
Kaira yang sudah kebakaran jenggot pun berdiri dari duduknya, ia mengelus perut buncitnya.
Ella dan Rani melihat ke Kaira dengan tatapan bingung,
"aku ingin makan..! " seru Kaira
Kaira berjalan cepat ke arah Pasha, sementara Arla dan Umay berjalan di sisi kiri-kanan Kaira.
Ella melihat arah tujuan Kaira pun terkikik geli.
"kenapa sih kak..? " tanya Rani penasaran
"kakak iparmu itu sangat gengsi mengakui dirinya cemburu pada suaminya..? aku percaya suamiku...! ck.. ck hanya itu yang dia ucapkan padahal hatinya jengkel...! " jawab Ella memperagakan cara Kaira bicara tadi.
Rani melihat ke arah Pasha dan akhirnya faham, ia pun ikutan tertawa cekikikan.
Kaira terus saja berjalan mengabaikan tatapan semua orang padanya, kedua pengawalnya hanya fokus melakukan tugasnya saja.
Kaira tiba di dekat suaminya, "suamiku...?"
Pasha yang sedang berbicara dengan rekan bisnisnya langsung menoleh, Pasha mengerutkan keningnya.
"kenapa kemari..? aku kan udah bilang jangan kesini sayang..! nanti kakimu pegal " Pasha merangkul mesra istrinya
Kaira melirik tajam ke arah wanita yang mendekatkan diri ke Pasha tadi, berbagai cara wanita itu gunakan tak sedikitpun Pasha melihatnya.
jangankan melihat melirik saja pun tak ada..
"aku lapar...! " rengek Kaira dengan manja
beberapa rekan kerja Pasha terkekeh, antara gemas dan takjub dengan tingkah Kaira yang manja, mereka ada yang tidak mengerti bahasa Kaira tapi bisa ditebak Kaira tengah merengek ke Pasha.
"sebentar ya sayang..! aku lanjutkan sebentar lagi". pinta Pasha mengecup pelipis Kaira
Kaira mengangguk langsung melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Pasha, Umay dan Arla ingin tertawa terbahak-bahak saat ini apalagi melihat wajah kesal artis papan atas itu.
"ck...! " wanita itu pun segera pergi dari situ
Pasha memang sulit di dekati bagi wanita,
Pasha kembali fokus dengan pembicaraannya sambil merangkul pinggang istrinya.
Pasha menyudahi pembicaraannya dan menyalami rekan-rekannya sebelum membubarkan diri Kaira tak boleh bersentuhan tangan oleh Pasha, jadi Kaira hanya menangkupkan tangannya menyapa rekan Pasha.
"mau makan apa..? " tanya Pasha lembut mengusap pipi Kaira
"makan apa aja..! yang penting kamu yang suapin". jawab Kaira tersenyum manis
"uuh.. kenapa jadi manis sih..? aku jadi ingin memakanmu.. " bisik Pasha mencubit pipi Kaira
Pasha tidak tau istrinya itu tengah cemburu tadinya,
kalau tau pasti pasha bahagia sekali rasanya alibi Kaira sangat masuk akal istrinya itu doyan makan saat sedang hamil begini.
.
.
"cieee... yang tengah cemburu..? " goda Rani
Ella tertawa geli melihat wajah kecut Kaira, Pasha sedang menyiapkan makanan untuk istrinya.
"diam..! " ketus Kaira
hal itu mengundang gelak tawa Ella dan Rani.
__ADS_1
"Hmmmfft...!! " tawa tertahan Arla dan Umay
Kaira beralih ke pengawalnya itu dengan tatapan kesal.
"maafkan saya nyonya..! " ucap Arla
"ampuni saya nyonya" ucap Umay juga
"huuh...! " helaan nafas Kaira
Kaira mengabaikan tawa dan ejekan Rani, Ella
tak lama Ella didatangi oleh Ramzi.
"ayo Yank.. teman-temanku penasaran denganmu." ajak Ramzi
Rani yang masih jomblo pun mendengus jadinya ia tak menemukan pria yang cocok dengannya.. banyak yang mengejarnya tapi tak ada satupun yang bisa menggetarkan hatinya.
"bye...! " lambaian Ella
"bye..! " sahut Rani dan Kaira kompak
Ella menyambut tangan Ramzi dan meninggalkan mereka.
Kaira beralih ke Pasha yang masih di goda oleh artis papan atas itu lagi,
"kenapa bisa mengundang Marisaa sih..? dia kan Artis genit dan ganjen " gerutu Rani
"hm... dia seperti pelakor.. " geram Kaira
"tenang aja kakak ipar kakakku nggak akan meliriknya kita tonton aja dari sini.. " bujuk Rani
"wanita itu selalu mencari perhatian Pasha sejak tadi gimana nggak kesal coba? dia sepertinya memang mengincar kakakmu". desis Kaira dengan tatapan nyalangnya ke Marissa
Marissa mengambil makanan nya, "tuan makan apa? "
"apa tuan mau makan yang itu..? " goda Marissa dengan suara mendayu nya.
Pasha seolah tuli tak melihat ke arah Marissa
"tuan..? " sapa Marissa
Pasha langsung meninggalkan meja itu membawa piring makanannya,
"kenapa dia sangat susah di goda..? jadi wanita ranjangnya pun nggak masalah, yang penting keinginanku tercapai". oceh kesal Marissa
Pasha mendudukkan diri disamping Kaira, Kaira tersenyum semanis mungkin ke Pasha
"kenapa kakak iparmu dek..? " tanya Pasha beralih ke Rani
Rani mengangkat bahunya pertanda tidak tau, Pasha melihat gelagat aneh istrinya itu.
"makan..? " tanya Pasha membuang pikiran itu.
Kaira mengangguk-ngangguk dengan senyum semanis madunya itu.
"Rani jadi nyamuk disini, mending cari calon suami" gerutu Rani langsung berlalu dari pasangan yang tengah saling tatap-tatapan itu.
Umay dan Arla segera pergi juga dari sana, kali ini mereka berdua mengawasi dari jauh kalau Kaira udah bersama Pasha mereka tidak perlu terlalu dekat dengan Kaira.
di sudut ruangan Sikembar mengetahui gelagat Marissa, sebab di semua tempat banyak alat penyadap.
"kita apakan wanita itu kak..? " tanya Nova
"kita lihat saja dulu aksinya, jika keterlaluan kita akan turun tangan...! " jawab Dylan
__ADS_1
Dylan dan Nova selalu melindungi hubungan baik kedua orangtua nya, hal itu kesenagan mereka berdua.
Riska dan Katrina hanya diam sambil tersenyum tulus ke sikembar,
"anak yang cerdas..! " batin Riska
"apa aku bisa ya punya anak satu seperti mereka.? gemes banget sih..! " jerit Katrina dalam hati
.
.
kembali ke Kaira dan Pasha yang tengah bermesraan saling suap-suapan.
"bagaimana? udah kenyang..? " tanya Pasha dengan senyum tampannya mengusap sisa makanan di bibir Kaira
Pasha menatap bibir istrinya, perlahan mendekat dan Kaira juga mendekat saat bibir mereka hendak menyatu Mely datang menggagalkan mereka.
"ini tempat umum..! " peringatan Mely
"aah.. mamah perusak suasana aja". dumel Pasha
Mely melebarkan matanya.
"mamah menjaga nama baikmu..! boleh bermesraan tapi lihat kondisi istrimu sedang kelelahan..! bawa menantu kesayangan mamah ke kamar nya." perintah Mely sambil mengelus kepala Kaira
"Kaira baik-baik aja mah" bela kaira pada diri sendiri
Pasha malah dapat angin segar, "ayo sayang kita kekamar..! "
Kaira mengerutkan keningnya ke Pasha lalu melihat senyum licik suaminya, ia tau arah pikiran suaminya..
"aku nggak mau dia melampiaskannya sama wanita lain..! " kata kaira membatin.
Kaira dengan patuh mengikuti Pasha yang sedang bahagia mengantarkannya ke kamar.
"awwwh...! " jerit Marissa di depan Pasha
tapi tak sedikitpun Pasha melihat Marissa, Kaira melebarkan matanya ke Marissa yang benar-benar nekat.
"ayo sayang..! udah berdiri nih" bisik mesum Pasha
Kaira mengangguk patuh.
"tumben jadi istri patuh sayangkuh..! ginikan aku makin cinta " gemas Pasha fokus melihat arah jalanan yang akan mereka lalui Pasha tidak mau istrinya tersandung.
Marissa ditolong laki-laki hidung belang..
"sial..! apa aku nggak cantik? apa aku kurang sexy..? kenapa dia mengabaikanku seolah aku nggak terlihat..? " teriak Marissa dalam hati saja beraninya.
Nova tertawa cekikikan di sudut ruangan, Dylan tersenyum miring.
"mau godain daddy aja sulit banget ya kak ahahaha...! " tawa Nova
"itu karna dimata daddy hanya ada mommy seorang perempuan lain tak terlihat oleh daddy kita sekalipun wanita itu berusaha mencari perhatian daddy.. !" senyum tipis Dylan
sosok Pasha akan menjadi panutan Dylan saat dewasa nanti.
.
.
.
aaa.. co cweet daddy Pasha ya? susah di goda... haha..
__ADS_1
.
.