
Dylan memutar tubuhnya dan menendang tangan pria satu, memelintir tangan pria 2 dan langsung menghindar dari serangan pria yang lainnya.
"aaahh.. sialan kau bocah...! ". teriak 2 pria itu dengan emosi melemparkan senjata tajam mereka ke arah Dylan
Dylan bersalto di udara bisa menghindari senjata tajam itu, jadi semua senjata itu menancap di tanah dengan sangat dalam.
"habisi dia.. ". teriak pria yang kesakitan makin geram dan emosi
sementara Marsy sedang menyiapkan senapan nya untuk membunuh Dylan,
dor.. dor... dor....!
Dylan berdiri tenang saat bunyi tembakan membunuh orang-orang yang menyerangnya tadi.
"sial..! ". maki Marsy
"Tuan kita terkepung". panik Vovo
"cepat kabur " teriak Rossa ketakutan
Marsy mengeluarkan senapannya setelah menurunkan kaca mobilnya tapi Dylan sepertinya tau siasat Marsy dan segera mengambil satu kampak besar lalu melayangkannya ke arah Marsy yang belum siap.
"aaaakkh...!! ". hancur sudah senapan itu terbelah dua saat Dylan melempar kampak milik bawahannya bahkan kaca mobilnya sampai retak padahal anti peluru.
Vovo berusaha untuk memutar mobilnya supaya bisa kabur tapi sia-sia sebab anggota mafia the Xylver telah mengepungnya.
"Maafkan kami sedikit terlambat tuan kecil". ucap the xylver secara kompak
"tidak masalah". jawab Dylan dengan santai.
.
"Marsy..! karna dendammu membuat kami dalam bahaya.. sekarang hanya mati lah satu-satunya kalau sudah ketangkap oleh orang-orang tuan melviano kau sudah gila..!! berapa kali aku bilang balas dendammu ini nggak pantas...! ". teriak Rossa dengan emosi
Vovo tak berkutik lagi saat menekan gasnya, Mars dan Panji menembak ban mobilnya, alhasil tidak bisa kabur.
"senapanku hancur gara-gara bocah monster mengerikan itu". Marsy sama sekali tak merasa bersalah,
ia malah sibuk mencari senjata lain dibangku paling belakang, Rossa memekik geram.
"seharusnya aku meninggalkan mu saja supaya aku selamat! kau benar-benar tak mau hidup lagi". maki Rossa dengan emosi
"diaaammm!! ". bentak Marsy dengan kasar
Rossa kembali menjerit kuat, sejak kematian Mexy kekasihnya jadi begitu jahat dan tak berperasaan padahal sebelumnya Marsy pria yang lembut dan baik tapi karna dendamnya yang sampai ke ubun-ubun membuatnya hilang akal.
"kalian nggak akan bisa kabur". seringai Panji
"tangkap mereka, hancurkan saja kuncian mobilnya! ". perintah Mars
"baik tuan". jawab anggota mafia yang sangat lihai dalam menghancurkan dan merusak benda-benda yang di kunci seperti rumah, mobil, brankas dan lain-lain...
(Reza)
Marsy memaki kuat tak menemukan senjata apapun ada pun pistol tidak ada pelurunya.
Vovo memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya di bangku kemudi, "tamatlah riwayatku! ". ringisnya dalam hati.
__ADS_1
Rossa menjerit sedari tadi karna frustasi
Marsy yang emosi langsung memukul tengkuk Rossa sampai tak sadarkan diri,
"merepotkan sekali! hanya tau berteriak dan berteriak sama sekali tidak berguna ". umpatnya dengan geram
pintu berhasil dibuka oleh Reza, semua anggota the xylver telah mengepung mobil Marsy.
"cepat bawa keluar..! ". perintah panji
"baik tuan". jawab yang lainnya kompak
tak seperti Marsy, Vovo hanya pasrah saat dirinya ditangkap oleh orang-orang the xylver Rossa di gotong karna tak sadarkan diri.
"lepaskan aku pengecut.. aku tidak ada masalah dengan kalian aku hanya ingin bocah itu mati!". teriak Marsy menatap Dylan dengan penuh dendam matanya Dylan yang terlihat tenang bersidakap dada melihatnya.
Marsy menjerit emosi, ia berusaha melepaskan diri dari cengkraman kuat orang-orang the xylver
Mars mendapat panggilan lalu berkata
"siap tuan..! tuan kecil baik-baik saja"
"baguslah! Chiko aku suruh membawa mereka pulang karna sebentar lagi aku dan Kaira akan kembali kalian urus saja mereka dengan baik ". perintah Pasha dari sebrang
"baik tuan muda" jawab Mars
"ada apa? ". tanya panji
"sepertinya tuan muda benar-benar sudah berubah, dia bahkan tidak mau terlibat lagi dengan kekejaman kita seperti biasa itu sebabnya tuan muda mempercayai kita mengurus mereka semua".
"baiklah..! mari kita kerjakan". Panji yang mengerti langsung meninggalkan Mars yang masih termangu.
"tuan kecil..! tuan muda dan nyonya muda akan kembali jadi sebelum itu, kita harus sudah sampai dimansion". ucap Chiko sopan
"ayo om". Dylan pun berjalan hendak memasuki mobilnya
Chiko dengan cepat berlari dan membukakan dylan pintu, didalam Dylan di sambut pujian adiknya.
"kakak hebat seperti biasa tangan dan kaki kakak bisa menghabisi orang dengan cepat"
Dylan hanya menggeleng pelan kepalanya,
"dasar penjahat..! kenapa negara ini dan negara E sama ya kak? banyak penjahatnya". oceh kesal Nova
Dylan mengambil jajanan nya dan makan dengan santai melupakan kejadian tadi.
glekk..!!
Chiko bersusah payah menelan salivanya yang tercekat.
"bagaimana bisa tuan kecil begitu tenang dengan kejadian tadi? orang-orang itu di tembak mati oleh tuan Panji dan tuan Mars didepan tuan kecil sendiri kenapa matanya terlihat biasa aja melihat darah mengalir dari dada dan kepala mereka? aku aja seram.. ". Chiko mengoceh dalam hati mengingat kejadian tadi yang sangat menakutkan baginya tapi malah terlihat biasa aja yang mengalami.
setibanya di mansion, Nova dan Dylan membersihkan diri setelah itu barulah Nova dan Dylan duduk berkumpul di kamar baby kembar bersama Granma dan granfanya.
"apa dedek kembar menangis granma? ". tanya Nova dengan semangat mengunyah makanannya.
"nggak sayang! dari tadi nggak ada rewel kok padahal granma menoel-noel pipi mereka". kekeh Mely
__ADS_1
Dylan tersenyum tipis,
"kata mommy dedek kembar sama seperti kami
hanya merepotkan di malam hari ".
"iya granma.. kalelawar kata mommy". sungut Nova dengan bibir mengerucut menggemaskan.
Mely dan Matt tertawa terbahak-bahak,
"lihatlah keributan macam apapun nggak akan membangunkan baby kembar". Mely melirik cucu-cucu kecilnya
"padahal granfa memang ingin mereka bangun". gumam Matt dengan gemas
"dulu Daddy kalian juga gitu..! nangisnya malam hari siang malah tidur pulas, ada petasan pun didekatnya tetap nggak akan terbangun". kekeh Mely mengingat Pasha waktu bayi
"apa daddy seperti kami saat bayi granma? ". tanya Nova
Dylan mengerjabkan matanya yang artinya juga mau dengar jawaban Mely, pertanyaan di otak kecilnya sama dengan pertanyaan Nova
Mely tertawa
"tentu saja sayang! kalian lah yang mirip daddy kalian "
Mely mengusap kepala kedua cucu-cucu menggemaskanya.
Nova berantusias karna senang sekali disama-samakan dengan daddynya.
Dylan berjalan ke arah Box bayi dan memperhatikan wajah imut kedua adik-adiknya.
Matt mengusap kepala Dylan,
"saat baby kembar sudah bisa merangkak nanti pasti adik-adik kamu sangat menggemaskan Dylan"
Dylan mendongak ke Matt dan tersenyum, betapa bangga nya Matt memiliki cucu seperti Nova dan Dylan yang sangat pintar dalam segi apapun.
saat semua orang iri padanya yang memiliki cucu seperti Nova dan Dylan saat itulah Matt bisa mengangkat kepalanya begitu percaya diri seolah ingin membuktikan dari mana dapatnya kejeniusan cucu-cucunya itu.
"sayang..? ". kaira merentangkan tangannya di kursi roda melihat Nolan secara bergantian
Nova dan Dylan menoleh ke Kaira dan mendekati mommy mereka, Mely tersenyum melihat betapa manja nya sikembar pada Kaira.
"hebat son..! " . pasha mengusap kepala Dylan
Dylan yang mengerti tersenyum tipis saja membalasnya.
"mommy khawatir nggak karuan tadi". Kaira menangkup pipi Nova dan Dylan secara bersamaan.
"kami baik-baik aja mommy". jawab Nova dan Dylan kompak hingga semua yang mendengarnya tersenyum.
Kaira kembali memeluk kedua malaikat kecilnya yang selalu membuatnya merasa takut disaat-saat tertentu..
"kenapa perasaanku bisa seperti itu ya? aku yakin perasaanku tidak salah tapi melihat tubuh anak-anakku baik-baik aja sudah pasti tidak ada masalah.!".batin Kaira dengan heran
.
.
__ADS_1
.