Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia

Cinta Pertamaku Seorang Bos Mafia
penyamaran


__ADS_3

Mely melihat itu matanya berkaca-kaca,, betapa beruntungnya orangtua wanita itu..


"beruntung sekali mertua wanita itu..? anak dan cucu nya begitu baik dan suka menolong" . gumam Mely dengan nada lirih..


ia terus saja mengintip ibu dan anak itu,,


kalau Mely datangi mereka bisa hilang kebahagiaan mereka, Mely kan bukan siapa-siapa mereka


"Ayo mommy...! Nova bakal dapatin boneka yang paling besar buat mommy...! ". ajak Nova begitu antusias..


"Dylan juga mommy ". sahut Dylan angkat tangan begitu semangat.


"nggak ada yang mau mendapatkan boneka untuk Aunty..? ". tanya Ella tampak cemburu.


Dylan dan Nova saling pandang dan nyengir kuda.


"Aunty boneka kecil aja ya..? ".cicit Nova..


Ella memanyunkan bibirnya merajuk versinya,, Kaira tergelak melihat sahabatnya yang begitu cemburu padanya..


"nanti kalau dapat boneka besar aku bagi deh..! ". bujuk Kaira merangkul lengan sahabat baiknya itu..


"kamu kepalanya aku badannya..? ". tebak Ella


Kaira terkekeh dan mengangguk pelan, hal itu membuat Ella tersenyum lebar


"kalau di potong nggak jadi boneka dong mom..? ". protes Nova


"mendingan Kamu usahain dapat boneka yang besar buat mommy dan kakak dapatin buat Aunty


gimana dek..? ". tawar Dylan


"siapa takut..? ". sahut Nova merasa tertantang.


mereka main tembakan, hanya beberapa kali saja sudah mendapatkan boneka besar untuk mommy dan Aunty mereka.. hingga pemilik permainan itu memohon pada ibu dari kedua anak hebat itu untuk tak lagi bermain..


"sayang... udah dong, coba yang lain lagi ya..? ". bujuk Kaira memeluk malaikat-malaikat kecilnya.


"kenapa mom...? ". tanya Nova dengan polos..


Kaira melihat kearah pemilik permainan yang tampak lemas melihat kearahnya..


"hehehe... Maaf om.. ". cengir Nova segera meletakkan alat tembakan itu..


"sekarang jawab mommy gimana cara bawa hadiah kalian ini ..?". tanya Kaira menunjuk Ella yang sudah tidur-tiduran diatas semua hadiah yang didapatkan Nova dan Dylan..


Dylan menggaruk kepalanya yang tak gatal, "maaf mommy kami keasikan main.. "


"saya sangat kagum dengan kemampuan kalian tapi mohon mengertilah saya juga butuh uang lewat permainan ini.. ". memelas si penjual.


Nova dan Dylan menggaruk tengkuk mereka dan tersenyum kikuk, banyak yang melihat mereka karna mendapatkan hadiah begitu banyak..


alhasil mereka bergotong royong membawa hadiah-hadiah itu kedalam mobil walau sempat sempoyongan kesana-kemari membawa boneka besar..


Kaira tak tau harus tertawa atau menangis dengan kondisi mereka sekarang..


Mely pergi ke area permainan Nova dan Dylan tadi..

__ADS_1


"aku bayar ganti rugimu..! ".ucap Mely dengan serius..


sang pemilik permainan terbelalak melihat nyonya Mely, siapa yang tidak kenal Mely, betapa senangnya pria itu mendapatkan uang dari nyonya besar Melviano itu..


Mely ketagihan mengekori kedua bocah kembar dan mommynya itu,


"sudah sayang..? mommy udah banyak dapat hadiah dari kalian.. ! jangan main lagi ya.? ". bujuk Kaira


"terus kita ngapain mommy..? ". tanya Dylan penasaran.


"kita beli HP baru buat mommy..! ". jawab Nova antusias.


"itu Aunty setuju.. ". sahut Ella semangat '45


Kaira menepuk jidatnya sendiri,


"ayo Kaira.. kita beli hp baru ". Ella mendorong punggung Kaira bersamaan kedua anak-anak kembarnya Kaira menarik tangan mommynya..


"mbak..? kami beli model hp terbaru yang mahal dan paling bagus". ucap Dylan tiba-tiba sudah duduk dikursi besar konter di dalam mol itu..


pekerja nya saling pandang ragu..


"ayo mbak..! kami mau beli hp baru". sahut Nova dari depan tak terlihat oleh pekerja itu..


Kaira tersenyum kikuk di samping Nova..


"cepat mbak keluarkan hp terbaru kalian..! ". perintah Ella


barulah pekerja itu melayani kedua anak kecil itu.


Dylan memperhatikan kedua hp keluaran terbaru itu yang harganya fantastis..


"kakak, Nova mau hp ini yang itu belikan buat mommy ya? ". Nova sudah duduk disamping kakaknya dan bisa melihat hp itu..


"kamu kan udah punya laptop dek ". sungut Dylan


Kaira mengelus kepala putrinya..


"ya udah kakak aja yang beli nanti nova boleh pinjam-pinjam ya..? ". bujuk Nova.


akhirnya mereka membeli 2 hp keluaran terbaru itu..


"apa perlu kami daftarkan aplikasi nya nyonya..? ". tanya salah satu dari pekerja itu sopan


"tidak perlu mbak.. kakak saya dan saya sendiri bisa mengaktifkannya di rumah". Nova yang menjawab menepuk-nepuk bahu Kakaknya


mereka beralih ke Dylan, penasaran apa yang bisa dilakukan anak seusia itu.


setelah transaksi mereka pergi dari konter itu dan mencari tempat makan..


"apa perlu aku menyamar ya..? ". gumam Nyonya ratu


Mely pun membeli kacamata hitam, masker hitam menutupi wajahnya, entah mengapa ia begitu gila saat ini bahkan nekat mengganti bajunya dengan kaus murah dan celana murah


dirinya mendekati Kaira dan kedua bocah kembar itu yang tampak kesulitan makan dengan penutup wajahnya..


"bisa saya makan disini nyonya..? ". tanya Mely sopan

__ADS_1


Kaira beralih ke Mely dan mengerjabkan matanya lalu memutar pandangannya semua tempat makan penuh..


"silahkan bu.. ". jawab Kaira sopan hal itu membuat Mely tersenyum tipis..


"kenapa nggak lepas masker nya tuan kecil.? ". tanya Mely penasaran padahal dirinya melepas maskernya tapi tidak dengan kacamata hitamnya..


"tidak apa nek kami memiliki wajah yang jelek". jawab Dylan dengan fasih


Mely mengerutkan keningnya,


pertanda dirinya tak percaya saat makanannya tiba Mely menatapnya dalam diam..


"kenapa bu..? "


tanya Kaira penasaran


"saya tidak punya uang nak.. "


jawab Mely menggaruk tengkuknya sendiri..


"tidak apa bu silahkan dimakan.. kami yang bayarin ". balas Kaira


"iya nek.. makan aja kakak habis menang besar jadi uangnya banyak. makan aja nek". sahut Nova


"makan aja nek jangan malu-malu". sambung Dylan


"makan aja bu kami juga pernah hidup susah ". timpal Ella.


Mely jadi terharu, ia pun makan dengan hati-hati sesekali melihat mereka semua yang tengah memperhatikannya.. betapa terkejutnya Mely saat Kaira malah memberikan lauknya menyusul kedua malaikat kecilnya Kaira..


"biar ibu tambah gemuk, saya lihat ibu sangat kurus! ". jelas Kaira dengan ramah


"iya.. nenek sangat kurus ya..? ". sahut Nova tampak prihatin dan Dylan mengangguk membenarkan.


Mely tersenyum tulus, padahal dirinya kurus karna beban fikirannya masalah siapa yang akan mewariskan MattGroup kalau Pasha tidak bisa punya keturunan.


"kenapa bu..? ". tanya Ella penasaran.


"saya teringat menantu saya yang telah tiada dan anak saya yang tidak punya keturunan ". jawab Mely begitu sedih


Kaira terhenyak mendengar perkataan Mely.


"betapa beruntungnya menantu ibu memiliki mertua seperti ibu ". ucap Kaira berkaca-kaca


Mely melihat itu dan tentu penasaran apa yang terjadi dengan Kaira..


"ahahahahh..! kita kesini buat makan ". tawa canggung Ella mencairkan suasana.


"ayo kita makan.. mommy makan yang banyak ya.?". Nova langsung mengerti maksud Ella


"hei... kau pergi dari sini..! ". tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik baju Mely sampai terjatuh ke lantai..


mereka semua kompak berdiri dan wajah yang begitu kaget.


"bu..? ibu tidak apa-apa..? "


tanya Kaira membantu Mely berdiri

__ADS_1


.


.


__ADS_2