
"terimakasih atas traktirannya tuan..!". ucap Poppy dengan tulus
"tidak apa..! aku berterimakasih karna kalian sudah menjaga istriku selama 18 menit". jawab Pasha
Kaira menggeleng-geleng kepalanya.
Poppy terkekeh
"anda benar-benar sangat menghitung waktu ya tuan? sama seperti suamiku".
"5 detik itu bisa membuat siapapun mati jika ceroboh jadi jangan anggap spele waktu 5 detik itu". jawab Pasha
Poppy teringat kejadian tadi, benar saja jika 5 detik itu Poppy tidak mendorong Savira entah bagaimana nasib Kaira setelahnya.
"baiklah..! datanglah ke produk launching lipstik kami bulan depan". pinta Bastian
Kaira tergelak
"kamu sengaja memanfaatkan kepopuleran kami berdua ya? "
Bastian mendengus, "datang saja apa susahnya sih"
poppy mengeluarkan undangan istimewa nya,
"ini untuk kak Ella dan suaminya dan ini buat kakak dan suami kakak, kalau bisa ramekan aja kak semakin banyak yang datang semakin sukses produk launching kami".
"enak ya kalian satu kerjaan". decak kagum Kaira
"kamu mau jadi sekretarisku sayang? ". tanya Pasha serius
Poppy dan Bastian saling pandang.
"lebih baik kita pulang sayang". bastian menarik pinggang poppy dengan perlahan sambil mengusap perut buncit istrinya.
Poppy tertawa lebar melambai-lambai ke Kaira yang melambai canggung, ia menyimpan undangannya dalam tas nya.
"kamu mau jadi sekretarisku sayang? ". tanya Pasha sekali lagi
"nggak mau". tolak Kaira
Pasha tertawa, ia mengekori istrinya dan lagi-lagi membuat Kaira kesal karna Pasha menanyakan hal yang sama.
.
.
"udah hubby..! aku nggak mau kamu bertanya seperti itu lagi". pinta Kaira dengan memelas
"bukannya kamu tadi iri dengan asmara mereka 1 kerjaan? ". tanya Pasha
"aku iri karna mereka belum memiliki anak jadi bisa bekerja dengan baik sementara kalau aku jadi sekretarismu bagaimana anak-anakku? aku nggak mau orang lain yang merawatnya dan ingat aku nggak butuh babysister kamu aja yang cari uang buat kami". omel Kaira
Pasha terkekeh dan berjanji tak akan bertanya lagi.
"oh ya aku dengar Ella punya vila di samping Vila yang kamu berikan padaku. apa benar itu? ". tanya Kaira serius
Pasha mengangguk
"jadi benar? ". tanya Kaira tak percaya
"bukankah itu tanahmu? kenapa bisa ada Vila Ella disana? ". tanyanya lagi penasaran
__ADS_1
Pasha masih tenang, dia sudah tau kalau Kaira akan tau masalah Vila yang dia bangun disamping Vila Kaira yang memang untuk Ella, Pasha tidak mungkin bilang alasan Pasha membuatkan Ella Vila.
"aku hanya ingin dia memiliki Vila sendiri dia sudah seperti keluargaku sendiri, dia selalu menjagamu dan apapun yang aku berikan itu sama seperti aku menghargainya walaupun semua itu belum terlunaskan".
Kaira mengerti alasan Pasha yang masuk diakal..
"pasti sulit bagimu meyakinkannya dia bukan tipe orang yang mau menerima bantuan kecuali itu bayarannya". gumam Kaira
Pasha mengalihkan pandangannya..
"iya benar sayang.. itu bayaran karna dia mau buka mulut kapan pertemuan pertama kita sayang".
"tapi ya sudahlah, aku senang Ella punya Vila". senang Kaira
"kamu mau kita kesana minggu depan? ". tawar Pasha
Kaira beralih ke Pasha "benarkah minggu besok udah siap rumah Ella? "
Pasha mengangguk.
"cepat sekali". gumam Kaira pelan tapi masih bisa didengar oleh Pasha.
Pasha tertawa, "bagiku sangat mudah membuat hotel dalam jangka waktu 2 bulan apalagi hanya Vila "
Kaira membulatkan matanya, "aku merasa kamu menipuku".
Pasha menggeleng kepalanya
"Pasha Melviano Matteo Xylver tidak pernah berbohong masalah bisnis sayang".
Kaira membayangkannya aja udah pusing, berapa tingkat hotel itu bisa dibayangkan Kaira tapi tak disangkanya Pasha bisa membangun hotel hanya dalam 2 bulan?
.
.
"bunda sama ayah udah kembali? kapan sampainya..?? ". tanya Kaira dengan girang menyalami kedua orangtuanya dan memeluk Arabela, Lexy dengan rindu
"maaf kami lama kembali nya ya sayang? ada pelatihan khusus disana, Dylan dan Nova sangat senang berlatih dengan prajurit disana". tutur Arabela
Pasha tersenyum, ia sudah tau hal ini akan terjadi sebab putra sulungnya memang suka tantangan.
Kaira mengedarkan pandangannya, "kemana anak-anak Kaira bunda? "
"mereka sedang mandi mungkin kami baru aja sampai". jawab lexy
Kaira mengangguk, mereka berjalan mendekati sofa ruang tamu
"apa Baby kembar rewel mah? ". tanya Kaira ke Mely
"mereka nggak bangun sayang! tidur aja sejak kalian keluar mansion". jawab Mely
Kaira mengangguk lega, "bunda sama ayah tidur sini aja ya? "
Arabela dan lexy saling pandang.
"iya ayah bunda.. tidur sini aja! pasti lelah habis perjalanan jauh". timpal Pasha
"tuh kan..! apa aku bilang besan..nginap disini aja, kita gantian ya? sebelumnya kalian tidur sama Nova giliran kami yang tidur sama Nova". kata Mely
"tidur disini aja semalam ini Tuan". pinta Matt tersenyum ramah ke Lexy
__ADS_1
.
mereka berdua pun akhirnya setuju tidur di mansion melviano.
"mommy...?? daddy...? ". Nova berlari dengan riang ke arah Kaira dan Pasha
Nova mencium pipi Kaira dan memeluknya dengan erat, "mommy kangen nova nggak? "
"tentu saja sayang..! mommy sangat merindukan celotehan bawel putri imut mommy". Kaira mengusap-ngusap sayang kepala Nova
"daddy lebih merindukanmu sayang! Apa kamu nggak mau memeluk daddymu sayang? ". Pasha merentangkan tangannya
Nova terkikik lucu lalu melepaskan pelukannya dari kaira dan berpindah memeluk Pasha sambil memekik girang.
Pasha memutar tubuh Nova dan menciumi sisi kepala Nova, "daddy sangat merindukanmu sayang"
"Nova juga Daddy..! ". seru Nova
"Nova mau cerita". heboh Nova di gendongan Pasha
"okeh.. kita ke kamar mu ya sayang? ". ajak Pasha
Nova manggut-manggut kembali memeluk leher kokoh Pasha dengan erat, keluarga mereka hanya geleng-geleng kepala tapi tersenyum lebar melihat kasih sayang ayah dan anak itu.
Kaira tersenyum melihat Nova yang begitu lengket dengan Pasha
"sayang.. aku ke kamar Nova ya..? ". izin Pasha dengan lembut
Kaira mengangguk sambil mengelus kepala Nova yang sedang bermanja di gendongan Pasha
Pasha mengelus punggung Nova
Pasha izin sama keluarganya barulah ia berjalan ke lift membawa putri kesayangannya, celotehan manja Nova begitu ia rindukan.
"Pasha bisa dekat sekali ya sama Nova". gemas Arabela padahal sudah tau
"iya bunda .. Hubby terlalu memanjakan Nova dengan barang-barang IT mahalnya, bunda tau kan kalau mereka itu sehati sama-sama suka IT, Nova kalau jajan itu mahal tapi selalu dituruti olehnya". omel Kaira melirik punggung Pasha yang tak lagi terlihat
semua yang mendengarnya tertawa cekikikan..l
"Pasha memang memanjakan Dylan dan Nova, dia memiliki banyak uang memang untuk dihamburkan bukan? ". jelas Matt malah mendukung Pasha
"Papah, mamah sama Pasha sama aja..! ". dumel Kaira
mereka tertawa.
"seharusnya kamu senang dong sayang.. Pasha melakukan itu karna ia suka dan mampu, diluar sana banyak orangtua yang harus mencari uang terlebih dahulu supaya bisa membelikan anak-anaknya mainan mahal". goda Arabela
Kaira mengangguk membenarkan
"terus apa masalahnya? ". tanya Lexy heran
"mereka jadi lengket sama suami Kaira". gerutu Kaira dengan nada cemburu
diam, persekian detiknya ruangan itu tiba-tiba saja tawa mereka menggelegar Kaira memajukan bibirnya dengan wajah memberengut.
"masa iya cemburu sama suami sendiri sih? kamu memiliki tempat teristimewa sendiri di hati mereka sayang". Mely mengusap kepala Kaira
Kaira jadi malu tak lagi bisa berkata-kata dengan nasehat-nasehat keluarganya yang pastinya sedang menggodanya.
.
__ADS_1
.