Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
belanja


__ADS_3

Nova dan Dylan selesai bermain dengan baby kembar,


"Kakak ayo kita main ke gedung Nolan.! ". rengek Nova


Dylan hanya pasrah mengekori adiknya,


"sayang kita jalan-jalan yuk!". ajak Pasha merangkul mesra pinggang Kaira


"tapi baby kembar gimana? ".Kaira menatap buah hatinya


"biar mama dan papa yang jaga mereka sayang..! kalian pacaran aja sana". selah Mely


Kaira tersenyum kikuk,


"bagus Pasha..! ajak istrimu jalan-jalan biar refresing sedikit.. tapi hati-hati.. istrimu masih belum sembuh total". nasehat Matt


"Kaira pasti bosan di rumah terus..! ". goda Mely


"ayo sayang! ". ajak Pasha membawa istrinya keluar dari kamar baby kembar


Mely dan Matt dengan senang hati mengayun box bayi milik baby kembar..


.


Kaira berpenampilan modern, Pasha memakai baju sederhana namun masih terlihat begitu tampan.


"kenapa nggak bawa Nova dan Dylan suamiku? ".tanya Kaira penasaran


Pasha mengulum senyumnya, "aku ingin kita pacaran berdua sayang"


Pasha memapah Kaira berjalan dan berdiri didepan kursi roda.


Kaira beralih menatap Pasha,


"kenapa naik kursi roda? " protesnya


"duduk sayang, nanti akan menjalani perjalanan panjang jadi aku tidak mau kamu kelelahan nanti sayang.! ". Pasha mengangkat tubuh Kaira dan mendudukkannya di kursi roda


Kaira spontan saja melingkarkan tangannya di leher Pasha dan tak bisa apa-apa saat Pasha mengancam akan mencium bibir Kaira sampai bengkak.


Kaira tau betapa gila nya suaminya itu kalau membahas apapun sentuhan di tubuhnya, sebab dasarnya suaminya emang mesum.


.


.


Kaira di bawa oleh Pasha ke sebuah museum terbesar di kota ini.


"waah... kenapa kesini sayang? ".tanya Kaira berbinar senang


Pasha mengusap kepala Kaira, tanpa malu dirinya mendorong kursi roda Kaira, dunia tau kalau istri tuan muda Melviano baru habis melahirkan.


Kaira begitu senang berada di museum itu karna begitu tenang, bahkan Kaira tak menghiraukan tatapan manis dan iri orang-orang melihatnya bersama Pasha.


"aku mau lihat itu sayang..! ". Kaira menunjuk apa yang membuatnya tertarik


"jangan lupa bayaran saya nyonya melviano! ". bisik Pasha


Kaira menarik nafas kesal tapi mengangguk saja sebagai jawaban.


dengan sumringah Pasha mendorong kursi roda Kaira ke tempat itu.


mereka bercengkrama layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, beberapa orang yang melihatnya segera memeluk pasangan mereka minta dimanja seperti Pasha memanjakan istrinya.

__ADS_1


"ini mirip denganmu sayang! ". celutuk Kaira menunjuk patung peninggalan sejarah


Pasha juga ikutan gila malah memperagakan diri seperti patung itu hingga Kaira tertawa terpingkal-pikal.


Pasha mengecup sayang kening Kaira, ia bahagia bisa melihat Kaira seperti itu, mereka bahkan persis seperti sepasang kekasih baru pacaran padahal sudah punya anak, paras mereka yang tampan dan cantik membuat siapapun akan lupa diri kalau pasangan itu sudah menikah dan punya anak.


"wajahmu makin berkilau sayang". Pasha mengusap pipi Kaira yang sangat menggemaskan


Kaira hanya balas dengan senyuman manisnya.


"mungkin karna aku nggak pernah menangis, kamu memberiku cinta yang tak terukur dengan apapun selalu membuatku menangis haru bukan karna sedih tapi bahagia".


"kamu juga memberikan aku cinta yang tak ternilai harganya sayang! ". balas Pasha juga


"apa..? " tanya Kaira


"baby kembar kita, bukankah kamu pernah bilang akan menunjukkan rasa cintamu padaku dengan memberiku keturunan lagi? "


pipi Kaira langsung bersemu merah, "kamu masih ingat itu"


Pasha tergelak,


"pipimu yang bulat..! seperti kue donat.. badanmu yang tinggi dan cukup..? "


"nggaak...! ". potong Kaira terbelalak.


Pasha tergelak keras hingga terlihat begitu tampan dilihat pengunjung museum.


"aku nggak berisi cuma karna habis melahirkan jadi begini.. nanti tubuhku akan bagus lagi seperti semula.. aku akan merawatnya". jelas Kaira memerah malu di tatap gemas oleh orang-orang yang lewat.


Pasha mengusap pipi Kaira yang merona malu,


"kenapa nyanyi itu sih? ". gerutu Kaira pelan


"putri kecil kita Kaisha yang menangis kuat langsung terdiam saat aku menyanyikan lagu itu".


"oh ya? ", seketika Kaira berbinar antusias merasa lupa dengan rasa malunya tadi.


pasangan yang lainnya berbisik-bisik melihat cara duduk Pasha yang melebarkan pahanya mengapit kedua kaki Kaira ditengahnya dimana Kaira sedang duduk di kursi roda menghadap Pasha.


"ya ampun mereka manis banget..! "


"gila.. tuan Pasha bernyanyi lagu yang lagi trend itu ya? bagus banget suaranya! "


"yank nyanyikan aku lagu itu juga dong! ". rengek perempuan ke pacarnya


banyak yang iri dengan Kaira dan Pasha, tapi kedua sejoli itu malah sibuk bercerita tadi malam dimana Pasha berjuang menenangkan baby kembarnya.


.


.


Pasha membawa Kaira ke Mol Mattgroup sambil melihat hasil pemasaran mol itu.


"kenapa kita kemari? kamu nggak malu bawa aku naik kursi roda sayang? ". tanya Kaira dengan serius


"kenapa aku harus malu? ". tanya Pasha balik dengan heran


Kaira tersenyum manis, "baiklah aku mengerti suamiku nggak malu membawaku. "


Pasha mengusap kepala Kaira..


"jangan fikirkan apapun sayang! fokus dengan kesehatanmu ya? aku nggak mau kamu bosan di dalam rumah terus tapi beginilah kemauanku dengan membawamu keluar mansion menggunakan kursi roda".

__ADS_1


"lagian apa yang membuatmu malu sayang? dunia tau istriku tercinta baru melahirkan baby kembar yang cantik dan tampan juga begitu menggemaskan..! bahkan baby kembar melviano trending topik di negara kita, apa kamu nggak tau sayang? "


"aku tau..! ". jawab Kaira tersenyum tulus


"temani aku ya? ". bisik Pasha sedikit mencondongkan tubuhnya


Kaira mengangguk lagi,


Pasha tiba di lantai khusus pemilik mol MattGroup dan disambut para pekerja tetap mol, manager, direktur menyambut Pasha dan Kaira berjejer rapi lalu menunduk dengan hormat.


.


.


Kaira duduk manis di sofa dekat Pasha bekerja, ia melihat ruangan Pasha yang sangat luas.


"apa dia nggak lelah bekerja sana sini? perusahaan? Hotel? Mol? gila banyak sekali..! ". jerit Kaira dalam hati seketika jiwa kemiskinannya meronta-ronta membayangkan berapa uang masuk Pasha.


Pasha sering memberinya perhiasan terbaru dari negara P, tentu perhiasan itu sangat limited, belum lagi perlakuan Pasha pada Nova dan Dylan yang selalu menghadiahkan mereka dengan barang yang sangat menguras ATM pastinya.


"eeeh.. aku dari tadi memanggilnya sayang? ". gumam Kaira tersadar dari semua panggilannya sejak masuk museum.


tapi Kaira malah senang memanggil suaminya sayang.


"dia memang suamiku tersayang..! ". gumam Kaira lagi begitu terpana melihat keseriusan suaminya bekerja.


"sexy..? ". kata yang terlontar dari bibir Kaira menatap jari telunjuk Pasha mengetuk-ngetuk keningnya sendiri.


selesai dengan pekerjaannya, Pasha membawa Kaira belanja keperluan baby Kembar.


"kaus kakinya imut-imut sayang..! aku ambil ya? ". rengek Kaira dengan gemas mengibas-ngibaskan kaus kaki kecil ditangannya


Pasha mengangguk setuju,


"ini apa? ". pasha mengambil kaus yang berbeda tapi ia yakin bukan untuk di kaki bayi.


"aah.. kamu mengingatkan ku juga sayang kita beli juga itu..! ". sumringah Kaira.


"emang apa ini? ". tanya Pasha dengan raut wajah penasaran


"itu kaus tangannya..! ". jawab Kaira


"oh ya? kenapa tangan bayi juga di kasih kaus? ". tanya Pasha dengan linglung


Kaira tertawa cekikikan, dengan sabar ia menjelaskan kegunaannya Pasha mengangguk-ngangguk mengerti seolah baru belajar.


"kalau begitu ambil banyak aja ". dengan se enak jidatnya aja Pasha memasukkan hampir semua barang toko itu ke dalam keranjangnya.


Kaira menggeleng-geleng kepalanya..


"kamu mau buka toko perlengkapan kaus kaki dan tangan bayi di mansion Hubby? " desis Kaira dengan menahan kesal


"nggak apa sayang! kalau kelebihan bisa di berikan sama anak panti kan? ". jawab Pasha dengan enteng


Kaira tertegun mendengarnya, suaminya itu sudah berubah drastis dan suka berbagi tak seperti dulu lagi.


"ia juga..! " batin Kaira mengangguk membenarkan.


mereka terus belanja perlengkapan bayi,


.


.

__ADS_1


__ADS_2