
Dylan dan Nova begitu serius mencari tau apapun itu mengenai keluarga ningrat di kota A..
"Astagah kak.. jadi berita sebenarnya yang mulia ratu Arabela memiliki sedikit gangguan jiwa sejak kehilangan anaknya beberapa puluh tahun yang lalu.. apa mommy lah anak mereka Kak..? " ujar Nova begitu serius dengan wajah imutnya
"mereka sangat kuat dengan adat istiadatnya terutama perjodohan antar Kerajaan.. kamu mau mommy di nikahkan dengan pria lain menjadi teman hidup pria lain ..? " tanya Dylan yang barusan membaca perihal adat terpenting kerajaan modern yang satu itu.
"kita akan lindungi mommy.. Nova tidak mau punya daddy baru lagi cukup daddy kita sekarang aja..! Nova nyaman dengan daddy kita sekarang, Nova sayang sama daddy ".
"jangan cengeng...!! Kakak juga nggak mau mommy memiliki teman hidup yang lain.. " kata Dylan dengan wajah imutnya yang datar.
Nova mengangguk setuju,
saat ini hanya Pasha dan sikembar yang tau jati diri Kaira, Nova dan Dylan tidak tau apapun tentang tes DNA mereka hanya menebak lewat kemiripan wanita itu dengan mommynya, sama seperti Dylan dan Nova yang mirip Pasha begitulah Kaira dengan Ratu Arabela..
.
.
Kaira memasak seperti biasa melupakan kejadian kemarin..
Pasha memeluk Kaira dari belakang, Kaira sudah tau dari bau tubuh Pasha yang tak berubah sejak dulu.
"kamu masak apa sayang..? " bisik Pasha mengecup bahu Kaira
"kali ini aku masak makanan sederhana aja..!" jawab Kaira membiarkan Pasha memeluknya.
sepertinya Kaira sudah bisa membuka hatinya untuk Pasha.
"sebentar lagi hari pertandingan Nova sayang.. setelah Nova berhasil kamu mau kita mengadakan resepsi pernikahan..? aku ingin dunia tau kamu milikku sayang...! "
Kaira mengerutkan keningnya dengan permintaan aneh Pasha, perlahan Kaira membalik tubuhnya dan bersitatap dengan Pasha
"bukannya kamu mau aku hamil lagi anakmu baru diadakan resepsi..? kok jadi berubah pikiran..? " tanya Kaira kebingungan
"hmmm.. aku mau mengadakan resepsi secepatnya..
masalah keturunan baru aku nggak akan memaksamu sayang..! asalkan kamu selalu ada di sisiku aku bisa memakluminya..! aku sudah senang memiliki Nova dan Dylan.. !" kata lembut Pasha mengelus pipi Kaira..
Kaira bisa melihat tatapan Pasha yang sangat lembut padanya, tatapan yang sangat ia impikan, mata biru Pasha kalau menatapnya lembut seperti lautan biru penuh bintang, Kaira sendiri tak mengerti kenapa bisa berpikiran begitu..
"kapan kamu mau adakan resepsinya..? " tanya Kaira
"hari ini juga boleh..! " jawab Pasha
Kaira memukul lengan Pasha hingga siempunya tergelak keras,
"apa kamu mau sayang...? kita adakan resepsi? " tanya Pasha sekali lagi..
Kaira menghela nafas dan menjawab.. "baiklah..! "
Pasha tersenyum puas, ia langsung memeluk Kaira dengan mesra
__ADS_1
"terimakasih sayang...! aku mencintaimu Nyonya Askaira Melviano..! " ucap lembut Pasha mengelus kepala Kaira
Kaira hanya tersenyum membalas pelukan Pasha, kesabaran Pasha sepertinya membuahkan hasil, Pasha benar-benar tulus mencintainya walaupun Kaira sering bertindak memalukan karna sebelumnya Kaira pernah begitu takut dengan Pasha yang membunuh teman sekamarnya Nayna.
"aku ingin kamu bahagia Pasha...! aku akan tanggung jawab dengan kebahagiaanmu, jika hanya aku dan malaikat kecilku yang bisa membuatmu bahagia.? aku akan selalu bersamamu walaupun aku nggak tau kapan aku bisa mencintaimu sepenuh hati ". batin Kaira memejamkan matanya di bahu Pasha.
"mommy..? " panggil Nova dan Dylan kompak
Kaira terperanjat kaget dengan cepat mendorong Pasha hingga Pasha termundur beberapa langkah.
Kaira berdehem dengan canggung,
"mommy ngapain dorong daddy ..? " tanya Nova dengan polos
Dylan hanya tersenyum tipis melihat wajah merah mommy nya yang terlihat lucu udah lama sekali Dylan tidak pernah melihat ekspresi mommynya yang seperti itu.
Pasha menghela nafas lalu tertawa kecil melihat wajah merah Kaira,
"nggak apa-apa sayang.. daddy hanya memeluk mommy biar tidak lelah karna memasak untuk kita.. " bohong Pasha mengelus kedua pipi temben Nova
"kami juga sering berpelukan dengan mommy tapi kenapa mommy mendorong daddy..? apa pelukan adalah hal yang memalukan..? " tanya polos Nova
Kaira tersenyum canggung..
"bukan begitu sayang..! mommy hanya refleks mendorong daddy kalian..! "
Nova mengangguk-ngangguk percaya "mommy masak apa. ?"
Dylan yang penasaran mengintip juga melangkah mundur yang artinya ia tak suka dengan sayur itu.
"kenapa sih...? " Pasha melihat apa yang membuat anaknya takut dan wajah Pasha langsung berubah pias.
Kaira tertawa melihat wajah lucu mereka bertiga.
"apa mommy sedang stress...? " tanya Dylan mendekati Kaira dan memegang tangan mommynya.
"iya sayang...!! maafkan mommy ya..? " ucap Kaira mengelus kepala Dylan dengan lembut.
.
.
di meja makan,,
Kaira dan Mely yang makan nasi dengan sayur brokoli
sementara Matt, Pasha dan sikembar bergidik ngeri.
teka-teki Keluarga Melviano yang tak terpecahkan kenapa tidak suka sayur yang satu itu.
ditempat lain,
__ADS_1
Ratu Arabela menjerit pilu minta dikeluarkan dari kamarnya sekarang..
"keluarkan aku.! anakku..! aku menemukan anakku. keluarkan aku...!! aku mau bertemu anakku...!! " teriak Arabela
"Yang mulia..!! " salam hormat para kesatria yang menjaga pintu kamar inap Arabela.
Raja Lexy menghela nafas panjang, "kenapa lagi istriku...? "
"seperti biasa yang mulia.. yang mulia ratu kehilangan kendali saat bertemu dengan istri tuan muda Matt Group ".
"istri..? " gumam Lexy tampak tak percaya
"iya yang mulia.. saya melihat dengan mata kepala saya sendiri tuan muda itu menggendong wanitanya, mereka memakai cincin pernikahan yang sama dan ada 2 anak kecil memiliki wajah yang sama dengan tuan muda itu".
"tapi kenapa pernikahan mereka tidak di ketahui publik? setau ku istri tuan muda MattGroup sudah tiada ,, baru 2 tahun yang lalu sekarang sudah punya istri dan anak? "
"iya yang mulia..! terlebih anak tuan muda itu seperti sudah berumur 6-7 tahun yang mulia..! " jawab kesatria kepercayaan Lexy
"6 tahun..? apa yang terjadi dengan Raja mafia yang satu itu..!" senyum sinis Lexy berjalan melewati bawahannya
"buka pintunya.!" perintah kesatria agung mariputra..
"baik!" jawab penjaga dengan sigap membukakan pintu kamar Arabela
"kenapa lama sekali..?? " geram Arabela hendak berlari mengangkat gaunnya tapi terhenti melihat Lexy.
"suamiku.? kamu percaya anak kita masih hidup..? aku sangat mengenalinya.! dia anak kita Suamiku
anak kita masih hidup...! " Arabela memegang kedua tangan Lexy
Lexy melihat ke samping, pintu segera ditutup..
Lexy tersenyum lembut membawa Arabela ke ranjang penginapannya
"ratuku..! berhentilah memikirkan anak kita.. sekian tahun lamanya kita berusaha mencari, tak menemukan apapun..? ku mohon mengertilah ratuku ...! anak kita sudah tidak ada! "
"Tidaaak...!!? tidakk... suamiku... anak kita masih hidup... dia masih hidup... aku yakin dia anakku... dia anakku...!! " jerit Arabela frustasi mengacak-ngacak rambutnya sendiri
Lexy mengerutkan keningnya, kenapa Arabela jadi begini? biasanya kalau Lexy bilang anaknya udah tidak ada Arabela akan termenung lalu menangis tapi sekarang tidak.
"tadi anak kita Suamiku..!! aku yakin itu anakku,,
aku mau bertemu dengannya lagi.. " Arabela hendak pergi tapi Lexy dengan cepat menotok saraf Arabela hingga jatuh pingsan..
lexy menggendong istrinya dengan hati-hati lalu menurunkannya di ranjangnya.
"kenapa hidup kita bisa seperti ini ratuku..? jika aku boleh memilih aku ingin kita hidup sebagai orang biasa.. merasakan kebahagiaan yang namanya keluarga.. kita tidak akan berada di lingkungan tahta membosankan ini.. " lirih Lexy mengelus kepala Arabela..
.
.
__ADS_1