Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
main ke rumah Ella


__ADS_3

Helikopter mendarat di perumahan Elit Saknah, Kaira dan sikembar turun dari Helikopter bersamaan Pasha yang tengah menjaga istrinya,


Ella yang penasaran ada suara helikopter melihat dari balkon lalu membulatkan matanya melihat Kaira dan sikembar.


"Kairaaaa..??". teriak Ella dengan heboh


Kaira menoleh ke arah Ella tak menemukan apa-apa lalu sedikit mendongak akhirnya menemukan sosok sahabat baiknya itu.


"Ella....?? " sahut Kaira dengan manja


Kaira segera berlari tapi di cegah oleh Pasha, "siapa suruh lari...? hmm...? "


Kaira nyengir kuda,


"maaf suamiku tersayang aku lupa kalau sedang hamil habis tubuh aku ringan banget...! "


"Ringan..? perutmu seperti mau meledak gitu masih dikatakan ringan sayang..?". decak sebal Pasha


Kaira masih menunjukkan senyum terbaiknya menggoda si suami untuk tak marah,


"ayo daddy...! ". ajak Nova segera berjalan cepat ke arah rumah Ella


Dylan mengikuti adiknya sambil tersenyum melihat mommynya begitu dijaga oleh Pasha, ia jadi mengerti betapa pentingnya Kaira bagi Pasha Melviano


.


.


"Kaira...?? ". heboh Ella berpelukan dengan Kaira melompat-lompat girang tanpa beban


Pasha dan Ramzi yang waspada dengan tingkah gila istrinya itu.


Dylan hanya diam menatap mommy dan auntynya emang kalau ketemu begitu lebay, seolah dunia milik mereka berdua Nova sedang melihat-lihat foto pernikahan Ramzi dan Ella yang ada dirinya juga di foto itu.


"Kakak kemari kak..! " teriak Nova


Dylan menghela nafas pasrah dan terpaksa mendekati adiknya,


"lihat kakak disitu lucu sekali.. ahahaha....! ". ejek Nova menunjuk potret wajah datar kakaknya


Dylan memutar matanya dengan malas..


"kenapa foto jelek di pajang juga sih..?" gerutunya malas


Nova tertawa cekikikan..


"Nova keliatan cantik sekali disitu kak.. heheh.. imut sejagat raya". kata sinarsis kecil (Nova)


Dylan tak tertawa hanya mengusap kepala adiknya dengan gemas,


"ya.. ya... kamu Nova yang paling imut sejagat raya ! ". seru Dylan seperti mengejek adiknya itu padahal tidak


Nova cekikikan manja ke kakaknya,


"hei... bocah kembarku kalian ngapain disana..? ". tanya Ella berteriak


Nolan berbalik dan mengangguk saat Ella melambai meminta mereka mendekat.

__ADS_1


"wah.. wah... Nova makin imut, cantik dan makin menggemaskan ya..? ". Ella menoel-noel pipi Nova yang menyeringai lebar


Kaira tersenyum manis di rangkulan Pasha,


Ella beralih ke Dylan yang tampak arogan kecil dengan tampang seimutnya itu.


"uuh.. makin gemas deh sama si kecil arogan ini..". gemas Ella mencubit pipi Dylan


Dylan hanya membalas dengan senyuman tipisnya, Ramzi tersenyum bahagia melihat raut wajah bahagia istrinya setelah Kaira datang dengan sikembar,


"bagaimana kehamilanmu darling..? ". tanya Kaira dengan serius


Ella tersenyum


"baik-baik aja cuma masih sering mual-mual kalau pagi...! "


Kaira tersenyum cerah


"semoga anakmu normal ya Ella..! ". melirik Ramzi


Ella makin senang,


"aku ingin satu aja yang kayak anakmu Kaira..! nggak usah 2 deh 1 aja cukup kok". nego Ella


Ramzi dan Pasha tergelak


"ya.. yah...! ". pasrah Kaira yang merasa tersindir


sementara Nova dan Dylan sudah disajikan makanan tentu mereka memakannya tak lagi mendengar celotehan kedua orang tua mereka.


"lihatlah.. mereka nggak berubah kedua iblis kecilmu masih doyan makan Kaira..! ". ejek Ella


"mereka memang nggak berubah Ella, aku bahagia melihat mereka makan banyak.. "


"lihatlah pipi gembung mereka.. sepertinya tuan muda sangat menjaga pola makan tuan kecil dan nona kecil hingga pipinya bisa lucu begitu...! ". sambung Ramzi


"aku hanya melakukan yang terbaik untuk anak-anakku... mereka bukan gila mainan seperti anak lain pada umumnya tapi gila makanan enak". Pasha berkata dengan santai


"iya.. sebelumnya mereka juga sudah terlihat menggemaskan, hanya saja di mansion Granfa dan granma sangat memanjakan dua kembar ini, belum lagi kakek dan neneknya.. bisa-bisa anakku jadi bab* kecil nantinya". sungut Kaira


yang lain tergelak lucu, Pasha mengelus gemas kepala Kaira.


.


.


.


Keluarga kecil Pasha telah kembali kemansion disambut oleh Mely dan Matt, mely langsung menjewer telinga Pasha.


"apa-apaan kamu Pasha..? kenapa bawa cucu-cucu mamah lama sekali heh? nggak lihat udah jam berapa ini...? kamu mau mati ditangan mamah ya...??? ". omel si nyonya besar


"mah... mah.. lepas mah.. Pasha cuma ngikutin kemauan Kaira doang mah.. lagian cucu-cucu mama baik-baik aja selagi ada Pasha... ". ringis Pasha terpaksa mengikuti langkah kaki mamanya.


Nova yang berlari memeluk Pasha,


"Granma jangan jewer telinga daddy nanti Daddy jadi Elf dong.. nggak mau-nggak mau... "

__ADS_1


Dylan menahan tawanya dengan kepolosan adiknya.


"kamu membodohi adikmu sayang..? ". tanya Kaira mengusap kepala Dylan


Dylan tersenyum malu-malu, Matt pun tertawa geli dengan tingkah Pasha tapi gemas sekaligus melihat Nova


"kamu membela daddymu sayang..? ". tanya Mely


"iya granma...! Daddy nggak salah kami aja yang kesenangan main sama aunty Ella". bela Nova


Pasha mengelus sayang kepala Nova, mereka saling melindungi satu sama lain,


"mah.. Kaira mohon jangan tunjukkan kekerasan dalam keluarga kita pada anak-anak.. Kaira bahkan nggak pernah menjewer anak-anak mah.. Kaira nggak mau ngajarin anak-anak jahat dengan anggota tubuh mereka, beda kalau mereka dalam bahaya". pinta Kaira memelas


Mely pun melepaskan telinga Pasha.


"maafkan mama ya sayang.. kamu memang ibu yang sangat baik untuk sikembar..! ". Mely berjalan ke arah Kaira dan memeluk menantu kesayangannya itu sebisanya.


"makasih mama udah dengerin permintaan Kaira kalau mama mau menghukum suami Kaira jangan didepan anak-anak mah..! apalagi didepan Nova yang hatinya selembut salju kalau udah sayang sama seseorang..!". ucap Kaira


Mely tersenyum membenarkan, ia bangga memiliki kedua cucu yang hebat,


Matt juga bangga dan bahagia memiliki Kaira dan sikembar.


Pasha makin cinta aja sama istrinya itu,


"daddy nggak apa-apa kan? coba nova lihat telinga daddy..? panjang apa enggak..? ". Nova mendongak menatap Pasha


Pasha langsung berjongkok didepan Nova, langsung saja Nova melihat-lihat serius telinga Pasha.


"Dylan masuk kamar ya..? badan Dylan udah gerah!! ". Dylan yang sudah kepanasan pun segera izin meninggalkan drama keluarga bahagia itu.


"iya sayang..! ajak adikmu ya..? ". bujuk Kaira


Pasha langsung memeluk putri kecilnya,


"biar aku antar aja sayang...! ayo son"


Pasha menggendong Nova yang sibuk mengecek telinga Pasha layaknya seorang dokter,


Mely melototi putranya itu malah punya alasan buat kabur.


"udah mah.. Kaira mau makan sup buatan nek Mayong.. nek Mayong mana mah..? ". tanya Kaira mengelus perut buncitnya


"iya sayang.. ayo-ayo mama bantu! nek mayong ada di dapur..! ". Ajak Mely


Matt yang tak perlu khawatir lagi berjalan ke arah ruang tamu dan duduk kembali baca koran,


Mely menuntun Kaira ke dapur dan meminta nek mayong membuatkan sup, tentu dengan bangga Nek Mayong memasak sup spesialnya untuk Kaira.


"sup nek mayong kok bisa enak sih..? cita rasanya berbeda nggak kayak punya Mamah atau Bunda semua sup buatan kalian sangat enak.. hehe.. Bahkan suamiku kalau buat pun enak". binar bahagia Kaira


mayong tersenyum diwajah keriputnya, dan Mely yang tersenyum senang dengan kata-kata Kaira memuji masakan mereka yang emang beda racikan bumbu nya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2