Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
mencari pengawal baru (Part. 2)


__ADS_3

Dylan berjalan tenang seperti orang dewasa memperhatikan bawahannya, Mars dan Ramzi sampai di buat kagum sosok Dylan benar-benar duplikat Pasha.


"Kakak..!! " Nova sudah ada di samping Dylan dan mengikuti Dylan untuk mencari pengawalnya.


"daddy..? " rengek Nova


"iya sayang..? kenapa..? " tanya Pasha berjalan mendekati Nova


Nova merentangkan tangannya ke Pasha dan dengan senang hati Pasha menggendongnya.


"kenapa Nova harus dikawal..? kan Nova kuat..? ". tanya Nova dengan muka memberengut manyunnya begitu lucu.


Pasha tertawa lebar dan mencium kening putri kecilnya,


"Nova memang kuat sayang.. tapi daddy tidak tenang kalau kalian tidakk ada yang jagain.. setidaknya ada orang dewasa di sisi kalian biar daddy dan mommy tidak khawatir ngelepas kalian sekolah, Karna kalian kuat makanya daddy hanya memilih 1 untuk mengawal kalian masing-masing sedangkan mommy kalian ada 2 pengawal..! mau daddy pilih 2 untuk Nova..? "


Nova menggeleng-geleng kepalanya


"Nova 1 aja deh.. kan nova kuat.. "


Pasha terkekeh, Matt entah sejak kapan udah ada disamping Pasha dan merampas cucu cantiknya itu


"papa...!" kesal Pasha anaknya direbut Matt


"ingat bagaimana sayangnya granfa dan granma mu sayang.. rasa sayang kami sama seperti rasa sayang kalian sama mommy kalian.. jadi pilih 4 pengawal terbaik dari 100 peserta itu ya..? ". Matt berbicara pada Nova mengabaikan anaknya sendiri yang tengah mendengus padanya.


"baik Granfa.. Nova mengerti.. ". jawab Patuh Nova hingga Matt merasa beruntung memiliki cucu seperti Nova


"Sayang..? ". Pasha merampas kembali anaknya itu hingga Matt yang memberengut tak terima


"iya daddy..? ". sahut Nova cekikikan sejak tadi berpindah gendongan antara Granfa dan daddynya.


"bukankah kamu mau ikut lomba hacker sayang..? ". tanya Pasha


Nova mengangguk semangat.


"jangan gunakan tanganmu yang berharga untuk menguji mereka.. gunakan instingmu sayang..! ". kata Pasha


Nova tampak berpikir dengan polos ia memperhatikan kedua tangannya


"baiklah daddy..! " jawab Nova dengan patuh.


"uuh... sayang banget daddy nih.. kalau kamu menang daddy akan kabulin apapun kemauanmu sayang..! "


"benarkah daddy?daddy janji ya.? tidak bisa ingkar..? " cecar Nova mengeluarkan jari kelingking kecilnya.


Pasha dengan cepat menautkan jari kelingkingnya ke Nova, dengan ceria Nova minta turun dari gendongan Pasha..


Nova pun kembali bergabung dengan kakaknya yang tengah melihat-lihat seluruh peserta pengawal baru nya..


Pasha percaya Nova dan Dylan bisa mencari yang terbaik diantara mereka.


Dylan menatap tajam satu persatu calon pengawal baru nya..

__ADS_1


"kamu gagal..! ". kata Dylan tak ada sopannya seperti Pasha


yang di tatap melebarkan mata sebab tak terima tapi melihat tatapan tajam Mars dan Ramzi tak bisa apa-apa


"bisa saya tau alasannya t. tuan kecil..? ". tanya calon pengawal baru itu dengan terbata-bata.


"penakut..! itu alasannya bagaimana kau bisa melindungi ku dan mommyku serta adikku hah..? kalau menatap mataku saja kau sudah takut...!! ". jawab Dylan dengan datarnya padahal wajahnya sangatlah imut.


"pengecut tak di terima disini.. !" lanjut Dylan lagi.


Ramzi dan Mars di buat kagum, kenapa mereka tidak memikirkan hal sederhana itu, Dylan benar-benar hebat pikir mereka.


dengan berat hati mereka yang dikatakan gagal pergi tanpa ingin tau jawabannya karna sudah di jelaskan, ditatap tajam oleh mata biru Dylan siapa yang tidak gemetar ketakutan, tatapan itu seperti akan membunuh mereka.. wajar mereka ketakutan anak seusia Dylan bisa menatap manusia seperti itu , sungguh mengerikan.


Nova berpencar dengan kakaknya, Ramzi mengikuti Nova dan Mars mengikuti Dylan.


Nova memperhatikan satu wanita yang berpenampilan sederhana.


baju formalnya cukup kusam seperti sudah bertahun-tahun lamanya, high heelsnya benar-benar kotor


"apa kakak kebanjiran tadi..? kenapa baju kakak tidak hitam pekat..? " tanya Nova serius dengan wajah imutnya itu.


"ini baju turunan dari mendiang ibu saya nona kecil.


tadi sebelum saya berangkat kemari ada insiden kecil...! " jawab Wanita itu dengan tegas tak memandang umur Nova


bagaimana pun Nova seperti Pasha, Jika Pasha mempercayai anak-anaknya memilih pengawal pasti ada yang istimewa di anak kembar nan imut itu.


Nova tersenyum tipis.. "ikut aku kak..! aku akan mengujimu.. "


wanita itu melepaskan high heels nya yang kotor dan berjalan dibelakang Nova mengikuti Nova yang memimpin jalan, Ramzi di samping Nova..


"nama calon pengawal ini Riska nona kecil.. " kata Ramzi memberikan data pribadi Riska.


Nova membacanya dengan seksama, "ok..! "


Hanya sebentar nova menyerahkan kembali berkas itu,


hingga ramzi bertanya-tanya apakah Nova sudah membacanya atau belum..


Pasha hanya menaikkan alisnya sebelah melihat Nova yang sedang membawa calon pengawal berpakaian norak atau (Jadul\= Jaman dulu)


Dylan masih mengeliminasi calon pengawal baru itu hingga yang tersisa hanya 40 wanita saja.


"ujian kedua dan ketiga ...! jangan nilai umurku


jika aku menyerang gunakan pertahanan terbaik kalian..! mengerti..? ". kata Dylan dengan lantang


"baik tuan kecil..! " jawab semuanya serentak


Mars menyelah akan mengujinya bukan Dylan,


"tidak apa paman.. diantara mereka akan menjadi pengawalku dan mommy jadi harus bisa melawanku kalau tidak bisa jangan jadi pengawal mommy kami".

__ADS_1


"tapi nona kecil bagaimana tuan kecil ? " selah Mars


"Nova akan mencari pengawalnya sendiri paman" kata singkat Dylan


Mars beralih ke Nova yang tampak tertarik dengan pengawal baru berpakaian baju Formal yang norak.


"ayo paman..! " ajak Dylan dengan wajah datar


"baik tuan kecil.. "


Kini Dylan ada di tempat uji penembakan,


"jika aku suruh tembak nomor berapa kalian harus cepat menembak tanpa pikir panjang untuk mencari yang terbaik diantara kalian aku ingin tau nilai keseimbangan fokus kerja otak kiri kanan kalian masing-masing ". kata Dylan tak sesuai umurnya yang masih 7 tahun..


"baik tuan kecil.. " jawab mereka serentak.


Dylan tanpa hati dan seenak jidatnya menyebutkan angka-angka yang dia mau, bahkan angka tersulit pun di sebutkan hingga banyak yang gagal menembak bagian tersulit itu.


dan yang berhasil hanya 6 orang saja.


"bagus..! ikut aku..! " kata Dylan lagi


6 wanita itu mengikuti Dylan yang membawanya ke Matras.


"naik..! " perintah Dylan


"tapi tuan kecil..? " selah satu diantara mereka


"lakukan saja..! " perintah Mars


"ba..baik tuan..! " jawab mereka serentak


Dylan menaikkan lengan bajunya,


"tunjukkan pertahanan terbaikmu..! jangan nilai dan meremehkan umurku.. "


"baik tuan kecil..! ' jawab wanita berwajah datar di depannya..


Dylan mendekati wanita itu dengan tenang, dan wanita itu masih tenang ia tak meremehkan Dylan sebab bisa mengeliminasi rekan-rekan terbaiknya


Dylan menyerang wanita itu hingga dengan sigap menghindar dengan segala kemampuan terbaiknya, walaupun sempat kewalahan mengelak pukulan Dylan tapi bisa mempertahankan diri dengan baik. walau pada akhirnya tetap kalah juga di tangan Dylan, 6 wanita itu masih dibawah kemampuan Dylan.


mereka mengakui Dylan sangat hebat di usianya yang masih muda, sangat muda hingga malu dengan kehebatan sendiri sempat berpikir kalau Dylan sehebat ini apa gunanya salah satu diantara mereka mengawal Dylan.


bukankah itu memalukan? tapi mereka juga butuh pekerjaan kan


"silahkan pilih 3 diantara mereka berenam tuan kecil! " pinta Mars dengan sopan.


"hm.. m kalian berenam sangat hebat dengan kemampuan masing-masing.. aku akan minta kalian yang gagal tetap jadi pengawal pribadi kami bergabung dengan anggota pengawal daddyku, kalian terima..? "


"suatu kehormatan bagi kami tuan kecil". mereka berenam langsung bertekuk dengan satu lutut seperti menghormati guru besar mereka saja.


Dylan tersenyum tipis, Mars dibuat bingung apa kemampuan keenam pengawal baru ini hingga Dylan tetap memilih mereka semua

__ADS_1


.


.


__ADS_2