Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
preman biasa


__ADS_3

Kaira dan Pasha kini ada di sekolah Dylan dan Nova.


"mommy daddy? kok tumben jemput kami? ". tanya Nova dengan girang memeluk Pasha


Pasha berjongkok dan mencium sayang pipi menggemaskan Nova


"ada apa mommy? ". tanya Dylan yang suka to the point


"mommy pengen makan di suatu tempat yang bagus kata daddy kalian, jadi ayo kita makan sama-sama"


kata Kaira mengusap pipi Dylan


"yeee... Nova suka makan ayo daddy !". girang Nova


Riska dan Katrina dibelakang mereka hanya diam tanpa bicara apapun,


"kalian juga harus ikut ya.? " Kaira berdalih ke pengawal sikembar


"baik nyonya". jawab keduanya kompak


seperti biasa kalau udah ada Nova suasana didalam mobil jadi begitu ramai, Nova duduk didepan dengan seatbelt yang mengunci tubuh kecilnya, Kaira dibelakang juga memakai seatbelt karna perintah Pasha dan Dylan.


Kaira tau putri kecilnya itu sangat lengket dengan daddynya, berceloteh hingga semua yang mendengarnya akan gemas dengan sosok Nova


rupanya Pasha membawa keluarga kecilnya di tepi pantai, cukup jauh perjalanan mereka.


Riska dan Katrina sudah mengabari keluarga dirumah kalau sikembar bersama Pasha dan Kaira.


"waah... ini restaurantnya unik sekali ya? ". gumam Kaira dengan heboh


Nova berlari-lari riang ke bibir pantai, Riska dengan cepat berlari mengekori Nova.


Pasha tergelak melihat tingkah Nova yang sangat riang tanpa beban,, "aku senang melihatnya tumbuh begitu baik sayang !"


Kaira tersenyum manis merangkul Dylan yang menatap adiknya bermain air.


"sana son..! jaga adikmu sampai pesanan kita datang" Pasha mengusap kepala Dylan


"iya daddy jaga mommy ya? ". Dylan melihat ke mommynya


"siap kapten kecil! ". Pasha memberi hormat pada Dylan hal itu membuat Kaira terkekeh geli.


Dylan mengusap perut Kaira..


"adek.. kakak jaga kak Nova ya? jangan nakal didalam sana".


Kaira tercengang saat perutnya terasa menendang-nendang,


"luar biasa..! ". gumam Pasha pelan ikutan meraba perut Kaira.


Dylan mengusap lagi perut Kaira lalu berjalan santai ke arah adiknya Nova, Katrina menunduk sopan pada Kaira dan Pasha lalu mengikuti Dylan.


.


Pasha menuntun Kaira ke restaurant yang letakkan agak jauh dari bibir pantai, semilir angin pantai benar-benar menyejukkan

__ADS_1


Pasha memberikan buku menu makanan ke Kaira, Kaira pun tinggal sebut aja makanan yang ia selera sementara pelayan dengan cepat menulis pesanan Kaira.


"terimakasih nyonya.. tuan.. mohon tunggu sebentar pesanan akan di siapkan". ucap pelayan sopan


Kaira mengangguk sedangkan Pasha mengabaikannya saja.


Pasha tersentak melihat anak-anaknya di dekati 6 pria berbadan besar, Kaira juga terperanjat kaget.


"suamiku.. bantu anakku". pekik Kaira


"tunggu sayang..! aku nggak bisa meninggalkanmu tapi aku juga nggak bisa bawa kamu kesana". Pasha berusaha untuk tenang menahan istrinya.


Pasha percaya kemampuan putranya, Kaira yang gelisah tak ingat anaknya sangatlah hebat dalam bertarung.


Pasha hendak menghubungi bawahannya tapi tak ada ponselnya.


"sial..! ponselku pakai tinggal didalam mobil". maki Pasha.


"kamu bawa hp mu sayang? ". tanya Pasha


Kaira menggeleng kepalanya masih panik dan khawatir sebab dia ke perusahaan suaminya tak bawa Hp


"suamiku ayo tolong anak kita". memelas Kaira


"tunggu sayang.. lihat anak kita". pasha menunjuk Dylan


di tempat Dylan


"apa mau kalian? ". tanya Dylan dengan datar


Katrina dan Riska sudah ancang-ancang melawan, sementara Nova masih sibuk main tanah pantai, ia sangat tau keahlian kakaknya dalam bertarung jadi nggak panik ataupun takut dengan kedatangan preman itu.


"woow.. kita dapat mangsa empuk, pasti boss besar itu mau mengeluarkan uang banyak untuk menebus anaknya". kata si ketua dengan senang


Dylan tersenyum miring dan merendahkan..


"kita lihat apa kalian bisa menyentuh tanganku atau tangan adikku ". tantang Dylan


"Jangan kemana-mana dek..! ". perintah Dylan


"iya kak". jawab Nova masih asik menggambar keluarga kecilnya di tanah pantai.


Riska tak heran lagi dengan ketenangan Nova,


"tangkap anak-anak itu". perintah si ketua dengan marah


Riska dan Katrina langsung menyerang, Dylan masih tenang bersitatap dengan ketua preman itu.


"jadi kalian lah pelaku penculikan anak itu? teman sekolahku sampai trauma di kelasnya karna pernah diculik, kalian juga menculik anak kota? ". Dylan bersidakap dada


"bukan urusanmu anak kecil.. kami hanya butuh uang, zaman sekarang hanya ada uang dan uang..! kau sangat enak hidup di keluargamu bukan? tak pernah kekurangan uang"


"ciuh... aku bahkan tak pernah menggunakan cara rendah untuk mendapatkan uang, dan satu lagi aku tak pernah minta uang pada daddy atau mommy ku.. karna aku punya penghasilan sendiri.. gunakan otakmu mencari uang!". kata ketus Dylan nan setajam pisau


"sialan kau bajing*n kecil.. mulutmu kurang ajar sekali"

__ADS_1


siketua begitu marah langsung menyerang Dylan yang bisa menghindar begitu mudah.


.


Riska dan Katrina berhasil menjatuhkan preman abal-abalan itu, tapi nafas mereka tersenggal-senggal karna lelah.


melihat Dylan yang begitu santai menghadapinya


si ketua makin geram, ia mencoba menyakiti Nova tapi Dylan dengan cepat menendang tangan ketua hingga terjungkal memegangi tangannya yang gemetar.


"ooh.. tendanganmu kuat juga bajing*n kecil". si ketua berusaha untuk melawan Dylan tapi Riska dan Katrina sudah menendang dan mengeroyok si ketua dengan brutal.


"kamu masih bisa santai dek? ". tanya Dylan ke adiknya dengan nada sedikit kesal


"kan ada kakak! ". jawab Nova dengan santai tak ada ketakutan di matanya.


Riska dan Katrina akhirnya lega bisa mengusir semua preman-preman bodoh itu, bisa mereka pastikan Siketua patah tulang di bagian tangannya.


"lihat kak.. Nova suka melihat gambar kita". Nova menunjuk gambar buatannya.


"ck..! " decak pelan Dylan


"tuan kecil, tuan muda melambai". Riska berkata sambil melihat ke arah Pasha yang melambai-lambai


"sepertinya kita di suruh ke sana". gumam Katrina


"mari nona kecil". ajak Riska


Dylan mengulurkan tangannya ke Nova dan disambut baik oleh adiknya.


Riska segera membersihkan rok Nova yang berpasir, nona kecilnya itu sangat suka bermain walaupun sedang dalam bahaya selagi ada kakaknya, semua pasti akan baik-baik aja.. apalagi Dylan makin hebat bertarung.


.


"sayang? bagaimana keadaan kalian? ". tanya Kaira memutar-mutar tubuh kedua anak-anaknya.


"daddy bangga padamu son! kamu bisa diandalkan". Pasha mengusap bangga kepala putranya


"daddy telah bekerja keras menahan mommy, Dylan juga senang daddy percaya sama kemampuan Dylan". tersenyum tulus


Pasha mengusap lagi kepala Dylan, Riska dan Katrina tersenyum melihat ke arah Dylan,, mereka juga bangga dengan kemampuan Dylan apalagi Pasha yang seorang ayah.


"mommy..! Nova udah lapar sekarang malah pusing! " keluh Nova memegang kepalanya.


"maaf sayang..! mommy hanya khawatir ". ucap Kaira akhirnya lega anaknya tak terluka sedikitpun


"makanannya udah datang, ayo makan !! " ajak Pasha segera menggendong putri kecilnya


Dylan memeluk mommynya dari samping menuntunnya berjalan0 Kaira mengusap kepala Dylan.


"lain kali berhati-hati nak.. mungkin kalian lagi beruntung mereka nggak bawa senjata ". peringatan Kaira dengan serius ke Dylan


"iya mommy! Dylan akan lebih hati-hati". jawab Dylan


Kaira tersenyum lega, karna kehamilannya ia mudah terkena serangan panik saat anaknya di kepung hingga lupa anak-anaknya jago berkelahi.

__ADS_1


.


.


__ADS_2