
Perlahan Kaira membuka matanya dan hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah Pasha yang tengah memejamkan mata..
Kaira hendak bicara tapi tertegun seketika merasakan pipinya basah, ia melihat Pasha yang tengah meneteskan air mata..
"kenapa Pasha menangis..? " batin Kaira kebingungan sendiri..
perlahan tangan Kaira menghapus air mata Pasha, Pasha membuka matanya dan bersitatap dengan mata Kaira
"kenapa..? " tanya Kaira dengan lembut mengusap pipi Pasha yang basah..
"Kamu Fobia gelap karna aku Kaira..? " tanya Pasha dengan serius matanya memerah sejak tadi Kaira pingsan menangis cool terus..
Kaira terdiam seketika dengan mata mengerjab-ngerjab 2 kali..
"hm...? " Kaira melihat arah lain lalu berusaha bangkit dari tidur tak elitnya bersama Pasha..
Pasha juga ikutan berdiri.. "aakkkh...! "
"Pasha kau kenapa...?? " tanya Kaira panik memegang lengan Pasha tanpa sadar..
"lenganku kram..! " jawab Pasha menatap Kaira dengan intens..
"Kenapa kamu menggunakan lenganmu menyanggah kepalaku? letakkan saja aku di sofa atau di ranjang.. apa selama 2 jam kamu menjagaku seperti tadi? tanganmu ini juga bisa lelah apa kau fikir tanganmu robot yang tidak lelah? dasar keras kepala..! " omel Kaira memijit-mijit lengan Pasha dengan kesalnya.
Pasha diam saja lalu mengecup bibir Kaira dengan lembut, Kaira terbelalak dengan kaget lalu spontan menutupi bibirnya sendiri..
"aku suka omelanmu sayang..! " senyum tipis Pasha terlihat begitu memikat hati siapapun yang melihatnya..
"ya jangan cium-cium juga kali..! " gerutu Kaira
"terus aku harus apa..? bukankah kamu istriku sayang? lalu siapa yang harus aku cium kalau bukan istriku..? "
Kaira melebarkan matanya..
"cari aja sana perempuan yang bisa kamu cium... tinggal tunjuk aja mereka pasti dengan suka rela memonyongkan bibir masing-masing untuk dicium olehmu..! " geram Kaira
"kamu yakin? " goda Pasha
"aku akan melakban bibirmu itu supaya tidak suka mencium perempuan..! " ancam Kaira
Pasha tertawa terpikal-pikal.. kesedihan nya tadi hilang dalam sekejab inilah yang membedakan Kaira dari semua wanita yang ia kenal..
Kaira memberinya rasa sakit yang luar biasa tapi rasa sakit itu karna ulah Pasha sendiri ibarat senjata makan tuan.. tapi Pasha suka bersama Kaira bahkan tidak mau Kaira jauh darinya..
"apa kamu nggak lapar sayang..? " tanya Pasha mengelus pipi Kaira
Kaira mengangguk dengan rengutan memelasnya, Pasha terkekeh lucu melihat perubahan drastis wajah Kaira, Pasha mencubit kedua pipi Kaira..
"auuuh...! sakit Pasha.. lama-lama pipiku bisa bengkak karnamu..! " gerutu Kaira mengusap-ngusap pipinya sendiri
"bersihkan dirimu sayang..! aku akan buatkan sarapan untuk kita berdua..! " pinta Pasha dengan senyum tampannya..
"kamu bisa masak tu.. eh.. Pasha..? " tanya Kaira tak percaya
__ADS_1
"bisa..! hanya menu ala barat.. " jawab Pasha dengan gemas menoel hidung Kaira
"halal kan..? " tanya Kaira dengan polos
Pasha menaikkan alisnya sebelah, kaira mengerjab lucu dan akhirnya Pasha tertawa terbahak-bahak..
"aku memang bukan hamba Allah yang sholeh sayang tapi aku tau batasanku sebagai orang muslim. "
Kaira memanyunkan bibirnya dan mengedip-ngedipkan matanya terlihat menggemaskan..
"aku kan hanya bertanya..!! bagaimana pun kamu pernah membunuh orang seperti membunuh binatang..! kau iblis di dunia nyata Pasha hal itu menurun pada anak-anakku.. aku tau mereka juga pernah membunuh orang dan itu karna ulahmu ayah biologisnya..! "
Pasha tersenyum manis..
"jika aku tidak membunuh orang jahat dan serakah? dunia ini akan kacau balau sayang.. aku membunuh yang pantas di bunuh"
"benarkah..? para koruptor itu kamu yang bunuh Pasha..? " tanya Kaira antusias..
senyum Pasha kian melebar
Kaira memekik senang langsung menjabat tangan Pasha dengan tawa senangnya
"aku fans beratmu tuan muda misterius..! " kata girang Kaira hingga Pasha terpana melihat tawa Kaira yang sangat indah..
"apa ada yang bermasalah denganmu sayang..? " tanya Pasha penasaran mengelus kepala Kaira
"hmmm.. salah satu dari mereka suka merampas uang anak Panti dengan alasan tidak jelas aku selalu bertanya-tanya siapa yang bisa menghukum manusia yang suka makan uang anak yatim itu...?" oceh Kaira dengan lancarnya
Pasha tertawa lalu menangkup pipi Kaira hingga si empunya terbelalak sesekali berkedip hingga Pasha yang gemas mencium kelopak mata Kaira..
"Pasha Kau.? kau memanfaatkan situasi..? " amuk Kaira memukul-mukul dada Pasha hingga Pasha berlarian kesana-kemari menghindari singa betina yang lagi mengamuk itu..
.
.
"aku ingin membawa kamu dan anak-anak kita ke suatu tempat sayang...! cepat bersihkan dirimu... "
"Dylan sama Nova sedang sekolah..! aku yakin mamah dan papah mengantar mereka sekolah.. mamah tidak tega melihat aku menghukum Nova dan Dylan kalau bolos sekolah.. " bantah Kaira
"iya aku tau Nyonya muda melviano.. bersiaplah..! aku akan bawa kamu keperusahaanku terlebih dahulu sayang lalu kita ke sekolah Dylan dan Nova.. "
.
.
tangan Kaira di genggam mesra oleh Pasha, Kaira merapatkan tubuhnya ke Pasha melihat banyaknya karyawan MattGroup menyambut mereka berdua
"apa kamu selalu di perlakukan seperti ini Pasha..?" bisik Kaira
"iya sayang.! apa kamu tidak nyaman..? " tanya Pasha dengan nada lembut
"ya iyalah pakai nanya lagi..! " desis Kaira dengan kesal..
__ADS_1
Pasha tersenyum hingga gigi putihnya terlihat jelas, seluruh bawahan Pasha bisa menyaksikan langsung senyum Pasha yang sangat langka itu, saat tersenyum Pasha terlihat begitu hangat kalau diam tak peduli Pasha seperti bongkahan gunung Es yang berumur puluhan tahun saja
"ayo kita pergi..! " Pasha merangkul leher Kaira dan mengecup pelipisnya dengan sayang.
Pasha tak memperdulikan tatapan para bawahannya yang melototkan mata dengan mulut terbuka lebar,
Kaira terpaksa mengikuti Pasha hingga tiba di ruangan nya..
"aku hanya menandatangi beberapa berkas saja sayang.. pergilah ke ruangan pribadiku dilemari pendingin banyak makanan yang bisa kamu makan sayang.. buatlah sesuatu di dapur ya..? aku ingin makan kue kesukaan Nova.. !"
"apa ada dapur di ruanganmu Pasha..? " tanya Kaira dengan polos
Pasha mengangguk..
Kaira pun melompat kegirangan berlari ke ruangan pribadi Pasha.. setidaknya Kaira tidak akan bosan menunggu Pasha selesai dengan pekerjaannya
Pasha tertawa lalu ekspresinya berubah saat ketiga bawahannya ada di depannya dengan raut wajah sulit untuk di artikan..
"ekhem...!! " Pasha berdehem lalu kembali berkata
"apa yang mau kalian laporkan..? " tanya Pasha to the point.
"tadi pagi nona kecil dan tuan kecil memanggil saya tuan muda dan memberi bukti bahwa pelaku yang membakar rumah mereka sebelumnya adalah mantan model Elis yang pernah digosipkan dekat dengan tuan muda. " Ramzi berkata dengan menunduk.
Pasha mengepalkan tangannya hingga memutih.. "dapatkan wanita itu dan buat dia gila seumur hidupnya... kematian terlalu mudah untuknya.. "
"baik tuan muda..! " ramzi langsung pamit mengundurkan diri..
"kau Mars..? " tanya Pasha
"saya merasa anak buah Galang sudah bergerak mengawasi kita tuan muda..!" jawab Mars singkat
"hmmm... mereka pasti bakal balas dendam.. aku mau kau cari pengawal terbaik untuk menjaga istriku..! " perintah Pasha
"baik tuan muda.. laki-laki kuat tuan muda..? " tanya Mars hati-hati
Pasha memukul meja hingga Mars dan panji terkejut bukan main.. Pasha tidak pernah begini, palingan kalau marah hanya membentak..
"kau mau lihat aku gila karna cemburu heh..? cari wanita...! " geram Pasha
"ba..baik tuan muda..! " jawab Mars langsung pamit undur diri dan kabur dari tempat itu..
Pasha menghela nafas panjang.."kau bagaimana Panji..? "
"saya sudah mendapatkan tanah yang nyonya muda inginkan tuan muda.. ini berkas kepemilikan atas nama ibu Riris.. " Panji menyerahkan map merah muda yang Kaira butuhkan..
"kenapa map nya warna ini..? " tanya Pasha malah geli melihat mapnya..
"maaf tuan muda saya tidak berani membantah permintaan Nyonya muda..! " jawab Panji
"apa kaira yang mau map warna ini..? " tanya Pasha
"iya tuan muda..! saya mencarinya cukup kesulitan karna warna seperti itu sangat cepat habis di kalangan anak remaja tuan muda.. "
__ADS_1
.
.