADS_1
"aku ada urusan dengan ibu panti sayang ada yang mau aku bicarakan..! " jawab Pasha mengelus kepala Kaira dan duduk disamping Kaira
Kaira mengerjabkan matanya.. "bertanya apa..? "
"bertanya tentang kehidupanmu disini.. " jawab Pasha
Kaira mengangguk saja ia tak bertanya lagi
"ayo bu silahkan duduk..! Kenalkan ini suami Kaira bu jangan sungkan padanya.. dia datang kemari bukan sebagai Pasha Melviano tapi datang sebagai suami Kaira bu" bujuk Kaira supaya Ibu Riris tidak canggung..
Pasha malah berbunga-bunga mendengar kata Kaira yang mengakui dirinya suami Kaira.
ibu Riris Syok mendengarnya,
"ba.. bagaimana bisa Nak..? Eh.. Nyonya maafkan saya tidak berlaku sopan sebelumnya Nyonya..! "
"ibu ngomong apasih.? Aku Kaira bu
Kaira anak didik ibu, kenapa harus formal? bukankah ibu menganggap Kaira sebagai anak ibu .."
beberapa kali Kaira membujuk akhirnya Ibu Panti bisa berbicara non formal dengan Kaira, Kaira melirik tajam Pasha yang membuatnya kesulitan. sementara Pasha malah tersenyum manis tanpa merasa bersalah sedikitpun
setelah pembicaraan Kaira dan ibu riris selesai, Kaira pamit undur diri..
"hati-hati sayang aku akan pulang agak sore..! " Pasha berkata sambil mengantarkan istrinya ke mobil yang dibawa Panji.
"iya..! jangan buat ibu panti kesulitan dengan kata aroganmu sedikit sopanlah pada mertua mu..! " ancam Kaira
"baik Nyonya ku tersayang! " jawab Pasha dengan senyum tampannya..
pipi Kaira bersemu merah mendengar panggilan Pasha yang sangat aneh tapi sangat mendebarkan jantungnya.
Pasha melindungi kepala Kaira yang hendak masuk ke dalam mobil , Panji menunduk hormat ke Pasha lalu segera berlari memasuki mobilnya tidak mau membuat Kaira menunggu lama
Kaira membuka kaca mobilnya "bawakan aku jajanan yang banyak nanti..! "
Pasha terkekeh lalu mengusap kepala Kaira
"iya sayang. ! istri dan anak-anakku suka jajanan.. bahkan mamah dan papa juga ikutan suka jajanan karna kalian.. "
Pasha memberi kode ke Panji, panji yang mengerti langsung mengangguk.
Kaira tersenyum dibalik cadarnya ke Pasha, Pasha yang tau istrinya tengah tersenyum pun berdebar tidak karuan..
.
.
Pasha kembali masuk ke ruangan ibu panti,
"bersikaplah sewajarnya bu! saya hanya bertanya sesuatu saja demi memastikan istri saya memang anak yatim piatu atau bukan"
Ibu riris terkejut mendengarnya. "maksud nak Pasha apa ya?? "
.
__ADS_1
.